Tiga Acara Tiga Negara Tiga Hadiah yang Selalu Dianggap Salah

Tinggalkan Komentar


Akhirnya bisa kembali menulis… Setelah sekitar akhir januari tulisan terakhir saya post.. dan kali ini baru bisa membuat tulisan lagi.. Seharusnya sih tulisan bulan ini sama seperti tahun lalu.. Yaitu membahas tentang Surabaya.. Secara bulan ini adalah bulannya Surabaya.. Karena di tanggal 31 Mei 2012 Surabaya akan berulang tahun.. Jadi seperti tahun lalu harusnya saya ikut merayakan dengan membuat tulisan tentang Surabaya. But.. Mumpung ada keinginan dan waktu yang cukup banyak untuk menuangkan isi otak kembali, tulisan ulang tahun Surabaya part 1 di tahun ini saya tunda besok.. yang jelas minggu ini.. :D

Minggu lalu Indonesia digemparkan dengan konser boyband favorit kawula muda saat ini. Ya.. Apalagi kalau bukan Super Junior. Boyband dari Korea Selatan ini ga bisa dibohongi kalau konsernya adalah konser tergila di Indonesia sejak negeri ini lahir.. Gimana sebuah boyband harus menyelenggarakan konser 3 hari. Dan parahnya lagi, tiketnya sold out.. Mau berbohong apalagi soal magisnya?

Tanggal 22 Mei 2012. Akhirnya ajang balap jet darat terbaik di dunia kembali digelar di tanah Bahrain. Setelah musim yang lalu tidak jadi dilaksanakan karena masalah keamanan yang waktu itu sangat parah diakibatkan oleh perang antara pemerintah dan rakyat sipil akhirnya musim ini tidak ada lagi penghapusan kalender di musim 2012-2013.

Race yang penuh dengan protes masyarakat sipil apalagi yang pro pemerintah di luar arena balap pun sepertinya tidak mengganggu berlangsungnya balapan yang dimenangkan vettel tersebut. Panas yang terjadi diluar lebih disebabkan tidak adanya cara berpikir yang normal. Dimana diluar arena balap masih banyak rakyat sipil anti pemerintah harus merelakan nyawa demi revolusi yang diinginkan, namun didalam arena balap orang menghibur diri dengan menonton balapan yang menurut saya sendiri seru dan menegangkan.

Ga berbeda dengan protes atas dilaksanakannya GP Bahrain, konser SuJu pun juga menuai protes dari kaum minoritas di Indonesia. Dimana harga tiket yang melambung, seakan melupakan bahwa ga jauh dari tempat itu masih banyak orang yang harus hidup dengan susah payah demi mendapatkan uang yang sejumlah satu tiket paling murah di konser tersebut.

Konser A7x juga ga lepas dari pembahasan tentang betapa banyaknya uang yang menurut sebagian orang uang itu terbuang sia-sia.. Bagaimana bisa mereka hura-hura menyanyi bareng idola mereka sementara buruh di hampir seluruh penjuru bumi menyuarakan aspirasi tentang upah yang tidak mencukupi, hak yang tak terpenuhi, dan semua keluh kesah yang dirasakan oleh para buruh.

Miris jika dilihat secara kasat mata.. Namun kalau boleh berkata : Persetan dengan itu.. Saya mencari uang sendiri demi hidup saya sendiri.. Saya mau menonton SuJu yang tiketnya mahal itu, mau menonton avenged sevenfold yang mana di tempat lain buruh menjerit demi kelayakan hidup, apa pedulinya?? No.. Saya bukan ga tahu penderitaan mereka.. Tapi saya juga ingin mencari hiburan untuk diri sendiri sebagai hadiah atas hasil perjuangan.

Itu adalah yang sebenarnya ingin saya bahas. Di salah satu media online saya menemukan bahwa mereka merasa miris dan menganggap para penonton acara itu tidak punya hati dan belas kasihan. Sampai-sampai membuat perhitungan kalau uang tiket itu digunakan untuk mereka yang membutuhkan jadinya akan seperti bla bla bla.. Seakan objek mereka (penulis) itu seperti harus memberi semua hasil jeripayahnya demi orang lain tanpa boleh merasakan kesenangan untuk diri sendiri. *tepuk tangan*

Saya sendiri bukan orang yang masuk jadi objek di acara itu. Masuk sih mungkin tapi hanya setengah.. Kenapa? Saya ga Nonton konser Suju, saya ga nonton konser A7X, tapi saya nonton GP Bahrain. Itu pun di tv kabel. :D Dan karena itu saya juga sedikit jengah dengan pendapat bahwa harusnya uang itu untuk diamalkan. Ayolah.. Kalau tiap konser mending diamalkan, terus kapan saya harus menikmati hasil kerja saya??

Hiburan adalah hak asasi dari setiap manusia. Hiburan memiliki banyak kategori. Dan hiburan bisa didapatkan dari banyak hal. Mulai dari sekedar rebahan di kasur hingga bersenggama. Hiburan yang harus diketahui adalah tidak boleh diulang secara terus menerus setiap saat butuh.. Karena jika terus menerus, rasa bosan akan membuat hiburan tersebut tidak menjadi hiburan lagi.. Itulah sebabnya.. Bahwa menonton konser dengan harga selangit, menonton balap formula 1, dan banyak hal lain yang berharga mahal ini adalah hiburan, bung.. Dan kami layak mendapatkan ini karena hasil kerja keras kami.. Bukan karena kami tidak peduli dengan mereka yang membutuhkan.. 

Akhir kata, kita memang mempunyai hidup masing-masing. Dan kita memang harus saling membantu jika ada lebih dalam finansial. Namun tidak semua uang saya untuk mereka yang membutuhkan. Karena saya juga butuh hiburan. Karena tubuh saya juga ingin ditenangkan setelah diperkosa oleh kehidupan.

Salam

Bond Chan

Saat Semakin Banyak Pria Berpenampilan Kurang Jantan, Apakah Ini Tanda Kiamat?

Tinggalkan Komentar


Tulisan ini bermula dari celetukan saya kepada adik saya saat memperlihatkan foto idolanya yang katanya berwajah unyu dan bla bla bla tapi buat saya itu bukan cowok tapi cewek. Dan setelahnya saya berkata : ga bisa saya bayangkan jika nanti gaya ini mendunia, mungkin benar apa yang ditulis di sebuah kitab bahwa ini adalah tanda kiamat, dimana laki-laki dan perempuan tidak bisa dibedakan lagi.

Yah tanpa perlu saya tulis panjang lebar di sini, anda pasti sudah terbiasa dengan tampang-tampang boyband korea dengan operasi plastik di sana sini, sehingga wajahnya yang semula jelek menjadi ‘cantik’. Bukannya menjadi lebih tampan, mereka justru dipermak menjadi cantik namun disuruh bergaya dan bersuara tetap pria (di depan panggung). Degradasi style yang disebarkan dari korea ke seluruh asia ini memang tengah digandrungi oleh kaum hawa dan juga kaum adam di asia khususnya Indonesia. Degradasi dari menjadi pria yang lebih jantan atau setidaknya tetap menunjukkan bahwa mereka pria pun membuat saya bergidik sendiri. Apa sih kerennya?? Dimana sih kerennya?? Dan apa sih bedanya mereka dengan Olga Syahputra?? :D

Banci adalah kata yang sering muncul dalam otak saya namun enggan terucap karena belum terlalu berdasar ketika melihat boyband dengan penampilan unyu bin cantik tapi cowok. Kenapa bisa begitu? Karena saya bingung. Standard banci yang diberikan ahli bahasa dan ditanggung jawab oleh kementrian pendidikan adalah sebagai berikut : [a] tidak berjenis laki-laki dan juga tidak berjenis perempuan; (2) n laki-laki yg bertingkah laku dan berpakaian sbg perempuan; wadam; waria. Jika ditelisik lagi, mereka ini masih laki-laki (ngakunya),  bertingkah masih seperti laki-laki, berpakaian masih seperti laki-laki. Tapi kenapa wajah mereka terlihat seperti perempuan?? Sayangnya ahli bahasa tidak mencantumkan wajah kewanitaan (yang disengaja) merupakan bagian dari banci atau tidak. Dan saya tidak mengenal ahli bahasa sama sekali. Kecuali guru SMA saya dan mungkin butuh waktu untuk bertanya tentang ini kepada beliau.

Wajah terlalu kewanitaan menjadi inti persoalan disini. Melihat semakin hari perombakan wajah yang menyalahi kodrat dan terlalu jorok (opini pribadi) semakin digandrungi gadis-gadis di asia, siapkah kita menghitung hari berapa lama lagi penyakit ini akan mewabah ke kakak anda, adik anda, tetangga anda?? Dengan perhitungan mudah : Jika dalam sehari fans salah satu boyband (yang memiliki min satu personel berwajah jorok itu) bertambah satu orang di tiap negara di asia, dalam setahun berapa banyak fans mereka yang menggilai orang itu?? Dan dalam setahun berapa banyak pria-pria yang awalnya normal akan berbuat seperti itu??? Mari tundukkan kepala sejenak untuk bumi yang lebih baik. :)

Sulit mengerti arah pemikiran mereka -orang yang mau dipermak- menyetujui perubahan wajah macam itu. Dahulu memang terkenal operasi membuat lesung pipi atau operasi lain yang membuat penampilan lebih menarik namun tetap jantan. Namun ini?? Saya sendiri penasaran pada wanita-wanita pecinta pria berwajah lebih jelek dari tukul arwana itu. Apanya yang ganteng sih?? Saya bukan mempermasalahkan oplasnya, tapi perubahannya. Tapi otak kotor saya berkata : inilah salah satu gebrakan untuk merubah mode dunia dari amerika menuju korea. Kenapa bisa begitu? Melihat potensi boyband girlband korea yang sedang naik daun, jika tidak membuat style yang menabrak yang sudah ada jelas akan membuat style berseni asli dari otak cerdas para seniman akan runtuh dengan style berseni rendahan dan murahan dan tidak memiliki estetika khas korea itu. Semoga versace, D&G, dan semua desainer tingkat dunia tetap bisa membuat karya yang bagus seperti saat ini.

Hingga pada akhirnya, jika dunia permak wajah menjadi kurang jantan ini terus menerus mendunia, inilah tanda awal yang ada di sebuah kitab dalam pembahasan tentang kiamat. Dimana pria dan wanita semakin sulit dibedakan. Sampai pada waktunya matahari akan terbit dari timur, dan semua gunung meletus. Dan dunia akan berakhir.

 

 

 

Salam

 

 

Bond Chan

Saat bosan review kuliner ternyata (hanya) promosi, saat itulah dia lahir..

Tinggalkan Komentar


Saat ini, yang namanya website berisi review kuliner seakan menjamur seperti lumut di musim hujan. Ramai kita temui media promosi kuliner mulai dari website, di tv, radio, dan banyak media lain. Seakan berlomba-lomba dengan menjamurnya penyedia promosi, marketer kuliner mulai dari kaki lima, hingga restoran bintang lima pun seakan bisa dengan mudah memilih sesuai budget dan kepandaian tim promotor tersebut dalam menjajakan barang dagangan mereka.. Dan secepat kilat, ada yang ramai dan ramai terus ada juga yang ramai namun merasa tertipu..

Sebenarnya dalam dunia review berbayar, melebih-lebihkan sesuatu yang biasa saja demi membangun integritas promosi mereka. Peduli setan dengan pembeli yang nantinya harus rela tertipu dengan rasa, apalagi dengan harga. Ini sudah wajar ada, dan agen promosi itupun juga tahu. Tapi… Tanggung jawab ada di tangan pembaca/penonton. Mereka hanya kepanjangan tangan dari marketer perusahaan kuliner.

Tarif yang relatif banyak pilihan, dengan penyesuaian budget meskipun juga harus berkolerasi dengan jumlah pengunjung nantinya pun nampaknya membuat bisnis review berbayar di bidang kuliner ini begitu menjanjikan.  Cukup bercuap-cuap makanan di sini enak bla bla bla, dengan harga yang murah (tapi ternyata lain) membuat saya tergelitik. Ga ada maksud buat meniru membuat review berbayar seperti yang sudah ada, tapi justru saya tergelitik membuat tandingan dengan kemiripan yang cukup sama.. :D

Please welcome  : www.gakcumamakan.wordpress.com Sebuah blog kuliner yang berisi tentang review makanan dengan tingkat obyektifitas yang tinggi, tanpa bertujuan mempromosikan secara real. Disana anda bisa mengetahui makanan A ini bagusnya dimana dan jeleknya dimana, begitupun dengan makanan B. Reviewnya pun tidak hanya berkutat dari segi rasa, dari segi penampilan saja. Tapi disitu anda bisa belajar tentang mix and match rasa, dan bisa tahu tentang makanan yang dibahas ini rasanya dibuat dari apa saja. Dan tentunya tentang suasana, tentang kemasan, tentang apapun layaknya review kuliner umumnya.

Sebenarnya sudah lama juga saya pengen buat blog macam ini, dimana ga cuma ngomong tentang bahan yang terlihat saja tapi tentang bahan yang sudah diolah pun disitu juga ada. Dengan dibantu salah seorang teman, saya cukup merasa sukses membuat blog yang (mungkin) membuat panas reviewer bayaran. Walaupun kebanyakan tulisan disana mungkin hanya berbasis di Surabaya, namun akan ada tulisan kuliner di luar Surabaya sekali dua kali.. Kritikan yang membuat panas, dan pujian yang menerbangkan pemilik ke langit ketujuh berada di situ.

Harapan kecil saya sih sebenarnya hanya ingin membuat sebuah review kuliner yang ga membohongi dan bisa menjadi acuan dengan rasa, dan dompet bagi pembacanya.. Dan tentunya memberi edukasi tentang masakan dan tentang bahan masakan kepada pembaca semampu ilmu retorika kuliner saya.. :D

 

Salam

 

Bond Chan

Saat Penceramah Hanya Bisa Berkutat, Saat Ateis Menari Riang

4 Komentar


Selamat ulang tahun buat Dunia Bond Chan yang kedua!!!

Walaupun agak telat saya mengucapkannya, dan juga memposting tulisan yang harusnya diposting ketika hari ulang tahun Dunia Bond Chan, namun yang jelas 26 Desember 2011 tetap menjadi ulang tahun ke dua tahun Dunia Bond Chan.

Terima kasih buat semua yang sudah mampir di Dunia Bond Chan dari tahun 2009 hingga sekarang. Terima kasih buat yang sudah banyak memberi komentar di sini. Kunjungan anda adalah penghargaan tersendiri buat saya..!! Terima kasih semua!!!

Dan kali ini, untuk memperingati hari ulang tahun Dunia Bond Chan yang kedua saya persembahkan sebuah tulisan penutup tahun 2011. Sebuah tulisan yang sebenarnya ringan, namun akan terasa berat jika dikira saya menghina. Yang jelas, jangan tersulut emosi dulu. Selesaikan membaca hingga selesai, baru berkomentar dan boleh marah-marah..

Sekali lagi.. Selamat ulang tahun buat Dunia Bond Chan yang kedua!!!! :D

Sering kita menemui seorang penceramah agama. Mulai dari Masjid, Mushola, Gereja, dan banyak media yang kita temui. Apa yang mereka ceramahkan?? Sebuah kebaikan. Sebuah ajaran. Sebuah paradoks. Dan lain sebagainya. Biasanya selalu berurusan dengan masalah ketuhanan.

Dalam islam, seorang anak katanya adalah titipan dari yang maha kuasa. Yaitu allah SWT. Dan itu selalu didengung-dengungkan oleh banyak penceramah dalam beribu bahasa yang ada di muka bumi. Mulai dari jaman dulu hingga sekarang. Apa yang diucapkan?? Anda harus ingat, anda terlahir bukan dari ibu dan bapak anda!! Anda terlahir atas kehendak allah. Dan seterusnya biasanya mendongeng sebelum anda diberi tubuh anda diapakan lah bla bla bla.. Tapi penceramah itu sering lupa, bagaimana cara tuhan menciptakan kita di dunia?? Kalau asumsi mereka anak adalah pemberian dari tuhan. Bagaimana penjelasan secara sistematis dengan singkat saja tentang bagaimana kita mendadak dari tempat antah berantah bisa masuk perlahan-lahan di dalam perut seorang wanita yang sudah dinikahi oleh seorang pria yang dicintai (walaupun ada juga yang tidak dicintai) tanpa permisi tanpa minta izin dulu sebelumnya??

Saya sebenarnya sering bertanya-tanya bahkan pertanyaan ini sudah sering saya tanyakan dalam hati.. Kenapa ceramah-ceramah di masjid, mushola, dan di buku agama saya selama sekolah isinya selalu itu-itu saja dan diulang dan diulang secara terus menerus??? Dan isinya pun berkutat di itu-itu saja. Tanpa ada penjelasan secara sistemis tentang banyak yang ateis sudah bisa membuka tabirnya.. Kenapa begitu?? Apakah memang penceramah itu ingin meniru gaya marketing Ayu ting-ting yang sukses karena ternyata promosi lagunnya di saat prime time diulang-ulang terus hingga akhirnya orang sampe bosan dan akhirnya menyukai, atau mungkin mereka sendiri sebenarnya tidak mengerti sistemik itu, namun karena ini adalah pekerjaan mereka, sehingga biarlah begini terus.. Toh ga ada yang tanya, toh ga ada yang peduli.. Sungguh sebuah ironi, namun nyata dan ada dan inilah yang terjadi..

Saya mendadak ingat dengan kisah di kartun-kartun jaman saya SD. Entah ini ada di kartun apa, namun waktu itu ada anak kecil bertanya pada ibunya.. Bagaimana dia bisa muncul di bumi?? Dan sebuah ilustrasi pun menggambarkan ada seekor burung gagak yang terbang sambil di depan moncongnya membawa sebuah karung berisi anak kecil. Nah burung tersebut sudah mempunyai alamat rumah yang dituju. Ketika sudah sampai di rumah yang dituju, dia menuju ke corong pembuangan asap penghangat ruangan. Setelah itu bayi tersebut dijatuhkan dari atas situ, dan voila!!! Kamu ada di sini sekarang. Jelas hal ini akan ditentang habis-habisan oleh penceramah, oleh kaum theist dimanapun di muka bumi. Namun, mengapa harus merusuhi hal tersebut jika anda sendiri masih percaya dengan dongeng penceramah bahwa ayah dan ibu anda sendiri hanyalah perantara lahirnya anda di dunia?? Toh anda sama saja dengan apa yang anda olok.. :D

Kembali lagi kepada penceramah. Sebuah ironi jika kita sadari. Betapa sebuah pertanyaan muncul jika anda berani bertanya pada penceramah yang anda temui atau yang dekat dengan anda : Bisa ga anda jelaskan dasar anda mengatakan bahwa kita (manusia) asalnya dari tuhan, bukan dari setitik sperma ayah kita yang menembus ovum ibu kita?? Ini tidak wajib anda tanyakan jika anda sendiri  tidak pernah menghina ilustrasi burung gagak pembawa bayi ke cerobong asap pemanas. Namun ini menjadi wajib anda tanyakan jika anda menghina ilustrasi tersebut. Dan pendapat pribadi saya yang mengatakan kita terlahir dari ayah dan ibu kita.. 

Hingga pada akhirnya, para atheist akan menari riang setiap mendengar ceramah dimanapun media yang bisa dijangkau saat penceramah mengatakan : Kita semua ini adalah ciptaan tuhan!!! Dan ayah ibu kita itu hanya perantara kita!!

Terima Kasih sudah membaca

Salam Bond Chan

NB : sebelum anda berkomentar, tolong jangan keluar terlalu jauh dari topik di tulisan ini.

Metropolis -Bukan Masalah 1 Nyawa yang Dihilangkan-

2 Komentar


Sinopsis :

Frans Al. Penguasa no wahid para pengedar narkoba di Jakarta. Siapa yang tak kenal pria satu ini. Namun siapa yang menyangka, kekuatannya pribadi yang ditunjang kekuatan pasukannya yang tidak main-main tetap bisa ditembus. Bukan oleh satu orang. Bukan oleh dua orang. Melainkan oleh 12 orang sekaligus. Dengan satu eksekutor. Dan lainnya membakar rumah milik mafia dari Vancouver itu. Diperkirakan klan Al mati terbakar seluruhnya. Dari Frans, istri, anak yang kebetulan berada di tempat itu. Namun sayang.. Lolosnya Aretha yang telah menyelamatkan diri sebelum rumah itu dibakar membuatnya berhasil menyelamatkan dua anak Frans al itu. Kakak beradik dinasti Al terakhir tersebut dipisahkan oleh Aretha.. Sang kakak Johan Al dia lempar ke vancouver dan dia jenguk sesering dia sanggup. Sementara sang adik, Indira, dilempar ke panti yatim piatu dan kebutuhannya ditanggung sepenuhnya oleh Aretha.

Sepeninggal Frans Al, gerombolan pembunuh kepala mafia narkotika itu membentuk sebuah geng untuk mengisi status quo di bidang narkotika. Dibuatlah sindikat 12. Dan ketua mereka dikenal dengan nama alias : Blur.

Dua belas tahun berlalu.. Sindikat 12 yang berada di bawah kaki blur, berguncang.. Kematian leo Saada ketua kelompok salah satu anggota sindikat 12 benar-benar mengguncang. Tidak ada yang berpikir kematian Saada yang terkenal cerdas dan satu diantara tiga orang yang paling diperhitungkan dalam percaturan sindikat 12 adalah pertanda kehancuran Sindikat 12. Semua sibuk mencari tahu siapa pembunuhnya. Dan pembunuhan berikutnya terjadi secara beruntun. Hingga kematian seluruh anggota sindikat 12 menyisakan satu pertanyaan : Inikah kekuatan dendam??

Review

Sebuah novel yang keren..!! Baru ini saya dapet novel tentang mafia yang asli indonesia namun bisa mengalahkan novel keluaran jepang yang ehhemm maaf harus sebut nama : Yakuza Moon. :)

Novel yang bersetting di wilayah jakarta ini menurut salah seorang teman mempunyai setting yang asli keberadaan tempatnya. Entah benar entah salah, karena saya sendiri ke Jakarta cuma berwisata dan paling kenceng belanja di Senen pagi sampe sore dan saat kereta gumarang menyahut, saya sudah berada di dalamnya. Jadi ga pernah ngerti mana itu rawamangun, mana itu penjaringan, mana itu polda metro jaya, dll. Namun anggap sajalah keberadaan tempat itu ada, ini mengingatkan saya pada Dan Brown yang bisa mengobok-obok pentagon, mengobok-obok gedung putih, dan masih banyak lagi tempat yang sangat terkenal di dunia.

Awalnya saya menganggap remeh temeh novel satu ini. Mengingat saya mendapat novel ini di tumpukan buku diskonan natal di salah satu toko buku paling terkenal di Indonesia. Harganya pun cuma 15rb. Jadi ekspektasi awal sih ga tinggi. Namun ternyata hasilnya luar biasa. Ditengah minggu sibuk, saya bisa menyelesaikan novel setebal 330 halaman ini dalam waktu 6 hari saja.

Membahas buku ini sebenarnya satu yang ingin saya puji, bahwa buku ini membawa sebuah dunia mafia narkotika tanpa banyak kelebih-lebihan di sana sini. Secukupnya, namun mafia sekali. Membuat saya ingat sama novel Godfather -Mario Puzo- dimana ga banyak praktek kemafiaan yang membuat penulisnya terjebak di dalamnya sehingga membuat pembaca bosan.. #menyinggung Yakuza Moon lagi#

Ketegangan yang dibuat meletup sendiri dalam imajinasi pembaca, namun tidak sedikit teka-teki yang diberi membuat novel ini masuk koleksi bagus yang saya punya. Dengan satu sisi dari Agusta Bram di halaman awal, dan kemudian dicampur aduk oleh Johan al di halam 100 hingga selesai, membuat novel ini seperti memberi teka-teki yang jawabannya sudah ditemukan. Namun inilah konsekuen membagi dua fokus. Jika fokus lebih diletakkan di Johan Al atau Bram saja, membuat ketegangan akan berlipat ganda. Dan satu yang membuat saya memberi poin tambahan pada Windry Ramadhina adalah dia tahu kalau konsekuensi pembaca sudah menemukan jawaban dari teka-teki kecil yang dibuat olehnya melalui dua sisi. Tapi dia membuat pembaca harus mendelik bahwa teka-teki yang melibatkan bram dan Johan hanya sebuah teka-teki kecil setelah kematian Blur palsu menjelang akhir. Hingga akhirnya pembaca tersadar, siapakah blur adalah teka-teki no satu yang menjadi inti dari semua pertikaian ini.

Gaya bahasa yang bagus dan keras khas mafia membuat novel ini mafia banget..!! Dengan pembunuhan, dendam, dan kekejian seakan pembaca melompat-lompat bersama Agusta Bram, dan mendendam sambil merasakan dentingan lagu Nouvelle Vogue ala Johan Al. Semua terangkum dalam satu novel. Hingga akhirnya, kematian demi kematian membahana dan identitas Blur terungkap saat itulah anda akan menutup novel ini tanda tamat.

Recomended buat anda yang ingin mencari sesuatu yang tegang buat mengisi weekend. Tapi maaf  jika anda sulit menemukan di toko buku karena novel ini sudah lama dan saya pun menemukannya di buku diskonan. :) Selamat mencari, dan selamat memasuki dunia kejam ala Mafia di metropolis.

Salam

Bond Chan

Hina ODHA Layaknya Menghina Orang Sakit Panu

Tinggalkan Komentar


Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat hari AIDS sedunia. Semoga di tahun-tahun mendatang ODHA di seluruh negara khususnya Indonesia semakin berkurang.

ODHA adalah singkatan dari Orang Dengah HIV Aids seakan-akan menjadi sebuah hal yang memalukan, dan menjadi pasien dengan penyakit yang cukup parah namun tidak pantas untuk dirawat selayaknya. Banyak alasan banyak cerita tentang mengapa ODHA tidak boleh mendapat perawatan moril secara layak di mata masyarakat. Alasan yang sering diucapkan adalah bahwa HIV adalah penyakit yang jorok, yang kotor, yang hina dina karena penyakit itu biasa ditularkan melalui hubungan fisik dengan PSK, atau melalui jarum suntik, atau untuk bayi melalui ibunya yang notabene pernah melakukan sesuatu yang menurut norma kemasyarakatan sangat buruk. Dan karena itu dia (sang ibu) terkena HIV.

Dasar untuk mengucilkan ODHA di masyarakat atau bahkan di keluarga besar mereka sebenarnya cukup jelas dan tepat. Bahwa HIV/AIDS adalah penyakit akibat kesalahann mereka (ODHA) sendiri. Karena penularannya sendiri tidak semudah penyakit flu burung, atau penyakit flu.

Kesalahan mereka sendiri yang mau menyewa PSK, kesalahan mereka sendiri yang mau pakai jarum suntik bergantian (yang padahal harga jarum suntik sebiji ga sampai 5.000 rupiah). Bahkan ga jarang ada yang bilang kesalahan mereka sendiri menikahi perempuan atau pria yang pernah ‘nakal’ hingga ga sadar kalo dia sudah terkena HIV sebelum menikah. Itu Semua menjadi dasar agar ODHA tidak perlu diberi bantuan secara mental untuk bisa sembuh dari penyakit mereka. Sungguh ironis, namun ini kenyataanya.

ODHA sebenarnya tidak memiliki perbedaan dengan orang dengan sakit-sakit lain. Mereka sama butuh bantuan untuk mengangkat mental mereka yang telah jatuh. Jatuh bukan karena history dari ODHA lain, namun jatuh karena serangan terhadap sistem imun yang mengakibatkan tubuh mereka rusak secara perlahan telah membuat mereka berpikir tentang kematian, kematian, kematian, dan kematian. Bukan tentang bagaimana jika tetangga mereka tahu atau semacamnya.

Menjadi sebuah kelucuan tersendiri jika kita harus menjatuhkan kata-kata : rasain tuh akibat hubungan sama PSK, rasain tuh akibat pake narkoba tapi pelit buat beli suntik yang murah. Coba jatuhkan kata-kata yang serupa kepada orang yang sakit Diabetes, stroke, atau bahkan panu?? Saya bantu buat kalimatnya : Rasakan itu suka makan ga teratur. Gula terlalu banyak, ga pernah olahraga. Kena diabetes kan sekarang??? Mati aja loe..!! Atau kalimat ini : Enak kan makan kambing terus setiap hari?? Enak kan habis makan tidur?? Rasain tuh..!!! Atau kalimat ini : Makanya bro, kalo mandi jangan sekali sehari. Kena panu kan sekarang??? Makan tuh panu..!! Bahkan jika anda adalah orang yang radikal terhadap ODHA boleh coba ngomong ini ke temen anda agar menjauhi ODPP (orang dengan penyakit panu) : heh, jangan deket-deket sama si X itu. Coba bayangin kalo kamu bersentuhan sama dia terus panunya ternayata udah nyebar di telapak tangannya?? Hiiihhh.. kalo aku sih ogah.

Semua orang sakit butuh obat secara fisik dan mental. Karena didalam tubuh yang sakit terhadap jiwa yang lemah. Dan jika jiwa yang lemah itu dikuatkan, maka jadilah peribahasa : Di dalam jiwa yang kuat (semoga) terdapat tubuh yang sehat. :) Jangan jauhi ODHA, temani mereka layaknya mereka terkena penyakit panu. Karena dia butuh kita, dan kita butuh dia saat nanti kita sakit. Semoga menjadi renungan. :D

Salam Bond Chan

Beruntungnya Kita yang Lahir Ditahun 90an

5 Komentar


Tulisan kali ini sih sebenernya request dari salah satu temen di forum yang biasa saya hinggapi. Dia request tulisan tentang perbedaan anak kecil jaman 90an sama jaman milenium. Setelah dipikir-pikir dengan serius, inilah dia.. Selamat membaca dan terima cendol buat yang udah request.. :D

Dahulu atau lebih tepatnya tahun 90an, Indonesia pernah digemparkan oleh anak-anak yang dengan perjuangan serius, dengan latihan yang tentunya tidak mudah menjadi idola. Rata-rata dari mereka mempunyai bakat di bidang menyanyi. Sebut saja nama : bondan prakoso, joshua, Trio kwek-kwek, maisy, tina toon, dan masih banyak lagi lainnya. Bagi kalian yang lahir pada dekade 90an pasti ga asing dengan nama-nama itu bukan?? Bahkan ga jarang masih hapal dengan lagu-lagu mereka. Dan ga sedikit juga yang pernah ngefans dengan salah satu atau salah dua dari penyanyi cilik yang saya sebutkan bukan?? Meskipun waktu itu pun tanpa sadar, artis cilik itu anda sandingkan dengan boyzone, westlife, dan boyband atau band luar juga sama halnya dengan anak-anak jaman sekarang. Namun sadar ga kalau jaman dulu bagi cewek-cewek khususnya pernah berkata wow gantengnya si a atau semacamnya?

Sebuah pertanyaan yang sebenarnya baru saya sadari saat saya yang sebentar lagi menginjak usia 21 tahun ini. Sebenarnya bukan sebuah hal yang penting untuk dicari tahu kenapa, tapi jawaban itu juga sebenarnya cukup sulit dijawab jika coba ditelaah. Sekarang coba jawab pertanyaan satu ini : kenapa joshua bisa terkenal pada masanya? Karena keluguannya atau karena gantengnya? Jika anda memutar otak menjadikan otak anda seperti masih masa kanak-kanak, jawabannya tentu karena lugunya dan suaranya yang emang merdu. Lalu pertanyaan berikutnya adalah : kenapa anda suka dengan Nsync waktu masih kecil dulu? Karena lagunya enak atau karenawajah personelnya yang ganteng? Silahkan dijawab sendiri. :)

Sulit dijawab? Hampir pasti semua setuju sulit dijawab. Kenapa ya??

Tapi satu yang jelas, keikut-ikutan *bahasa yang kacau :D * atau kalo boleh dikatakan latahnya anak-anak membawa mereka memiliki dua bentuk berbeda dan membuat kita sendiri kebingungan kenapa kita dulu seperti itu. Namun, itulah enaknya kita yang tercatat sebagai anak-anak angkatan 90an. Kenapa?

Memasuki tahun milenium, idola anak-anak mulai mengalami titik jenuh. Entah mulai kapan dan mengapa titik jenuh tersebut tapi satu yang jelas setelah masa berlalunya tasya, anak-anak milenium nyaris tidak pernah mengerti siapa idola mereka yang seumuran. Yang mereka tahu hanya linkin park dengan screamnya yang memekakkan telinga, sheila on 7 yang sedang digandrungi kakak mereka atau teman sepermainan yang usianya lebih tua. Jangan dikira mereka senang dengan keadaan itu. Karena dimasa milenium inilah anak-anak seperti penghirup rokok pasif. Mau tidak mau, suka tidak suka mereka hanya bisa dijejali. Siapa bilang dari kecil mereka suka dengan lagu cinta-cintaan itu. Tapi mau bagaimana lagi, pemikiran mereka belum sanggup mencari sendiri jawaban dari pertanyaan : lagu apa yang cocok untuk saya? Kasihan mereka.

Oleh karena itu, berbanggalah anda yang saat ini sudah merasa cukup tua karena berusia diatas sweet seventeen bahkan sudah berkepala dua. Karena ketika otak anda yang kecil dulu mulai mencari apa yang bagus saya dengarkan sebagai hiburan, anda sudah menemukannya. 

Salam Bond Chan

Kerupuk. Kenapa Begitu Nikmat?

Tinggalkan Komentar


Kerupuk. Ya, orang Indonesia umumnya pasti mengenal makanan satu ini. Sebenarnya kerupuk adalah sebuah makanan yang terbuat dari tepung tapioka dicampur dengan air lalu digoreng hingga kering. Namun semakin modern sebuah jaman, semakin saru definisi asli dari kerupuk itu. Karena keripik pun bisa berubah nama menjadi kerupuk sesuai dengan mood pemakan. Contoh : kerupuk jebung. Padahal hanya ikan jebung yang digoreng hingga kering, lalu dihidangkan. Tidak ada tepung tapioka, tidak ada air. Namun namanya menjadi kerupuk. :D Walaupun masih tetap ada yang secara tidak langsung membuat sebuah paten bahwa kerupuk satu ini tidak bisa berganti nama menjadi keripik jika mood pemakan sedang ingin mengatakan keripik. Kerupuk apakah itu? Kerupuk Udang. *lol

Kerupuk sepertinya menjadi penganan yang ga mengenal jaman. Entah kapan lahirnya kerupuk ini, namun bagi orang Indonesia, kerupuk bagaikan sauce steak di makanan seperti rawon, soto ayam, dan makanan bersantan. Kenapa bisa begitu? Karena sebuah kerupuk adalah pelengkap yang lebih dari sekedar pelengkap. Padahal sadar atau tidak, kerupuk yang biasanya kita makan untuk teman makanan diatas rasanya hanya asin bukan? Beda lah kalau kita sebut makanan atau camilan lain yang memiliki rasa asin dengan sedikit manis atau gurih. Kerupuk ini kan hanya asin rasanya. Tapi, peracik bumbu soto, rawon, masakan padang akan merasa seninya dalam memasak kurang dihargai jika yang makan tidak menemukan kerupuk untuk teman makan. Dahsyatnya kerupuk!! :D

Kerupuk sejauh pengamatan saya yang most wanted adalah kerupuk putih. Kerupuk ini selalu tidak bisa dilepaskan dari makanan khas Indonesia. Dan serunya, kerupuk ini adalah kerupuk yang masuk kategori kerupuk dahsyat yang mampu membuat hasil keringat dan hasil pemikiran koki masakan asli Indonesia bisa dihujat karena kurang barang satu ini. Selain juga kerupuk udang  dan keripik emping.

 Menjadi sebuah pertanyaan bagi saya pribadi sebagai penikmat kuliner Indonesia, siapa yang memulai semua ini?? Apakah ia tidak kasihan pada para peracik yang jelas tidak mudah mencampur bumbu-bumbu itu namun pada saat dimakan tanpa kerupuk, makanan itu kurang dihargai. Sebuah ironi yang lucu, namun nyata dan inilah keindahan Indonesia!!! Hanya karena sebuah kerupuk, makanan bisa dihargai setinggi puluhan ribu rupiah, dan karena kerupuk pula makanan yang nikmat lebih pantas dihargai seribu rupiah. Semua karena satu barang yang jika beli satu biji harganya 500, dan jika beli 3 harganya 300 rupiah. :)

 

 

Bond Chan

Pasar Asem, Riwayatmu Dalam Hitungan Hari

4 Komentar


Pasar Simo Margersari kelurahan Simomulyo, kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur. Sebuah pasar yang tidak banyak orang yang mengenal. Jangankan orang Surabaya dari wilayah selain Surabaya Barat. Orang yang bertempat tinggal sekitar 50 meter dari pasar tersebut pun baru mengenal nama itu sebagai pasar Simo Margersari. Sebelumnya, saya sendiri lebih mengenal nama pasar ini sebagai pasar asem. Entah kenapa dinamakan pasar asem. Namun yang jelas, nama pasar asem lebih familiar di telinga saya dibanding pasar Simo Margersari. Sebuah pasar yang buat saya dan buat orang berada dalam radius 1-20 km dari pasar tersebut bisa disejajarkan dengan pasar Keputran ini adalah pasar yang selalu siaga 24 jam. Ya, pasar ini memang tidak pernah tutup. Dan sekali lagi, saya sendiri sejak tahun 19 Desember 1990 hingga 4 november 2011 ini tidak mengerti kenapa pasar ini buka 24 jam. :)

Pasar asem sejak dulu memang memiliki lahan yang tidak cukup besar untuk ukuran sebuah pasar, apalagi untuk pasar yang buka 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan empat minggu dalam sebulan. Namun sekali lagi ini menjadi rahasia hingga beberapa hari kedepan pasar ini akan raib ditelan bumi. Sebenarnya pasar ini mempunyai lahan semacam bangunan berlantai dua. Namun sejak saya sudah bisa berkunjung ke pasar ini pertama kalinya, bangunan itu pun sepertinya sudah tidak menarik perhatian pedagang dan pembeli (sepertinya). Hingga akhirnya, pinggir jalan Simo Margersari yang hanya cukup untuk 4 mobil dan dua motor pun menjadi incaran para penjual yang ingin mengadu nasib di pasar satu ini. Hingga akhirnya, 3 November 2011 penghuni lapak di pinggir jalan Simo Margersari harus rela mencari uang di tempat lain untuk tetap hidup. Namun itu semua dilakukan demi kelancaran traffic dari dan menuju Simo Margersari.

Sudah ada beberapa bulan ini sungai di wilayah Simo Margersari diberi box culvert agar jalan yang diperuntukkan empat mobil dan dua sepeda motor untuk satu jalannya itu bisa dipakai oleh orang yang memulai perjalanannya dari wilayah Simo Kalangan, atau dari Simo Jawar dll. Sehingga Box Culvert bisa diperuntukkan oleh pengguna jalan dari wilayah petemon yang akan ke wilayah Simo Gunung kramat, atau pengguna kendaraan dari wilayah Girilaya dan Wonorejo dan Kedung Doro. Berjalan hampir setahun, dan proyek Box Culvert sudah selesai setengah jalan, dimulailah pengunaan jalan box culvert yang sesungguhnya. Karena itu, penjaja sayur, penjaja ikan, penjaja buah yang biasa bermukim di kanan kiri jalan Simo Margersari harus mengeksekusi barang dagangannya ke tempat yang seharusnya, atau barang mereka di eksekusi oleh pihak berwajib.

Sedih sebenarnya melihat pasar Asem atau pasar Margersari ini harus kembali memakai wilayah asli mereka yang sesuai izin dari pemerintah kota. Ditambah, pemerintah belum juga menemukan -bahkan mencarikan- tempat berdagang baru bagi puluhan pedagang yang diusir demi kelancaran lalu lintas. (Jawa pos, 4 November 2011)  Dulu sempat ada kabar mereka akan dipindahkan ke pasar modern di puncak darmo. Namun proyek pasar modern tersebut sejauh ini hanya berupa meratakan tanah dan membakar ilalang serta menaruh alat-alat proyek saja. (4 November 2011 pukul 13.00) Dengan semakin tidak jelasnya proyek pasar modern itu, berkorelasi dengan nasib para pedagang pasar asem beberapa hari kedepan. Mereka (pedagang) boleh yakin dengan kucing-kucingan mereka. Karena keyakinan mereka dikuatkan dengan tetap loyonya Satpol PP terhadap pedagang di Keputran. Namun sampai kapan?? Dan kenapa pemerintah kota Surabaya tidak kasihan melihat mereka???

Dan kini, pasar keputran mini itu berada dalam hitungan hari lagi. Kita tinggal menunggu hari untuk melihat pasar ini punah, bahkan terlupakan oleh pengguna kendaraan di jalan Simo Margersari dikemudian hari. Namun walaupun begitu, tak cukup pantas jika kita berkata selamat tinggal kepada pasar asem. Karena pasar ini masih memiliki teritorial yang bahkan masih tercatat sebagai pasar PD Surya. Tapi cukup pantas jika kita berkata, Selamat menghitung hari untukmu pasar Asem. Pasar Keputran bagi warga Surabaya barat.

-Bond Chan-

Ayu Tingting : Fenomena Apa?

1 Komentar


Dunia hiburan Indonesia sepertinya ga pernah jauh-jauh dari yang namanya fenomena. Fenomena yang dipelopori oleh duo keong racun shinta dan jojo, dilanjut orang baru macam Udin sedunia, Briptu norman seakan menciptakan sebuah fenomena baru yang sudah bisa ditebak dan dinamakan berdasar asal mereka lahir di dunia entertainment. Yaitu fenomena Youtube.

Sebuah situs yang memberikan kebebasan kepada semua orangu untuk mencari dan mengupload gambar dan video ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum fenomenanya dilahirkan di muka ibu pertiwi. Bahkan kekaliberan Youtube sudah dikenal oleh pengguna dunia maya seantero bumi jauh sebelum nenek-nenek jaman sekarang tahu nama Youtube. Meskipun bisa dipastikan, nenek-nenek tersebut untuk sekedar membuka youtube pasti akan kesulitan. Tapi satu hal yang jelas, mereka kenal youtube adalah internet, mereka kenal Youtube adalah briptu norman, Youtube adalah Shinta dan Jojo, Youtube adalah Udin sedunia, dan Youtube adalah acara pendidikan yang biasa mereka tonton di tv (karena terlalu sering melihat tulisan courtesy of Youtube). :D

Di Indonesia demam youtube memang belum padam. Banyak yang bilang bahwa artis youtube atau kita sebut korban fenomena youtube hanya tenar 15 menit. Namun disaat off air, mereka masih cukup dipuja. Lebih disebabkan mereka lebih mendekati selera orang desa contohnya. Bisa ditanyakan, job manggung sebulan shinta dan jojo ada berapa. Dan satu yang saya yakini, tidak mungkin jawabannya nol. Karena pesona Youtube dan Fenomena Youtube tersebut belum berlalu dari muka bumi Indonesia ini.

Namun, namanya hidup bukan tanpa ada pasang surut. Sekitar 2 minggu ini, kita sudah cukup sering diperdengarkan baik secara sengaja atau tidak sebuah lagu dangdut yang sebenarnya sudah dirilis di tahun 2007. Yup, lagu berjudul “alamat palsu” dari Ayu tingting. Penyanyi satu ini entah kenapa bisa begitu boooommm di hampir semua kalangan.

Boomingnya yang telat menjadi sebuah teka-teki. Darimana boomingnya? Dari MTV? Dari Youtube? Dari Acara musik setiap pagi di TV?

Jika dilihat, kalau kita berkata dari MTV sepertinya tidak cukup mungkin. Karena sejauh yang saya tahu MTV dangdut sudah hilang dari jaman global TV sudah siap mengudara tanpa bantuan MTV. Dari Yotube? Sepertinya tidak juga. Karena kalau dari Yotube, seharusnya forum-forum Indonesia sudah ramai duluan dibanding orang awam. Sejauh yang saya tahu, di Detik forum tidak ada kejutan berarti layaknya waktu briptu norman dan shinta jojo. Ditambah lagi, infotainment pun tidak bisa menjawab darimana kejutan Ayu tingting ini bermula. Ini semakin mengindikasikan kalau Fenomena Youtube bukan jawabannya. Dari acara musik setiap pagi di TV juga bukan jawabannya. Karena mereka jelas sangat dan terlalu gambling untuk memanggil artis dangdut ke acara mereka. 

Dikutip dari Insert Investigasi minggu yang mengatakan bahwa kekuatan dari lagu Alamat Palsu ini adalah dari ketepatan antara melodi musik dan nada lagunya yang unik dan bagus. Namun sekali lagi, itu tidak menjawab dimasukkan ke Fenomena apakah Ayu Tingting ini? Sampai sekarang sulit untuk mewajawentahkan. :)

 

 

Bond Chan

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.