Pengangguran yang Cari Kerjaan atau Pura-Pura Nasionalis?


Paskibra merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera. dengan segala bentuk mereka, di semua negara mempunyai pasukan ini. Tentunya di negeri kita tercinta ini. Mulai dari pengibar bendera yang mengibarkan bendera kenegaraan, atau hanya sekedar mengibarkan bendera di sekolah. Paskibraka sudah kita semua kenal mulai dari jaman kita masuk SD. Kalau jaman saya dulu, saya mengenal paskibraka dari kelas 4 SD. dimana mulai kelas itu, kami dipilih oleh wali kelas untuk jadi pasukan pengibar bendera. dan biasanya kami di rolling dari kelas 4 sampai kelas 6 untuk menjadi pengibar bendera. dan sisanya yang tidak terpilih dijadikan paduan suara. masuk SMP sudah mulai muncul ekstrakulikuler paskibraka. cuma mungkin di SMP saya dulu ga seberapa berasa kerasnya. SMA adalah awal kali saya mengenal Paskibraka dengan segala kericuhan dan ketidak jelasan mereka. di sini saya ingin mengajak kalian berdiskusi kenapa mereka harus berbodoh-bodoh diri mau menjadi paskibraka? dan inilah opini saya soal kebodohan paskibraka. tolong bagi yang ingin berdiskusi dilarang menggunakan kata2 kasar, dan dilarang menghina. dan tentu harus menggunakan sumber yang kuat. jangan asal bicara. terima kasih

Apa sih yang sebenarnya dilakukan anggota paskibraka itu? berlenggak lenggok di tanah yang panas. melakukan sesuatu yang ga penting sama sekali, ditambah lagi hal tersebut HARUS MEREKA PELAJARI MULAI DARI SD HINGGA LULUS SMA. great job!!! dengan panas yang membakar dunia, mereka rela berlenggak lenggok dengan kesadaran tinggi, mereka rela di bentak-bentak kalau salah, dan lain-lain kekacauan yang mereka lakukan.

beberapa alasan klise mengapa mereka mau menjadi anggota paskibraka adalah : nasionalis, gengsi, kekompakan anggota paskibraka, ingin mandiri, ingin berwibawa, dan satu alasan paling gila adalah coba-coba.

Dari banyak alasan klise diatas, top choice buat dijadikan alasan adalah rasa nasionalis. padahal mereka setelah lulus SMA yang melanjutkan ke bangku kuliah juga gak pernah upacara bendera lagi. mereka yang setelah lulus lanjut kerja apalagi. buat sekedar baris berbaris lagi setelah lulus SMA jelas ga ada waktu lagi. apalagi untuk MENGIBARKAN BENDERA DI KAMPUNG TEMPAT MEREKA TINGGAL. seberapa banyakkah dari mereka yang telah digembleng dengan latihan pengibaran bendera itu yang melakukan pengibaran bendera bersama teman-teman sesama pasukan pengibar bendera yang mengibarkan bendera di kampung tempat mereka tinggal? hanya 0,1 dari seluruh anggota di indonesia ini. dan saya yakin itu.

Anda sebagai anggota paskibraka, boleh untuk malu-malu dulu ketika saya tarik perkataan diatas. boleh sesegera mungkin menutup tab blog ini. toh itu hak anda. dan hak saya sebagai pemilik dunia bond chan berhak untuk melucuti anda sebagai anggota paskibraka. sebelum anda terlanjur saya telanjangi bulat dengan tulisan saya sampai selesai. boleh anda segera tutup dan renungkan dalam otak kalian masing-masing. tapi kalau masih kuat menahan malu, silahkan lanjutkan membaca

Dimanakah paskibraka yang setiap saat setiap waktu berlenggak lenggok di istana negara bahkan di sekolah-sekolah di saat 17 agustus? di sekolah? di istana negara? di kantor walikota? di gedung gubernur? tentunya. tapi dimanakah mereka ketika bendera di rumah mereka harus dikibarkan? sebagian besar dikibarkan sendiri. sebagian kecil menyuruh kakaknya, menyuruh bapaknya, menyuruh pembantunya, atau malah tidak sama sekali. terus dimanakah penghuni rumah yang setiap saat mengorbankan banyak waktu untuk berlenggak lenggok sepanjang siang sampai malam hanya untuk mengibarkan bendera? kenapa mereka ga melakukan ‘tarian’ bego itu KETIKA MEREKA MENGIBARKAN BENDERA DI DEPAN RUMAH MASING-MASING? malu dilihat tetangga? ga bergengsi? ga sesuai situasi dan kondisi? atau memang ga sadar kalau selama ini mereka cuma melakukan hal yang sia-sia?

Anak kecil, pengangguran, orang malas, orang ga nasionalis, orang yang benci dengan negara indonesia, orang yang cinta indonesia, orang tua renta semuanya mempunyai satu cara yang sama dalam mengibarkan bendera ketika 17 agustus tiba, ketika harus berduka karena ada pahlawan bangsa yang meninggal atau apapun yang akhirnya menyuruh kita untuk mengibarkan bendera di depan rumah kita masing-masing. nah di sini kenapa pasukan pengibar bendera itu ga pernah mau untuk mengibarkan bendera dengan jenis yang berbeda dengan orang-orang yang saya sebutkan di atas? terus apa guna menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk sekedar melakukan ‘tarian bego’ kalau ternyata di rumah saja, mereka mengibarkan bendera ga berbeda dengan PENGANGGURAN. di sini dapat saya simpulkan sementara bahwa PASKIBRAKA HANYA SEKELOMPOK ORANG YANG BERLENGGAK LENGGOK SEPERTI KEBO DI SAWAH YANG GA NGERTI KENAPA MEREKA MELAKUKAN ITU.

Hayo yang mulai marah, mulai malu, mulai serius sekedar baca-baca boleh membetulkan posisi duduk dulu, karena setelah ini akan semakin seru. khusus buat yang marah dan malu, masih saya perbolehkan menutup tab blog ini.  daripada nanti di komentar kalian malu sendiri sambil marah-marah kepada saya.

Salahkah saya bicara diatas soal kebo di sawah? menurut saya pribadi ga salah. karena memang kenyataannya seperti itu. ga perlu sumber. karena saya yakin anggota Paskibraka di indonesia pasti dalam hati manggut-manggut mengiyakan perkataan saya. nah disini kenapa kebodohan itu masih dan terus dan selalu dan terus dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan anggota Paskibraka? bahkan dengan kebodohan mereka, bisa dengan membanggakan diri “ini lho saya anggota paskibra yang mengibarkan bendera di istana negara”

Secara ilmu bernama ilmu sumber, sesuatu yang dipelajari di dunia ini harus bisa di aplikasikan di dunia nyata. betul? lalu apa yang dipelajari oleh anggota paskibraka ini merupakan sebuah ilmu? tidak sepertinya. karena hanya sebagian kecil saja yang melakukan apa yang sudah saya katakan di paragraf-paragraf atas. lalu kalau sudah begini, bolehkah saya sementara menyimpulkan bahwa PASKIBRA MERUPAKAN SEBUAH AJARAN YANG GAK PENTING KARENA GA ADA APLIKASI KE DUNIA NYATA.

Buat anggota paskibra, boleh menahan komentar kalian dulu karena kalian sudah kepalang basah untuk sekedar menutup tab dunia bond chan. terlalu dalam kalian sudah masuk, dan kepalang basah untuk tidak melempar komentar. jadi sabarlah menunggu kata-kata penutup dari saya.

sebagai puncak kegilaan dari ilmu paskibra adalah quote yang selalu didengungkan oleh anggota paskibra : dalam paskibra kita diajarkan untuk disiplin, kompak, dan berwibawa.

boleh kalau kalian yang bukan anggota paskibra tertawa sangat keras. karena itu hak kalian. dan akan saya temani dengan kesimpulan akhir dari tulisan kali ini. bahwa kegiatan Paskibra hanyalah …… *silahkan isi sendiri*

mari berdiskusi dengan sehat, tanpa bawa emosi, dan selalu ingat password dunia bond chan : saya berbicara dengan sedikit sumber, walaupun sedikit saya masih punya sumber. karena tong kosong busuk nyaringnya.

About these ads

101 thoughts on “Pengangguran yang Cari Kerjaan atau Pura-Pura Nasionalis?

  1. saya waktu SMA juga pernah ikut ekskul paskibraka,
    semua bebas mau bicara apa,namun tujuan awal saya ikut ekskul itu untuk menambah pengalaman berorganisasi saya,walaupun toh saya gak pernah jadi petugas paskib saat 17 Agustus,saya gak berkecil hati kok…(sadar diri,saya gak tinngi),

    tapi hasilnya,saya bukan cewek “cengeng” lagi,,,

  2. saya sama sekali nggak setuju dengan statement2 anda diatas. Di SMA,saya tergabung dalam ekskul paskibra. Justru anak paskibra adalah anak yang disegani di lingkungan sekolah,bahkan oleh guru-guru,karena di ekskul itu anggotanya didak hanya diajari PBB.an atau pengibaran bendera,tapi juga diajari sopan santun,tata krama,nasionalisme,jiwa korsa,tanggung jawab dan kedisiplinan….
    hampir seluruh warga sekolah mengatakan bahwa anak paskibra adalah anak yang enak dipandang,karena mereka selalu berpenampilan rapi dan berwibawa….
    apakah anda masih berpikiran bahwa sopan santun,tata krama,nasionalisme,jiwa korsa,tanggung jawab dan kedisiplinan sebuah ajaran yang tidak ada gunanya??????

    • apakah di ekskul lain tidak diajarkan hal yang sama?? bahkan kalau mau yang lebih berguna lagi bisa ikut pramuka.. daripada hanya melakukan sebuah hal yang itu2 saja dan berlatihnya sampai tahunan..

      tidak ada gunanya disini dipandang dari sudut kelakuan paskibraka yang tidak pernah terlihat melakukan pengibaran bendera di rumah mereka seperti ketika mereka sedang upacara..

  3. atas dasar apa anda mnulkis artikel sprti itu, hak anda tidak suka dengan paskibra sya hargai. tp apabila dipublikasikan ini mslah yg serius. Anda bisa dituntut dengan pidana karena melecehkan organisasi yg diakui oleh negara.

    anda akan saya usut dipengadilan, surat telah sya layangkan ke wordpress untuk memblokir situs anda dan menyelidiki biodata anda.

    • saya bukannya mau melecehkan.. toh saya juga hanya mengutarakan apa yang menjadi keanehan dari paskibraka.. bukan sampai menghina dengan kata-kata kotor atau semacamnya.. kalau anda merasa keberatan, mungkin anda bisa mengajukan alasan yang jelas atas ketidak mengertian saya yang saya utarakan dalam tulisan saya ini.. agar ketika orang menemukan tulisan saya, dan membaca komentar anda mereka bisa sadar dan mungkin tidak akan kebakaran jenggot seperti anda..

      satu hal lagi, anda boleh bertanya ke setiap orang awam tentang pertanyaan saya.. dan saya yakin mereka akan bertanya hal yang sama seperti saya..

  4. SEDIH!

    Waktu SMU saya seorang anggota Pramuka, Pengurus OSIS dan diteruskan sampai kuliah, bahkan sampai sekarang setelah menjadi dosen pun saya masih sering kebagian menjadi petugas upacara, semua hal ini saya lakukan karena saya ingin menyumbangkan sedikit keringat saya demi Indonesia, terlepas dari usaha saya mendidik anak masa depan Indonesia. Saya menilai bahwa mengibarkan bendera kita itu adalah sebuah privilege, bukan beban. Dan mengibarkan bendera (yang menurut saudara berlenggak lenggok seperti kebo sawah) jauh lebih gampang daripada kakek saya yang gugur dalam pertempuran melawan JEPANG!
    Ingat 3 hal: 1
    1. Walaupun saya dosen Bahasa Inggris dan mempelajari serta memahami budaya asing, saya tetap seorang warga negara INDONESIA!
    2. With freedom comes great responsibility! kalo mengibarkan bendera saja emoh apalagi melawan penjajah, paling kalo dijajah cuman bisa jadi kacung penjajah
    3. Saya masih mengibarkan bendera dengan hikmat di rumah, and i am willing to sacrifice everything for that flag,
    saya bisa memahami kalau saudara tidak paham dengan semua pride and joy about freedom diatas, it’s okay, karena saya tahu betul kalau dalam setiap perjuangan kemerdekaan ada yang ikut berjuang dan ada yang tidak perduli, bahkan pada kasus ektrem, menjadi penghianat! anda yang mana? tanya kenapa!

    • yang saya bahas disini adalah kenapa mereka mengibarkan bendera hanya ketika ada upacara di sekolah saja??? terus kenapa kok kalau dirumah mereka melakukan hal yang sama dengan pengangguran yang ga pernah sekoolah sekalipun??

      • Kenapa Bond Chan diam saja pada saat ada yang menanggapi tulisan anda dengan cerdas (karena dia dididik dipaskibra) anda (bond chan) yang bisanya hanya iri kepada keberhasilan dan kemampuan orang lain (karena bond chan emang orang yang bodoh dan tidak punya disiplin diri)

        • maaf.. saya bukannya sudah membalas itu?? tolong dibaca lagi.. dan terbukti, orang yang anda anggap mengomentari tulisan saya dengan cerdas tidak bisa membalas.. :)

          terima kasih sudah mampir di dunia bond chan..

  5. salah besar anda berkata seperti itu. Anda belum mengerti arti jiwa korsa dan kebersamaan. Didalam paskibra, tidak hanya di ajarkn tentang mengibar bendera, tapi jg ada pelatihan kedisiplinan, fisik, dan mental. Kalau anda bertanya mengapa anggota paskibra tidak melakukan hal yg mereka lakukan di istana presiden, jawabannya mudah,
    Yg pertama : bukan kapasitas mereka untuk mengibarkan bendera dirumah dengan seragam lengkap.
    Yg kedua : namanya juga paskibraka, tugas mereka mengibar bendera pusaka yg terhormat, bukan bendera yg asal beli dipasar.
    Yg ketiga : paskibraka hanya tunduk atas perintah negara, kalo pemerintah tidak memberi perintah kepada mereka, y mereka mengibar bukan sebagai paskibraka.

    • berarti teman2 saya jaman SD dulu yang mengibarkan bendera secara bergantian dari kelas 4 sd itu disuruh negara ya??? wahhh.. hebat.. padahal saya tahu setiap 17 agustus, ibu penjaga sekolah saya kalo beli bendera merah putih itu di pasar yang harganya yah secukupnya lah.. karena sd saya dulu swasta..

      kenapa mereka tidak mau membanggakan diri sebagai paskibraka dikampung mereka?? bukannya menjadi paskibraka adalah pekerjaan mulia yang tidak semua orang bisa melakukannya seperti yang dikatakan banyak anggota pengibar bendera yang saya kenal jaman SMA???

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan.. ditunggu jawabannya ya.. jangan ngilang tanpa menjawab seperti yang sudah2.. :D

  6. hmmmm…
    Klo d’sd, itu bukan paskibraka, dan tidak d’perintah negara, klo sd, smp, dan sma(serta yg sederajat) hanya berkewajiban mengibarkan bendera merah putih stiap senin, dan yg mengibarkan bendera itu bkan paskibraka,
    Namanya jga paskibraka (pasukan pengibar bendera pusaka)
    Paskibraka bertugas dalam satu kesatuan pasukan yg terdiri dari pasukan 17, pasukan 8, dan pasukan 45, dimana pasukan 17 dan 45 bertugas sebagai pasukan pengawal, dan d’pasukan 8 terdapat 3 orang petugas utama (pengerek, pembawa, dan pembentang bendera).
    Setelah selesai menjalankan tugas jga, mereka d’sebut PPI (purna paskibraka Indonesia), dimana PPI ini masih terikat secara langsung dg organisasi paskibraka,
    PPI jga mendapat sertifikat purna yg berguna untuk mendapat beasiswa d’perguruan tinggi, akpol, akmil, dan institusi negara yg lain,

    Memang sungguh sulit d’mengerti kebanggaan menjadi paskibraka bagi orang awam, tp bagi mereka para paskibraka, kebanggaan mengorbankan waktu dan tenaga untuk negara sangat tak terhingga…

    • maaf sebelumnya kalau saya lama membalas komentar anda.. karena saya baru bisa online sekarang.. terlalu sibuk sama pekerjan.. :D

      oke, kalau begitu saya minta maaf sebelumnya soal penyamaan rata nama paskibraka dengan paskibra.. karena sebelum ini saya kira paskibraka itu juga termasuk pasukan pengibar bendera di sekolah sekolah juga.. kalau begitu adanya, saya mau tanya nih sebagai orang awam, kenapa di sekolah ada ekstrakulikuler paskibra?? apa tujuannya?? sebelumnya saya bisa dibilang ga bermasalah dengan ekskul tersebut, karena saya samaratakan istilah paskibraka.. namun setelah saya mendapat pencerahan dari anda, kok saya nilai tidak ada gunanya ya ekskul tersebut? karena untuk menjadi anggota paskibraka tentunya ada seleksi bukan? apakah ekskul tersebut hanya dipakai sebagai sebuah bentuk pelatihan menuju seleksi menjadi paskibraka??

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan

  7. mana nih bond chan,,???
    G pnya prtnyaan lgi buat saya,,???
    Udh ngerti tujuan paskibraka,,???
    Apa anda malu dg tulisan anda,,???

  8. anda telah menjawab pertanyaan anda sendiri, ekskul paskibra (d’sni dsbut PASKAS) adalah tahap persiapan seleksi untuk menjadi anggota paskibraka…
    Dari ekskul tsb jg kita mendapat nilai tambahan d’mata pelajaran PKn…

    • tapi anda belum menjawab quote saya yang ini..

      namun setelah saya mendapat pencerahan dari anda, kok saya nilai tidak ada gunanya ya ekskul tersebut? karena untuk menjadi anggota paskibraka tentunya ada seleksi bukan? apakah ekskul tersebut hanya dipakai sebagai sebuah bentuk pelatihan menuju seleksi menjadi paskibraka??

  9. ekskulnya tntu sngat brguna…
    Sudah d’sebutkn d’kometar yg lain, bhwa ekskul paskibra adalah sarana pelatihan mental, fsik, dan k’disiplinan.
    D’komentar yg sblumnya sya bca anda brpendapat lbih baik ikut pramuka dri pada ekskul paskibra,.
    Lagi2 salah, pramuka (praja muda karana), dan paskibra (pasukan pengibar bendera), dri segi nama saja sudah terlihat kualitas yg jauh berbeda, antara praja (pramuka) dan pasukan (paskibra),
    Ekskul paskibra sangat lh ketat, berbeda dg pramuka.
    Siswa yg ikut ekskul ini benar2 memperhatikan kerapian, kesopanan, dan kedisiplinan.
    Ekskul ini jg dpat mengharumkan nama sekolah dg ikut serta dlm LBB (lomba baris berbaris) “tp klo menang sh”.
    Dan sudah sya sebutkn jg, dri ekskul paskibra siswa mendapat nilai tambahan d’mata pelajaran PKN…

    • kalau paskibraka untuk melatih mental dan fisik serta kedisiplinan, apakah di pramuka tidak?? coba anda amati lagi perbandingan saya antara ekskul paskibra dengan pramuka.. kenapa saya lebih mengunggulkan pramuka, karena dalam pramuka kita diajarkan materi yang bisa diaplikasikan di dunia nyata.. penggunaan sandi2 yang bisa dipakai di laut dengan menggunakan bendera (maaf saya lupa namanya), dan melatih kekuatan fisik serta tentunya siswa mendapat nilai tambahan di mata pelajaran PKN.. karena dalam pramuka juga diajarkan untuk saling bahu membahu (dan sepertinya hal ini dilakukan di semua ekskul di indonesia, bukan hanya paskibra tentunya)

      berbicara soal memperhatikan kerapian, kesopanan, dan kedisiplinan ekskul mana yang tidak menerapkan hal tersebut?? bahkan ketika saya dulu menjadi ketua dari ekskul radio sekolah jaman SMA dulu pun saya selalu menerapkan kerapian,kesopanan, dan kedisiplinan.. karena jelas, waktu itu kami tidak punya tempat siaran sendiri.. dan kami hanya menggunakan mic untuk pengumuman di ruang guru, jadi semua yang kami lakukan, semua yang kami katakan harus sopan dan bertata krama.. saya memperbolehkan memainkan lagu rock sebanyak 2-3 kali dalam satu kali mengudara..

      lalu kalau masalah mengharumkan nama sekolah, ekskul teater juga ga kalah.. karena setiap tahun di surabaya *jaman saya sekolah dulu* minimal ada 2 kali lomba teater entah itu diadakan oleh universitas2 di sini, atau dari yang lain.. selain teater kita bisa bicara soal ekskul paduan suara.. paduan suara juga memiliki minimal satu perlombaan dalam setahun.. belum lagi ekskul basket, bahkan surabaya yang terkenal sebagai kandang utama DBL *development basketball league* yang notabene merupakan kompetisi basket antar sekolah yang diadakan dari ujung sabang sampai merauke itupun juga bisa membanggakan sekolah.. belum lagi kompetisi basket yang diadakan oleh SMA negeri dan swasta disini yang *lagi2 jaman saya sekolah dulu* dalam setahun bisa lebih dari 3 sekolah yang mengadakan kompetisi.. dan tentunya kalau juara juga bisa mengharumkan nama sekolah mereka. tentunya tidak berbeda dengan paskibra, dan satu hal : apa yang mereka lakukan apa yang mereka latih selama itu bisa di implementasikan di lingkungan mereka. berbeda dengan paskibra..

      =================================
      cuma mau mengingatkan saja
      =================================
      anda belum menjawab quote saya yang ini..

      namun setelah saya mendapat pencerahan dari anda, kok saya nilai tidak ada gunanya ya ekskul tersebut? karena untuk menjadi anggota paskibraka tentunya ada seleksi bukan? apakah ekskul tersebut hanya dipakai sebagai sebuah bentuk pelatihan menuju seleksi menjadi paskibraka??

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan :D

  10. entah pikiran anda yg sempit atau kata2 saya yg terlalu sulit d’mengerti,,??

    Bisa d’bilang semua sama, tentu pengaplikasian ekskul paskibra, jika masuk k’akpol, akmil, STIP, dan semua akademi yg jalurnya militer maupun semi-militer,
    Jika tidak masuk d’akademi yg saya sebutkan mungkin tidak ada pengaplikasiannya.
    Sama seperti ekskul basket, kalau udh gede tidak jadi pemain basket jg tidak ada gunanya, ekskul teater, kalau udh gede tidak jadi pemain teater ya tidak ada gunanya juga.
    Terus k’pramuka, (kode yg menggunakan bendera itu namanya semapur),
    Semapur tidak semua orang tau arti dan maksudnya, jd sangat sulit untuk mengaplikasikannya k’dunia nyata…

    • jadi kalau tidak masuk akpol, akmil, STIP, dll itu ga berguna ya??? beda dong ya sama pramuka yang gunanya sudah saya katakan, atau ekskul PA yang bisa kita gunakan untuk hidup dengan apa yang ada disekitar kita..?? kalau semapur mungkin memang tidak banyak orang yang mengerti, tapi pengajaran tentang hidup dengan apa yang ada disekitar kita dan disiplin itu yang bisa kita gunakan.. bahkan ekskul radio sekolah pun bisa diaplikasikan di dunia nyata sebagai latihan berbicara di muka umum..??? salah satu anggota saya *juga saya* adalah orang yang pendiam.. bahkan khususnya saya, banyak teman2 saya yang kaget saya bisa mendirikan sebuah radio sekolah..

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan..

  11. haduuuh…
    Sulit ya menjelaskannya.
    Sebaiknya anda belajar membaca lebih baik lagi, tingkatkan IQ, jadi anda tidak kesulitan untuk mengerti kata2 saya.
    Saya sudah mencoba sabar, setelah anda mengatakan paskibraka seperti kebo yg berlenggak-lenggok g jelas.

    Tapi saya baru sadar sekarang, betapa bodohnya saya ikut berkomentar.
    Setelah saya berdiskusi dg PPI tentang tulisan anda, mereka serentak berkata “jangan d’ambil hati, itu hanya tulisan orang yg tidak berilmu”.
    Ternyata merekat tepat, anda benar2 tidak berilmu.
    Anda menyerukan diskusi sehat, tpi tulisan anda sudah tidak sehat, dri judul hingga isinya anda merendahkan organisasi negara.
    Anda termasuk orang MUNAFIK.

    • sudah terpojokkah??? kata nenek saya, orang pintar adalah orang yang menjawab dulu baru mencela.. bukan mencela lalu menjawab.. apalagi cuma mencela tapi ga memberi jawaban.. :D

  12. hmmmm…
    Ekskul radio, apa gunanya,,?

    Mending ekskul paskibra,
    Apalagi kalau jadi anggota paskibraka,
    D’latih fisik dg sit up minimal 30kali sehari, push up minimal 30kali sehari, pull up minimal 15kali sehari, jongki minimal 60kali sehari, lari minimal 1putaran lapangan 2400mter sehari. Kebayang g tuh gimana hasilnya,,? (d’pikir baik2)
    Tentu berguna d’dunia nyata,

    D’latih mental dg jerit malam 1bln skali, menjadi petugas upacara setiap apel bendera dan apel ultah sekolah,
    Tentu sangat berguna, kita jadi pemberani, dan bisa tampil d’depan banyak orang,
    g cuma jd penyiar radio yg cuma bisa ngoceh g jelas dan menyetel lagu yg gunanya sebagai hiburan doang, mending juga dengerin burung berkicau, kalo ngibar bendera gunanya jga k’bangsa ini,

    D’latih k’disiplinan dg memberi hukuman pada siswa ekskul yg seragam sekolahnya g rapi, begitu pula bila g mentaati peraturan sekolah.

    Dan ada lagi yg menguntungkan bagi anggota paskibraka.
    Yg pertama mendapat reward,
    Purna paskibraka tingkat kabupaten/kota saja honornya setelah menjalankan tugas sampai 2jt/orang, kebayang g yg tingkat provinsi dan nasional.
    Yg kedua mendapat sertifikat, berguna untuk beasiswa d’institut negeri.
    Yg ketiga jadi purna seumur hidup, anda tanya saja k’polri atau tni, gimana tu wewenang purna paskibraka d’bangsa ini.

    Payah ni penyiar, atau saya sebut mantan penyiar…
    Ahahahaa…
    Cuma mantan.
    Mending jga saya, sudah habis masa bakti d’sebut PPI,
    G ada namanya mantan paskibraka…

    • jadi udah nemu gunanya paskibraka ya??? baiklah.. baiklah.. saya ngaku kalau ikut ekskul paskibra itu bisa membentuk tubuh.. beda dengan radio sekolah.. tapi ekskul basket, futsal, bahkan cheerleader juga bisa membentuk tubuh lho.. :D

      ngomongin dilatih mental, ekskul pecinta alam juga ada latihan mentalnya. ekskul olahraga apapun juga ada dong tentunya, meskipun saya ga pernah ikut ekskul tersebut. tapi bisa kita lihat dari pertandingan2 di tv. banyak komentator tim a mempunyai mental juara ga gampang menyerah, dan bla bla bla.. tentunya menuju itu mereka dilatih mental juga dong..

      kalau hal menguntungkan jadi paskibraka, wooowww saya ngiler bacanya.. kepengen tuh.. tapi itu kan buat yang jadi (lolos) anggota paskibraka. kalau ga jadi (lolos) anggota paskibraka, ya cuma dapet badan berbentuk dan setelah lulus SMA apa yang pelajari dari paskibra itu ga mereka pakai lagi. Karena dalam kampus ga ada upacara sekolah, apalagi kalau saya ambil contoh di kampus saya, dua tahun saya di sini saya hanya melihat mahasiswa yang mengibarkan bendera di pusat tongkrongan fakultas secukupnya tanpa apapun.

      sedikit pembelaan untuk radio sekolah.. memang radio sekolah tidak mempunyai sebutan untuk alumni (menurut anda). buktinya saya memberikan julukan kepada alumni yang sudah lulus dengan sebutan penyiar senior. :D dan untuk mendapatkan itu, tanpa perlu latihan bertahun-tahun yang endingnya ga berguna latihan tersebut kalau mereka ga lulus.

      • adakah tes mental biar gajadi pengecut di eskul ekskul basket, futsal, ataupun cheerleader? adakah eskul pelatihan fisik keseluruhan di pecinta alam? nga,, kalau mau ya ikut 22nya, ok saya akui 22nya berguna, tetapi kenapa ga ikut paskibra yang hasilnya langsung jadi 1? dan yang tidak lulus purna paskibraka tidak hanya mendapat bentuk tubuhlah tentunya, mereka pasti mendapatkan pembelajaran yang nantinya pasti akan berguna di pekerjaanya nanti, jadi tolong jangan melihat paskibra hanya dengan sebelah mata..

        • adakah tes mental biar gajadi pengecut di eskul ekskul basket, futsal, ataupun cheerleader? —-> tes doang buat apa?? ngabisin waktu.. mending langsung diajarin cara buat ga jadi pengecut..

          adakah eskul pelatihan fisik keseluruhan di pecinta alam? nga,, ——-> wooowww… :o pelatihan fisik keseluruhan di pecinta alam ga ada?? boleh dikoreksi dulu deh komentarnya.. kalau mau dihapus PM saya juga ga apa..

          kalau mau ya ikut 22nya, ok saya akui 22nya berguna, tetapi kenapa ga ikut paskibra yang hasilnya langsung jadi 1? dan yang tidak lulus purna paskibraka tidak hanya mendapat bentuk tubuhlah tentunya, mereka pasti mendapatkan pembelajaran yang nantinya pasti akan berguna di pekerjaanya nanti, jadi tolong jangan melihat paskibra hanya dengan sebelah mata.. ———–> ahhh… masak semua berguna?? orang mengibarkan bendera di depan rumahnya aja ga pake upacara kayak yang diajarkan gitu bilang berguna??? mau dihapus komentar yang ini?? tapi komentar saya ga akan saya hapus buat bukti ketololan kamu.. :)

          • langsung? wahaha, emang dasarnya anak ga ada disiplinya ya macam ini

            emang iya, toh selama ini pecinta alam paling hanya teori dan mendaki, dan latihanya paling hanya lari dan pull up

            wkwk, ayolahlah jangan pandang mengibarkan bendera itu hanya dengan sebelah mata, disitu secara sadar maupun tidak sadar anggota paskibra dilatih dalam kekompakan, kebersamaan, konsentrasi, Dll.

            • hahahahahahahaha.. apa hubungannya disiplin sama pake tes??? kok malah ngetawain diri sendiri..??? :D

              tahu banget ya tentang pecinta alam?? atau jangan2 maen sama rata??? disini saya ga maen sama rata lho.. kalo saya maen sama rata, entar malah yang komen isinya umpatan doang..

              di pecinta alam itu dibutuhkan kekompakan, kebersamaan dan lain sebagainya. karena berurusan dengan organisasi. jadi, kalo disiplin konsentrasi, kebersamaan, dan bla bla bla itu sama semua. karena itu adalah bagian dalam organisasi. tau ga?? ga tahu kan?? orang emosinya didahulukan sih.. malu sendiri deh.. :D

              dan satu lagi, di pecinta alam itu lebih berguna ketimbang paskibra. kalo di pecinta alam diajari untuk survive di alam dan itu bisa digunakan sampe kapanpun. sementara paskibra itu cuma berguna selama sekolah. setelah lulus?? ga ada ceritanya anggota paskibra mengibarkan bendera di depan rumahnya pake upacara. dimana implementasinya??

              • ya ga ada aturanya lah jadinya, ibaratkan bayi belom belajar tidur sendiri tapi udah diperintahin..

                ya karna saya pernah join pecinta alam :/
                emang saya bilang pecinta alam ga ada kedisiplinan kekompakan, dll? nga kan? kan saya hanya membicarakan latihan fisiknya..
                dan implementasi paskibra sudah pernah saya jelaskan ok, jangan pura pura lupa :)

                • hubungan antara ga ada aturannya sama bayi belom belajar tidur sendiri tapi udah diperintahin apa ya??

                  masalah saya bilang di pecinta alam ga ada kedisiplinan dan kekompakan dll itu beda kasus dengan latihan fisik. coba dibaca lagi yang bener.

                  ya kamu sudah menjelaskan implementasi paskibra yang mana itu sama dengan apa yang udah saya tulis tapi ternyata kamu malah memuja implementasi itu padahal udah saya jelaskan kalo implementasi itu ga berguna. nah kalo gitu, tujuan kamu mendebat tulisan ini apa??? karena ga ada kerjaan. :D

  13. ahahahaa…
    Apa gunanya tu sebutan penyiar senior,,?
    Apa diakui negara,,?
    Boro2 diakui negara, tetangga aja belum tentu mengakui,,
    Hahahaa…

    Pelatihan fisik disetiap olahraga berbeda dg pelatihan dalam paskibra,
    Pelatihan mental pun pasti berbeda,
    Begitu pula dg kedisiplinan, guru2 d’SMA saya dulu mengakui bahwa siswa paskibra selalu rapi,

    Saat ini saya seorang taruna kemaritiman jurusan nautika,
    Disini apel malah tiap hari, ada juga upacara bulanan yg d’ikuti seluruh taruna dan mahasiswa polnes, dan saya selalu mendapat kepercayaan menjadi perwira upacara, padahal tu upacara yg mengikuti g cuma dari polnes, tapi ada TNI AL sbgai pembina kemaritiman polnes,
    Mereka percaya pada saya karna saya purna paskibraka,

    Hmmmmm…
    Yg saya heran dari anda,
    Mengapa anda menyebut lebih dari 1 ekskul untuk menyaingi ekskul paskibra,,?
    Apakah anda kesulitan untuk mencari 1 lawan tandingan untuk ekskul paskibra,,?

    Dan yg terakhir,
    Bila siswa paskibra tidak terpilih menjadi anggota paskibraka,
    G perlu sedih,
    Tingkat kecamatan juga mengadakan upacara 17agustus, dan yg menjadi petugas pengibar pasti siswa paskibra, yg akan dibina oleh koramil (komando rayon militer).

    • guna sebutan penyiar senior?? yah untuk kebangaan dong.. ga beda dengan mantan anggota ekskul paskibra..
      ngomong soal pelatihan fisik berbedanya dari mana? intinya kan sama aja untuk menjaga kekuatan tubuh dan stamina serta kelenturan kalau saya tidak salah.. kalau anda mungkin mengira kenapa pemain sepakbola di indonesia sama di eropa kok jauh banget bedanya, itu hanya masalah strategi. bukan masalah latihan. karena strategi, pelatih sekaliber jose mourinho digaji lebih dari 1 M per pekan. tapi karena strategi pula pelatih SSB kecil di sebuah kampung hanya digaji 500rb per bulan.

      ngomongin soal keheranan anda, apa salahnya membandingkan ekskul paskibra dengan banyak ekskul lain? apakah anda takut ketahuan kalau ekskul paskibra itu jauhhhh lebih ga berguna ketimbang ekskul lain? :D

      soal upacara tingkat kecamatan, di kampung saya yang dipanggil adalah anak-anak SD dan SMP yang ada di kecamatan tempat tinggal saya. dan sebagai tambahan, saya dari kecil tidak pernah melihat mereka dilatih oleh koramil atau siapapun. tidak tahu lagi kalau mereka dilatih diluar lapangan kecamatan. karena saya dari kecil setiap sore selalu ke lapangan kecamatan untuk nonton sepak bola atau nonton orang main volly. jadi saya cukup tahu.. lagian kalau saya lihat dari komentar anda, saya jadi bertanya lalu kalau dalam sebuah kecamatan tidak memiliki satupun anggota paskibraka lalu gimana??

  14. ahahahahaa…
    Kebanggaan apa,,?
    Penyiar senior,,?
    Parah2,
    Anda baru jdi penyiar senior aja bangga,,
    Apa lagi anda jadi purna paskibraka, weeh, g kebayang..ahahahahaa…

    Kalo upacara 17’an tingkat kecamatan yg bertugas anak sd ato smp,
    brarti kecamatan anda tidak sehebat kecamatan d’sini donk…
    Hadooh…
    Kasian…

    Dalam 1 kecamatan G mungkin g ada anggota paskibraka,
    Karena setiap kecamatan wajib mengirim 2 wakil siswa berprestasi untuk upacara tingkat kabupaten, dst.

    Anda bilang saya takut,,?
    Ahahahaha…
    Lucu saya bacanya,
    Yg jelas takut itu anda, tidak sanggup menghadirkan 1 ekskul tandingan untuk ekskul paskibra,
    Coba sebutin,,?
    Ada g yg sebanding dg ekskul paskibra,,?

    • kebanggan dong.. pernah jadi penyiar di sekolah.. apa salah saya bangga menjadi mantan penyiar radio sekolah??

      mungkin kecamatan saya tidak sehebat di tempat anda ya.. jadi tolong bisa tidak menyama ratakan semua kecamatan?? :D dan benar adanya, bahwa di kecamatan saya tidak ada yang jadi anggota paskibraka. coba aja cek. kalau anda mau, nanti saya akan kirim nama kecamatan tempat tinggal saya lewat email anda.

      saya ga takut dong. kalau saya takut, saya mungkin ga akan posting tulisan ini dan menghina ekskul paskibra,organisasi HTI, organisasi FPI, dan organisasi mahasiswa di surabaya. :D jadi saya berani karena saya pikir saya menulis dengan dasar. toh kalau anda bisa membuktikan bahwa ekskul paskibra itu lebih baik dari ekskul yang saya sebutkan, berarti harus saya akui ekskul paskibra itu luar biasa. bahkan saya berani bertaruh postingan ini saya ganti kalau anda mau. :)

    • lho?? jadi dari kemarin2 saya berbicara tentang lebih bergunanya ekskul pramuka, ekskul basket, ekskul radio sekolah, dll itu bukan dianggap tandingan dari ekskul paskibra ya?? padahal ekskul tersebut jauh lebih berguna dan bisa diaplikasikan di tempat tinggal masing2 lho ketimbang paskibra yang selalu malu kalau disuruh mengibarkan bendera di rumah mereka sendiri… :D

      ==============================================
      yang belum terjawab
      apa salah saya bangga menjadi mantan penyiar radio sekolah??
      adakah bukti dari pernyataan anda yang ini : “Dalam 1 kecamatan G mungkin g ada anggota paskibraka,
      Karena setiap kecamatan wajib mengirim 2 wakil siswa berprestasi untuk upacara tingkat kabupaten, dst.” ingat password dunia bond chan “saya berbicara dengan sedikit sumber. walaupun sedikit saya masih punya sumber. tong kosong busuk nyaringnya” jadi kalau ngomong harus punya sumber ya.. :D
      ==============================================

  15. ..ahahaa…
    Saya punya ko’ surat panggilan dan surat pengantar dri kec. dan koramil… :-D
    Bukti tertulis…
    Bkan cuma bukti yg ngada2… :-D

    Wuiiih…
    Smua ekskul yg anda sebutkan bisa menandingi ekskul paskibra,,?
    Ahahahaa,,wooy, jgn mimpii… :-D

    Coba sebutkan spesifikasi ekskul yg anda sebutkan,,?
    Apakah ada yg mampu menyaingi ekskul paskibra dari seluruh aspek dan sudut pandang,,?

    Y g ada salahnya sh,..
    Anda bangga,,

    Trus apa salahnya kami paskibra dan paskibraka bangga dg kami lakukan d’lapangan upacara,,?
    (tolong d’jawab)
    Toh itu termasuk bela negara, ,

    Dari pada nyiar hiburan g ad artinya,,?
    Apa gunanya buat negara,,?
    Ingat pepatah om penyiar “jgn pertanyakan apa yg d’berikan negara kepada anda, tp pertanyakan apa yg anda berikan kepada negara”

    • nah, itu kan dari kecamatan anda.. sementara anda bilang “Dalam 1 kecamatan G mungkin g ada anggota paskibraka,
      Karena setiap kecamatan wajib mengirim 2 wakil siswa berprestasi untuk upacara tingkat kabupaten, dst.” berarti semua kecamatan di tanah air indonesia ini pasti punya 2 anggota paskibraka, kan?? makanya itu, anda boleh cek di kecamatan tempat tinggal saya.. karena pernyataan anda salah besar.. :D

      ahh saya ga mimpi.. buktinya ada.. dan nyata.. toh apa yang ada di ekskul paskibra juga ada di ekskul yang sudah jadi pembicaraaan dari kemarin2.. coba dibaca lagi.. jangan terlalu sombong.. boleh tanya maksudnya spesifikasi itu yang bagaimana???

      saya ga menyalahkan anda bangga dengan ekskul paskibra, tapi saya cuma menanyakan guna dari ekskul tersebut.. itu saja..

      menurut saya ekskul radio sekolah juga bagian dari apa yang saya berikan pada negara.. bahwa saya memberikan hiburan bagi orang indonesia. sama halnya dengan anda yang (katanya) anggota paskibraka..

      maaf kalo saya lama ga bales, karena saya dari hari rabu sudah ke bandung.. jadi ga bisa ol.. :D

    • ahhh.. jawaban anda sama saja dengan jawaban anggota (yang ngaku) ormas islam yang merasa malu karena postingan saya.. coba mungkin anda bisa menemukan komentar yang sejenis dengan anda di postingan kontroversial saya.. dan rata2 dari mereka cuma komentar satu kali, dan saya balas mereka menghilang ga berkomentar.. bahkan sampe saya undang di emailnya sekalipun.. :D

  16. di paskibra ada istilah hukuman jongki atau sering disebut jongkok berdiri atau juga bending
    nah hukuman tersebut berbahaya tidak bagi fisik or kesehatan tubuh anak-anak paskibra?ada efek sampingnya tidak?

    • wah kurang tahu juga.. karena sejauh ini adik saya yang juga seorang anggota ekskul paskibra ga pernah mengeluh tentang hal tersebut sih..

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan.. sering2 mampir ya.. :D

  17. maaf.. saya bukan pengangguran.. tolong dibaca profile saya.. saya mahasiswa jurusan bahasa jepang.. dan saya bukan pengangguran.. :)

    toh kalau saya pengangguran, saya lebih bangga karena tidak beralasan nasionalis demi berbuat sesuatu yang bodoh di paskibra.. :D

    terima kasih sudah mampir di dunia bond chan..

  18. Mas Bond Chan? Anda pernah ikutan Paskibra? kalo belum, mending ikutan dulu…
    kalo udah ikutan dan tau gak ada gunanya, baru tuh jari-jari nya nulis artikel begini.

    Semua kegiatan ekstrakurikuler ada manfaatnya, Radio Kampus, Pramuka, Basket, Sepak Bola, apapun itu… hanya tinggal pilihannya individu saja mau ikutan yang mana. Kalau dia merasa tidak ada m,anfaat, dengan sendirinya pasti akan mundur sendiri.

    Mas Bond, kuliah yang rajin ya… jaman sekarang cari kerja susah, apalagi buat yang cuma lulusan bahasa Jepang… btw, Mas Bond IPKnya berapa nih?

    • bukannya tidak ada manfaatnya, tapi dimanakah implikasinya?? toh yang berkomentar2 di atas tidak ada yang bisa menjawab implikasi dari ekskul paskibra selain yang lolos jadi paskibraka.. :)

      terima kasih sarannya.. alhamdulillah, saya sudah punya usaha les privat yang sudah berjalan selama setahun.. jadi nampaknya saya ga perlu cari pekerjaan.. toh saat ini saja saya sudah mempekerjakan orang.. :D

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan..

  19. Mas Bond Chan,

    Salam kenal. panggil saja saya Aap.
    Kalau kamu mau, saya bisa coba usahakan untuk kamu bisa ikut bergabung dalam pelatihan Paskibraka. Menurut saya sih, ikut yang tingkat Nasional saja sekalian agar bisa belajar langsung secara pribadi apa saja yang di “kerjakan para pengangguran (menurut versi Bond Chan)” ini.

    Nah setelah ikut pelatihan, kamu bisa menulis lebih lagi mengenai “pengangguran (menurut versi Bond Chan) yang cari kerjaan” ini…gimana?

    Saya tunggu respond baiknya…

    Salam,
    Aap, PPI DIY th 1996

    • saya sepertinya tidak tertarik.. karena saya tidak mau melakukan sesuatu yang implikasinya di dunia nyata nanti disamakan dengan pengangguran.. :)

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan..

  20. Ajakan diskusi yang menarik dan menggelitik. Tapi kenapa tariannya mengambil kebo ya, kenapa bukan babon, domba, kuda atau sapi. Tentu ada filosofi dipilihan tersebut. Eskul paskibra memang sepertinya meniru kata paskibraka ya. Kalau nggak salah dulu eskul bela negara. Nah kalau meniru kata paskibraka dan hanya mengambil kata paskibra nya saja, kenapa tidak meniru ABRI menjadi apa yahhhh….. nama eskulnya. Ayo kita diskusi agar bertambah wawasan tentang ilmu paskibraka. Kalau ada yang bilang berdiskusi dengan orang yang tidak berilmu berarti ilmunya sudah tinggi, nah kalau berani berikan sedikit ilmunya agar diskusi ini menjadi makin menarik.

    • ekskul paskibra meniru kata paskibraka??? maaf, apakah saya berkata hal itu???

      untuk yang mengatakan saya tidak berilmu, orangnya sudah saya email dari jauh2 hari untuk mempertanggung jawabkan komentarnya namun dia tidak membalas juga sampai sekarang.. bahkan yang mengaku sebagai PPI DIY juga belum memberikan balasannya.. takut mungkin.. :D

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan..

  21. Untuk argumen lain yang anda sebutkan kan,saya pikir itu tergantung masing masing individu kembali.Karena kegiatan yang sifatnya “mulia” pun akan terlihat seperti kegiatan sampah yang tidak berguna kalau anggotanya sama sekali tidak ada rasa tanggung jawab dan kebanggaan dalam menjalaninya,bahkan tidak tahu apa makna dari kegiatan itu.

    Paskibraka,Cheers,Atletik,Pramuka,Pecinta Alam,Siaran Radio atau apapun itu semuanya bersifat positif,tidak ada yang tidak berguna(kecuali bagi orang yang niatnya setengah setengah,asal ngikut,bahkan cuma coba coba) semua ada implikasinya dimasa depan,kecuali……..kalau anda melihat dari sisi “itu kegiatan nanti bisa beguna gak buat nyari kerja?” atau “itu kegiatan bisa bikin pekerjaan tambah bagus biar bisa cepet dapat duit?” atau mungkin “memangnya itu kegiatan bisa bikin kamu cepet dapat kerja?”.Maaf,Paskibraka atau sejenis yang telah saya sebutkan bukan mengarah pada materi,tapi masalah membangun kepribadian.

    Sekali lagi,ini semua tergantung individu masing masing.Saya harap balasan yang saya dapatkan bukan sangkut paut tentang “pekerjaan” atau “materi”(itu contoh,kawan) atau anda punya alasan lain mengapa Paskibraka dan sejenisnya adalah kegiatan bodoh?

    Sebaiknya anda harus berhati hati dalam pemilihan kata kata,karena terlihat jelas dari sisi saya sebagai pembaca dari tulisan anda kalau anda membenci Paskibraka atau kegiatan sejenis itu,bukannya terlihat seperti anda sebagai orang awam adalah seorang manusia yang hanya ingin menyampaikan pendapat.Sadar tidak sadar atau menyangkal sekalipun,anda mengungkap kejelek-an anda bond-chan.

    Tapi saya kagum,anda bisa menyampaikan semua dengan kalimat yang santai,walau ada beberapa paragraf yang telihat jelas kalau emosi anda meluap.Unik,tidak seperti blog blog lain yang main kata kasar.Anda menghina secara halus dan sopan,balasan anda pada komentar lain pun santai.

    Btw,baca baik baik ya.Takutnya komentar saya kepanjangan,lalu anda cuma sekali baca bukannya memikirkan baik baik.Ini panjang bukan karena emosi kok,cuma penjabaran saja.

    • sejauh ini tulisan saya ini tidak membahas tentang materi atau pekerjaan, melainkan mereka (anggota paskibra) yang malu mengaplikasikan apa yang mereka di lingkungan sekitar mereka..

      kalau masalah bahasa, saya hanya mengungkapkan sejauh yang saya suka.. selama apa yang saya tulis mempunyai dasar, tidak ada masalah.. boleh anda cek di banyak tulisan saya, kesemuanya memiliki bentuk bahasa yang sama. kalau ada yang menganggap saya payah dalam penyampaian atau apalah, berarti mereka belum berkaca.. karena terbukti mereka tidak bisa membalas omongan orang yang mereka anggap payah.. :)

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan..

      ditunggu tanggapannya.. :)

  22. ga coment banyak2 . cuma :
    ini adalah salah satunya orang yang ingin menghancurkan bangsa indonesia !
    jadi, jangan dihiraukan !!!
    bangsa kita sudah merdeka .
    masih jaman ngejajah ?
    asal lo tau menghancurkan bangsa lain itu cara yg paling murahan sedunia !!

  23. Blog sampah. that’s all I want to say.

    NB: Saya tidak pernah jadi anggota paskibraka

    thanks and peace.. hehe

  24. 10 HAL YANG HARUS DI BENAHI OLEH ORGANISASI PASKIBRA
    1. Tidak memiliki janji/dharma/sumpah yang disepakati secara konvensional untuk mengikat seluruh anggotanya di tanah air , kalau pun memang setiap satuan memilki motto, atau janjinya masing-masing.
    Contoh: PMR/PMI= Janji PMR
    PRAMUKA=Dasa Dharma

    2. Pembuatan Lambang Satuan yang tidak ada aturan, bahkan tidak mengacu kepada lambing utama yang dicetuskan pendirinya Idik Sulaiman yaitu teratai, dan mata rantai lingkaran belah ketupat.
    Contoh:
    (gambar)
    Bandingkan dengan PRAMUKA, yang identik dengan tunas kelapanya
    (gambar)

    3. Tidak adanya pengolongan usia dalam keangotaan, atau tingkat pendidikan.
    Contoh: PMR SMP tingkat Madya
    SMA tingkat Wira
    Pramuka SD kelas 1-3 tingkat Siaga
    SD kelas 4 s/d SMP tingkat Penggalang
    SMA tingkat Penegak
    4. Belum disepakatinya secara konvensional dan resmi, tentang warnaa dasar LK (lencana Kepemimpinan) untuk tingkat satuan sekolah. Sebab hanya ada 5 dasar warna LK yang di gunakan oleh Idik Sulaiman.

    (gambar)

    Wrana Coklat untuk Penuntun Pemuda
    Warna kuning untuk Pendamping Pemuda
    Warna biru untuk Penaya Kepemudaan
    Warna hijau untuk Pemula Pemuda
    Warna abu-abu untuk Penatar Kepemudaan

    Lantas atas dasar dan aturan dari manakah, seperti warna putih bening, putih susu untuk tingakat SMU, atau warna hitam untuk tingkat kecamatan, adakah bukti tertulis dan kesepakatanya.

    5. AD/ART hanya bersifat dan berlaku uktuk tiap-tiap satuan saja, bahkan ada stuan paskibra yang tidak memilikinya.

    6. Tidak adanya standarisasi materi yang harus di capai secara konvensional, dari tiap tingkatanya, yang mengakibatkan tidak maksimalnya pendidikan dan latihan yang dilakukan.

    7. Penggunaan istilah dan bahasa yang mengadopsi dari istilah militer, padaahal penggunaanya kurang tepat.alangkah baiknya membuat istilah tersendiri .
    Contoh:
    Pemimpin atu ketua paskibra dinamakan “DANTON”. Mari kita buka kamus istilah militer
    Danton : Komandon Pleton, Satu pleton terdiri atas 3 regu,
    yang minimal tiap satu regunya terdiri atas minimal 20 personil.(1 pleton=60 personil)

    Kenyataanya terkadang dalam satuan paskibra anggotanya kurang dari angka diatas, lantas apakah istilah tersebut tepat digunakan…??
    Atau mau lebih yakin lagi, setiap LKBB pasukan hanya terdiri atas 15 personil saja, lantas kenap pemimpinya kita sebut danton juga.

    Berbeda dengan Pramuka yang memilki istilah PRATAMA untuk ketua atau pemimpin pasukaan, yang tidak terikat jumlah bilanganya.

    8. Kurang kreatif dan inofativ dalam mengadakan event dan acara,adakah acar tau lomba lain selain LKBB, GRAK JALAN, TUB, bahkan masKot pun tak punya.
    Coba kita tengok Organisasi PRAMUKA

    9. Tidak tercipta kesinergisan yang tersetruktur dari tingakat satuan yang paling rendah sampai yang paling tinggi, semuanya terkadang berdiri independen dan masing-masing.
    Contoh:
    Sekolah
    Kecamatan :Pascam
    Kabupaten/kota :paskab/paskot
    Provinsi :Pasda/pasprov
    Nasioanal :paskibraka Nasional/Indonesia

    10. SEPAKATILAH SEGALA ATURAN SECARA KONVENSIONAL (MENYELURUH), baik yang bersifat Teknis, ataupun nonteknis, agar tidak terjadi poerdebatan, perselisihan diantara tiap-tiap satuan karena pemahaman yang berbeda, dan tidak ada aturan dan hukum pasti, seperti yang sering terjadi sekarang ini.

    sayang gambarnya tidak bisa di tampilkan yah….

  25. punya fb ga..?? punten ad saya yah kang dengan nama “Syauqie merindu”
    (barangkali tidak mau diketahui tentang profilny dengan orang lain) kita bisa berdiskusi lebih lanjut tentang hal ini

  26. wahahahahahaha, dasar wong kampung tingkat dewa
    kalau situ mau tahu apa implementasi dari PASKIBRA ini biar saya jabarkan sedikit

    1. paskibra itu mengajarkan seluruh anggotanya agar disiplin (tidak perlu saya beritahu maksudnya kalo situ emang pintar)
    2. Paskibra melatih mental, jadi semua anggota paskibra pasti mempunyai mental yang kuat
    3. rasa tanggung jawab
    4. kebersamaan / kekompakan
    5. ketakwaan kepada yang maha kuuasa (tuhan)
    6. tidak sombong (seperti anda yang ngaku ngaku dan membanggakan diri punya usaha privat atau apalah namanya)
    7. Sifat saling menghargai satu sama lain “bhineka tunggal ika” (tidak seperti anda yang bisanya menjelek jelekan organisasi lainya dan tidak menghargainya)

    tolong saya minta jawabanya secepatnya!!
    Terima kasih..

    • sorry baru muncul…

      dari semua yang udah dijabarkan, emang di ekskul lain ga ada?? contoh di ekskul basket pasti harus disiplin, melatih mental untuk menjadi juara, rasa tanggung jawab, kekompakan (pastilah kalau ini) ketakwaan kepada tuhan *ah persetan kalau ini, emang penting??* , tidak sombong juga pasti, saling menghargai juga ada..

      belum lagi, basket itu kalau udah lulus sekolah bisa lanjut jadi atlet atau sekedar jadi hobi untuk kesehatan. ga kayak paskibra yang kalau udah lulus, disuruh mengibarkan bendera layaknya upacara bendera di rumah sendiri ga mau.. terbukti kan kalau paskibra ini cuma ajaran yang ga ada gunanya..

      di bagian mana saya menyombongkan saya punya usaha les privat??? ahhh anda emosi tuh.. baru nyadar ya kalau yang diajarkan ternyata ga ada guna habis baca tulisan ini??? hahahahahaha

      • HAHAHA,, hanya mental juara kah? saya rasa paskibra bukan sekedar melatih mental itu, karna saya sendiri juga pernah ikut basket jadi saya tau letak perbedaanya, sebaiknya anda mengikuti organisasi ini, baru boleh protes, dan kalau mau tahu kelanjutan paskibra jadi apa, anggota paskibra lebih berpotensial menjadi TNI..
        dan apakah anda atheis? tidak punya agama? atau anda salah satu pengikut iluminati? menganggap agama seperti setan yang harus diabaikan? hidup dinegara mana anda? tau pancasila nga? ngaku ngaku punya usaha private tapi masih gangerti sila pertama.. wkwk
        oiya, di sisi mana organisasi anda mengajarkan saling menghargai satu sama lain? apa ini yang namanya menghargai ? :)

        • saya disuruh ikut paskibraka?? wahhh.. kalo saya tau manfaatnya, udah dari jaman SMP dulu saya ikut paskibra. tapi karena ga ada manfaatnya, akhirnya saya bikin ekskul radio sekolah jaman SMA.

          ini apa ya ngomongin saya atheis segala?? emangnya kalau saya ateis kenapa?? ada hubungannya dengan tulisan ini?? ketahuan yang lagi emosi, sampe cari tahu tentang saya..

          saya menghargai satu sama lain. menghargai pun ga melarang untuk mengkritik atau mengkritisi apa yang perlu dipertanyakan kok.. :)

          • saya ga menyuruh anda sampai masuk paskibraka, cukup paskibra saja karna saya tahu anda tidak akan sanggup sampai tahap paskibraka,, jujur dulu saya juga sama sekali ga ada niat ikut eskul paskibra, dan saya dulu mengira paskibra itu hanya latihan ngibarin bendera, tetapi ternyata saya salah besar..

            yaa perlu saya cari tahu lah, apakah anda benar atau tidak kalau anda pribumi Indonesia sampai tidak mengerti kalau syarat menjadi pribumi Indonesia salah satunya harus mempunyai tuhan, wkwk

            tetapi menurut saya ini namanya bukan mengkritik melainkan hanya mencela, gimana dong? :)

            • saya ga menyuruh anda sampai masuk paskibraka, cukup paskibra saja karna saya tahu anda tidak akan sanggup sampai tahap paskibraka,, jujur dulu saya juga sama sekali ga ada niat ikut eskul paskibra, dan saya dulu mengira paskibra itu hanya latihan ngibarin bendera, tetapi ternyata saya salah besar.. ————> terus kalau bukan sekedar mengibarkan bendera apa dong?? belajar kedisiplinan lagi?? ngulang lagi..

              yaa perlu saya cari tahu lah, apakah anda benar atau tidak kalau anda pribumi Indonesia sampai tidak mengerti kalau syarat menjadi pribumi Indonesia salah satunya harus mempunyai tuhan, wkwk ———-> seru nih.. saya izinkan OOT soal ini kalau anda bisa kasih link yang benar tentang pendapat anda soal ini..

              tetapi menurut saya ini namanya bukan mengkritik melainkan hanya mencela, gimana dong? mencela?? ahhh.. itu perasaan anda saja. HTI saya kritik karena bubarin konferensi gay mereka anggap itu kritikan. FPI soal lain juga dianggap kritik. ini lagi yang cuma sekelompok anak muda yang berlenggak-lenggok dan setelah lulus (sebagian besar) belum sadar kalo ga ada gunanya ikut ekskul tersebut. :)

              • kan saya sudah bilang kalau mau tau, join, hadeeeh -.-‘a

                ups iya, maaf oot, rajin amat saya nyari buat situ? sadar diri ajalaah, wkwk

                saya mau tanya dong ada ga sih TNI, polisi, Abri yang hanya lenggak lenggok kerjanya? :/

                heeh~ taulah cape saya, salah saya juga sih ngeladenin anda yang gabisa bedain kritik dan ngehina, ok saya anggap itu kritik, tapi sadar ga sih secara langsung itu ngehina? :/

                • kan saya sudah bilang kalau mau tau, join, hadeeeh -.-’a <——- saya udah jelaskan kalau saya ga mau ikut ekskul yang ga berguna sama sekali buat saya. lebih enak ikut cheerleader atau radio sekolah deh yang jelas2 ada gunanya.. #lol

                  ups iya, maaf oot, rajin amat saya nyari buat situ? sadar diri ajalaah, wkwk <———– hei.. anda datang pertama kali udah komentar ga enak. so, saya sebagai owner blog butuh tanggung jawab dong.. katanya di paskibra mengajarkan tanggung jawab?? apa model gini tanggung jawab dari paskibra?? dan satu lagi, setiap ada yang pertama komen udah ga enak dan memancing diskusi selalu saya konfirmasi via email, atau karena anda lewat fanpage dunia bond chan ya saya konfirmasi via komen anda di fanpage itu.

                  saya mau tanya dong ada ga sih TNI, polisi, Abri yang hanya lenggak lenggok kerjanya? :/ <——— jadi mau menyamakan paskibra sama TNI dan polisi?? kasihan banget… mereka jelas2 mengamankan negara. dan mereka ga cuma bertugas mengibarkan bendera. ya beda dong… pfffttt…

                  heeh~ taulah cape saya, salah saya juga sih ngeladenin anda yang gabisa bedain kritik dan ngehina, ok saya anggap itu kritik, tapi sadar ga sih secara langsung itu ngehina? :/ <———— menurut subyektif saya itu mengkritik kok. toh kalau emang kritikan saya salah, silakan dijelaskan dengan bertanggung jawab tentang kesalahan saya. bukan kayak teman anda yang lain di komen ini yang cuma komen sekali, dua kali sambil mengumpat lalu kabur. inikah ajaran tanggung jawab paskibra yang kalian banggakan???

  27. Tidak ada yang percuma di dunia ini..
    Tiap orang punya jalan masing-masing untuk mencapai tujuannya..
    Menurut saya paskibra bukan suatu hal yang bodoh, karena disana mereka dapat memperkuat mental mereka..
    Kalau dalam pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari, kita bisa mengambil sikap sopan-santun dan tegasnya mereka, bukan soal PBBnya yang dilakukan di depan rumah seperti yang agan katakan di blog..
    Dari segi pribadi agan kan bisa menilai kalau tiap-tiap orang pun berbeda-beda, ada yang kuat kalau ikut ekskul ini, ada yang kuat kalo ikut ekskul itu,..
    Saya yang mengikuti ekskul juga mengakui kalau tidak semua yang diajarkan dapat diterapkan secara langsung di kehidupan sehari-hari..
    Ingat gan, tiap perkataan itu ada balasannya nanti..

    TIDAK ADA YANG PERCUMA DI DUNIA INI..
    *No Offense, tolong gunakan bahasa manusia yang terdidik dan sopan..
    Salam.. :)

    • jadi memang tujuan latihan PBB dari pulang sekolah sampe malem2 itu cuma buat memperkuat mental dan sebagainya?? wow.. :D kasihan ya mereka??

      makasih sudah mampir.. sekedar konfirmasi saja. bahwa masalah mungkin dianggap hinaan dan semacamnya itu karena hanya bagian dari kritik menurut saya. dan kalau dianggap menyakitkan dengan tangan terbuka dan bertanggung jawab akan saya tanggapi. kalau memang tulisan ini salah, selalu saya tekankan dari pertama blog ini dibuat bahwa akan saya hapus tulisan ini sebagai bentuk pertanggung jawaban.

  28. Hai. Saya anggota paskibra, dan saya tidak masalah dengan posting Anda. Itu pendapat Anda sebagai non-paskibra. Kalau menurut saya, sih, kalau Anda memang tidak suka, sebenarnya tidak perlu di-publish kalau tidak ingin mendapat banyak respon yang berbanding terbalik. Tapi saya ambil positifnya saja, entah mungkin Anda memang ingin adu argumen atau apa.. Yang jelas, Anda menjawab dengan pintar. Saya cukup salut.

    Orang ada jalannya sendiri, lah, suka atau nggak suka sama sesuatu, ya suka-suka orangnya. Cara menunjukkan rasa nasionalisme juga sebenarnya tidak harus dengan ikut ekskul paskibra. Tapi, tidak ada salahnya dong ikut paskibra? Ya kan :D

    Saya, sih, fine-fine saja ikut paskibra, karena ketika sudah masuk, ternyata cukup banyak, kok, yang bisa dipelajari. Kalau Bond-chan pengen tahu apa yang dipelajari selain PBB, coba untuk masuk dulu, kali, ya, hehe. Melihat ke dalam, jangan dari luar saja. Terima kasihh :)

  29. Gue curiga sama bond chan.
    jangan2 dia buat blog ini karena iri dengan para Paskibraka pada bisa lolos seleksi. sementara si bond chan ini gak lolos jadi jelek-jelekin Paskibraka . Poor You!

  30. Saya hanya akan mengambil poin yg menarik bagi saya dan memberi 1 pertanyaan pada anda. anda selalu berkata “pernahkah anggota/purna paskibraka melakukan upacara pengibaran bendera di rumah” sekarang pertanyaan itu saya ubah dan saya tujukan untuk anda, anda sbg penyiar radio senior pernahkah anda melakukan siaran radio di rumah? Terimakasih.

    • maaf baru balas.. hahahahahahaahahaha.. heeii.. apa hubungannya saya siaran di rumah?? saya bisa siaran di rumah kalo ada alatnya.. sialnya di rumah saya ga ada alat buat siaran.. beda dengan anggota paskibra. di rumah mereka pasti ada bendera, ada tiang juga, dan (setahu saya) diwajibkan bagi semua rakyat indonesia untuk mengibarkan bendera di depan rumah ketika hari kemerdekaan, ada berita duka dsb. silakan cek dipikir lagi ya.. :)

  31. saya gatau kenapa saya ingin ikut berkomentar disini, hanya saja saya rasa ada yang harus diluruskan disini,, saya seorang anggota paskibra meski belum paskibraka.. saya tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan anda (bond chan) hanya saja, mungkin anda harus membayangkan perjuangan para pahlawan kemerdekaan kita yang harus mengorbankan nyawanya demi berkibarnya bendera merah putih dan kini kita dapat dengan bebasnya mengibarkan bendera merah putih (tetap dgn ketentuan tentunya). Disini kami para anggota paskibra hanya ingin menghormati jasa mereka yang telah berkorban demi bendera bangsa kita ini. Saya menyarankan kepada anda untuk berfikir terbuka sebelum berpendapat, karena salah satu alasan saya untuk tidak menjawab pertanyaan anda adalah saya rasa anda sudah mengetahui jawaban dari pertanyaan anda itu. Sekarang saya ingin bertanya kepada anda, mengapa anda menulis artikel seperti ini? apakah tidak ada hal lain yang lebih penting bagi anda selain menuliskan hal yang belum terbukti benar? saya butuh bukti real atas hal yang anda katakan di artikel anda! maaf, saya memang hanya seorang bocah, tapi disini saya mencoba untuk berfikir terbuka perihal pendapat anda ttg paskibra, dan kesimpulan saya adalah: anda seorang bond chan, belum mengerti ttg paskibra tapi sudah berani berpendapat negatif tanpa dilandasi bukti, apakah itu patut dilakukan? saya rasa tidak. Anda seorang bond chan terlihat seperti pribadi yang tidak memiliki arah, anda berani mengomentari hal lain dgn tanggapan negatif, sedangkan anda belum atau bahkan tidak mengintropeksi diri anda sendiri..
    saya masih punya kesimpulan lain, tapi saya butuh jawaban anda atas pertanyaan saya untuk memperkuat kesimpulan saya.
    Satu lagi, saya hanya secara tidak sengaja masuk ke dunia bond chan ini.

    • hahahahahaha… ini baru yang namanya paskibra!!!

      saya quote dulu, biar semua tahu kalo (mungkin) kamu malu terus diedit komentar kamu.

      saya tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan anda (bond chan) hanya saja, mungkin anda harus membayangkan perjuangan para pahlawan kemerdekaan kita yang harus mengorbankan nyawanya demi berkibarnya bendera merah putih dan kini kita dapat dengan bebasnya mengibarkan bendera merah putih (tetap dgn ketentuan tentunya).

      tentunya saya juga menghargai perjuangan para pahlawan, dan cara saya jauh lebih baik dibanding anggota paskibra. saya mengibarkan bendera di depan rumah saya setiap menjelang kemerdekaan dan kalau ada hari2 tertentu. dibagian mana saya tidak menghargai mereka?? sementara anggota paskibra?? hanya mengibarkan bendera kalau ada upacara. di rumah mengibarkan bendera tanpa upacara. terus buat apa latihan baris berbarisnya itu?? itukah yang namanya menghargai jasa pahlawan??? atau jangan-jangan menghargai jasa para pahlawan (harus) dengan mengibarkan bendera di lapangan???

      di balas ya.. jangan kabur kayak yang lain.. saya udah bosen dengan pecundang yang menyebut diri mereka sebagai anggota paskibra yang berani komen di sini, tapi ketika ditagih lewat email ga ada tanggapan.. beda banget dengan K=Pop ers di yang tiap disuruh mempertanggungjawabkan komentarnya berani muncul atau minimal minta maaf lewat email..

      • oke…. sekarang saya yang koreksi perkataan anda.

        “tentunya saya juga menghargai perjuangan para pahlawan, dan cara saya jauh lebih baik dibanding anggota paskibra. saya mengibarkan bendera di depan rumah saya setiap menjelang kemerdekaan dan kalau ada hari2 tertentu.”. Kami juga melakukan hal itu.

        “dibagian mana saya tidak menghargai mereka?? sementara anggota paskibra?? hanya mengibarkan bendera kalau ada upacara. di rumah mengibarkan bendera tanpa upacara.”. Apakah dirumah, anda mengibarkan bendera dgn upacara? tentunya tidak. Kami memang hanya mengibarkan bendera pada saat ada upacara, dan upacara kami dilakukan setiap hari, pagi upacara penaikkan bendera dan sore untuk menurunkan benderanya,, tidak seperti anda yang hanya mengibarkan bendera di hari menjelang kemerdekaan saja.

        “terus buat apa latihan baris berbarisnya itu?? itukah yang namanya menghargai jasa pahlawan??? atau jangan-jangan menghargai jasa para pahlawan (harus) dengan mengibarkan bendera di lapangan???”. Latihan berbaris itu untuk mengibarkan bendera sesuai dengan ketentuan, karena mengibarkan bendera itu punya ketentuan khusus (tidak seperti yang anda lakukan dirumah anda menjelang kemerdekaan). Menghargai jasa pahlawan tidak hanya dengan hal yang kami (anggota paskibra) lakukan, tapi setidaknya apa yang kami lakukan ini jauh lebih baik dibanding membuat blog yang isinya menghina orang orang yang sedang berusaha menghargai jasa pahlawan itu. Saya tunggu balasan anda secepatnya.

        • “Latihan berbaris itu untuk mengibarkan bendera sesuai dengan ketentuan, karena mengibarkan bendera itu punya ketentuan khusus (tidak seperti yang anda lakukan dirumah anda menjelang kemerdekaan).” <——– disinilah letak permasalahan yang saya bahas khusus di tulisan ini. kalau anggota paskibra itu belajar sesuai ketentuan, kenapa mereka kalau mengibarkan bendera dirumah ga sesuai ketentuan?? terus buat apa mereka belajar mengibarkan bendera sesuai ketentuan tersebut kalau itu cuma untuk berlenggak-lenggok di atas lapangan??

          saya menulis seperti ini hanya untuk membuka mata saja. kalau masalah bahasa saya yang mengejek atau apapun, ini dunia bond chan bung.. bukan koran atau semacamnya.. :) toh, kalau baca tentang dunia bond chan saya sudah jelaskan kalau tulisan saya ternyata salah, saya akan akui dan akan saya hapus tulisan tersebut sebagai pertanggung jawaban.. pada kenyataanya, saya mengkritik HTI, FPI, K-pop lovers, dan banyak yang lain dengan bahasa yang sama ternyata juga cuma bisa emosi tapi setelah dibalas menghilang..

  32. oke, jadi begini…. Saya membaca salah satu balasan anda ttg kenapa anda sebagai seorang penyiar tidak pernah bersiar di rumah anda sendiri, dan anda menjawab bahwa anda tidak bisa melakukan hal itu karena anda tidak punya peralatan untuk bersiar dirumah. Begitu juga kami. Kami butuh peralatan untuk mengibarkan bendera, mulai dari lapangan, tiang bendera, sampai benderanya sendiri. Mungkin benda itu sudah pasti ada di rumah kami, tapi kami juga butuh pemimpin upacara, pembaca susunan upacara, pengibar yg terdiri dari penopang pengerek dan pembentang, komandan dari setiap kelompok barisan, pembawa teks pancasila, pembaca pembukaan UUD 1945, pembaca doa, pembaca janji siswa(untuk saya yg masih seorang siswa), peserta upacara, ajudan putra, ajudan putri, pengatur upacara, sampai pembina upacara. Itu semua salah satu alasan kenapa kami mengibarkan bendera tidak di rumah masing2, karena kami harus menyatukan apa yang kami bisa untuk sempurnanya sebuah upacara……….. itu.

    • ya.. memang untuk mereka yang ikut ekskul radio sekolah tidak bisa bersiaran tanpa alat siaran.. tapi ada alternatif dan ada kegunanaan di keadaan lain. seperti kalo lagi butuh MC buat acara lomba 17an aja semisal. mereka bisa mempraktekkan yang dipelajari di ekskul radio sekolah sebagai bekal untuk menjadi pembawa acara lomba. itu baru lomba. bagaimana dengan menjadi MC di acara yang lebih besar. ini kan membuktikan ada cara lain untuk mempraktekkan. bukan malah, udah jadi anggota ekskul radio sekolah tapi buat jadi MC malah bisu kayak ga pernah belajar siaran *yang menurut saya ga berbeda dengan menjadi MC*

      lalu dimana kacaunya ekskul paskibra?? nah kacaunya adalah, masak hanya karena keterbatasan alat harus melupakan semua lenggokan dan gerakan ga berguna tersebut hingga melupakan penghargaan terhadap bendera merah putih dengan cara memasang bendera yang ga berbeda dengan mereka yang ga pernah belajar paskibra.

      intinya, jangan cari alasan ga ada peralatan kalau mau menghargai bendera. ok?? :)

      ditunggu balasannya ya.. walaupun saya balesnya super lama, tapi jangan lebih lama dari saya. kalo emang udah mengakui ga ada yang salah dalam tulisan ini mending akui saja. tunjukkan jiwa keberanian yang (katanya) diajarkan di ekskul paskibra.

  33. Duh, gini loh om….. saya tidak berbicara masalah peralatannya, saya berbicara tentang orang2 yang menjadi unsur dalam suatu upacaranya. Nih ya, kan om nanya kenapa org2 yang ikut paskib ga pernah mengibarkan bendera sesuai dengan ketentuan dirumahnya, itu karena org2 itu gabisa ngibarinnya sendiri di rumah. Kalau mau sesuai dengan ketentuan maka orang tersebut harus dibantu org2 yg lain(yg mengerti ketentuan tentunya) untuk menjadi unsur pelengkap dilaksanakannya pengibaran…. Makannya kami ngibarin bareng2 di tempat yang sudah disepakati,, gitu loh om…… Oh iya, perasaan saya tidak memasukkan unsur “melupakkan penghargaan pada bendera” deh om kok disitu di bawa2?. Satu lagi nih om, keberanian seorang paskibra itu digunakan untuk mengakui sesuatu yang benar bukan sesuatu yang terkesan asal sebut gitu om.

    • ya emang ga bisa mengibarkan bendera kayak di rumah kayak di lapangan. tapi ternyata ga ada cara lain mengibarkan bendera yang sesuai atau yang menggambarkan penghargaan dan rasa bangga akan bendera merah putih. itulah sebabnya saya mengatakan kalau ekskul paskibra ini hanya semacam kegiatan lenggak lenggok yang ga ada gunanya. toh semua orang bisa melakukannya ketika mereka butuh untuk mengibarkan dan orang yang ga pake sekolah dan tanpa belajar paskibra ternyata bisa mengibarkan bendera di rumahnya persis seperti mereka yang dilatih untuk bangga pada benderanya. miris kan??? :D

      kalo kamu tanya kenapa saya membawa2 penghargaan terhadap bendera sementara kamu ga ngomongin soal itu, coba baca lagi postingan aslinya. saya membawa2 itu. :)

      ditunggu tanggapanya..

  34. ” itulah sebabnya saya mengatakan kalau ekskul paskibra ini hanya semacam kegiatan lenggak lenggok yang ga ada gunanya. toh semua orang bisa melakukannya ketika mereka butuh untuk mengibarkan dan orang yang ga pake sekolah dan tanpa belajar paskibra ternyata bisa mengibarkan bendera di rumahnya persis seperti mereka yang dilatih untuk bangga pada benderanya.”. Meski kami tidak mengibarkan bendera di rumah dengan begitu sempurna, jelas terdapat perbedaan yang begitu mencolok antara cara kami dengan cara org yang tidak mendapat pendidikan paskib apalagi dengan mereka yang tidak menempuh jenjang pendidikan… Mulai dari cara kami memperlakukan bendera, sampai sistematis pengibaran yang kami lakukan. Jelas terdapat perbedaan yang mencolok. hanya untuk mengingatkan anda, pertanyaan anda adalah “kenapa mereka ga melakukan ‘tarian’ bego itu KETIKA MEREKA MENGIBARKAN BENDERA DI DEPAN RUMAH MASING-MASING?”. Pertanyaan itu sudah sangat jelas terjawab.

    • perbedaanya dimana?? toh sama aja, cuma pasang bendera di tiang, lalu tiangnya diikat di pagar. sudah.. ga ada perbedaan. pake ngomong sistematis segala, padahal jawaban kamu sebelumnya bilang kalo yang diajarkan di paskibra itu harus di lapangan dan bla bla bla shitt.. :))

      ya, untuk pertanyaan kenapa tarian itu ga dilakukan selain di lapangan sudah terjawab. tapi yang belum terjawab, implementasi lain dan bentuk penghargaan yang dibangga-banggakan itu yang belum ada yang menjawab dan membuktikan kalo paskibra ini hanya ekskul bagi mereka yang kurang kerjaan.. :D

  35. pertama,, pernyataan awal anda itu bukan cara kami dalam memperlakukan bendera….
    kedua,, gini kak, kalo dibilang kurang kerjaan sih engga kak.. lebih tepatnya kami ingin melatih diri…. tentang kenapa harus lewat paskib, kalau saya pribadi setelah memasuki dunia paskibra berpendapat bahwa paskib bukan ekskul yang hanya mengajarkan tarian2 gajelas seperti yang kakak jelaskan di artikel kakak…. di paskibra saya belajar tentang pbb, perlakuan terhadap Sang Merah Putih, cara tepat pertolongan pertama pada kecelakaan, kementoran, pengertian penghargaan terhadap bendera, cara memanagemen issue dan emosi, cara memanagemen waktu, menuangkan kreatifitas lewat kegiatan cipta formasi pasukan, melatih fiisik lewat berbagai treatment ataupun hukuman dari kakak senior saya, cara memahami arti kekeluargaan dan persatuan lewat berbagai masalah yang harus saya dan teman2 1 angkatan saya lewati, publik speaking, cara menghargai org lain, bahkan sampai table manner saya dapatkan di hanya 1 kegiatan yang bernama paskibra…. bahkan jika ga ada lagi org yg tertarik ikut paskib, lantas siapa yang akan mengibarkan bendera di gedung camat, lurah, kodya, pemprov dan di istana negara? memang untuk keg pbb tidak bisa secara keseluruhan kami terapkan di kehidupan, karena memang rasanya gamungkin kami pergi ke mana2 sambil langkah tegap…. tapi inget kak, yang kami pelajari di paskibra ga cuma pbb, jadi ga cuma pbb yang bisa kami terapkan di kehidupan sehari-hari…..

  36. bondchan pasti anak pramuka,pantes ngiri.disekolah gua juga gitu sih,akhirnya karma,paskib menang mulu pramuka nyungsep

  37. Hey man, I think you’ve got a deep issue with us paskibraka. Looking at your comments I can see hatred in them. Pernah punya pengalaman ngga enak ya sama anak paskibra? Then I feel sorry for you :(
    Selama gw jadi anggota paskibra di sekolah sampai akhirnya lolos seleksi paskibraka, gw merasa semua proses yg gw lalui pasti ada benefits nya. Walaupun mungkin nggak langsung tapi ikut membentuk karakter gw sekarang ini, and I’m proud of that! Bukan cuma soal mengibarkan bendera, tapi banyak hal lain yg kita pelajari di paskibra. Contoh: Saat latihan paskibraka dulu sebelum 17 Agustus, kita diharuskan untuk membawa bekal yg sama satu pasukan, dan minum pun dikasih limit. Dulu satu pasukan kita ngedumel semua, ngapain sih makan aja pake disamain, ngerepotin aja deh. Tapi, bayangkan kalo makanan kita berbeda-beda, pasti ada yg jealous kalo ada temen yg bawa makanan lebih enak. Kasian kan kalo emang temen kita memang ngga mampu untuk afford makanan yg lebih enak2 itu. ‘Tugas’ membawa makanan yg sama juga membantu membangun kekompakan satu pasukan. Kita jadi caritau ke teman2 lain dimana harus mendapatkan makanan itu, kalau memang ada yg berlebih juga bisa sharing. And just so you know, pertemanan kita masih terjalin sampai sekarang (jangan sirik yah, pasti kamu ngga pernah merasakan kekompakan that’s similar than us :p)! Latihan mengibarkan bendera kita juga semakin mudah kita lakukan karena kita dikelilingi teman2 yg kita percaya dan mau berkorban untuk kita. Kalo latihan lancar, semua orang kan juga senang pengibaran benderanya sukses. Jangan bohong deh, pasti lo pernah ada perasaan kagum (even just once) liat pengibaran bendera pusaka di istana negara yg disiarkan live setiap tahunnya itu. Tuh kan dari soal makanan aja banyak yg bisa dipelajari!
    Kayanya pikiran lo sempit banget yah, kasian banget ya sampe sekarang udah punya bimbel pun ngga pinter2. Coba pergaulannya diperluas jadi pikirannya juga ikut terbuka. Mungkin bisa juga tukar pikiran sama anak2 murid bimbelnya yg pastinya juga familiar dgn kegiatan paskibra di sekolah mereka. I’m pretty sure they can provide a variety of answers for you! Come on man, I know you can do better than this! Kalo punya waktu luang coba konsultasi ke psikolog atau teman yg berkompetensi dalam hal tukar pikiran, dan utarakan masalah lo. I think you really have a problem with one of us paskibraka in the past! SALAM PASKIBRAKA!

  38. PASKIBRA BUKAN ORGANISASI KEPEMUDAAN
    PASKIBRA BUKAN ORGANISASI PENDIDIKAN
    PASKIBRA HANYA “PASUKAN KHUSUS SEKALI PAKAI” bertugas hany untuk mengibarkan bendera kemudian SUDAH BUBAR JALAN.

    itu kesimpulan saya. jika mau menyangkal mangga, dijawab dengan data dan legalitas valid.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s