SANG PEMIMPI sebuah kisah remaja yang bermimpi


sinopsis: sebuah kisah tentang 3 orang remaja yang masih SMA menjalani hidup yang berat dan bermimpi untuk bisa meraih mimpi2 mereka untuk pergi ke sorbonne.. dan berkeliling eropa sampai ke afrika. namun sialnya masalah ekonomi, dan keraguan atas mimpi mereka membuat mereka harus mencari kepastian apakah mereka akan meneruskan mimpi gila mereka, atau hanya berharap bisa kuliah di jakarta dan mendapat kerja yang cukup.

film ini memang sekuel dari film laris dari riri riza yang berjudul laskar pelangi yang diambil dari tetralogi laris karya andrea hirata. film ini sih masih berkutat tentang kehidupan ikal dan teman2nya di pulau belitong, sebuah pulau yang nun jauh di sana yang saya sendiri ga mikir tuh tempat dimana… *karena mikir bakal bikin kepengen..*

sejujurnya saya sendiri ga seberapa mengambil apa yang mau dibahas di film ini.. dibilang ini film terlalu biasa juga ga, dibilang bagus juga ya… bagus.. tapi kalau dibilang terlalu seperti sebuah film remaja biasa, juga iya.. karena memang selain pembawaan film yang lebih menyerupai kisah2 remaja, membuat film ini terasa seperti tidak ada keistimewaan. karena mungkin tema yang terlalu biasa di bawakan. ditambah dengan akting para pelaku utama yang ga bisa dibilang cukup bagus..

ini masalah yang kata teman saya menjadi hal tersulit dari keputusan membuat film bertema remaja. satu: harus bisa membuat penonton merasa tidak seperti film A yang notabene film A itu hanya film gembel yang ga bisa dibilang bagus. kalau sampe muncul kata2: apaan nih film (film tema remaja yang kita buat) sama aja kayak film A.. berarti film yang dibuat ga akan mengena.. kedua: kalo mau berjudi dengan film remaja harus berani pasang taruhan di akting dan cerita.. karena ujungnya lagi2 bakalan membuat para penonton yang awam pun berkata seperti yang sudah aku ucapkan di awal..

dan kedua hal yang udah diucapkan salah seorang temanku itu muncul di film sang pemimpi. entah aku yang merasa ekspektasi yang ketinggian dari film ini atau memang benar adanya seperti itu, tapi yang jelas aku pribadi merasa pembawaan film ini remaja banget.. bedanya ya dari segi sinematografi yang indah, dan juga pemeran pendukungnya doang..

gilanya riri riza terlalu takut atau mungkin mencoba mencari kealamian untuk film ini dengan memainkan anak belitong asli.. dan hasilnya??? tara….. bisa dilihat sendiri… banyak yang bilang aktingnya kayak ngapalin script.. tapi aku bilang, kurang bagus… kurang banyak polesan…

sebenarnya ga salah mengambil anak belitong asli, biar lebih kerasa belitongnya.. dan juga biar menjaga tradisi.. masak pas laskar pelangi ngambilnya anak belitong asli, tapi pas sang pemimpi ga… mungkin itu yang dipikirkan.. tapi sialnya, entah kenapa anak2 muda itu yang dipilih??? apa mereka ga pernah belajar akting?? kenapa ga ngambil dari anak2 teater daerah situ buat dicast??? kan mungkin hasilnya lebih bagus…

masalah yang banyak diperbincangkan di film ini selaen akting pemaen utama yang kurang, juga pekara pemakaian ariel peterpan.. ayo kita bicara… kenapa hal seperti ariel dipermasalahkan?? ariel toh berakting juga lumayan.. ga parah2 banget.. dan ga kaku banget… walaupun memang kerasanya pas diganti ariel ga diesntuh karakter mendalam arai pas dari kecil sampe remaja.. toh dia cukup untuk memerankan sosok arai di beberapa menit menjelang tamat..

gilanya lagi pekara arai yang diperankan ariel, membuat cukup banyak manusia di sekitar saya memojokkan orang2 yang ga mempermasalahkan ariel di film ini.. secara bahasa mulutnya itu “GA KRITIS dan GA TELITI”.. woooowww… saya dan mungkin banyak orang diluar sana yang berpikiran sama dengan saya berpikir kalo ariel ga ada masalah dengan ariel.. dia masih bagus2 aja.. dan untuk saya pribadi, saya ga menyalahkan yang menuduh saya ga kritis.. tapi maaf untuk beberapa teman yang tersinggung… kalo kalian teliti, kalo kalian kritis coba lihat perkembangan dari ikal jaman masih kecil, remaja dan menjadi dewasa.. wooo lebih besar itu permasalahannya ketimbang ngurusi ariel.. coba lihat, diceritakan pas jaman mereka di jakarta katanya kan hidup susah.. adakah kesinkronasian antara hidup sulit dengan bisa meluruskan rambut dari yang sebelumnya keriting menjadi lurus??? itu jadi hal yang jauh lebih terlihat nyata dan gamblang di depan mata kenapa ga ada yang berkomentar?? terlepas dari akting lukman sardi yang bagus yang membuat riri riza berani berjudi dengan tetap memasang lukman sardi..

dari segi cerita film ini sudah bagus.. dengan digarap 3 kepala langsung memang membuat film ini jadi lebih meresap… dengan sentuhan dari produser, sentuhan dari sutradara memang kerasa banget ceritanya ga ada yang terpaksa garapnya..

dari segi sinematografinya wooowww… masih sama woowww dengan laskar pelangi.. membuat saya pengen ke belitong.. ga hanya berkutat di jawa, bali, dan madura doang…

keseluruhan film ini layak ditonton terserah dengan otak penuh dengan ekspektasi yang mengepul di kepala, atau dengan ekspektasi kosong yang hanya butuh hiburan, itu semua terserah anda, tapi yang jelas bagaimanapun yang ada di otak anda itu akan terpuaskan di film ini…

7/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s