Rumah Dara…. beratus liter darah dalam dua jam


sinopsis : sekelompok orang yang pengen menghabiskan waktu di bandung dan salah seorang dari mereka mencoba untuk sekalian berpamitan pada adiknya sebelum akhirnya dia memulai hidup baru di australia dengan istri dan anak yang ada di kandungan adiknya… namun usahanya menemui jalan buntu… terlebih pula usahanya untuk segera siap2 untuk balik ke australia.. karena dia dimintai bantuan oleh seorang wanita yang ngakunya dia habis dirampok dijalan.. tentu saja dia akhirnya diantarkan pulang ke rumah sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan ke bandara…

dan sesampainya di rumah wanita itu, mereka pun disuruh untuk tinggal buat sekedar makan bersama keluarganya.. namun sial, kawanan itu ternyata telah terjebak pada ‘lingkaran’ kematian… dan sejauh ini, yang mampir ke tempat itu semua ga ada yang hidup…

secara singkat gak ada yang menarik dari film ini.. cerita pun yang menjadi tolok ukur utama orang buat nonton film ini pun ga tersaji dengan menarik… terlalu biasa.. tapi janganlah bicara soal cerita… karena memang kelihatannya cerita di film ini memang ga seberapa masuk perhitungan… entah memang beginilah tipe film sejenis, atau memang ada hal lain saya kurang tahu.. tapi setahunya saya, film2 macem gini adalah film yang lebih mementingkan muncratan darah di kanan kiri depan belakang..

kekejaman film ini memang terasa sekali.. permainan darah.. permainan gergaji, permainan benda tajam, dan permainan akting… ya memang semua itu yang ada di film ini.. karena memang sebagai ‘pemasok’ daging manusia DARA jelas butuh banyak manusia untuk dibunuh dan diambil dagingnya guna stok yang siap diberikan pada atasan…

genre film ini bagi orang awam mesti berpikir ini hanya satu dari beratus2 film horor yang ada di indonesia.. ditambah dengan cerita yang ga jauh beda dengan film horor busuk karangan orang2 yang menyatukan seni dengan uang.. tapi kalo anda berkata begitu, juga ga salah… kalo dilihat memang ga jauh lah perbedaanya.. cuma di sini lebih mengutamakan horornya, ketimbang sexnya.. dan pula efeknya jauh lebih baguslah ketimbang film busuk itu…

dan beruntunglah kalian yang mungkin ga nonton versi pendek film ini, karena kata beberapa orang film ini sangat mengecewakan bagi yang sudah nonton versi pendeknya… tapi satu hal, ini bukan film biasa… ini film digarap atas nama seni yang sesungguhnya.. dan banyak diapresiasi dengan berbagai gelar… dan itu yang patut kita jadikan alasan utama menonton film ini… kenapa begitu??? kalo kita sama ratakan semua film indonesia adalah film busuk, sementara kita banyak mencerca film indonesia ga maju2, itu hanya omongan orang bodoh… tonton film bermutu.. orang film indonesia yang bermutu cuma segelintir aja yang ditampilin di bioskop umum, gt ga mau mendukung… kalo ga mendukung, ya pada males ngurusi, para movie maker yang pada mau memajukan filmnya di negeri sendiri.. mending dijual keluar… lebih dihargai…

mari kita bahas masalah akting, film ini penuh dengan permainan akting yang bagus… shareefa danish sebagai ibu dara, kelihatanlah bagusnya dia punya akting sejak kita lihat cover filmnya.. soal suaranya yang dibuat2, ga seberapa kerasa mengganggu.. lalu Imelda Therinne kayaknya kurang seberapa kerasa… dia banyak ngomongnya, yang bikin mimik wajahnya kurang kerasa horornya.. arifin putra bagus aktingnya.. Julie Estelle menurut kaca mata saya dia bagus, cuma memang sialnya dia ga kerasa aktingnya.. gara2 ga kegarap maksimal karakter tiap pemain… terus yang gendut tuh kalo ga salah namanya ruli lubis tuh baru sekeren shareefa danish… talk less do more.. daniel mananta = raffi ahmad.. (sama2 lebay)

hanya yang sudah nonton yang boleh baca yang dibawah ini
———————————————-
SPOILER
buat yang masih penasaran sama apa alasan utama mereka membunuh banyak orang, coba diingat2 lagi soal film pendek menjelang akhir yang diputar sama salah seorang anak buah polisi.. disitu saya pribadi dapat penjelasan kalo mungkin dara dan saudara2nya itu kabur dari rumah lalu ikut sebuah organisasi apalah itu yang berlambang hampir mirip dengan lambang terkenal didunia..
———————————————-

kesimpulan akhir film ini sih biasa aja… aku nonton film ini juga cuma buat membuktikan bahwa saya pendukung perfilman indonesia biar maju.. bukan malah jadi orang yang hanya bisa menghina film komedi dan horor sex serta cinta2an ga bermutu yang made in indonesia…

7/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s