Alangkah Lucunya (Negeri Ini) mencari hidup di sebuah dompet


sinopsis : muluk adalah seorang sarjana lulusan management.. dia baru saja dipecat dari perusahaannya karena perusahaanya mengalami kebangkrutan.. ketika dia pulang dari kantornya untuk yang terakhir kalinya, dia melewati sebuah pasar dan menemukan organisasi pencopet cilik yang sedang beraksi.. tangan dari tangan kaki dari kaki.. hingga akhirnya sampai pada ‘pemimpin’ pasukan distrik pasar.. ketika sampai pada pemimpinnya muluk pun berusaha untuk mengejar pemimpin itu.. hingga akhirnya dia menmukan sebuah markas organisasi copet… dia berkenalan dengan pemimpin organisasi itu.. dan berniat untuk ‘bekerja’ dibagian management keuangan para pencopet dengan jatah 10% dari hasil per hari.. dan uang itu dipakai agar mereka nanti tidak mencopet lagi..

cerita berjalan, muluk mengajar teman sekampungnya untuk membantu dari segi pendidikan, dan juga dari segi agama.. dan dari sinilah cerita dimulai… mereka diajari menulis.. mereka diajari pancasila, mereka diajari mengaji, sholat dan mandi…

pencopet di dunia ini memang terbagi atas dua.. seperti kata di film ini : kalau kalian berpendidikan kalian bisa jadi koruptor.. kalau kalian tidak berpendidikan kalian cuma pencopet.. dan sangat seru kalau kita menonton film ini dan memahami ejekan yang dilontarkannya.. dunia yang kejam seakan membuat mereka ga ada pilihan lain untuk hidup makmur.. dan mencopet yang akhirnya masuk dalam pikiran mereka..

dan mungkin bila kita bisa memahami lebih jauh  lagi bahwa sebenarnya : ketika kita kecopetan uang dari dompet kita, kita pasti marah besar.. bahkan bisa sampai membakar hidup2 orang yang mencopet tersebut.. dengan sangat brutal kita melihat betapa buruknya pencopet… namun di sisi lain, di film ini menyatakan bahwa yang harusnya dihukum mati-matian adalah koruptor yang telah membuat banyak orang menderita.. koruptor yang telah mencuri uang negara..

banyak hal yang menarik dari film ini yang bisa dibahas.. dimana sekelompok pencopet yang berorganisasi dengan sangat tepat dan cepat.. cara2 mereka bergerak.. cara mereka mengelabuhi mangsanya.. dan juga cara mereka mengetahui bahwa dunia lebih luas dari yang mereka tahu.. mereka diajari huruf2 karena memang mereka ga pernah sekolah.. mereka mengenal air selain air hujan karena mereka ga pernah mandi.. dan mereka mengenal agama karena mereka sendiri bahkan ga ngerti agama mereka sendiri..

permainan pengambilan gambar di film ini saya pribadi menilai bagus.. dengan berbagai angle yang membuat mata ga bosan.. ditambah cerita dan sentilan2 yang unik dan asik membuat film ini menjadi tontonan dan mungkin jadi calon terkuat bond chan award 2010.. ditambah dengan pemain yang diambil langsung dari jalanan membuat rasa jalanannya sangat muncul dan sangat terasa.. dan liarnya mereka selalu mampu kita rasakan selama lebih dari 90 menit filmnya…

mari kita bicara soal adegan-adegan di film ini.. film ini menyuguhkan banyak adegan2 yang sulit dilupakan.. mulai dari pro kontra kehadiran muluk di sarang mereka (pencopet), lalu ternyata ada oknum polisi yang sebenarnya tahu organisasi copet ini dan mereka minta jatah keamanan setiap mereka mengadakan rapat, lalu ada adegan mandi bareng yang benar2 membuat kita ketawa ditambah lagu yang mengiringi begitu nikmat menonton adegan ini.. adegan menulis untuk pertama kalinya bagi mereka juga ga luput jadi bahan yang lucu untuk disaksikan..  sampai akhirnya pada kritikan pedas terhadap pemerintah yang menggaruk pedagang asongan pun juga membuka mata kita bahwa : jadi pencopet salah, jadi pedagang asongan salah.. tapi jadi koruptor benar..

akting tiap pemain selalu tak luput dari pengamatan saya selama berada di studio.. mulai dari Reza Rahadian Deddy Mizwar Slamet Rahardjo Jaja Mihardja Tio Pakusadewo Asrul Dahlan Ratu Tika Bravani Rina Hasyim Sakurta Ginting Sonia sampai para anak jalanan juga sangat membuat kita merasakan inilah dunia yang sesungguhnya.. saya paling suka dengan akting si reza rahadian dan tio pakusadewo yang mengingatkan saya pada sosok godfather…

kekurangan yang sesunguhnya muncul dari film ini adalah dimana film ini kurang begitu kuat secara promo… padahal uang yang didapat bisa dibilang cukup banyak dari hasil iklan yang setiap 5 menit sekali muncul di film ini… tapi nampaknya uangnya dipakai untuk sendiri.. bukan digunakan untuk mendapat banyak penonton… kekurangan lain yang muncul adalah dari segi ending ya terasa salah tempat.. seharusnya yang berada di ending itu dimasukkan di saat menjelang akhir.. dimana ketika sepeda motor beserta kota asongan di berikan kepada mereka.. bukan di ending yang rasanya membuat sedikit ga ngeh..

tapi secara keseluruhan saya benar2 terhibur, benar2 senang dengan film ini.. sayangnya film ini ga seberapa laku di kota saya…

point : 9,3/10

quote favorit : yang dosanya paling besar adalah mereka yang korupsi.. mereka yang habisin duit rakyat.. yang biarin rakyatnya melarat… yang biarin rakyatnya jadi tukang copet…!!!

2 thoughts on “Alangkah Lucunya (Negeri Ini) mencari hidup di sebuah dompet

  1. iya kalau saya liat dari ALNI (dari sinopsis dan cerita2)bagus….biasa belum liat..gak sempet ntn….Menurut saya, Deddy Mizwar adalah sutradara yang sangat bagus. Saya adalah penggemar Deddy mizwar.top abis dia.dari jadi aktor sampe skrng menjadi sutradara. Yang berani tampil beda dalam isi film. Beda jauh dengan film2 indonesia yang lain…yang hanya menonjolkan seksualitas, horror, action murahan, dan percintaan. benar2 menjengkelkan. Masa kalah sama INDIA???

    • kayaknya film ini kurang laku di pasaran..

      padahal recomended banget.. dia memang sip banget dah.. kalo india sejauh yang saya tahu sama aja.. dalam arti dari banyak film yah berkutat pada hal yang sama.. (baca : ga seberapa kreatif)

      tapi untuk film indie bagus juga film india.. dan kerasanya sama kayak film indie di indonesia.. (dilihat dari segi orangnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s