Kado Ulang Tahun Surabaya dari bond chan


tulisan ini saya persembahkan untuk kota saya tercinta yang berulang tahun di hari ini yang ke 717 .. dan inilah kado dari seorang bocah ingusan berusia 19 tahun, untuk kotanya yang tercinta, untuk kotanya yang indah tiada tara, untuk kotanya yang selalu menerima injakan kakinya, teriakan suaranya, hasil pemikirannya, dan sampai hasil perutnya.. semoga dengan kado yang indah dari saya ini, kota saya akan jadi jauh dan jauh lebih indah dan lebih tepat dari sebelumnya… terutama menjelang pemilihan calon walikota dan wakil wali kota…

PIOS yang merupakan singkatan dari Pasar Induk Osowilangun, sebelumnya sudah pernah saya bahas di postingan saya terdahulu.. walaupun masih berupa bentuk kasar dan juga masih berbentuk opini ba-bi-bu, tapi untuk sekedar semakin membuat kita mengerti tentang tulisan saya kali ini boleh anda buka kembali postingan saya berjudul : PIOS, ayo berjualan bareng truk dan tronton. mau?? di situ saya telah memberikan gambaran kecil dari kerasnya pasar tersebut.. tanpa ada penelitian berupa keadaan kita dalam perjalanan ke sana, tanpa ada penelitian berapa jarak tempuh bagi seseorang dengan jarak 500 meter dari pusat kota surabaya itu berapa, dll.. nah kali ini saya akan wejawentahkan, akan saya muntahkan, serta saya jabarkan secara jelas sejelas2nya betapa sadisnya pemerintah kota Surabaya yang akan mengurangi populasi manusia di Surabaya dengan jalan merelokasi semua pasar untuk dipindah ke PIOS.. selamat membaca

pasar induk osowilangun adalah sebuah pasar yang terletak di pucuk kota surabaya.. seperti yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya, dimana jalanan di sekitar pasar ini PENUH SESAK oleh berbagai macam truk, tronton, trailer, dan sekawanannya.. untuk lebih jelasnya anda bisa lihat peta daerah tambak osowilangun dimana jadi wilayah PIOS surabaya.. http://maps.google.com/

bisa anda lihat, jika anda ikuti jalur jalan tambak osowilangon sampai romo kalisari, terdapat sebuah sungai, nah sebelum sungai pas disitu ada sebuah bangunan pasar modern… namun sayangnya di google map tidak terlihat ada sebuah bangunan.. nah disitulah letak Pasar Induk Osowilangon..

jika anda orang surabaya, anda boleh menarik sebuah garis menuju rumah anda sebagai bukti berapakah jarak dari rumah anda ke PIOS.. kalau anda bukan orang surabaya mari ikuti saya..

_________________
tulisan ini hanya sebuah generalisir sebuah permasalahan jarak, jadi kalau anda sebagai orang surabaya, boleh melewati tulisan berikut ini…

oke kita mulai.. pertama anda sudah menemukan dimana letak PIOS bukan??? sekarang anda tarik peta ke belakang ke arah jalan greges.. lanjut sampai jalan gresik.. lalu belok putar balik ke arah jalan perak barat dan ketemu jalan perak timur, kemudian tembus jalan rajawali, dan belok kanan ke jalan meliwis lalu ketemu dengan jalan pahlawan dengan tugu pahlawan sebagai icon kota surabaya… dari jalan pahlawan anda ikuti jalur kiri menuju ke jalan keramat gantung.. lalu tembus jalan gembongan.. lalu lurus terus dan tembus jalan tunjungan yang jadi icon anak muda surabaya bahkan sempat ada lagunya… lalu kita berhenti di jalan basuki rahmat..

coba dari jalan basuki rahmat anda putar ke belakang menuju ke PIOS lagi, secara gelap anda bisa berpikir sendiri betapa jauhnya PIOS dengan hitungan rumah anda berada di jalan basuki rahmat sebagai pusat kota surabaya..

NB: pemilihan basuki rahmat hanya melalui sebuah hitungan gelap bahwa tunjungan plaza adalah pusat kota surabaya.. dan semua tanpa ada perhitungannya
—————————————————

setelah anda tahu baik dari rumah anda (jika anda orang surabaya) dan anda yang telah mengikuti peta saya diatas, anda pasti bergumam tentang satu hal : jauh!!!!!!! sama seperti apa yang saya rasakan.. padahal kalau anda berada di 500 meter dari pusat kota (tunjungan plaza) pasar keputran, pasar peneleh, dan pasar koblen jauh lebih dekat.. kenapa?? karena memang ketiga pasar itu berada di tengah kota.. *silahkan cari dan lakukan start di jalan simo rukun*

oke mulai pada hasil penelitian saya yang saya lakukan pada tanggal : 22 Mei 2010.. pada hari tersebut, saya melakukan penghitungan gelap tentang berapa rentang waktu yang saya butuhkan ketika saya start berjalan dari arah rumah saya menuju ke empat pasar yang jadi permasalah di surabaya.. mari kita mulai..

Pasar Keputran
kendaraan : sepeda motor
kecepatan : 40-60 km/jam (sesuai dengan standard orang yang baru pulang dari kulakan di pasar dengan barang sangat banyak)
pilihan jalan : simo rukun-pacuan kuda-tidar-jalan blauran-jalan praban-jalan tunjungan-jalan gubernur suryo-jalan jenderal sudirman-jalan embong ploso-jalan kayoon.

dari rumah saya, jalan simo rukun 8, waktu yang saya butuhkan guna menuju jalan itu terbilang cukup singkat.. cuma 15 menit lebih beberapa detik.. dengan pemilihan jalan yang cukup melebar.. keadaan jalanan selama perjalanan saya dari rumah menuju pasar keputran semua biasa saja.. hanya mobil, sepeda motor saja yang lalu lalang di wilayah tersebut..
dapat dibilang aman..

Pasar peneleh
kendaraan : sepeda motor
kecepatan : 40-60 km/jam (sesuai dengan standard orang yang baru pulang dari kulakan di pasar dengan barang sangat banyak)
pilihan jalan : simo rukun-pacuan kuda-tidar-jalan blauran-jalan bubutan-jalan tembaan-putar balik-jalan pahlawan-jalan pasar besar-jalan peneleh.

dari rumah saya ke arah pasar peneleh membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.. jumlah waktu yang saya butuhkan adalah 18 menit lebih beberapa detik.. dengan pemilihan jalan yang standard jikalau start anda dari rumah saya.. keadaan jalanan selama dari rumah saya menuju ke pasar peneleh semua biasa.. tidak ada truk, tidak ada tronton dan kawan-kawannya.. namun jangan salahkan saya atas penelitian ini jika ketika nada mencoba penelitian ini anda akan menemukan truk di perjalanan ke pasar peneleh.. namun truk tidak akan sangat parah.. paling cuma satu atau dua saja..
dapat dibilang aman…

Pasar koblen
kendaraan : sepeda motor
kecepatan : 40-60 km/jam (sesuai dengan standard orang yang baru pulang dari kulakan di pasar dengan barang sangat banyak)
pilihan jalan : simo rukun-pacuan kuda-tidar-jalan blauran-jalan bubutan-jalan pringadi

dari rumah saya ke pasar koblen terbilang yang paling mudah dicapai… selain memang cukup dekat dari rumah saya, juga jalanannya sangat sangat jarang untuk perhitungan adanya truk.. kecuali malam hari…
dapat dibilang aman…

Pasar Induk Osowilangon
kendaraan : sepeda motor
kecepatan : 40-60 km/jam (sesuai dengan standard orang yang baru pulang dari kulakan di pasar dengan barang sangat banyak)
pilihan jalan : simo rukun-pacuan kuda-tidar-jalan tembok sayuran-jalan kalibutuh-jalan demak-jalan gresik-jalan kalianak-jalan greges-jalan tambak osowilangon.

inilah pasar yang jadi pusat permasalahan kita dari tadi.. sebuah pasar yang jarak dari rumah saya jauhnya bukan main, belum lagi ada permasalahan dengan truk dkk membuat PIOS sangat panas bak neraka… keadaan selama saya melakukan perjalanan dari rumah ke PIOS terbilang tak jauh2 dari yang namanya trailer yang berjajar mulai dari jalan demak.. waktu yang saya butuhkan untuk sampai ke PIOS pun 34 menit.. sudah termasuk truk yang membuat macet dari jalan gresik sampai jalan greges.. setelah itu, jalan tambak osowilangon tronton-tronton mengamati dengan mata tajam tindak tanduk kita dijalanan, dan siap untuk menggilas kita dari ujung rambut sampai ujung kaki..

inilah gambaran penelitian yang saya lakukan guna menggambarkan betapa pedihnya pasar2 diatas jadi korban dan direlokasi ke PIOS.. dengan ramainya truk-truk, tempat yang jaaaaauuhh dari sebuah tempat yang hanya 500 meter dari pusat kota.. anda sendiri juga sudah saya berikan gambaran sebelum ketiga pasar diatas di relokasi ke PIOS.. dan anda pasti sangat setuju dengan yang saya katakan bahwa memang pemerintah surabaya sangat gila dengan memindahkan semua pasar ke PIOS.. saya tidak peduli apakah ada unsur takut rugi yang dilakukan oleh pihak PIOS sehingga menodong pemerintah agar gimana caranya pasarnya bisa laku, tapi yang jelas relokasi ini adalah tindakan yang gila!!!

saya kasihan sekali dengan pedagang yang akhirnya mau tak mau harus pindah ke PIOS.. walaupun saya ketika itu tidak memutuskan untuk masuk ke dalam PIOS karena waktu yang tidak mencukupi, tapi anda sendiri jelas sangat bisa merasakan bagaimanakah jika anda setiap pagi harus bercengkrama dengan tronton dkk guna mencari sesuap nasi..

anda boleh menilai saya yang gila karena tidak suka mempunyai kota yang indah, tapi jika anda tahu, bahwa keputran, koblen, dan peneleh bukanlah pasar yang mengganggu keindahan kota.. bahkan untuk keputran yang dijadikan kambing hitam utama, sebenarnya tidak seberapa mengganggu.. karena keberadaan mereka yang menepi ke dalam.. cuma memang menutup akses jalan ke dinoyo saja.. tapi toh ga seberapa mempengaruhi arus lalu lintas..

alasan keindahan kota bukanlah alasan yang bagus guna menggusur mereka ke PIOS… saya setuju kalau mereka direlokasi, namun alangkah baiknya lihat tempatnya juga.. apakah sudah tepat?? jangan gara2 todongan dari pemegang saham PIOS lalu mengorbankan nyawa orang-orang yang hanya berniat mencari sejumput nasi…

cukup sekian kado terindah yang saya berikan buat kota saya tercinta.. semoga kado ini bisa dibaca oleh pemerintah kota surabaya dan jadikan ini sebuah kado dari saya : danto adista prakosa mahasiswa bahasa jepang UNESA untuk kota saya yang paling paling paling saya cintai ini..

selamat ulang tahun kota surabaya ku tercinta… semoga semakin tua usiamu, kau semakin indah dan semakin menjadi kota bisnis terbesar di negeri ini… amiinnn…

tertanda : danto adista prakosa

3 thoughts on “Kado Ulang Tahun Surabaya dari bond chan

  1. Ping-balik: Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 1 -Penyambutan- « Dunia Bond Chan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s