Review Film Milk. If a bullet should enter my brain, let that bullet destroy every closet door.


sinopsis: ceritanya sih soal perjuangan seorang gay yang ingin agar ia dan orang2 seperti mereka tidak didiskrimanasi oleh pemerintah kota sekitar. dan cara yang ia gunakan adalah dengan mencalonkan diri untuk menjadi supervisor di kota san fransisco. dan cara yang ia gunakan dalam usahanya tersebut adalalah dengan memulai dari sebuah toko kamera di jalan yang namanya castro.

yah dari ceritanya akan ada satu hal yang pasti ada yaitu: gay dan sejenisnya. dan yah memang tepat. film ini memang penuh dengan cerita soal gay, lesbi yang tidak pernah dianggap, bahkan dianggap orang berbahaya bagi orang di san fransisco waktu itu.

film yang berdurasi 2 jam 15 menit (kalau ga salah lihat ya) benar2 sebuah film yang dahsyat menurut saya.. ini film memberikan pencerahan kepada kita bahwa mereka (kaum gay dan lesbi) tidak aneh.. mereka tidak gila.. mereka hanya mengalami sesuatu hal yang berbeda dari kita orang biasa.. dan mereka juga bisa sukses walaupun keadaan mereka demikian.. buktinya ditunjukkan oleh milk.. bahwa walaupun dia gay, dia mampu masuk menjadi supervisor di san fransisco. namun jika anda ingin merubah pemikiran bahwa antara gay dan banci sama rata mungkin jawaban itu tidak anda temukan di film ini… karena film ini memang sebuah film dari kisah asli dari Harvey milk sendiri..

film ini punya durasi yang panjang.. namun jika anda tidak eneg dengan kelakuan para gay dan lesbi di film ini, anda tidak akan menilai film ini terlalu lama hingga membosankan… apalagi jika melihat sean penn yang berakting sangat mantap, hingga banyak yang bilang kalau sean penn membuat pecinta harvey milk melihatnya hidup kembali karena kedahsyatan aktingnya.. saya pribadi tidak bisa memberi komentar apakah memang sampai segitunya, atau itu hanya ungkapan perasaan kehilangan yang mendalam terhadap pahlawan kaum mereka.. karena saya sendiri pada waktu milk hidup saya belum jadi apa2..

masih soal akting, akting pembantu di film ini juga ga kalah… yang saya nilai paling dahsyat adalah seorang diego luna. dia mampu menjadi gay yang benar2 hebat.. (terlepas dia gay beneran atau hanya akting) dia juga mampu menghidupkan kembali seorang jack yang notabene adalah kekasih kedua milk yang manja, tak mau sendiri, dan khas cewek yang manja.. bahkan ketika perdebatan masalah jam 1/2 6 dan jam 6 itu diego luna benar2 bagus aktingnya…

kedahsyatan film ini juga ga bisa dipungkiri kehebatannya hanya karena kehebatan sean penn doang, tapi juga reputasi yang bagus dari gus van sant. dia mampu mencampur adukkan cuplikan2 lama soal milk, cuplikan soal hari gay sedunia, sampai iklan ratu jeruk yang membuat saya ga bisa berhenti ngakak setiap kali nonton… memang hal yang demikian itu wajib ada di sebuah film dari kisah nyata, karena untuk menambah feel penonton yang ga pernah kenal dengan yang difilmkan.. (seperti saya yang ga pernah tahu milk sebelumnya..) tapi saya benar2 salut dengan usaha mengambil berita soal anak2 bakal tertular jika gurunya gay.

ada kelebihan, ada kekurangan.. kekurangan saya temukan di film ini hanya dari segi terlalu kakunya dan kurang mendalamnya mengorek karakter dari dan white.. seharusnya dia juga punya karakter menghujat gay dan lesbi yang lebih mendalam dari yang ada di film itu… dan lagi, kurang di eksposnya milk ketika menjadi supervisor..

sekedar info, bahwa milk tidak melulu memperjuangkan pekara gay dan lesbi. sebenarnya dia berada di jalur orang2 yang terdiskriminasi oleh pemerintah…

cuma memang orang melihat dia gay, jadi sepertinya hanya memperjuangkan kelompoknya…
mau bukti???? buat yang sudah nonton baca di bawah ini. jika belum, mending nonton dulu.. pasti tahu
——————————————————–
spoileeerrrr
waktu hari gay sedunia, dimana itu pidato milk setelah jadi supervisor, pembaca berita berkata bahwa yang ada di parade itu tidak hanya gay dan lesbi, tapi chinesse people, dan orang2 minoritas lain..
———————————————————
dan jangan lupakan satu kata yang benar2 harvey milk banget….

“If a bullet should enter my brain, let that bullet destroy every closet door.”

huuuuuyyyyeeeehhh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s