Masihkah Anda Punya Cita-Cita?


sebelum saya membahas tentang apa yang tulis sebagai judul di atas, saya ingin mengajak anda membaca cukilan cerita asli dari murid les privat yang saya ajari..

murid : mas, bisa bahasa cina ga?

saya : ga bisa.. saya bisanya bahasa jepang..

murid : kalo aku bisa bahasa cina..

*kemudian terjadi perubahan posisi.. yang guru jadi murid dan murid jadi guru.. dan pelajarannya adalah : bahasa mandarin*

tak lama kemudian murid saya bertanya ke saya..

murid : mas danto cita-citanya apa??

saya : (dengan kaget tingkat tinggi) pengusaha

murid : kalo aku pengen jadi dokter.. katanya kalo jadi dokter harus pintar matematika sama IPA ya??

saya : ya.. makanya coba dikerjain itu.. coba di pisahkan mana angka ganjil sama genap.. biar entar bisa jadi dokter.. (waktu itu pelajaran matematika)

setelah itu entah kesambet setan mana dia dengan lugas bertanya : ” mas, kenapa jadi pengusaha kok masuk bahasa jepang??”

dan saya pun membisu sesaat dan ga menjawab sampai pulang..

dalam hati saya juga ga mengerti apa cita-cita saya sesungguhnya.. dan apa definisi dari kata cita-cita..

sesuai tata bahasa indonesia, arti kata cita-cita adalah rasa 1 rasa spt rasa lezat, sedap; 2 Tern derajat penerimaan ternak thd bahan makanan atau ransum; ci·ta-ci·ta n 1 keinginan (kehendak) yg selalu ada di dl pikiran: ia berusaha mencapai ~ nya untuk menjadi petani yg baik; 2 tujuan yg sempurna (yg akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan. sementara arti dari kata IMPIAN adalah (barang) yg diimpikan; barang yg sangat di-inginkan: ~ Anda sekarang telah menjadi kenyataan. source : http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/

nah sekarang pernahkah anda memiliki cita-cita? tentu saja pernah. namun ketika anda menyentuh angka belasan tahun, apakah cita-cita tersebut masih ada dalam benak, dalam otak, dalam jiwa, dalam rangkulan hati kalian? silahkan tanyakan dulu pada hati kalian. karena sejauh kita berpikir, ketika kita masih kecil cita-cita kita begitu menggebu. mulai dari jadi dokter. jadi insinyur. jadi nelayan. jadi semua yang bagus-bagus dan kesemua itu indah jika kita ingat lagi. namun kenapa ketika kita memasuki masa SMA atau mungkin ketika kita sudah lulus SMA banyak cita-cita kita seperti tak tersentuh, bahkan karena berjuta mahligai kehidupan kita seakan lupa pernah bercita-cita apa di masa kita kecil yang bahkan kita bersumpah hal tersebut akan tercapai ketika kita dewasa nanti.

bolehkah setidaknya kita berbelok arah sedikit dari kata cita-cita? karena buat saya kata cita-cita merupakan kata paling membuat shock. seperti intermezzo di awal postingan ini, saya seperti ga ngerti punya cita-cita apa tidak. terlepas dari banyak masalah yang selalu mengganjal saya buat menjadi apa yang saya cita-cita kan, satu yang pasti kenapa saya begitu shock ketika ditanya apa cita-cita saya adalah bahwa cita-cita saya sekarang telah melebur, menyatu, bahkan secara kasar kita bisa berkata menghilang di telan bumi. semua itu berganti kulit, dengan sedikit pergantian bentuk, dan tentunya pergantian nama menjadi IMPIAN.

sebuah impian adalah kata yang menjadi prioritas bagi mayoritas orang di muka bumi. karena impian adalah bentuk kelanjutan dari cita-cita jika kita berkata dengan bahasa kacau.  kenapa impian dirasa lebih menyenangkan di banding cita-cita? kalau saya pribadi menilai : cita-cita adalah sebuah senyawa yang bisa kita bentuk ketika kita belum berpikir tentang kehidupan, ketika kita belum berpikir tentang apa yang terjadi saat ini. sementara impian adalah sebuah senyawa yang dapat semudah membalik telapak tangan karena impian mengikuti apa yang terjadi di sekitar kita, mengikuti keadaan kita, dan tak pernah ada yang harus di korbankan dan dipaksa untuk impian tersebut terwujud.

masuk bagian manakah anda? silahkan tanyakan pada hati kecil anda masing-masing. apakah anda masuk orang yang mayoritas atau masuk orang yang minoritas.

-bond chan-

Iklan

Pengangguran yang Cari Kerjaan atau Pura-Pura Nasionalis?


Paskibra merupakan singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera. dengan segala bentuk mereka, di semua negara mempunyai pasukan ini. Tentunya di negeri kita tercinta ini. Mulai dari pengibar bendera yang mengibarkan bendera kenegaraan, atau hanya sekedar mengibarkan bendera di sekolah. Paskibraka sudah kita semua kenal mulai dari jaman kita masuk SD. Kalau jaman saya dulu, saya mengenal paskibraka dari kelas 4 SD. dimana mulai kelas itu, kami dipilih oleh wali kelas untuk jadi pasukan pengibar bendera. dan biasanya kami di rolling dari kelas 4 sampai kelas 6 untuk menjadi pengibar bendera. dan sisanya yang tidak terpilih dijadikan paduan suara. masuk SMP sudah mulai muncul ekstrakulikuler paskibraka. cuma mungkin di SMP saya dulu ga seberapa berasa kerasnya. SMA adalah awal kali saya mengenal Paskibraka dengan segala kericuhan dan ketidak jelasan mereka. di sini saya ingin mengajak kalian berdiskusi kenapa mereka harus berbodoh-bodoh diri mau menjadi paskibraka? dan inilah opini saya soal kebodohan paskibraka. tolong bagi yang ingin berdiskusi dilarang menggunakan kata2 kasar, dan dilarang menghina. dan tentu harus menggunakan sumber yang kuat. jangan asal bicara. terima kasih

Apa sih yang sebenarnya dilakukan anggota paskibraka itu? berlenggak lenggok di tanah yang panas. melakukan sesuatu yang ga penting sama sekali, ditambah lagi hal tersebut HARUS MEREKA PELAJARI MULAI DARI SD HINGGA LULUS SMA. great job!!! dengan panas yang membakar dunia, mereka rela berlenggak lenggok dengan kesadaran tinggi, mereka rela di bentak-bentak kalau salah, dan lain-lain kekacauan yang mereka lakukan.

beberapa alasan klise mengapa mereka mau menjadi anggota paskibraka adalah : nasionalis, gengsi, kekompakan anggota paskibraka, ingin mandiri, ingin berwibawa, dan satu alasan paling gila adalah coba-coba.

Dari banyak alasan klise diatas, top choice buat dijadikan alasan adalah rasa nasionalis. padahal mereka setelah lulus SMA yang melanjutkan ke bangku kuliah juga gak pernah upacara bendera lagi. mereka yang setelah lulus lanjut kerja apalagi. buat sekedar baris berbaris lagi setelah lulus SMA jelas ga ada waktu lagi. apalagi untuk MENGIBARKAN BENDERA DI KAMPUNG TEMPAT MEREKA TINGGAL. seberapa banyakkah dari mereka yang telah digembleng dengan latihan pengibaran bendera itu yang melakukan pengibaran bendera bersama teman-teman sesama pasukan pengibar bendera yang mengibarkan bendera di kampung tempat mereka tinggal? hanya 0,1 dari seluruh anggota di indonesia ini. dan saya yakin itu.

Anda sebagai anggota paskibraka, boleh untuk malu-malu dulu ketika saya tarik perkataan diatas. boleh sesegera mungkin menutup tab blog ini. toh itu hak anda. dan hak saya sebagai pemilik dunia bond chan berhak untuk melucuti anda sebagai anggota paskibraka. sebelum anda terlanjur saya telanjangi bulat dengan tulisan saya sampai selesai. boleh anda segera tutup dan renungkan dalam otak kalian masing-masing. tapi kalau masih kuat menahan malu, silahkan lanjutkan membaca

Dimanakah paskibraka yang setiap saat setiap waktu berlenggak lenggok di istana negara bahkan di sekolah-sekolah di saat 17 agustus? di sekolah? di istana negara? di kantor walikota? di gedung gubernur? tentunya. tapi dimanakah mereka ketika bendera di rumah mereka harus dikibarkan? sebagian besar dikibarkan sendiri. sebagian kecil menyuruh kakaknya, menyuruh bapaknya, menyuruh pembantunya, atau malah tidak sama sekali. terus dimanakah penghuni rumah yang setiap saat mengorbankan banyak waktu untuk berlenggak lenggok sepanjang siang sampai malam hanya untuk mengibarkan bendera? kenapa mereka ga melakukan ‘tarian’ bego itu KETIKA MEREKA MENGIBARKAN BENDERA DI DEPAN RUMAH MASING-MASING? malu dilihat tetangga? ga bergengsi? ga sesuai situasi dan kondisi? atau memang ga sadar kalau selama ini mereka cuma melakukan hal yang sia-sia?

Anak kecil, pengangguran, orang malas, orang ga nasionalis, orang yang benci dengan negara indonesia, orang yang cinta indonesia, orang tua renta semuanya mempunyai satu cara yang sama dalam mengibarkan bendera ketika 17 agustus tiba, ketika harus berduka karena ada pahlawan bangsa yang meninggal atau apapun yang akhirnya menyuruh kita untuk mengibarkan bendera di depan rumah kita masing-masing. nah di sini kenapa pasukan pengibar bendera itu ga pernah mau untuk mengibarkan bendera dengan jenis yang berbeda dengan orang-orang yang saya sebutkan di atas? terus apa guna menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk sekedar melakukan ‘tarian bego’ kalau ternyata di rumah saja, mereka mengibarkan bendera ga berbeda dengan PENGANGGURAN. di sini dapat saya simpulkan sementara bahwa PASKIBRAKA HANYA SEKELOMPOK ORANG YANG BERLENGGAK LENGGOK SEPERTI KEBO DI SAWAH YANG GA NGERTI KENAPA MEREKA MELAKUKAN ITU.

Hayo yang mulai marah, mulai malu, mulai serius sekedar baca-baca boleh membetulkan posisi duduk dulu, karena setelah ini akan semakin seru. khusus buat yang marah dan malu, masih saya perbolehkan menutup tab blog ini.  daripada nanti di komentar kalian malu sendiri sambil marah-marah kepada saya.

Salahkah saya bicara diatas soal kebo di sawah? menurut saya pribadi ga salah. karena memang kenyataannya seperti itu. ga perlu sumber. karena saya yakin anggota Paskibraka di indonesia pasti dalam hati manggut-manggut mengiyakan perkataan saya. nah disini kenapa kebodohan itu masih dan terus dan selalu dan terus dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan anggota Paskibraka? bahkan dengan kebodohan mereka, bisa dengan membanggakan diri “ini lho saya anggota paskibra yang mengibarkan bendera di istana negara”

Secara ilmu bernama ilmu sumber, sesuatu yang dipelajari di dunia ini harus bisa di aplikasikan di dunia nyata. betul? lalu apa yang dipelajari oleh anggota paskibraka ini merupakan sebuah ilmu? tidak sepertinya. karena hanya sebagian kecil saja yang melakukan apa yang sudah saya katakan di paragraf-paragraf atas. lalu kalau sudah begini, bolehkah saya sementara menyimpulkan bahwa PASKIBRA MERUPAKAN SEBUAH AJARAN YANG GAK PENTING KARENA GA ADA APLIKASI KE DUNIA NYATA.

Buat anggota paskibra, boleh menahan komentar kalian dulu karena kalian sudah kepalang basah untuk sekedar menutup tab dunia bond chan. terlalu dalam kalian sudah masuk, dan kepalang basah untuk tidak melempar komentar. jadi sabarlah menunggu kata-kata penutup dari saya.

sebagai puncak kegilaan dari ilmu paskibra adalah quote yang selalu didengungkan oleh anggota paskibra : dalam paskibra kita diajarkan untuk disiplin, kompak, dan berwibawa.

boleh kalau kalian yang bukan anggota paskibra tertawa sangat keras. karena itu hak kalian. dan akan saya temani dengan kesimpulan akhir dari tulisan kali ini. bahwa kegiatan Paskibra hanyalah …… *silahkan isi sendiri*

mari berdiskusi dengan sehat, tanpa bawa emosi, dan selalu ingat password dunia bond chan : saya berbicara dengan sedikit sumber, walaupun sedikit saya masih punya sumber. karena tong kosong busuk nyaringnya.