Idul Fitri (Hari) Kemenangan atau Juara?


Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat idul fitri mohon maaf lahir batin buat semua pengunjung setia dunia bond chan. Kalau saya punya kesalahan, sering mengkritik secara berlebihan, posting dengan bahasa yang menyayat hati, sampai mungkin melanggar batas2 prinsip anda. Dari lubuk hati paling dalam, saya minta maaf. Karena semua itu hanya sekedar rasa berbagi saya untuk anda semua.

karena sekarang masih hari kedua idul fitri, kayaknya dimana-mana semua pada ngobrolin soal arti idul fitri secara harfiah dan segala pernak perniknya.. Dunia Bond Chan tentunya sangat jarang bahkan mungkin ga pernah membahas sesuatu hal dari sudut yang sama dengan orang pada umumnya. Dan anda sebagai pembaca tentunya membuka blog ini untuk mencari hal yang unik yang diambil dari sudut teraneh di dunia tentang sebuah permasalahan.

Kali ini obrolan saya tak jauh-jauh dari Idul Fitri. Tapi Idul fitri yang dibahas di dunia bond chan jelas berbeda dan menggugah dasar berpikir yang telah ada di otak anda namun anda tak peduli. Silahkan simak…

Idul fitri dari jaman kita lahir mungkin telah dibentuk sebagai istilah sebagai hari kemenangan. entah itu kemenangan dari hawa nafsu, atau kemenangan dari apapun. Yang jelas idul fitri adalah hari kemenangan. Kenapa disebut hari kemenangan? Kenapa tak disebut sebagai hari pesta juara? atau hari yang menggunakan kata selain kemenangan?? kenapa harus menggunakan kata kemenangan??

Secara tata bahasa indonesia dikatakan : ju·a·ra n 1 Olr orang (regu) yg mendapat kemenangan dl pertandingan yg terakhir; sementara kata ke·me·nang·an n 1 hal menang: – itu diperolehnya dng perjuangan berat; 2 keunggulan; kelebihan: kekalahan dl harta ditebus dng – dl ilmu dan amal. http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

Sebenarnya memang tak cukup menyenangkan jika kita menggunakan kata kemenangan ketika kata itu kita gunakan untuk mewakili hari idul fitri setelah kita tahu arti secara kamus besar bahasa indonesia. Kenapa? Karena kita merasa kita telah bertarung melawan hawa nafsu kita. Kita telah berjuang melawan semua halangan di depan mata. Dan kita semua tahu itu. Mungkin akan lebih tepat jika kita menggunakan kata hari menjadi juara sebagai peringatan untuk hari yang fitri tersebut. Karena kita bukan hanya menang. Tapi kita JUARA. Menjadi juara dalam pertandingan melawan syetan. Dan sebuah bentuk pertandingan adalah salah satu unsur utama disematkannya kata juara. Berbeda dengan kemenangan yang lebih bersifat general dan tanpa ada keterangan melalui sebuah pertandingan atau perlombaan. Tapi ada yang menguatkan kenapa kata kemenangan lebih pantas disematkan. Coba perhatikan kata itu diperolehnya dng perjuangan berat.

Nah bingung kan? Sebenarnya kita ini juara atau menang? Kalau kita bilang juara memang betul. Karena kita kan melawan hawa nafsu. Hawa nafsu sendiri sebenarnya kalau ditarik sebuah bentuk dapat dikatakan sebagai satu biji atau buah atau bongkah yang bersifat tunggal. Terlepas jika anda katakan bahwa hawa nafsu itu ada nafsu makan, nafsu untuk minum sampai nafsu birahi. Yang jelas hal tersebut bisa dikatakan sebagai sebuah bentuk komposisi yang dalam bahasa indonesia diberi kata : hawa nafsu.

Kemenangan sendiri sebenarnya juga ga salah. Karena kalau secara bentuk pembahasan kita dapat memegang teguh pada arti secara harfiah dari kata kemenangan yang sudah saya sebutkan diatas tadi. Dimana kemenangan itu diperoleh dengan perjuangan yang berat. Memang juara juga melewati perjuangan yang berat. Namun kata juara lebih merujuk pada bentuk pertandingan sementara kemenangan lebih menjurus pada hasil akhir.  Dan lagi sebenarnya kata kemenangan juga lebih besar cakupannya.  Lihat cukilan berikut :

Kemenangan yang kita raih di idul fitri sebenarnya bukan kemenangan yang kita dapat selama berpuasa saja. Namun lebih dari itu, kita juga menang melawan rasa malas yang berada di urutan ketiga setelah haus dan lapar. Kenapa bisa begitu? Karena coba kita ingat. Selama puasa kita lebih rajin sholat. Rajin tarawih. Bahkan sampai mau sahur. Dimana sahur juga merupakan bagian dari ibadah. Mungkin banyak juga yang menambahkan dengan baca qur’an dan sebagainya. Namun secara umum, hal tersebut diatas bisa kita rasakan sebagai kemenangan kita dari rasa malas. Yang mana rasa malas sendiri juga merupakan bagian dari hawa nafsu. Dimana hal tersebut membawa kita pada satu taraf lebih tinggi, setidaknya menyentuh taraf terbiasa dan ga enak jika ga dilakukan lagi.

Jadi kemenangan juga menduduki taraf yang sama dengan kata juara sebagai kata yang sepadan untuk menggambarkan hari yang paling dinanti oleh anak kecil di indonesia ini.

manakah yang anda pilih untuk menggambarkan dahsyatnya idul fitri? Semua pilihan ada pada anda. Karena di Dunia Bond Chan anda akan menemukan sebuah hal yang paling mendasar, dan hasil akhir hanya anda yang dapat tentukan.

Sekali lagi, saya Bond Chan menyatakan SELAMAT IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR BATIN.

2 thoughts on “Idul Fitri (Hari) Kemenangan atau Juara?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s