Permainan Tradisional Tak Akan Mati!


Permainan tradisional kalau secara bahasa umum banyak dikatakan permainan yang menggunakan / tidak menggunakan alat yang perlu uang banyak dan listrik. Permainan ini pun di Indonesia jumlahnya sudah tak terhitung lagi. karena di setiap kota / daerah selalu mempunyai minimal satu permainan tradisional. Tinggal dikalikan berapa jumlah kota / kabupaten di Indonesia saja. Itulah jumlah minimum permainan tradisional di Indonesia.

Permainan tradisional menurut banyak orang (kaya) dikatakan telah punah. Padahal sebelum mereka seperti sekarang, tak sedikit yang pernah atau memang memainkan permainan tradisional tersebut. Dan sebenarnya yang terjadi adalah orang-orang tersebut terlalu kaya, hingga tidak mengerti bahwa permainan tradisional saat ini masih ada.  Darimana keyakinan saya tersebut? Saya hanya punya satu keyakinan. Selama orang miskin masih ada di Indonesia, selama itu permainan tradisional akan terus ada.

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang perdebatan punah tidaknya permainan tradisional di bumi ibu pertiwi, tapi yang mau saya bahas saat ini adalah bahwa permainan tradisional memiliki tempat yang tak akan punah. Tempat tersebut adalah kelas. Kenapa? Hanya di Dunia Bond Chan kalian akan sadar bahwa permainan tradisional never die sampai kapanpun.

Anda pasti pernah memainkan Permainan serupa catur dengan 6 kotak dan 3 buah biji masing-masing pemain dan 3 biji itu diotak atik agar membentuk sebuah garis? Apapun namanya mulai dari bom-boman, tet-tetan, dan masih banyak lagi. Mungkin anda baru tersadar, bahwa permainan tersebut adalah favorit para murid untuk mengusir kejenuhan di kelas. Dan sadarkah anda kalau permainan tersebut merupakan permainan tradisional?

Permainan pengusir rasa kantuk ketika ada guru membosankan sedang mengajar di kelas tersebut memang sangat meyenangkan dan mudah dibuat. Bermodal bolpoin atau tipe x atau pensil serta sesobek kertas kecil, kita sudah bisa memulai pertandingan. Tanpa listrik, tanpa rame, dan tentunya tanpa modal namun sangat sukses mengusir kantuk.

kehebatan permainan tersebut sangat banyak. Oleh karenanya menurut survei yang saya lakukan, permainan ini menjadi permainan paling favorit dari SD sampai SMA. Bahkan permainan olah otak tanpa modal tersebut juga membuat saya tetap memainkannya di kelas walaupun saya sekarang tercatat sebagai mahasiswa Semester 3.

Permainan kedua ini malah lebih tidak bermodal. Namun tetap mengasah otak untuk memutar strategi. Untuk nama permainan ini saya kurang tahu. Karena selama umur saya, kalau mau mengajak bermain permainan ini, saya tinggal mengacungkan 3 jari tanda start permainan. Kita sebut permainan ini dengan nama untitled.

Untitled ini dimulai dengan menunjukkan 3 jari tanda metal, lalu diadu dengan jari lawan. Perhitungan untitled ini disesuaikan dengan suit pada umumnya. Langkah pertama dimulai dengan satu jari menyentuh jari lawan, dan begitu seterusnya sampai tersisa satu jari seperti suit. pemenang ditentukan dari hasil suit.

Untitled ini memang sangant tidak bermodal. Karena modal permainan ini telah diberi oleh yang maha kuasa yaitu jari tangan. Tanpa modal namun otak bekerja sangat maksimal. sehingga memaksa mata untuk lupa pada ngantuk dan bosan yang sebelumnya melanda. Inilah yang menjadi keunggulan tersendiri dari permainan ini.

Begitu mudahnya menemukan modal untuk permainan ini, hingga akhirnya membuat permainan ini pun menjadi favorit nomor dua menurut survei yang saya dapatkan. Hanya saja yang membuat untitled ini kalah dengan tet-tetan adalah strategi yang hanya ada 3 sepanjang mengulang permainan.

Permainan ketiga cukup bermodal. Modalnya adalah tiga buah kertas yang tidak boleh lusuh. Permainan ini adalah Sepak Kertas. Permainan ini mungkin lebih banyak disuka pria. Karena memang sepak bola selalu identik dengan pria. Sampai sepak kertas pun dipukul rata dengan hal yang sama.

Permainan dimulai dengan membentuk dua gawang kecil, dan ada beberapa variasi mulai menggunakan jari, sampai menggunakan kertas berbentuk segitiga yang dijepretkan untuk melontarkan bola kertas. Bola kertas dibuat dari kertas yang disobek kecil. Bedanya permainan sepak kertas dengan sepak bola bahwa para pemain tiadak menggiring bola, namun hanya mengumpan dan menendang.

Permainan tradisional ini sudah menjadi sebuah permainan yang sangat digandrungi oleh siswa di kelas dari zaman ke zaman. Namun karena permainan ini mudah terlihat guru serta butuh modal yang lumayan, menyebabkan permainan ini menduduki peringkat ketiga permainan favorit.

Kesemua permainan tradisional tersebut mempunyai penggemar yang tetap atau bahkan terus melonjak setiap tahunnya. Tidak percaya? Sekarang kita hitung jumlah kelahiran pertahun di sebuah kota. Ditambah urbanisasi dan segala yang menambah jumlah anak ang bersekolah setiap tahun. Jumlahnya bisa statis bisa juga bertambah. Korelasinya adalah jumlah penambahan manusia (bocah) setiap tahun= jumlah siswa baru 5 tahun mendatang. Yang itu berarti 3 tahun lagi mereka akan mewarisi permainan tradisional tersebut.

Turun temurun adalah bentuk promosi paling ampuh dari permainan ini. Karena faktor kemudahan permainan, dan faktor malas yang turun temurun selalu menjadi masalah nomor wahid bagi para murid, itulah yang menyebabkan permainan tradisional tingkat sekolah ini akan terus dan tetap serta selalu subur tumbuh di Indonesia.

Bond chan

 

Kenapa Mobil Begitu Istimewa?


Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat Idul Qurban buat semua pembaca Dunia Bond Chan!!! Semoga kurban kita kali ini mendapat berkah dari yang kuasa. Amin..!! Buat yang belum bisa atau belum sempat berkurban, semoga tahun depan bisa berkurban.. (do’a tersebut termasuk buat saya yang sial tahun ini harusnya jadi saat saya berkurban untuk pertama kalinya, tapi karena ada kekacauan di keuangan, jadi harus menunda tahun depan.. 😦

Kali ini saya ga lagi ngobrolin soal idul Kurban, karena data yang saya punya kurang tepat untuk pembahasan yang unik pekara idul kurban. Tapi saya mau membahas keistimewaan mobil dan penggunanya dalam berbagai bidang kehidupan. Banyak lah hal yang bisa kita pakai contoh. Mobil sebagai pengguna BBM yang paling banyak, lepas dari jeratan para ahli dan pemerintah. Hingga uang untuk subsidi BBM tahun ini yang kabarnya bakal habis AKHIR BULAN INI untuk Solar dan AWAL BULAN DEPAN untuk premium pun tak membuat mata pemerintah dan orang-orang pintar di muka bumi untuk sekedar berkata bahwa Mobil adalah mesin penghisap BBM yang percuma terbanyak di Indonesia.Parah memang jika nantinya kita sebagai orang yang tidak memiliki mobil atau kita yang menggantungkan mobil angkutan sebagai cara untuk tetap bernapas harus menjadi korban keegoisan pengguna mobil pribadi.

Harga BBM dinaikkan hanya agar pengguna mobil pribadi bisa terus menggunakan mobilnya, hanya agar dia tetap bisa menghemat uangnya untuk membeli barang lain. Hingga akhirnya hal tersebut memaksa orang-orang tersebut menjadi manja dengan bahan bakar tersebut. Dan akhirnya orang-orang biasa yang tidak banyak menghabiskan BBM harus menerima akibatnya. Adilkah ini?

Menjadi satu pertanyaan, mengapa tidak ada pemikiran yang mencapai pada sebuah pernyataan : penghisap bensin terbanyak di negara kita adalah mobil. Padahal montir mobil juga tahu bahwa sebuah mobil mampu mengkonsumsi bensin lebih banyak daripada pengguna sepeda motor yang ugal ugalan jika dibandingkan dengan jarak tempuh yang sama.  Sementara orang-orang pemerintahan lebih memilih tutup mata saja soal itu.

Mobil pribadi memang begitu diistimewakan di indonesia raya tercinta ini. Entah dari segi mana dan mulai kapan mobil bisa begitu istimewa di mata pemerintah. Karena begitu istimewanya sebuah mobil, mereka pun memilih menggelontorkan uang triliunan rupiah untuk membuat orang-orang kaya yang begitu memacetkan jalanan setiap hari tersebut tidak menderita kemacetan bagaimana pun caranya. Padahal solusinya hanya membuang mobil mobil itu, dan minimal diganti dengan sepeda motor atau kendaraan umum yang layak.

Mereka (orang-orang yang mengistimewakan mobil pribadi) tidak pernah sadar, bahwa ukuran sebuah mobil di sebuah jalan setara dengan 4 buah sepeda motor. Sekarang secara gelap kita melihat berapa banyak sepeda motor di sebuah jalan dalam satu hitungan kita melewati sebuah jalan protokol? Tinggal dikelompokkan 4-4, dan anda akan tercengang. Karena saya yakin jumlah mereka tidak akan lebih dari 4 mobil dalam sekali jalan…!!!! Sedangkan jika kita balik, berapa jumlah mobil yang lewat dalam sebuah jalan protokol untuk hitungan ketika kita lewat jalan tersebut. Mungkin bisa lebih dari 4 mobil. Yang itu setara dengan jumlah maksimal sepeda motor dalam sekali jalan.. !!!

luar biasa bukan kehebatan pengguna mobil pribadi? Dalam setiap menghidupkan mesin mobil saja, mereka sudah difasilitasi miliaran rupiah oleh pemerintah. Lalu kenapa sebenarnya sampai hal begitu bisa terjadi di Indonesia kita tercinta ini? Banyak yang bilang mudahnya mendapat kredit mobil, banyaknya orang konsumtif, dan banyak alasan yang malah dibuat oleh pengguna mobil yang malas menaruh mobilnya tersebut untuk kepentingan yang urgent saja.  Jadinya hanya alasan bodoh saja yang keluar.

Padahal permasalahan sebenarnya terletak pada mereka yang tidak mau meluangkan barang sekali dua kali untuk tidak manja dengan mobilnya tersebut. Hal yang sama diperuntukkan bagi orang-orang dipemerintahan juga. Dan hal tersebut sudah sangat klise. Dan pemerintah pun juga sepertinya menganggap bahwa orang-orang yang tidak memakai (dan tidak mempunyai) mobil pribadi sudah bisa legawa untuk mengalah kepada orang-orang kaya yang egois untuk menguasai jalan dan bahan bakar milik negara.

Jadi untuk apalagi kita seperti ini? Sampai kapan kita mau menjadi orang yang ditindas ketidak adilan seperti ini? Marilah semua pengguna sepeda motor, semua pengguna angkutan umum, dan semua yang tidak punya mobil. Marilah semua memulai membeli atau mengkredit mobil. Agar kita bisa mendapat perlakuan yang sama istimewa di mata orang-orang pemerintahan!!!!

bond chan

Kebodohan Atau Hanya Kecelakaan Dari HTI Surabaya???


Kemarin pada hari rabu, tepat ketika indonesia merayakan hari terpenting dalam sejarah pembentukan negara ini dimana hari tersebut diperingati sebagai hari pahlawan terdapat sebuah kelompok keagamaan yang entah mereka melakukan kecelakaan atau memang melakukan kebodohan dalam demo mereka. Kejadian tersebut dilakukan oleh HTI cabang Surabaya yang melakukan demonstrasi di depan Konjen Amerika di wilayah jalan dr Soetomo.  Karena yang berdemo adalah HTI dan lokasi demo berada di tempat perwakilan Amerika di Surabaya sudah barang tentu kita tahu apa yang mereka demo. ya, tak lain tak bukan adalah kehadiran orang no. 1 di negara tersebut, yaitu Barack Obama.  Sebenarnya tak berbeda dengan demo HTI atau kawanannya yang selalu mendengung-dengungkan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam dan ditambah kehadiran OBAMA yang begitu dibenci oleh kelompok tersebut, namun yang berbeda dari demo di tanggal 10 November 2010 kemarin itu adalah tulisan besar, yang diangkat-angkat oleh anggota HTI yang ikut berdemo disitu. Untuk anda yang tidak tahu tentang tulisan apa yang terpampang di demo tersebut “Tolak Obama, Presiden Negara Penjajah” (sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2010/03/14/hti-jatim-demo-tolak-obama/) dan terdapat satu tulisan yang sangat membuat saya terpingkal sampai hampir menabrak trotoar di dekat mereka berdemo. tulisan tersebut adalah : “tolak kedatangan obama”.  *silahkan jika anda mau tertawa sejenak* 😀

Sebuah tulisan yang begitu mengocok perut di siang bolong yang panas, begitu menjadi hiburan luar biasa buat saya kemarin rabu tersebut. Tentunya anda mungkin juga akan tertawa terbahak-bahak akan tulisan tersebut. Dan apa yang saya katakan tentu bukan sebuah kebohongan, kalau anda mau mengecek boleh cek di sumber yang saya temukan eksklusif di web resmi HTI.  Sebuah kekonyolan yang membuat saya tak henti tertawa adalah betapa bodohnya mereka memajang tulisan macam itu, dan dicetak puluhan lembar, dan tulisan itu begitu besar hingga bisa dibaca dengan jelas oleh orang yang lewat di jalan tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah : kenapa mereka memutuskan menolak kedatangan Obama, padahal waktu itu Obama telah berangkat ke seoul untuk menghadiri rapat G-20?  Boleh lah kita berpositive thingking dulu kepada mereka. Mungkin saja, mereka kecelakaan waktu menyerahkan coret-coretan ke percetakan hingga akhirnya tulisan tersebut yang muncul. Atau HTI Jatim sudah kehabisan uang, jadi mungkin spanduk yang sudah dipakai berdemo sebelum Obama datang dipakai lagi pada hari tersebut. Apakah salah? tidak tentunya. Tapi apakah hal tersebut merupakan sebuah kebodohan? Anda yang memutuskan sendiri. Saya lebih suka menertawakan saja, agar lebih awet muda hidup saya.. 😀

Setelah kita berpositif thingking soal kecelakaan dari HTI, ga ada salahnya juga kita menerka apa yang sebenarnya terjadi pada mereka ketika demo. Sebuah demo HTI pada hari rabu kemarin tersebut merupakan salah satu yang paling parah dan paling kacau sejauh saya mengenal demonstrasi. Sebuah kesalahan yang justru membuat mereka terlihat tolol, bego, dan apapun kata yang mungkin pantas diucapkan untuk mengungkapkan isi otak mereka. Mungkin buat anda yang tidak tahu letak dari konjen Amerika, anda tidak akan tertawa karena anda tidak mengetahui betapa ramenya lalu lintas di sana di setiap jam manusia normal Surabaya hidup.  Jl Dr Soetomo adalah sebuah jalan yang paling sibuk setiap harinya di Kota pahlawana saat ini. sebuah jalan yang hanya cukup dimasuki oleh 3 mobil (tanpa sepeda motor) ini adalah satu2nya akses tercepat menuju Surabaya bagian timur jika anda berada di Surabaya barat. Nah, dengan jumlah kendaraan yang bisa ditampung jalan itu, disanalah letak konsulat jenderal Amerika berada. Dan disana pula lah HTI berdemo sambil melakukan ‘lawakan’ konyol mereka menolak kedatangan Obama yang padahal sudah pulang sebelum mereka sampai di Konjen Amerika.

Sekarang kita berpikir sejenak, Obama sudah keluar dari Indonesia dan HTI datang-datang ke depan Konjen Amerika sambil membawa sebuah poster bertuliskan “Tolak kedatangan Obama” atau “Tolak Obama, Presiden Negara Penjajah” sambil ditonton oleh +/- 30 mobil dan 20 sepeda motor per 100 detik!!!! Apa yang bisa anda ungkapkan soal jokes mereka? ya, tentunya sebuah ungkapan yang sama seperti yang akan saya ungkapkan..

Karena kebodohan tersebut,  media cetak di Surabaya pun sampai enggan untuk memasang berita demo mereka.  Buktinya, anda bisa membeli koran tertanggal 11 November 2010 yang beredar di surabaya, dan anda tidak akan menemukan satu koran pun yang menampilkan berita kebodohan HTI tersebut. Karena jelas untuk apa mereka memasukkan berita yang ga bermutu macam ini? Apalagi kalau ini dijadikan berita, jelas tidak akan menaikkan rating penjualan mereka ketimbang memajang berita tentang merapi atau tentang banyaknya kata dalam bahasa Indonesia yang diucapkan oleh Obama dalam pidatonya. Dan setelah saya membuka salah satu web radio paling terkemuka di surabaya, saya baru menemukan berita tentang jokes HTI. Dan disitu pun ditulis dengan judul yang lucu.  “Obama Sudah Pulang, HTI Masih Demo Tolak Obama”. (http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=1d0d12a7302ff2db1cd502f2e05a5ec2201084765)

Sebuah hal atau sebuah kejadian atau sebuah bentuk peristiwa apapun di dunia ini, tentunya mempunyai sebuah pelajaran yang bisa dipetik. Termasuk jokes sempurna dari HTI yang berdemo di hari rabu kemarin tersebut. Dari jokes tersebut,  kita bisa mendapatkan pelajaran, bahwa tahan lah emosi yang kita punya semaksimal mungkin. Jangan sampai emosi itu terlalu meluap-luap, apalagi sampai diungkapkan ke muka umum hingga akhirnya sebuah kesalahan yang fatal pun tidak bisa dilihat oleh +/- 100 orang (anggota HTI yang ikut berdemo) yang bertanggung jawab terhadap tulisan mereka tersebut. Akhir kata untuk HTI, mungkin anda bisa belajar bahasa indonesia yang benar plus jangan lupa satu hal lagi : Berlangganan koran sekarang murah lho…  wassalam

“Mahasiswa Harus Kritis” Hanya Ucapan Saja!!!!


Saya sekitar dua mingguan ini, merasa pedas sekali mata saya setiap membuka mata dan membuka pintu lalu mengambil sebuah koran pagi yang diantarkan loper koran. Bukan karena saya kena penyakit mata atau memang saya akhir-akhir ini suka tidur terlalu malam dan bangun terlalu pagi, tapi karena kasus tol tengah kota yang sedang ramai sekali dibicarakan di kota Surabaya. Mega proyek tititpan pemerintah pusat ini, memang telah digulirkan oleh DPRD surabaya masa bakti 2004-2009. Namun sempat ditutup pada tahun 2007 karena tidak disetujui oleh walikota waktu itu, bapak Bambang DH.  Dan sekitar sebulan ini cerita itu kembali bergulir memang. Dimulai dari pembangunan tol tengah kota, lalu rencana terowongan bawah tanah untuk menyambungkan dari arah urip sumoharjo sampai mayjend sungkono kabarnya. Semua bergulir bebarengan, dan entah disengaja atau tidak semua bebarengan dengan selesainya MERR (middle east ring road) di wilayah timur surabaya.  Apakah semua itu berjalan bebarengan dan disengaja oleh beberapa oknum atau tidak, yang jelas satu hal, semua itu muncul bebarengan.  Dan sekarang kabar paling hangat dan paling ramai dibicarakan adalah rencana pembangunan tol tengah kota.  Usut punya usut, ternyata pembangunan megaproyek perusak tata kota surabaya ini merupakan titipan pemerintah pusat. Diluar dugaan, pemerintah pusat ternyata masih ‘ngambek’ dengan pemkot Surabaya yang mana karena digagalkannya mega proyek ini ditahun 2007. Hingga akhirnya, ditahun 2010 mereka kembali menggulirkan wacana itu dengan sangat gencar bahkan bisa membuat Kemen PU dan pemerintah kota Surabaya geger bukan karuan.

Hal tersebutlah yang membuat saya begitu pedas memakai mata untuk membaca berita sekitar 2 mingguan ini. Pemerintahan di bawah ibu Tri Risma Harini itu berada dibawah ancaman pengadilan yang dilayangkan oleh Kemen PU hanya gara-gara ada indikasi bakal digagalkannya kembali pembangunan tol penghabis APBD setidaknya 3 tahun kedepan tersebut.  Pemerintah pusat begitu getol dengan rencana tol tengah kota tersebut, sampai-sampai mereka mengancam bakal membawa kasus penggagalan tersebut sampai ke pengadilan internasional sekalipun.. *tepuk tangan*

Disaat saat ini, saya yakin pemkot saat ini tengah pusing tujuh keliling, sambil memikirkan senapan yang tingal dipencet oleh Kemen PU yang sedang nyaman menempel dikepala bu risma.  Hanya karena sebuah proyek tol tengah kota yang kabarnya menyambungkan wilayah Aloha sampai perak tersebut, pemerintah pusat sampai membutakan apapun yang ada demi melancarkan proyek tidak jelas tersebut. Saya pribadi sebenarnya bertanya-tanya, untuk apakah pembangunan tol tengah kota tersebut? penting kah? dan seberapa bergunanya tol tersebut?

Sedikit pendapat pribadi saya, tol tengah kota tersebut sejatinya sangat tidak berguna bagi masyarakat Surabaya. Karena kemacetan Surabaya deawasa ini hanya berkutat di jalan Ahmad Yani dan mulai jembatan depan terminal jayabaya sampai bundaran waru. Sementara pembangunan tol tengah kota tersebut menyambungkan wilayah Aloha (perbatasan sidoarjo dan Surabaya) sampai perak (ujung surabaya yang berdekatan dengan laut). Dan jalur tol tengah kota ini dilewatkan wilayah timur kota Surabaya mulai dari pondok chandra, semolo waru, arif rahman hakim, kenjeran, dan berakhir di perak.  Untuk masalah pintu keluar tol tersebut hanya dimungkinkan di wilayah semolo waru, kenjeran, dan perak. Yang jadi pertanyaan disini adalah, untuk anda atau saya yang baru saja turun dari bandara juanda dan ingin pergi ke wilayah tengah kota surabaya tapi tidak mau menikmati kemacetan di jalan Ahmad Yani sampai jayabaya, apakah anda akan memilih lewat tol tengah kota yang mana itu berarti anda turun di Semolo waru lalu menuju ke tengah kota entah lewat ngagel atau lewat kertajaya? Sementara anda bisa memangkas waktu, memangkas bensin dan tentu saja memangkas uang (untuk membayar tiket tol) jika anda melewati jalan Ahmad Yani? Kalau tol tengah kota ini untuk membantu trailer besar untuk bisa langsung dari aloha ke perak tanpa lewat tengah kota, ini juga terlampau bodoh. Seumur saya hidup di surabaya, saya tidak pernah menemukan trailer lalu lalang di wilayah tengah kota, atau di daerah rawan macet. Karena memang sudah ada tol dari arah waru yang bisa langsung melenggang ke margorejo atau ke perak sebagai destinasi para trailer tersebut.

Sebenarnya yang jadi pembahasan saya dari awal bukanlah membahas masalah ketidak setujuan saya dengan tol tengah kota yang gila titipan dari pemerintah pusat tersebut, tapi lebih dari itu saya mempertanyakan dimanakah para mahasiswa di seluruh penjuru Surabaya yang kemarin begitu lantang berdemo soal satu tahun pemerintahan SBY-BOEDIONO? Dimanakah mereka? Setiap hari saya menanti di koran-koran atau di manapun di tempat saya bisa menemukan info tentang demo di surabaya. Tidak ada satupun mahasiswa yang merencanakan pembangunan tol tengah kota yang membuat sengsara tidak hanya pemkot surabaya saat ini yang berada dibawah senapan kemen PU, tapi juga masyarakat surabaya terutama di wilayah timur yang harus pindah dari tempat ternyamanan mereka selama ini hanya untuk proyek bego itu.

Sengaja saya gulirkan pembahasan tentang tol tengah kota diawal tulisan saya ini. Untuk berjaga-jaga mungkin saja mereka (mahasiswa di surabaya) tidak mengerti akan kacaunya kasus pembangunan tol tengah kota ini.  Ternyata pemkot surabaya pun hanya bisa memompa jantung sampai nanti, karena ternyata tidak ada dukungan dari masyarakat surabaya yang biasanya diwakili oleh mahasiswa-mahasiswa yang mengakunya “kritis”.  Saya jadi ingat begitu lantangnya mereka yang kemarin berkumpul di depan gedung grahadi menyuarakan tentang bobroknya pemerintah SBY dan KIB II nya tersebut. Tapi begitu melempem dan tidak mau tahu tentang apa yang begitu dibutuhkan oleh walikota wanita pertama di surabaya tersebut saat ini. Walikota begitu butuh suara dukungan. Sebuah dukungan untuk menolak tol tengah kota yang begitu tak berguna tersebut.

Wahai mahasiswa seluruh Surabaya, mana suara kalian? Apakah kalian mau, pajak masyarakat surabaya yang selama ini sudah diberikan dengan suka rela hanya agar ada pembangunan berkala yang dapat dinikmati oleh orang surabaya harus dipakai untuk sebuah tol yang tidak berguna DAN MASIH HARUS MEMBAYAR UNTUK MENGGUNAKANNYA? Wahai para pengisi ruang BEM seluruh jurusan seluruh fakultas di surabaya, apakah kalian mau orang-orang Surabaya harus meninggalkan tempat tinggal mereka yang nyaman sekarang demi pembangunan tak berguna ini? Wahai para senior yang biasanya berkata mahasiswa harus kritis, dimana gerak langkah kalian ketika pemerintah pusat sudah berani mengancam akan tidak boleh ada pembangunan fisik untuk tata kota Surabaya sampai 5 tahun ke depan? DIMANA KALIAN SEMUA MAHASISWA YANG KATANYA MEMILIKI RASA KRITIS?? DIMANA??? DIMANA??? JAWABLAH!!!! DIMANA???

Sebagai penutup dari kesemua ini, segeralah sadar. Karena dengan anda sadar, MERR di surabaya timur mungkin tidak akan jadi ditarik bayaran untuk setiap kali menggunakannya. Karena anda sadar pula, uang pajak seluruh masyarakat Surabaya tidak akan terbuang percuma untuk pembangunan mega konyol tersebut. Dan untuk yang terakhir, SADARLAH!!!! Karena dengan anda sadar,  Surabaya akan memilik kedaulatan yang sempurna atas tata kotanya. Bukan malah ditata oleh orang yang tidak mengerti Surabaya yang bisanya cuma teriak-teriak di kantor Kemen PU.

Bond chan

mahasiswa bahasa jepang fakultas bahasa dan seni Universitas negeri Surabaya