“Mahasiswa Harus Kritis” Hanya Ucapan Saja!!!!


Saya sekitar dua mingguan ini, merasa pedas sekali mata saya setiap membuka mata dan membuka pintu lalu mengambil sebuah koran pagi yang diantarkan loper koran. Bukan karena saya kena penyakit mata atau memang saya akhir-akhir ini suka tidur terlalu malam dan bangun terlalu pagi, tapi karena kasus tol tengah kota yang sedang ramai sekali dibicarakan di kota Surabaya. Mega proyek tititpan pemerintah pusat ini, memang telah digulirkan oleh DPRD surabaya masa bakti 2004-2009. Namun sempat ditutup pada tahun 2007 karena tidak disetujui oleh walikota waktu itu, bapak Bambang DH.  Dan sekitar sebulan ini cerita itu kembali bergulir memang. Dimulai dari pembangunan tol tengah kota, lalu rencana terowongan bawah tanah untuk menyambungkan dari arah urip sumoharjo sampai mayjend sungkono kabarnya. Semua bergulir bebarengan, dan entah disengaja atau tidak semua bebarengan dengan selesainya MERR (middle east ring road) di wilayah timur surabaya.  Apakah semua itu berjalan bebarengan dan disengaja oleh beberapa oknum atau tidak, yang jelas satu hal, semua itu muncul bebarengan.  Dan sekarang kabar paling hangat dan paling ramai dibicarakan adalah rencana pembangunan tol tengah kota.  Usut punya usut, ternyata pembangunan megaproyek perusak tata kota surabaya ini merupakan titipan pemerintah pusat. Diluar dugaan, pemerintah pusat ternyata masih ‘ngambek’ dengan pemkot Surabaya yang mana karena digagalkannya mega proyek ini ditahun 2007. Hingga akhirnya, ditahun 2010 mereka kembali menggulirkan wacana itu dengan sangat gencar bahkan bisa membuat Kemen PU dan pemerintah kota Surabaya geger bukan karuan.

Hal tersebutlah yang membuat saya begitu pedas memakai mata untuk membaca berita sekitar 2 mingguan ini. Pemerintahan di bawah ibu Tri Risma Harini itu berada dibawah ancaman pengadilan yang dilayangkan oleh Kemen PU hanya gara-gara ada indikasi bakal digagalkannya kembali pembangunan tol penghabis APBD setidaknya 3 tahun kedepan tersebut.  Pemerintah pusat begitu getol dengan rencana tol tengah kota tersebut, sampai-sampai mereka mengancam bakal membawa kasus penggagalan tersebut sampai ke pengadilan internasional sekalipun.. *tepuk tangan*

Disaat saat ini, saya yakin pemkot saat ini tengah pusing tujuh keliling, sambil memikirkan senapan yang tingal dipencet oleh Kemen PU yang sedang nyaman menempel dikepala bu risma.  Hanya karena sebuah proyek tol tengah kota yang kabarnya menyambungkan wilayah Aloha sampai perak tersebut, pemerintah pusat sampai membutakan apapun yang ada demi melancarkan proyek tidak jelas tersebut. Saya pribadi sebenarnya bertanya-tanya, untuk apakah pembangunan tol tengah kota tersebut? penting kah? dan seberapa bergunanya tol tersebut?

Sedikit pendapat pribadi saya, tol tengah kota tersebut sejatinya sangat tidak berguna bagi masyarakat Surabaya. Karena kemacetan Surabaya deawasa ini hanya berkutat di jalan Ahmad Yani dan mulai jembatan depan terminal jayabaya sampai bundaran waru. Sementara pembangunan tol tengah kota tersebut menyambungkan wilayah Aloha (perbatasan sidoarjo dan Surabaya) sampai perak (ujung surabaya yang berdekatan dengan laut). Dan jalur tol tengah kota ini dilewatkan wilayah timur kota Surabaya mulai dari pondok chandra, semolo waru, arif rahman hakim, kenjeran, dan berakhir di perak.  Untuk masalah pintu keluar tol tersebut hanya dimungkinkan di wilayah semolo waru, kenjeran, dan perak. Yang jadi pertanyaan disini adalah, untuk anda atau saya yang baru saja turun dari bandara juanda dan ingin pergi ke wilayah tengah kota surabaya tapi tidak mau menikmati kemacetan di jalan Ahmad Yani sampai jayabaya, apakah anda akan memilih lewat tol tengah kota yang mana itu berarti anda turun di Semolo waru lalu menuju ke tengah kota entah lewat ngagel atau lewat kertajaya? Sementara anda bisa memangkas waktu, memangkas bensin dan tentu saja memangkas uang (untuk membayar tiket tol) jika anda melewati jalan Ahmad Yani? Kalau tol tengah kota ini untuk membantu trailer besar untuk bisa langsung dari aloha ke perak tanpa lewat tengah kota, ini juga terlampau bodoh. Seumur saya hidup di surabaya, saya tidak pernah menemukan trailer lalu lalang di wilayah tengah kota, atau di daerah rawan macet. Karena memang sudah ada tol dari arah waru yang bisa langsung melenggang ke margorejo atau ke perak sebagai destinasi para trailer tersebut.

Sebenarnya yang jadi pembahasan saya dari awal bukanlah membahas masalah ketidak setujuan saya dengan tol tengah kota yang gila titipan dari pemerintah pusat tersebut, tapi lebih dari itu saya mempertanyakan dimanakah para mahasiswa di seluruh penjuru Surabaya yang kemarin begitu lantang berdemo soal satu tahun pemerintahan SBY-BOEDIONO? Dimanakah mereka? Setiap hari saya menanti di koran-koran atau di manapun di tempat saya bisa menemukan info tentang demo di surabaya. Tidak ada satupun mahasiswa yang merencanakan pembangunan tol tengah kota yang membuat sengsara tidak hanya pemkot surabaya saat ini yang berada dibawah senapan kemen PU, tapi juga masyarakat surabaya terutama di wilayah timur yang harus pindah dari tempat ternyamanan mereka selama ini hanya untuk proyek bego itu.

Sengaja saya gulirkan pembahasan tentang tol tengah kota diawal tulisan saya ini. Untuk berjaga-jaga mungkin saja mereka (mahasiswa di surabaya) tidak mengerti akan kacaunya kasus pembangunan tol tengah kota ini.  Ternyata pemkot surabaya pun hanya bisa memompa jantung sampai nanti, karena ternyata tidak ada dukungan dari masyarakat surabaya yang biasanya diwakili oleh mahasiswa-mahasiswa yang mengakunya “kritis”.  Saya jadi ingat begitu lantangnya mereka yang kemarin berkumpul di depan gedung grahadi menyuarakan tentang bobroknya pemerintah SBY dan KIB II nya tersebut. Tapi begitu melempem dan tidak mau tahu tentang apa yang begitu dibutuhkan oleh walikota wanita pertama di surabaya tersebut saat ini. Walikota begitu butuh suara dukungan. Sebuah dukungan untuk menolak tol tengah kota yang begitu tak berguna tersebut.

Wahai mahasiswa seluruh Surabaya, mana suara kalian? Apakah kalian mau, pajak masyarakat surabaya yang selama ini sudah diberikan dengan suka rela hanya agar ada pembangunan berkala yang dapat dinikmati oleh orang surabaya harus dipakai untuk sebuah tol yang tidak berguna DAN MASIH HARUS MEMBAYAR UNTUK MENGGUNAKANNYA? Wahai para pengisi ruang BEM seluruh jurusan seluruh fakultas di surabaya, apakah kalian mau orang-orang Surabaya harus meninggalkan tempat tinggal mereka yang nyaman sekarang demi pembangunan tak berguna ini? Wahai para senior yang biasanya berkata mahasiswa harus kritis, dimana gerak langkah kalian ketika pemerintah pusat sudah berani mengancam akan tidak boleh ada pembangunan fisik untuk tata kota Surabaya sampai 5 tahun ke depan? DIMANA KALIAN SEMUA MAHASISWA YANG KATANYA MEMILIKI RASA KRITIS?? DIMANA??? DIMANA??? JAWABLAH!!!! DIMANA???

Sebagai penutup dari kesemua ini, segeralah sadar. Karena dengan anda sadar, MERR di surabaya timur mungkin tidak akan jadi ditarik bayaran untuk setiap kali menggunakannya. Karena anda sadar pula, uang pajak seluruh masyarakat Surabaya tidak akan terbuang percuma untuk pembangunan mega konyol tersebut. Dan untuk yang terakhir, SADARLAH!!!! Karena dengan anda sadar,  Surabaya akan memilik kedaulatan yang sempurna atas tata kotanya. Bukan malah ditata oleh orang yang tidak mengerti Surabaya yang bisanya cuma teriak-teriak di kantor Kemen PU.

Bond chan

mahasiswa bahasa jepang fakultas bahasa dan seni Universitas negeri Surabaya

4 thoughts on ““Mahasiswa Harus Kritis” Hanya Ucapan Saja!!!!

  1. Kok sepi Bond?

    padahal saya menunggu komentar yang menggebu-nggebu dari para aktivis.

    soalnya seru.

    – just traveler. just passing through-

    • ayooo.. minimal kita ikut bergabung dalam organisasi surabaya menggugat yang sekarang sedang sangat concern dengan tol tengah kota.. 😀

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan.. jangan lupa mampir lagi dan baca postingan lain di dunia bond chan!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s