Permainan Tradisional Tak Akan Mati!


Permainan tradisional kalau secara bahasa umum banyak dikatakan permainan yang menggunakan / tidak menggunakan alat yang perlu uang banyak dan listrik. Permainan ini pun di Indonesia jumlahnya sudah tak terhitung lagi. karena di setiap kota / daerah selalu mempunyai minimal satu permainan tradisional. Tinggal dikalikan berapa jumlah kota / kabupaten di Indonesia saja. Itulah jumlah minimum permainan tradisional di Indonesia.

Permainan tradisional menurut banyak orang (kaya) dikatakan telah punah. Padahal sebelum mereka seperti sekarang, tak sedikit yang pernah atau memang memainkan permainan tradisional tersebut. Dan sebenarnya yang terjadi adalah orang-orang tersebut terlalu kaya, hingga tidak mengerti bahwa permainan tradisional saat ini masih ada.  Darimana keyakinan saya tersebut? Saya hanya punya satu keyakinan. Selama orang miskin masih ada di Indonesia, selama itu permainan tradisional akan terus ada.

Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang perdebatan punah tidaknya permainan tradisional di bumi ibu pertiwi, tapi yang mau saya bahas saat ini adalah bahwa permainan tradisional memiliki tempat yang tak akan punah. Tempat tersebut adalah kelas. Kenapa? Hanya di Dunia Bond Chan kalian akan sadar bahwa permainan tradisional never die sampai kapanpun.

Anda pasti pernah memainkan Permainan serupa catur dengan 6 kotak dan 3 buah biji masing-masing pemain dan 3 biji itu diotak atik agar membentuk sebuah garis? Apapun namanya mulai dari bom-boman, tet-tetan, dan masih banyak lagi. Mungkin anda baru tersadar, bahwa permainan tersebut adalah favorit para murid untuk mengusir kejenuhan di kelas. Dan sadarkah anda kalau permainan tersebut merupakan permainan tradisional?

Permainan pengusir rasa kantuk ketika ada guru membosankan sedang mengajar di kelas tersebut memang sangat meyenangkan dan mudah dibuat. Bermodal bolpoin atau tipe x atau pensil serta sesobek kertas kecil, kita sudah bisa memulai pertandingan. Tanpa listrik, tanpa rame, dan tentunya tanpa modal namun sangat sukses mengusir kantuk.

kehebatan permainan tersebut sangat banyak. Oleh karenanya menurut survei yang saya lakukan, permainan ini menjadi permainan paling favorit dari SD sampai SMA. Bahkan permainan olah otak tanpa modal tersebut juga membuat saya tetap memainkannya di kelas walaupun saya sekarang tercatat sebagai mahasiswa Semester 3.

Permainan kedua ini malah lebih tidak bermodal. Namun tetap mengasah otak untuk memutar strategi. Untuk nama permainan ini saya kurang tahu. Karena selama umur saya, kalau mau mengajak bermain permainan ini, saya tinggal mengacungkan 3 jari tanda start permainan. Kita sebut permainan ini dengan nama untitled.

Untitled ini dimulai dengan menunjukkan 3 jari tanda metal, lalu diadu dengan jari lawan. Perhitungan untitled ini disesuaikan dengan suit pada umumnya. Langkah pertama dimulai dengan satu jari menyentuh jari lawan, dan begitu seterusnya sampai tersisa satu jari seperti suit. pemenang ditentukan dari hasil suit.

Untitled ini memang sangant tidak bermodal. Karena modal permainan ini telah diberi oleh yang maha kuasa yaitu jari tangan. Tanpa modal namun otak bekerja sangat maksimal. sehingga memaksa mata untuk lupa pada ngantuk dan bosan yang sebelumnya melanda. Inilah yang menjadi keunggulan tersendiri dari permainan ini.

Begitu mudahnya menemukan modal untuk permainan ini, hingga akhirnya membuat permainan ini pun menjadi favorit nomor dua menurut survei yang saya dapatkan. Hanya saja yang membuat untitled ini kalah dengan tet-tetan adalah strategi yang hanya ada 3 sepanjang mengulang permainan.

Permainan ketiga cukup bermodal. Modalnya adalah tiga buah kertas yang tidak boleh lusuh. Permainan ini adalah Sepak Kertas. Permainan ini mungkin lebih banyak disuka pria. Karena memang sepak bola selalu identik dengan pria. Sampai sepak kertas pun dipukul rata dengan hal yang sama.

Permainan dimulai dengan membentuk dua gawang kecil, dan ada beberapa variasi mulai menggunakan jari, sampai menggunakan kertas berbentuk segitiga yang dijepretkan untuk melontarkan bola kertas. Bola kertas dibuat dari kertas yang disobek kecil. Bedanya permainan sepak kertas dengan sepak bola bahwa para pemain tiadak menggiring bola, namun hanya mengumpan dan menendang.

Permainan tradisional ini sudah menjadi sebuah permainan yang sangat digandrungi oleh siswa di kelas dari zaman ke zaman. Namun karena permainan ini mudah terlihat guru serta butuh modal yang lumayan, menyebabkan permainan ini menduduki peringkat ketiga permainan favorit.

Kesemua permainan tradisional tersebut mempunyai penggemar yang tetap atau bahkan terus melonjak setiap tahunnya. Tidak percaya? Sekarang kita hitung jumlah kelahiran pertahun di sebuah kota. Ditambah urbanisasi dan segala yang menambah jumlah anak ang bersekolah setiap tahun. Jumlahnya bisa statis bisa juga bertambah. Korelasinya adalah jumlah penambahan manusia (bocah) setiap tahun= jumlah siswa baru 5 tahun mendatang. Yang itu berarti 3 tahun lagi mereka akan mewarisi permainan tradisional tersebut.

Turun temurun adalah bentuk promosi paling ampuh dari permainan ini. Karena faktor kemudahan permainan, dan faktor malas yang turun temurun selalu menjadi masalah nomor wahid bagi para murid, itulah yang menyebabkan permainan tradisional tingkat sekolah ini akan terus dan tetap serta selalu subur tumbuh di Indonesia.

Bond chan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s