Dibalik Tragedi Penyerangan Terhadap Kaum Ahmadiyyah


Penyerangan terhadap sesama kaum islam yang berbeda baik keyakinan dan apapun lagi-lagi terjadi di Indonesia tercinta ini. Kemarin rame berita tentang penyerangan oleh ormas islam kepada kaum Ahmadiyyah di tasikmalaya. Dan seketika itu juga ramai dibicarakan di media nasional. Tiga manusia sekejap menjadi korban meninggal dalam peristiwa itu. Tak hanya korban nyawa saja, korban harta benda ditempat yang dipakai sebagai tempat mereka yang dianggap sebagai tempat penyebaran ajaran ahmadiyyah pun ikut dirusak. Dunia Bond Chan kembali harus mengkritisi kelakuan unik bin tak berotak para ormas agama yang melakukan penyerangan tersebut. Karena dibalik semua penyerangan itu, ada beberapa hal yang patut dinilai sebagai sebuah bentuk tindakan tak berotak. Apakah itu? Kita bahas yukkk…

Korban tiga nyawa umat ahmadiyyah yang entah mereka benar-benar menganut kepercayaan ahmadiyyah atau hanya perkiraan para ormas yang terbawa emosi menurut saya sudah cukup maksimal untuk sebuah hasil dari perbuatan ‘baik’ mereka. Tapi apakah mereka sadar, mengapa korban nyawa saja belum cukup? Sekarang kita berpikir tentang rincian apa saja korban materiil dari umat ahmadiyyah? Sejauh yang saya lihat di tayangan televisi, korbannya antara lain sebuah mobil yang hangus terbakar dan tidak bisa dijual lagi, sebuah sepeda motor, dan rumah yang bisa jadi sampai isinya juga habis. Kalau ditotal, jumlahnya bisa lebih dari 100 juta rupiah!! Saatnya saya bilang : Sempurna!!

Mengapa sempurna? Coba kita runtut satu persatu permasalahannya.  Tiga korban yang tewas, kesemuanya adalah pria. (http://www.detiknews.com/read/2011/02/07/070356/1561207/10/pgi-sebut-insiden-penyerangan-ahmadiyah-tragedi-kemanusiaan) dan kesemuanya hampir pasti adalah kepala keluarga. Semua korban adalah tulang rusuk keluarga. Keluarga mereka tidak bisa hidup tanpa orang-orang tersebut. Apakah ormas islam itu mau menyantuni keluarga yang ditinggalkan? Setidaknya memberikan sejumlah uang untuk keluarga yang ditinggalkan agar dapat hidup satu atau dua bulan kedepan?

Sekarang apa korelasi antara korban mobil, sepeda motor dan isi rumah yang dijadikan tempat tersebut? Ada tentunya. Sekarang dengan sikap pengecut para ormas islam yang terlalu emosional tersebut, para ormas islam itu tidak mau mengganti kerugian apalagi menyantuni keluarga korban meninggal. Lalu anggota ahmadiyyah yang lain juga tentunya langsung membantu keluarga korban dengan santunan dan biaya hidup layak kepada para keluarga korban. Nah, korelasinya disini. Ahmadiyyah Indonesia tentunya bisa setidaknya menjual mobil yang jadi korban tidak berdosa itu untuk dijual dan hasilnya diberikan kepada keluarga tiga korban untuk hidup layak setidaknya satu bulan kedepan. Kalau kurang, mereka bisa menjual sepeda motor dan semua isi rumah itu untuk dijual. Istilah singkatnya, barang-barang itu bisa jadi investasi yang bisa diambil mendadak dan juga sebagai alat mobilitas mereka. Apakah hal tersebut dipikirkan oleh ormas islam tolol itu? Tidak!!!

Saya bisa menerka mereka pasti berpikir korban tak berdosa yang tak bernyawa itu adalah barang haram karena itu adalah milik orang ahmadiyyah. Bolehlah beranggapan seperti itu. Toh itu adalah statement mereka, itu hak mereka berkeyakinan seperti itu. Tapi apakah tidak ada hati nurani dan pemikiran lebih lanjut tentang kegunaan barang2 itu? Inilah sisi yang sering dilupakan oleh banyak orang terlebih orang yang sudah tersulut emosi tingkat tinggi dan buta oleh keyakinannya yang terlalu benar.

Satu yang saya harapkan, kalau memang tidak suka hal paling maksimal yang bisa dilakukan adalah melukai atau membunuh. Cukuplah itu. Jangan merusak investasi, toh anda-anda juga tidak mau mengganti kerugian itu apalagi membantu kehidupan keluarga korban yang ditinggalkan?

-bondchan

One thought on “Dibalik Tragedi Penyerangan Terhadap Kaum Ahmadiyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s