Menggunjing dan Pendewasaan Diri


Sorry sebelumnya kalau judulnya rada ribet-ribet ga jelas gini, karena saya sendiri ga ngerti kenapa akhir2 ini sulit banget mengungkapkan kata-kata. Yah, semoga walaupun judulnya rada aneh bin ga jelas, tapi setelah baca tulisan ini ga kebingungan lagi ya, bond-bond..😀 dan semoga tulisan kali ini tidak akan membuat kalian memutar otak terlalu untuk sekedar mencernanya. Mari kita mulai ngobrol yukk.. Di hari Jumat yang sumuk ini karena surabaya barusan diguyur hujan bentar, yang berefek suhu dalam tanah naek hingga terjadi sumuk yang cukup menggerahkan ini.. *sok tahu* Sudah mulai penasaran? Silakan nikmati tulisan dari Bond Chan😀

Banyak orang yang bilang tinggal di Indonesia penuh dengan gunjingan. Ada yang baru beli motor digunjing.  Baru hamil digunjing. Baru masuk sekolah baru digunjing. Apa saja bisa jadi bahan pergunjingan di tanah air beta ini.  (mungkin) Bergunjing juga merupakan bagian dari bentuk tenggang rasa yang berlebihan yang diterima seseorang dalam nalarnya. Mari bergunjing.😀

Bergunjing adalah hal yang menyenangkan. Jelas. Bergunjing adalah saat dimana kita mencurahkan apa uneg-uneg kita terhadap orang lain. Tentu walaupun orang yang digunjing tidak suka. Bergunjing adalah sebuah perbuatan yang membuat kita bersikap dewasa. Pasti.

Ada yang bertanya-tanya tentang kalimat saya yang terakhir? Banyak tentunya. Darimana asalnya sebuah kegiatan bergunjing merupakan bagian dari pendewasaan diri? Ada yang sadar bahwa ketika kita bergunjing, kita sedang membicarakan orang lain? Tentu. Tapi ada yang sadar, ketika kita berbicara tentang orang lain, kita meluluhkan ion (ceileh ion) pelindung karakter kita? Maksudnya begini. Menurut ilmu ngawur saya, kita memiliki ion pelindung karakter. Ion pelindung karakter ini yang akan langsung terbang ke otak dan menahan kalimat itu  ketika sebuah pemikiran yang akan membuat karakter kita atau bahasa politiknya pencitraan kita dimata orang lain jatuh menuju ke mulut.  Jadi gampangnya gini : ketika kita mau bicara yang akan membuat pencitraan kita dimata orang jatuh, ion pelindung ini akan naik dan menyelamatkan agar tidak jatuh ke mulut. Understand? Underwear..😀

Kembali ke masalah ion pelindung yang akan luluh alias leleh karena kita bergunjing. Yah menurut penerawangan saya melalui ilmu entah berantah, ion tersebut bisa leleh karena kelakuan buruk kita. Jadi secara analogi, sebuah air akan menguap dan hilang kalau kena api.  Sama halnya dengan ion ini.  Karena menurut saya ion ini adalah positif,  dan bergunjing adalah sebuah tindakan yang negatif, jadi bisa disamakan dengan air dan api.  Hubungan antara ion dan pencitraan sudah. Sekarang kita masuk ke persoalan utama. Ketika ion itu terus tergerus karena tindakan kita yang keterlaluan dengan membicarakan orang lain tersebut, suatu saat ketika ion itu tidak bisa naik ke atas atau bahkan habis karena luluh. Suatu ketika ion itu habis, lalu siapa yang akan menjaga pencitraan kita dimata orang?

Inilah hebatnya tuhan. Ketika ia menciptakan ion pelindung karakter seperti yang saya katakan tadi, dan ia tahu kalau ion tersebut tidaklah tangguh dan tidak cukup tahan lama, ia menciptakan yang lebih dahsyat satu paket dengan ion yang asli tersebut. Apakah itu? Yaitu pikiran orang lain.

Apa lagi yang akan saya katakan sekarang? Simpel saja. Bahwa pikiran orang lain ini adalah alat yang bisa mengerem kita dari pencitraan yang buruk.  Kalau satu ini lebih sakit, namun lebih manjur.  Nah pikiran orang lain inilah yang akan menjadi kunci utama dari tema tulisan ini.

Sekarang kita masuk ke inti persoalan:  Orang yang bergunjing termasuk dalam kelompok pendewasaan diri.

Persamaanya cukup mudah.  Ketika kita bergunjing, kita menghancurkan ion pelindung tadi. Ketika ion itu sudah habis, kita bak rem blong. Ngomong seenak udel, padahal udel ga bisa ngomong. Dan ketika itu, orang akan merekam omongan kita, dan ketika dia melakukan hal yang sama dengan apa yang kita gunjingkan orang yang mendengar akan membalikkan omongan kita dulu itu. Saat itulah kita akan tertampar dan otak kita seperti otomatis teringat dengan peristiwa itu. Saat semakin banyak kesalahan yang kita buat, semakin banyak peristiwa yang diingat otak kita dan ketika itu rem blong akan mendapat sedikit pencekat walaupun ga sama cakramnya dengan ion pelindung. Dan saat itu orang akan berpikir kita akan semakin dewasa meskipun kita tidak mengeluarkan kata-kata bijak atau perubahan sikap, tapi hanya karena omongan kita direm. Hanya itu.

Jadi intinya adalah : bergunjing bisa dijadikan salah satu solusi proses pendewasaan diri.  Manjur tidaknya, itu ada di tangan anda. Karena jangankan menerima gunjingan, menerima kritikan saja kepala panas saja bawaanya. Apalagi menerima gunjingan. Namun yang patut diingat, menggunjing itu lebih mudah dari mengkritik.  Karena menghina lebih mudah dari memberi solusi.  Salam dunia bond chan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s