The King’s Speech –Gagap yuk-


siang bond-bond, kali ini Dunia Bond Chan lagi dipenuhi oleh hal-hal yang umum-umum aja, mulai dari dua minggu lalu yang ngobrolin soal buku Digital fortress, lalu minggu lalu ngobrol soal Java Jazz Festival 2011, dan minggu ini buat pecinta hal-hal social di Dunia Bond Chan harus bersabar dulu karena kali ini tulisan saya ngomongin soal salah satu film peraih award di ajang Oscar 2010 kemarin. Yup, The King’s Speech.

Untuk sekdar tahu, tulisan ini saya buat beberapa menit setelah saya nonton filmnya. Jadi masih fresh from the studio lah bahasanya. Itung-itung menikmati siang di salah satu town square paling enak di Surabaya, enak juga kayaknya buat langsung nulis review filmnya. Sambil ditemani semriwing angin yang membawa mendung di saat ini di kota saya ini, plus segelas ice tea flavour grenadine (yang lebih suka saya bilang es sirup yang enak)😀  di salah satu café di town square ini, saya persembahkan review film The King’s Speech. Selamat menikmati..!!!😀

Cerita dimulai ketika raja George V wafat, sang penerus pun dicari. Dua anak lelaki raja, Duke York dan kakaknya pun masuk dalam satu diantara dua nominator terkuat penerus kekuasaan raja yang menguasai hampir semua wilayah jajahan Inggris tersebut.

Duke York junior adalah bocah yang merana. Dia dari umur 5 tahun harus mengalami sebuah hal yang dia sendiri yang menyebutnya sebagai sebuah penyakit. Yaitu Gagap. Kehidupannya sejak usia itu menjadi cukup suram. Dia merasa di nomor duakan dibanding kakaknya. Oleh pembantunya, oleh orang tuanya, oleh siapapun dalam kehidupannya kecuali istri dan anaknya sepertinya.

Sang kakak yang kabarnya karena kecanduan dengan rumah bordil di Shanghai, akhirnya memutuskan menikahi seorang janda bersuami dua demi jiwa sexnya semata. Dia sadar, dirinya adalah calon terkuat dibanding sang adik dalam menjadi raja diraja penerus. Namun dia juga sadar, bahwa diatas kekuasaan ada kebutuhan rohani yang ‘menurutnya’ hanya sang ratu yang akan dipinangnya yang akan mampu memenuhi.

Kerajaan bergolak jauh sebelum raja George V sakit keras hingga akhirnya harus meninggal. Pergolakan didalam kerajaan dikarenakan keputusan pangeran David untuk menikah dengan pasangannya yang notabene akan menjadi janda secepatnya demi dia. Padahal dalam kerajaan, raja yang juga akan menjadi kepala gereja dilarang keras untuk menikahi janda. Namunn sekali lagi, kebutuhan rohani masih diatas kekuasaan. Atau secara mudah bisa kita katakan : Kekuasaan bisa tunduk pada nafsu.

Raja George VI adalah raja baru setelah raja George V tiada untuk selama-lamanya. Siapakah raja George VI? Dialah pria gagap sedari umur 5 tahun : Duke York. Jelas dipilihnya dia sebagai penerus tahta sang ayah membuat pergolakan yang sebenarnya sudah muncul semenjak dirinya masuk sebagai kandidat raja pun semakin jelas berputar di otak dan pangkal lidahnya. Apa hubungan gejolak dalam otak dan pangkal lidahnya? Dan akan bagaimanakah Duke York menjadi raja, sementara dia adalah raja yang gagap karena mempunyai masalah dari usia 5 tahun?

Sebuah film pertama yang saya tonton di bioskop di tahun 2011. Yah, saya dari awal tahun bisa dibilang antara ga ada waktu. Atau pas ada waktu buat nonton film yang bagus sudah ga ada, juga bisa. Namun inilah keadaan saya. Tepat pada tanggal 14 Maret 2011 adalah tonggak awal *weleh* saya menonton film di bioskop di tahun kelinci ini.

Kalau mau ngomong soal nonton film, setiap hari hampir ga pernah absen saya nonton film. Karena dunia saya berada di sekitar film, namun rata-rata yang saya tonton ya film documenter atau indie yang tidak seberapa terkenal.

Film The King Spech ini adalah film yang membuat saya penasaran dalam ajang Oscar dan Golden Globe kemarin. Karena sekedar info, The King’s Spech meraih actor favorit di dua ajang tersebut. Cukuplah membuat saya penasaran, bagaimana acting sang pria gagap satu ini dan tentunya bagaimana film ini berjalan.

Kata-kata awal yang terungkap dari saya ketika sudah ada tulisan “diterjemahkan oleh bla bla bla” adalah : film ini bermain dengan segmental namun terlalu panjang.

Yah, begitulah penilaian saya. Dengan durasi lebih dari dua jam, hanya demi bergulat dengan cara menghilangkan gagap dengan sedikit memberi sentuhan masalah sang kakak dan hal-hal lain, film ini terasa sangat lama dan kalau boleh sedikit kasar, saya akan menambahkan : membosankan.

Bukan tanpa alasan saya berkata fim ini secara kasar “membosankan”. Namun, kelakuan saya yang menonton film ini seorang diri yang mulai dari memainkan rambut, ngangkat kaki ke kursi depan, sampai mau baca buku Pramoedya Ananta Toer yang sulit dicerna pun saya lakukan. Namun jelas yang terakhir ga saya lakukan, karena saya mendadak ingat : saya membayar uang 20.000 demi menonton film ini, bukan untuk membaca buku di sini.

Film ini terasa kurang menyenangkan karena bisa dibilang terlalu berkutat pada hal yang diputar-diputar-diputar dan diputar lagi. Padahal seharusnya ada hal yang jauh lebih menarik yang bisa diambil atau dijelajahi dari kasus raja George VI dengan gagapnya. Atau bolehlah kalau berani, mengambil politiknya bak setitik.  Semua itu agar film ini terasa tidak membosankan.

Kurang masuknya rasa frustasi dari Bertie dalam menghadapi masalah gagap dan masalah depresinya, membuat saya kurang sreg dengan apa yang didapat Colin Firth dalam Oscar. Walaupun bolehlah gagapnya lebih sempurna dibanding Azis Gagap, tapi tidak permainan depresinya pun hendaknya tidak dimasukkan dalam hal ke empat atau kelima jauh dibawah gagapnya.

Para actor dan aktris pembantu film ini bermain cukup bagus meskipun kurang mendapat porsi lebih dalam pendalaman karakter. Jadi terasa hanya bermain acting biasa. Namun bolehlah diacungi jempol untuk pengambilan gambarnya yang bagus.

Kesimpulan terakhir untuk film The King’s Speech cukup recommended sebagai salah satu film yang bisa ditonton sebagai hiburan. Namun untuk anda yang tidak suka dengan drama yang berbelit-belit, belilah coffee atau green tea pekat untuk mengganjal mata anda agar tidak tertutup di tengah film ini. Point akhir film ini : 7.5/10.

Jangan lupa gabung di fanpage Dunia Bond Chan!!! Search di facebook kalian “Dunia Bond Chan” dan kalian akan berkumpul bersama pembaca setia Dunia Bond Chan. Di Fanpage Dunia Bond Chan, kalian boleh ngomong apa aja tentang sesuatu hal yang mendasar, boleh ngasih saran soal Dunia Bond Chan, boleh juga request tulisan atau memberi tulisan buat dimuat di Dunia Bond Chan.

Khusus yang ngasih tulisannya di Dunia Bond Chan dan dimuat, akan dapet imbalan dari Dunia Bond Chan. So, nunggu kapan lagi?

5 thoughts on “The King’s Speech –Gagap yuk-

  1. baru semalam nonton, jadi pengen nonjok tuh Duke gara” gagap waktu pidato pertama.(waktu itu belum tau kalo dia gagap).

    yang seru tuh bagian dimana dia mutar rekaman kaset itu loh.

    langsung pergi lagi ke rumah Lionel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s