Perokok & Pengguna Kendaraan Bermotor


Pagi bond-bond..!!! Selamat hari kamis..!!

Lama nih ga pernah update tulisan baru lagi, yah kalo dihitung-hitung bulan April ini sepertinya belum menelurkan satu tulisan pun ya.. Maapkan.. Karena terlalu sibuk, plus sedang meneliti secara simpel tentang tulisan yang terbaru ini. Oke, ga perlu berlama-lama lagi..  Mari kita mulai sekarang…!!!😀

Perokok adalah orang yang egois.. Perokok adalah orang yang merusak diri sendiri.. Perokok adalah orang yang merusak orang lain. Perokok adalah orang yang menyebabkan polusi. Mungkin itu sudah biasa kita dengar kalau ada bertanya tentang satu kata yang pantas untuk mengungkapkan seorang perokok itu bagaimana..?? Tapi kalau saya mengungkapkan sebuah hal yang baru, siapkah anda setelah ini berkata bahwa perokok adalah seperti apa yang anda katakan?

Pengguna kendaraan bermotor adalah orang yang egois. Pengguna kendaraan bermotor adalah orang yang merusak diri sendiri. Pengguna kendaraan bermotor adalah orang yang merusak orang lain. Pengguna kendaraan motor adalah orang yang menyebabkan polusi. Apa pendapat anda? Saya yakin banyak dari anda yang tidak setuju. Namun fakta membuktikan satu hal, bahwa pengguna kendaraan bermotor dan perokok memilik satu kesamaan.

Perokok dan pengguna kendaraan bermotor adalah orang yang egois

Sebelumnya kita bisa dengan mudah berceloteh bahwa perokok adalah orang yang egois. Karena mereka yang menikmati rokoknya, sementara orang disekitarnya juga ikut getahnya. Itu sebuah alasan klasik. Namun apakah saya salah jika mengatakan kalau pengguna sepeda motor juga sama? Mereka menggunakan sepeda motor, mobil, dan semacamnya. Dari kendaraan mereka mengeluarkan sebuah zat karbondioksida (menurut pelajaran SD saya dulu). Karbon dioksida itu kan buruk untuk pernafasan. Entahlah apa efek sampingnya, yang jelas beracun. Sama beracunnya dengan sebatang rokok. Walaupun komposisinya berbeda. Namun satu hal, keduanya adalah barang beracun.

Rokok dan Kendaraan bermotor itu sama-sama mengeluarkan racun. Berarti pengguna atau pemakainya sama-sama mengeluarkan racun. Dan racun yang dikeluarkan itu pun sama-sama dinikmati bersama. Baik oleh pengguna ataupun orang disekitar pengguna. Siapa yang egois? God only knows..

Perokok adalah orang yang merusak diri sendiri

Lagi-lagi alasan klasik untuk melarang orang merokok. Padahal yang melarang merokok adalah pengguna kendaraan bermotor. Kalau yang melarang orang macam Santia Tri Kusuma atlet balap sepeda nasional, yang bisa dikira separuh dari hidupnya dalam sehari dihabiskan di atas sepeda pancal, barulah masih bisa diterima.

Kenapa sepertinya tidak relevan pengguna kendaraan bermotor melarang orang merokok? Apalagi sampai berkata-kata bahwa merokok itu merusak diri sendiri? Karena mereka berbicara seperti tidak melihat kearah diri sendiri. Saya punya bukti atas itu.

Sebuah kendaraan bermotor adalah sebuah alat yang membuat seorang atau lebih duduk diam, dengan aktifitas sempit di atau dalam sebuah besi dengan berat minimal 20kg. Beda halnya kalau kita berbicara kendaraan tidak bermotor. Sepeda adalah sebuah alat yang membuat seseorang minimal menggerakkan kaki minimal 100 putaran per sekali pakai untuk menggerakkan alat tersebut. Sudah ada yang jelas? Yap, perbedaannya terletak pada pergerakan tubuh di kedua alat berbeda tersebut.  Kalau menggunakan sebuah kendaraan bermotor, gerakan sedikit lebih cenderung diam. Artinya tidak ada pergerakan berarti yang setidaknya membantu mengurangi lemak dalam tubuh. Sementara Lemak berlebih dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai penyakit, yang sepertinya tidak perlu kita bahas disini, karena terlalu panjang. Apalagi anda pastinya sudah tahu penyakit apa saja yang berhubungan dengan obesitas. Berbeda dengan kendaraan non motor yang seperti sudah saya katakan menggerakkan kaki minimal 100 putaran untuk sekali pakai guna menggerakkan kendaraan tersebut.

Kalau sudah begini, samakah keadaannya? Sekali lagi, hanya tuhan yang tahu.

Perokok adalah orang yang merusak orang lain

Perokok tidak berniat merusak orang lain, karena mereka awalnya hanya ingin membuang ampas setelah mengambil sarinya. Pendapat tersebut sangat sulit diterima kalau diberikan kepada orang-orang yang anti dengan rokok. Karena menurut mereka, ampas tersebut bisa merusak orang lain di sekitar mereka. Dan ampas itu tidak bisa tidak untuk tidak dihirup oleh mereka, karena tidak ada pilihan. Mau menutup hidung, mereka tidak bisa bernafas. Mau buka hidung, mereka harus menerima ampas dari sari rokok yang dihembuskan oleh perokok. Jadi intinya, perokok itu salah.. Salahnya karena mereka merokok!! *anti rokok mode on*😀

Padahal kebenarannya, pengguna kendaraan bermotor juga melakukan hal yang sama. Tentu masih ingat tentang kandungan dari ampas kendaraan bermotor bukan?? Kandungan tersebut dikeluarkan oleh pengguna motor setelah mereka menikmati sari dari Bahan Bakar Minyak atau BBM. Betul? Dan itu harus dihirup oleh pengguna motor lain, oleh PKL di pinggir jalan, oleh pejalan kaki, oleh orang yang dibonceng sama pengguna kendaraan bermotor di belakang anda, dan oleh pengguna kendaraan non motor.

Samakah? Tanyakan pada rumput yang bergoyang.😀

Perokok adalah orang yang menyebabkan polusi

Satu hal terakhir yang menjadi alasan para pembenci perokok. Kalau ini, saya punya sedikit pengalaman. Ketika beberapa hari yang lalu, saya sedang menunggu pesanan makanan saya di salah satu rumah makan langganan. Sambil menunggu, saya memang sengaja mengambil sebatang rokok. *setelah ingat, bahwa rokok ga ketinggalan dikantor, tapi masih ada di tas*😀 Setelah menghidupkan rokok, orang di sebelah saya yang sedang enak-enaknya makan mendadak pindah tempat, saya pribadi menilai mereka mungkin terganggu dengan asap rokok saya. Tapi entahlah, saya kurang peduli juga. Mungkin juga karena hal lain, mungkin karena bau saya.. *ga mungkin*

Otak gila saya berputar,  ayolah jikalau saya membuat polusi, nikmati saja. Toh, anda juga membuat serta menikmati polusi dari kendaraan bermotor milik orang lain. Kenapa cuma sebatang rokok doang, anda tidak mau menikmati ampasnya?? *tolong jangan dikomentari pendapat satu ini*😀

Kembali ke topik, bahwa pengguna rokok tidak berniat membuat polusi, tapi mau gimana lagi.. Sebuah barang selalu memiliki sampah.. Dan sampah itu tidak bisa diterima oleh tubuh. Jadi ya harus dibuang.. Gimana cara membuangnya? Ya dengan dihembuskan ke udara tentu saja. Toh, kembali lagi.. Bahwa pengguna kendaraan bermotor juga mengeluarkan sampah di jalanan sama dengan penikmat rokok? Kalau sudah begini, relevankah pernyataan Perokok menyebabkan polusi? Tanyakan pada diri sendiri.

Pada akhirnya, sebelum anda berceloteh bahkan menghina pengguna rokok, mulailah dulu untuk menanggalkan kendaraan bermotor anda sekarang dan rubahlah menggunakan kendaraan non motor. Agar anda tidak membuat polusi yang membuat orang lain menderita, sehingga pada akhirnya anda sendiri tidak akan ditanyakan oleh tuhan tentang pertanggungjawaban untuk apa mulut anda di pergunakan ketika di alam sana kelak.

Salam Bond Chan

9 thoughts on “Perokok & Pengguna Kendaraan Bermotor

    • kalo buat yang emang udah ada penyakit mah emang ga diharuskan mengikuti tulisan ini..😀

      makasih ya, cha, udah mampir.. *hugs* gitu dong.. masak mampir doang ga koment..

  1. dua-2nya membawa masalah…… di satu sisi rokok meraup tenaga kerja yang tinggi, salah satu pembayar pajak terbesar tapi di sisi laen “rokok” itu sndiri menimbulkan banyak masalah
    bgitupula masalah asap kendaraan… jaman skarang kendaraan bermotor sangat dibutuhkan untuk aktifitas shari-2…. tapi juga menimbulkan polusi…
    kembali lagi ke alam dech….. banyakin penghijauan biar udara tetap seger

    • maka dari itu, wa.. sebelum ngomong kalo perokok itu a,b,c,d harusnya ngeliat dulu… ato secara ekstreem : stop pake kendaraan bermotor.. biar pas..

      makasih udah mampir ya, wa..

  2. lebih buruk perokok dari pengendara sepeda motor
    guna dari rokok itu merusak diri sendiri and gada manfaat nya
    sedangkan kendaraan bermotor maksud menggunakan nya adalah untuk menuju tujuan lebih cepat…masalah mengganggu orang lain tetep perokok yg mengganggu kan kalo orang ngerokok itu bisa d angkutan umum,tempat2 umum yg LANGSUNG mengenai orang lain d sekitarnya,sedangkan orabg yg menggunakan kendaraan bermotor asap nya TIDAK LANGSUNG kena ke orang di sekitar nya,yg kalo di jalan asap nya itu tidak menetapp di satu tempat atau hilang dengan angin,ya kalo melarang orang merokok itu wajar2 sajalah tapi kalo ada juga yg ngelarang bawa kendaraan bermotor kan ga wajar juga

    • apakah saya berbicara masalah guna dari keduanya????

      yang jelas, keduanya kan sama2 mengeluarkan racun, sama2 merusak tubuh juga.. kalo sudah gitu, kenapa ga berkaca???

      terima kasih sudah mampir di dunia bond chan..

        • makasih infonya..

          masalah bersepeda, saya tidak menganjurkan orang untuk naik sepeda untuk kemana saja.. coba baca penjelasan akhir yang menjadi inti dari tulisan saya ini..

          Pada akhirnya, sebelum anda berceloteh bahkan menghina pengguna rokok, mulailah dulu untuk menanggalkan kendaraan bermotor anda sekarang dan rubahlah menggunakan kendaraan non motor. Agar anda tidak membuat polusi yang membuat orang lain menderita, sehingga pada akhirnya anda sendiri tidak akan ditanyakan oleh tuhan tentang pertanggungjawaban untuk apa mulut anda di pergunakan ketika di alam sana kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s