Wanita : Sang Pegas untuk Punggung Pria


Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air matamu berlinang
Mas intanmu terkenang

Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdoa

Kulihat ibu pertiwi
Kami datang berbakti
Lihatlah putra-putrimu
Menggembirakan ibu

Ibu kami tetap cinta
Putramu yang setia
Mmenjaga harta pusaka
Uuntuk nusa dan bangsa

Itu adalah sebuah lagu kanak-kanak yang tentunya sudah akrab dong di telinga bond-bond.. Lagu anonim ini memang menjadi lagu yang pantas untuk menggambarkan dua hal.. Yang Pertama, wanita.. Yang kedua, Indonesia.. Kali ini yang akan saya bahas adalah yang pertama.. Yaitu Wanita..

Sebenarnya, kenapa lagu tersebut diberi judul ibu pertiwi?? Kenapa bukan bapak pertiwi?? Kenapa untuk menggambarkan keindahan Indonesia harus menggunakan kata ganti “ibu” dalam lagu tersebut? Nampaknya cukup mudah dipahami oleh kita jika dipikirkan sejenak saja. Karena Ibu adalah wanita. Kalau Pria itu bapak.😀 Kenapa wanita begitu dipuja hingga dijadikan konotasi dalam lagu tersebut? Karena wanita itu indah. Wanita itu Lembut. Dan karena wanita itu mampu membungkukkan pria.

Kenapa bisa begitu? Karena menurut analogi saya pada dasarnya, pria itu sejatinya diciptakan dari kayu yang paling sulit ditekuk. Sementara wanita itu sejatinya diciptakan dari kayu yang menjadi bahan utama pembuatan perahu. Dimana dia bisa ditekuk semaksimal mungkin, dia kuat dihantam ombak kencang, tapi dia tidak rapuh dan dia keras. Seperti itulah penggambaran wanita dalam hemat saya. Dan karena itulah wanita itu secara singkat mampu membuat tengkuk kesombongan pria membengkok barang beberapa waktu. Dahsyatnya wanita.

Pria bukanlah seonggok barang yang kuat di mulut, namun lemah dalam tindakan nyata. Yang berbeda dengan wanita dimana mereka bisa dengan gagahnya menghantam kerasnya ombak, namun bisa ditekuk untuk dijadikan lambung perahu.. Namun, pria secara sengaja diciptakan sebagai sosok yang kuat lahir batin.. melebihi wanita. Karena itulah wanita diciptakan. Tapi, disitulah kelemahan pria. Mereka terlampau kuat untuk wanita. Mereka terlalu kuat untuk musuh. Hingga akhirnya mereka sombong dan akhirnya terjungkal oleh masa.

Wanita itu sebuah oli dalam kerasnya susunan karakteristik pria. Itulah kenapa, wanita mampu membuat banyak presiden di dunia tidak sangat-sangat otoriter.  Contoh : Ibu Tin Soeharto, ibu Fatmawati, ibu Ani Yoedhoyono, dan ibu Hilliary Clinton. Mereka empat dari beribu wanita yang telah menyelamatkan dunia ini dari banyak perang. Karena tanpa ibu negara itu, para pria pemuncak negara tersebut akan bisa berperang satu sama lain. Percayalah!

Wanita itu manusia yang berkarir sepanjang dia bernafas. Berkarir di dunianya, dan berkarir di dunia anaknya. Seorang anak tak bisa melepas begitu saja kesuksesan karirnya tanpa seorang ibu. Baik itu ibu tiri, ibu kandung. Tapi yang jelas, disetiap kesuksesan, disetiap kebaikan seorang anak adam dan hawa ada sosok ibu disana. Oleh karena itu, setiap anak kecil yang nakal, orang disekitarnya selalu reflek bertanya : Anaknya ibu siapa sih itu? Dan setiap anak yang pintar, selalu muncul pertanyaan : dikasih makan apa sih anak itu sama ibunya? Oh ibu.

Bersyukurlah kita, karena di bumi ini masih banyak wanita. Dan akhir kata : Selamat harinya wanita. Jadilah wanita yang terus dan terus membungkukkan punggung kami para pria di seluruh muka bumi. Karena tanpa kalian, hidup kami dan hidup teman-teman kami serta hidup seluruh anak-anak kami akan hancur dalam waktu singkat. Terima Kasih Wanita.🙂

12 thoughts on “Wanita : Sang Pegas untuk Punggung Pria

  1. wanita emang wah pam
    sampet pernah denger mending di tinggang A dari pada di tinggal I

    *pam nakama tuh artinya apaan sih

  2. weleh.. ada pupung pula..

    maksudnya ditinggang A daripada ditinggang I apa’an pung?? *bingung

    Nakama apaan lagi?? *noidea

    makasih udah mampir di dunia bond chan ya, pung.. kratingdaeng mampir di kulkas..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s