Burlesque –Lagu, tarian, ending-


Cerita dimulai ketika Ali, gadis di sebuah kota kecil yang sudah bosan hidup sebagai seorang pelayan bar kecil di kotanya mencoba mengadu nasib di kota hiburan terbesar dan menjadi jujukan untuk entertainer sekolong jagad : Los Angeles. Karena nasib kurang baik di bar tempatnya bekerja dulu, Ali yang jago menyanyi dan menari itupun memberanikan diri keluar dari kotanya dan berharap menjadi seorang entertainer hebat di hollywood.

Burlesque, sebuah klub kecil di cukilan besar klub mewah di Los Angeles pun menerima dia sebagai seorang pelayan di sana. Karena gagal meyakinkan sang pemilik, dia pun harus menunggu saat yang tepat untuk bisa berdiri sejajar dengan nikki, wanita yang menjadi ratu di panggung klub glamour tersebut.

Sebuah audisi untuk penari baru di klub tersebut pun membawa nama Ali menjadi next queen menendang indisipliner Nikki dalam pekerjaannya. Dan status bintang pun kini disematkan sang pemilik padanya. Bahkan melebihi apa yang bisa dicapai oleh mantan ratu di Burlesque Nikki.

Masalah Ali teratasi, dan impiannya tinggal sejalan lagi menuju hollywood. Namun masalah klub yang suatu saat akan mengirimnya ke hollywood tersebut berada dalam keadaan kolaps. Pemilik setengah saham klub malam tersebut memutuskan untuk membeli seluruh saham klub tersebut dan berencana meruntuhkannya untuk tujuan mega proyek perusahaanya. Lalu bagaimanakah nasib klub tersebut? Jika Ali pemilik utama klub tersebut tidak bisa mempertahankan kolaps di klub mereka, lalu bagaimana dengan nasib Ali?

Sebuah film yang menurut saya pribadi biasa saja. Lebih bisa dibilang sebagai FTV macam glee atau CSI dkk.  Dengan akting yang ala kadarnya, sebenarnya tidak banyak hal yang bisa diharapkan dari film ini sendiri. Kehadiran Christina Aguilera dalam film ini tidak banyak membantu. Sebagai pemeran utama, Christina Aguilera hanya bisa dianggap sebagai magnet bagi pecinta film umum.

Christina Aguilera yang notabene memiliki banyak fans pun akhirnya menjadi alat untuk menambah pundi-pundi keuangan sang pemilik saham film ini. Karena ketenarannya dianggap bisa menyedot banyak fans yang dibuat penasaran jika idola mereka bermain film. Atau bisa dibilang sebagai pendongkrak ekspektasi semata. Mereka (fans) akan tidak melihat lebih dari sekedar akting sang diva dalam film ini, yang membuat sutradara pun akhirnya hanya dibebani pembuatan film yang ringan, namun tidak murahan.

Ringan, namun tidak murahan, dan lupakan hal hal lain. Itu bisa menjadi point utama pembuatan film ini kalau ditinjau dari kacamata saya. Karena jujur, saya kurang puas dengan keberadaan film ini. Kalau dinilai secara keseluruhan, film yang berdurasi panjang ini hanya berkutat di (maaf) bokong, tetek, dan goyang serta nyanyian semata. Sungguh mengecewakan kalau kita berekspektasi berlebih terhadap film ini. Bahkan jika anda mengira film ini akan sebagaimana, anda akan jatuh kecewa dan hanya mendapati rasa kantuk, ingin menguap, dan bosan. Karena film ini hanya untuk fans Christina Aguilera yang ingin melihat idolanya menari dan menyanyi di dalam sebuah film.

Jatuhnya film ini selain terlihat dari cerita yang biasa, juga terlihat dari hal-hal yang tidak terlihat. Seperti make up Christina Aguilera yang tidak menyenangkan untuk dilihat. Penampakan Christina Aguilera yang diharapkan menjadi seorang gadis desa yang merantau ke kota, malah terlihat seperti seorang gadis yang norak meskipun sudah menjadi bintang. Hanya dalam beberapa scene, dia terlihat cantik.

Penyelamat film ini hanya terletak di lagu soundtracknya yang bagus. Saya sepanjang film memang menikmati lagu-lagunya yang bolehlah membuat kaki saya bergoyang. Namun selebihnya, hanya ending yang menyelamatkan film ini dair kegagalan.

Untuk keseluruhan, seperti yang menjadi judul dalam review ini hanya ada tiga hal yang membuat film ini pantas dihargai dengan uang puluhan ribu rupiah. Yaitu : lagu, tarian, ending. Untuk ending film ini yang ternyata tidak klise, cukuplah membuat saya memberi point 4/10 untuk film ini. Tertarik menonton? Keputusan ada di tangan anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s