Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 5 -Tanggung Jawab Ibu Kota-


Akhirnya sampai juga di tanggal 31 Mei 2011..!!!

Pas sudah hari ini adalah ulang tahun ke 718 kota Surabaya..!!!! tretetetetetttt.. Selamat ulang tahun kota Surabaya..!!! 😀

Kali ini adalah puncak dari total 5 part kado ulang tahun khas dari Dunia Bond Chan. Mau bahas apa sebagai kado di hari ulang tahun hari ini??

Surabaya, kota yang dijadikan ibu kota jawa timur yang mungkin sejak negeri ini dilahirkan. Ibu kota selalu dikaitkan dengan pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat hiburan di sebuah provinsi. Tak ayal, sejak dulu Surabaya selalu disesaki oleh kaum urban yang dari tahun ke tahun bertambah. Karena di kota ini, gubernur mengatur provinsi Jawa Timur. Karena di kota ini, Gubernur mengatur jalannya roda ekonomi provinsi paling timur pulau jawa ini agar menjadi yang terbaik. Dan karena di kota ini, gubernur yang terkenal dengan kumisnya yang lebat ini mengatur pengangguran yang berserakan di wilayahnya.

Pengangguran adalah sebutan untuk orang yang dianggap tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Pengangguran selalu di identikkan dengan kemiskinan. Dan kemiskinan selalu dianggap meningkatkan angka kemiskinan di sebuah negara bahkan kota atau kabupaten. Sebuah ibu kota dianggap mempunyai peran penting untuk perputaran uang terbesar di sebuah provinsi. Dan ibu kota dianggap sebagai pusat pekerjaan untuk (calon) pengangguran yang berada di desa. Terlepas setelah sampai di sini mereka mendapat pekerjaan atau tidak, yang jelas ekspektasi itu sudah mereka lihat dan rasakan sejak mereka bisa mendengar. Paradoks itu juga membuat orang yang memiliki jiwa pedagang mencoba mengadu nasib di ibu kota. Berpegangan pada banyaknya uang yang hidup di kota, membuat mereka memenuhi tempat wisata untuk menjajakan barang dagangannya.

Ya, kalau mau menyurvei kita bisa mendapatkan 80% dari semua PKL di kota Surabaya adalah orang dari perantauan. Dan rata-rata dari mereka adalah orang dari wilayah sebelah ibu kota yang pada periode 2010-2015  dipimpin oleh walikota perempuan ini. Sebenarnya tidak seberapa penting prosentase PKL yang begitu besar dari luar kota Surabaya. Karena hal ini adalah wajar adanya. Karena anda harus ingat, Surabaya adalah ibu kota Jawa Timur.

Sebagai ibu kota, Surabaya sebenarnya sudah banyak membantu mengurangi pengangguran di wilayah sekitarnya. Dan Surabaya sudah cukup mumpuni untuk menjadi nenek bagi anak-anaknya yang harus menanggung beban karena cucu-cucunya tidak memiliki pekerjaan. Dia tampung cucu-cucunya mengais rezeki di tempatnya. Karena mungkin wilayah ibunya tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka. Namun, kurangnya fasilitas masih menjadi permasalahan.

Pasar di Surabaya kalau dihitung bisa mencapai 100 pasar. Di kota seperti Surabaya, untuk masalah pasar yang memenuhi pangan bagi orang-orang yang bermukim disini bisa mencapai 100 pasar!! Belum termasuk pasar dadakan macam pasar pagi Tugu Pahlawan, Pasar pagi Masjid Al Akbar, dan banyak lagi pasar dadakan lainnya. Jumlah sebanyak itu sepertinya masih kurang untuk mengurangi jumlah pengangguran di jawa timur khususnya. Apa permasalahannya?

Masalah obrakan masih menjadi masalah yang sulit terurai. Ditambah banyaknya (dan kuatnya) protes dari orang-orang kaya yang ga mau jalan mereka tiap minggu diganggu oleh pasar dadakan membuat para PKL pun mulai bingung dan harus memutar otak untuk bisa lepas dari masalah obrakan ini.

Pasar Tugu pahlawan adalah salah satu contoh konkrit pasar yang menjadi adu kuat antara kebutuhan makan anak istri dan egoisme semata dari para orang kaya di muka bumi kota ekonomi terbesar di Indonesia ini. Pasar yang telah ada sejak saya belum lahir (lebih dari 20 tahun) ini adalah salah satu pasar yang paling saya ketahui bagaimana rasanya berjualan di sana. Karena saya sendiri pernah menjadi PKL di sana barang 4 bulan. Obrakan di pasar tugu pahlawan ini memang tidak sesadis pasar dadakan lain, karena pasar tugu pahlawan adalah salah satu pasar yang menurut saya memiliki struktur preman yang terkoordinir.

Apa masalahnya? Pasar satu ini adalah pasar yang membuat macet jalanan depan tugu pahlawan hingga melingkar sampai Bank BI di belakangnya. Namun, kemacetan ini justru dianggap karena PKL yang terlalu maju. Padahal, PKL di sana tetap sebanyak itu. Nambah pun sulit. Karena ada stan tidak tertulis dan tidak bertanda di pasar dadakan yang selesai pukul 11 siang ini. Jadi, kalau ada yang mau mengambil stand, dia harus mendaftar dulu. Kalau mengambil stand orang, dia akan diusir paksa. Karena yang berjualan di sana rata-rata sudah lebih dari setahun. Jadi mereka sudah hapal stand masing-masing. Jadi, yang menyebabkan kemacetan siapa??? Ada dua. Pertama adalah pembeli drive thru yang suka memarkir sepeda motornya di pinggir jalan depan stand tujuan mereka. Kedua adalah orang yang memakai mobil.

Sempat ada wacana pemindahan pasar yang beromzet hingga setengah M di tanggal muda ini. Namun untungnya pemerintah tidak menggubris hal tersebut.

Itu baru satu contoh. Masih banyak lagi pasar dadakan yang secara gamblang mampu meningkatkan tingkat enterpreuner di provinsi Jawa Timur. Seharusnya pemerintah sadar, bahwa relokasi untuk pasar dadakan jelas sangat dibutuhkan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Jawa Timur. Dan seharusnya, pemerintah kota Surabaya pun semoga ikut mewujudkannya. Karena ini adalah salah satu bukti tanggung jawab dari walikota sebuah ibu kota di salah satu provinsi di Surabaya. Agar pasar dadakan semakin banyak. Sehingga pedagang dadakan dari seluruh Jawa Timur memenuhi kota ini, yang berujung pada semakin mengecilnya angka pengangguran di Jawa Timur dan Surabaya khususnya.

Sekali lagi, selamat ulang tahun kota Surabaya..!!! Semoga di umur yang ke 718 ini kamu sadar akan tanggung jawabmu untuk ikut mengurangi pengangguran di Jawa Timur.. Karena kamu adalah ibu kota bagi mereka.

Salam Dunia Bond Chan

Akhirnya selesai juga.. 😀

Buat yang belum baca part 1-4 silahkan baca di sini..

Selamat ulang tahun Surabaya part 1

Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 2

Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 3 

Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 4

Iklan

Selamat Ulang tahun Surabaya part 4 –Cinta, Keindahan, dan Sunset di Danau Cinta-


Danau cinta, jarang orang Surabaya yang menyadari tempat wisata satu ini. Salah satu tempat wisata yang terlahir tanpa disengaja ini, telah menjadi salah satu jujukan wisata murah meriah terbaru bagi masyarakat Surabaya yang berada di wilayah barat.

Namanya memang terlihat unik. Namun jangan dianggap nama ini adalah pemberian dari orang tertinggi di kota ini. Karena nama ini terlahir sendiri sama halnya dengan ‘kegunaan’ dari danau buatan ini. Kata cinta yang dipakai sebagai nama lebih bisa dianggap sebagai sebuah kesan buruk dari danau ini. Danau yang diperkirakan terlahir sekitar lima sampai enam tahun yang lalu ini, terkenal dikarenakan sebagai tempat untuk muda-mudi beradu cinta. Karena kegunaan yang kurang pas tersebut, ditambah tidak adanya nama untuk danau ini, hingga para pelanggan setia danau ini menamakannya sebagai Danau Cinta.

Nama buruk yang diemban danau indah satu ini sebenarnya memiliki keunggulan tersendiri yang disajikan khusus untuk penikmatnya. Selain suasana danau yang murah meriah, danau ini menyimpan keindahannya di kala matahari tenggelam di ufuk barat. Ditemani gemercik air yang tenang, angin yang tidak pernah sepi menerpa tubuh kita membuat tempat ini memiliki keistimewaan dibanding beberapa tempat wisata gratis di kota ini. Jalanan di sebelah danau yang cukup lebar untuk dipakai lintasan F1 membuat orang yang berada di sana tidak akan merasa gerah walaupun matahari di atas kepala kita. Dan dengan atau tanpa uang, kita pun bisa ‘ngiup’ (berteduh) di tenda-tenda yang disediakan secara free dari para penjual es dan makanan ringan di pinggiran danau yang berukuran 1 hektare ini.

Penjual jajanan mulai dari minuman dingin, minuman bersoda, sampai minuman panas macam kopi pun bisa kita nikmati mulai siang menjelang hingga sebelum matahari muncul ke permukaan. Dahulu sebenarnya danau ini hanya digunakan para pemancing kecil-kecilan. Namun semakin lama, melihat semakin banyaknya pemancing di danau ini, membuat para penjual es keliling ikut memancing rezeki dari tenggorokan pemancing danau yang mempunyai nama lain Danau Unesa ini. Melihat keluh kesah para pemancing yang merasa kepanasan setiap siang menjelang, pemancing tenggorokan part 2 pun muncul. Mereka adalah orang-orang yang mulai sengaja membuka stand dadakan di pinggir danau lengkap dengan tenda kecil-kecilan yang membuat para pemancing tidak kepanasan. Semakin lama, ikan semakin berkurang dan para pemancing hanya melakukan hobinya ketika selesai hujan hingga banjir besar datang. Dimana itu merupakan tanda lucky draw mereka diuji di danau yang mempunyai view terbagus dari seluruh danau di Surabaya ini. Tuhan memang adil, pemancing sudah mulai jarang datang, orang-orang yang kehausan dan kelelahan di jalan pun mulai suka mendatangi tempat ini. Hingga akhirnya penjual semi permanen pun tetap bertahan lengkap dengan tendanya.Waktu pagi, banyak orang tua, muda mudi, dan anak anak yang mampir ke danau ini hanya untuk sekedar melepas penat sehabis jogging dan menyambut sinar mentari memandikan tubuh mereka dipagi hari. Tak banyak juga orang yang mampir sekedar untuk membeli makanan pagi seperti nasi pecel yang kerap menjadi hidangan favorit dipagi hari dan sekedar untuk menikmati keindahan danau di kala mentari mulai menunjukkan keagungannya. Apalagi ketika sore, banyak pasangan yang mengajak anak-anaknya ke danau ini sekedar untuk berwisata dan menunggu saat matahari pergi dari pelupuk mata mereka sembari bercengkerama berbagai hal.

Malampun menjelang. Suasana tidak beranjak sepi, namun terasa semakin ramai bak malioboro di jogjakarta, tempat ini pun berubah, dari sebelumnya menjadi tempat bagi para keluarga melepas sang lelah, menjadi arena berkumpul dan bercengkrama bagi muda-mudi Surabaya. Tempatnya yang remang-remang tak jarang dijadikan obyek bagi muda-mudi nakal untuk berbuat sesuatu yang merusak keindahan danau ini. Berulang kali penggerebekan, tak membuat mereka jera untuk kembali “menggunakan” danau yang seharusnya bisa dipakai sebagai tempat wisata oleh pemkot Surabaya ini.

Semak belukar yang menghiasi danau inipun menjadi arena kejantanan bagi para remaja labil untuk berbuat sesuatu yang tidak seharusnya. Namun kurangnya perhatian pemerintah, ditambah bingungnya kepemilikan atas danau ini pun membuat hal seronok itu terus terjadi sampai detik ini. Namun satu yang jelas, Danau Cinta atau Danau Unesa tetap menyimpan eksotisme yang telah diberikan tuhan dan sepatutnya pemerintah kota Surabaya bersyukur pada yang kuasa atas pemberiannya berupa danau ini. Dan tak lupa mereka pun harus beterima kasih pada para penjual yang telah berjualan dari pagi hingga pagi lagi yang telah ikut membantu membuat bersih dan membuat tempat ini mampu menjadi sebuah tempat wisata ditengah ketidak jelasan kepemilikan Danau Cinta.

Bond Chan

Berikut adalah gambar-gambar dari danau cinta. Maaf kalo rada jelek. Pake kamera hape sih.. 😀

Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 3 -Jujur, Kami Tak Bisa Pelan-


Selamat hari minggu..!!! Selamat pagi dunia minggu..!!! 😀

Masih ngobrolin soal kado spesial dari Dunia Bond Chan buat kota Surabaya, kali ini obrolannya sedikit berat. Apakah itu? Karakter orang Surabaya yang jujur pada hati nurani. 🙂

Orang Surabaya dari dulu sudah biasa hidup dalam tekanan dunia kerja. Tak peduli anak kecil, sampai usia sudah tidak bisa berjuang lagi, kami selalu ‘dipaksa’ untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup tanpa bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, terkadang etos kerja orang yang sudah lama tinggal di kota ini menjadi lebih tinggi dan lebih simpel.

Pekerjaan yang cepat, mudah, selalu mengorbankan sesuatu. Yang dikorbankan adalah orang di sekitar kita. Semakin cepat sesuatu dikerjakan, semakin banyak uang yang didapat. Semakin tenggelam dalam urusan harta, orang hampir bisa dipastikan tak akan mengenal mana teman mana lawan. Yang terpenting hanya bagaimana anak istri bisa makan enak, tidur nyaman, dan tidak terbelit hutang.

Kerasnya dunia Surabaya yang sudah terkenal dari jaman belanda, memaksa karakter masyarakat kota ini dirasa keras bagi banyak orang di luar Surabaya dan sekitarnya.  Salah satunya, kejujuran. Cukup bisa disadari tentang kejujuran orang Surabaya dalam menilai orang lain. Karena itulah muncul istilah orang sini adalah tipe orang yang ceplas-ceplos.

Tipe yang lebih dikenal dengan mengucapkan sesuatu dengan spontan atau tidak yang terkadang membuat orang yang menjadi korbannya sulit menerima tersebut memang sudah cukup melekat menjadi karakter khas kota ini. Penyebab utama mereka comfort dengan karakter ceplas-ceplos mereka tersebut lebih dikarenakan ketidaksukaan dengan hidup yang terlalu rumit. Karena hidup mereka sudah terlalu rumit dengan terus berburu penghasilan sebanyak mungkin, jadi buat apa harus merumitkan diri dengan urusan kecil seperti dendam atau semacamnya kepada orang yang tidak sesuai dengan pikiran mereka.

Ceplas-ceplos menurut pandangan luas lebih bisa disamakan dengan berkata jujur. Namun tak banyak yang mampu menyadari itu. Karena orang bijak berkata : berkatalah jujur meskipun itu akan membunuhmu. Kurang pahamnya akan arti sebuah kejujuran murni yang berdasar pada ke engganan untuk menyimpan masalah yang sudah terlalu complicated dalam hidup mereka, membuat mereka seakan menjadi sosok yang tidak mampu memahami isi hati seseorang. Dan inilah tragisnya kami. Meskipun ga bisa dipungkiri juga bahwa salah satu hal lain adalah karena streotype yang terlalu luas yang didapat dari satu atau beberapa orang saja. Karena seperti halnya apa yang saya tulis di judul, bahwa mereka adalah orang yang jujur. Tapi kami tidak bisa pelan,tidak bisa mengerem apa yang akan kami ucapkan. Jadi, mereka akan menganggap sama untuk semua orang yang menginjak tanah kota Surabaya. Sama disini adalah sama mengerti bahwa sudah merupakan hal yang biasa mengucapkan sesuatu yang mengganjal di hati secara live tanpa iklan. 😀

Berbicara tentang kejujuran dan ceplas-ceplos, orang disini tetap tak bisa melepas diri dari kebiasaan khas orang pada umumnya : bergunjing. Disini bergunjing tetap menjadi hobi yang menyenangkan. Meskipun mengungkapkan kekesalan secara langsung di muka orag yang kita benci masih bisa diterima meskipun akan menghancurkan tali silaturahmi beberapa hari, namun ternyata budaya bergunjing tetap ada.

Akhirnya, itulah mereka. Orang Surabaya. Masyarakat dengan sejuta kejujuran, namun kami tidak bisa pelan dalam mengungkapkan. Jadi jika anda menginjak tanah Surabaya, persiapkan mental dan tahan emosi. Karena beginilah adanya kami. Karena hal ini sudah ada dari jaman kami terlahir ke muka bumi. 🙂

Salam Dunia Bond Chan.

Tunjungan Plaza


Iseng ahh.. Nulis2 dikit biar ga kedinginan nih kaki gara2 di TP suhu ac nya dinaikkan menjadi minus 5 derajat celcius.. *halah lebay*

Ada yang tahu kenapa TP sampe sebegini hebohnya? Heboh dalam hal apa? Heboh dalam hal pengunjung, heboh dalam hal harga standnya (yang notabene paling murah 6 juta per bulan) -update harga setahun yang lalu- dan heboh dalam jumlah TP nya.. Maksudnya? Maksud dari yang terakhir adalah kalau kalian yang sudah khatam atau sekedar tahu sekalipun dengan yang namanya Tunjungan Plaza, pasti ngerti jumlah blok atau apalah namanya dari Tunjungan Plaza.. Berapakah jumlahnya? ada 4 blok atau lima Tunjungan Plaza.. Jumlah yang luar biasa..

Tidak sedikit orang dari luar Surabaya yang baru mengerti tempat tersebut pasti terkaget dengan jumlah blok di Tunjungan Plaza.. Ada lima Tunjungan Plaza?? Dan berada di satu kota pula?? seakan plaza ini seperti minimarket yang jumlahnya lebih dari satu dalam satu kota.. Tapi inilah sangarnya Tunjungan Plaza.. Dan inilah kebanggaan tersendiri dari Surabaya, bahwa kota pahlawan (katanya) ini mempunyai mall terbesar (namun tidak termegah) di Indonesia..

Ngomongin soal kenapa Tunjungan Plaza bisa sebegini sangarnya, tak bisa langsung kita katakan karena kegilaan sang pemilik.. Salah seorang teman saya ada yang mengira Tunjungan Plaza ini dari awal dibangun sudah dibentuk lima blok.. Padahal dari tahun 1980 sekian, tunjungan plaza hanya ada satu blok.. Semakin lama karena besarnya animo masyarakat Surabaya dan kota-kota sekitarnya dengan Tunjungan Plaza ini dibangunlah Tunjungan Plaza II yang berada di sebelah Tunjungan Plaza pertama.. Ya, di sebelah.. bukan di belakang.. Tidak sedikit yang sering mampir kemari mengira Tunjungan Plaza II berada di antara Tunjungan Plaza I dan III.. Tapi yang sebenarnya adalah : Tunjungan Plaza II itu berada di sebelah TP I dan diapit oleh kantor telkom..

Setelah sukses dengan dua TP, ternyata animo juga masih tinggi. Dibangunlah TP III yang berada di belakang TP I. Pembangunan TP III ternyata membuat sang pemilik kekurangan tempat untuk menampung hasrat para pemilik butik kelas dunia untuk berjudi di Plaza terbesar di kota Rawon ini.. Melihat peluang itu, sang pemilik membangun TP Sogo atau kalau dibentuk blok, bisa menjadi TP IV yang lebih menampung para perlente atau eksekutif atas untuk memanjakan diri dengan barang-barang berkelas dunia di mall yang terletak di pusat kota Surabaya ini..

Jauh dibelakang semua kesuksesan pembangunan TP (tunjungan plaza) terdapat sebuah perhitungan yang cukup logis untuk dipikirkan tentang kenapa TP begitu sensasional. Apakah itu? karena TP ini dipromosikan gratis jauh sebelum adanya TP ini sendiri.. Tidak percaya?

Mari kita lantunkan lagu yang paling menggambarkan kota Surabaya.. “rek.. ayo rekk.. mlaku2 nang tunjungan..” Semua tahu lagu itu tentunya kan? Dan hampir semua orang yang hidup di indonesia selalu menggabungkan lagu itu dengan kota Surabaya.. Nah sudah mengerti sekarang hubungan lagu tersebut dengan sensasionalnya TP? yup!! di lagu itu ada nama tunjungan. Sebenarnya jalan tunjungan dari dulu sudah sangat dikenal luas oleh orang indonesia sebagai jujukan untuk jalan-jalan atau berbelanja. Jalan yang kini sudah tidak seramai dulu itu sampai dijadikan salah satu tempat tujuan yang tidak boleh dilewatkan. Atau istilahnya ke Surabaya kalau ga ke Tunjungan seperti ga ke Surabaya. Tapi itu dulu.. Sekarang?

Lagu tersebut memang sebuah lagu yang mempunyai magis luar biasa.. Karena lagu itu adalah lagu yang membawa orang menuju ke Tunjungan setiap berada di Surabaya. Jadi ga salah kalau setiap saat TP ga pernah sepi pengunjung, dan ga salah kalau pemiliknya sampai melebarkan TP dari yang di tahun 80an masih satu blok kecil layaknya mall biasa, sekarang menjadi mall super besar dengan 5 blok..

Jadi karena lagu itu, TP menjadi begitu dikenal setelah runtuhnya rezim jalan tunjungan. Namun kita tidak bisa menyalahkan keruntuhan jalan tunjungan karena kehadiran TP. Karena sejarah bisa berkata bahwa kesangaran TP ini karena pada jaman pertama munculnya, hanya TP satu2nya mall yang ada di Surabaya. Oleh karena itu, TP menjadi jujukan dan bisa dikatakan sebagai tempat paling keren di Surabaya waktu itu (sekarang juga bagi banyak anak muda). Nah sebenarnya yang membuat menarik itu tak lebih karena turunan. Jadi ketika anak muda jaman 80an itu mengenal TP, mereka mendengungkan bahwa TP adalah tempat paling keren now and forever. Dan itu diturunkan ke adik mereka, ke tetangga-tetangga mereka. Ditunjang lagi dengan tidak adanya satupun mall di Surabaya dalam kurun waktu 10 tahun sejak berdirinya TP. Bisa dibuktikan dengan mencari tahu kapan Delta atau Plaza Surabaya dibangun, dan dibandingkan dengan berdirinya TP itulah selisih kekuasaan dan pembangunan paradoks kerennya TP.

 Jadi, tak bisa dipungkiri lagi walaupun TP sekarang telah menjadi mall dengan barang-barang yang mahal dan berkelas -kecuali di matahari dan beberapa tempat- namun TP tetap ramai dan tetap menjadi jujukan untuk bersantai, untuk belanja, untuk kumpul-kumpul, untuk nonton dan untuk apapun. Bahkan kehebatan TP tidak bisa ditandingi oleh lebih dari sepuluh mall dan trade center yang ada di Surabaya sekalipun. Bagaimanapun, TP tetap di hati orang Surabaya now and forever. 

Salam Dunia Bond Chan

Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 2 -Apa Benar?-


Pagi bond bond.. 😀

Maaf nih yang udah nunggu seminggu lebih lanjutan kado ulang tahun dari Dunia Bond Chan untuk kota Surabaya.. Tapi dijamin dua tulisan ke depan ini bakal memuaskan dahaga nunggu lebih dari semingguan lebih ini.. Ga pake lama, ga pake suwe.. Monggoh..

Surabaya.. Sebuah kota besar, kota metropolis, dan menjadi kota terbesar kedua di Indonesia ini menurut segelintir penelitian merupakan pemasok utama segala macam kebutuhan sekunder untuk wilayah jawa timur dan seluruh pulau di Indonesia bagian timur..

Banyak yang sudah mengenal Pasar Turi -yang kini berubah nama (sementara) menjadi PGS (Pusat Grosir Indonesia)- lalu Tunjungan Plaza, belum lagi Hi Tech Mall, dan duo pusat Handphone terbesar di kota ini WTC dan Plaza Marina.

Tempat-tempat tersebut di atas adalah spot favorit untuk membeli banyak barang dengan harga miring atau untuk dijual lagi bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia. Mau tahu keistimewaan tempat-tempat tersebut? Silahkan baca penjelasan singkat berikut.

-Pasar Turi-

Pasar satu ini sudah sangat terkenal sebagai pusat barang-barang mulai dari kain, baju, celana, dan menjadi pusat tengkulak untuk mendapat harga super miring untuk barang yang mereka cari. Tempatnya yang tak jauh dari Tugu Pahlawan Surabaya, membuatnya begitu dikenal dan sudah menjadi pusat tengkulak se Indonesia timur sejak 1970an.

Namun sayangnya tempat ini ‘dibakar’ paksa oleh pesaingnya yang kebetulan tempatnya berada di seberang Pasar turi pada sekitaran tahun 2007. Kebakaran hebat yang terjadi selama lebih dari 24 jam ini telah menghancurkan beratus-ratus toko di Pasar terbesar di kota pahlawan ini.

Layaknya hukum kapitalisme, selama kebutuhan terpenuhi lupakan saja kejadian lampau. Itu pula yang terjadi pada Pasar Turi saat ini. Pusat Grosir Surabaya yang berada di seberang Pasar Turi pun akhirnya dijejali oleh pedagang pindahan dari Pasar Turi.  Dan pelanggan lama pun mulai melupakan pasar lama yang hanya tersisa 1/4 nya saja tersebut. Secara instan, orang dengan instan menganggap PGS sebagai New Pasar Turi. Hingga akhirnya, saya sendiri tidak bisa berpikir akan jadi apa pembangunan Pasar Turi beberapa bulan ke depan. Karena pembangunannya yang baru saja dimulai bulan lalu itu apakah akan laku? Karena pemilik toko yang dahulu berada di sana, kini sudah pindah di New Pasar Turi atau lebih akrab dengan sebutan PGS.

Terlepas dari itu, PGS tetap mampu membuktikan bahwa dia mampu mengambil tongkat estafet dari pendahulunya. Terbukti, di sana seakan pembeli tidak mengenal hari. Setiap hari selalu penuh sesak pembeli dari penjuru negeri ini. Tentunya untuk memborong banyak barang untuk dagangan mereka di tempat mereka tinggal.

Hingga pada akhirnya dengan lebih dari 200 toko dengan berbagai macam barang dagangannya, apa benar PGS menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia timur?

-Tunjungan Plaza-

Mall satu ini pernah saya bahas sejarahnya di catatan FB saya. Namun agar yang tidak meng-add FB saya juga mengerti sejarah dan kedahsyatan Mall terbanyak di Surabaya ini, silahkan klik disini..

Tunjungan plaza memang sudah sejak lama menjadi mall paling terkenal seSurabaya. Dengan 3 mall utama dan satu gabungan dengan Sogo, mall ini memang menjadi salah satu tujuan wisata bagi para pengunjung ibu kota Jawa Timur ini. Tempatnya yang berada di jantung kota Surabaya, dan namanya yang disebut-sebut dalam sebuah lagu membuat mall satu ini mendapat hati bagi banyak orang.

Bagi pecinta brand terkenal sekelas louis vuitton, Raoul, The Executive dll tak perlu jauh-jauh ke Jakarta untuk sekedar mencari brand tersebut. Karena TP telah sejak lama mempunyai toko untuk barang-barang tersebut. Tak ayal, bagi orang dari wilayah timur Indonesia jauh lebih memilih mendarat di Surabaya daripada harus jauh pergi ke ibu kota negara.

Ditambah dengan kehadiran mall baru khusus barang-barang kelas eksekutif seperti Grand City Mall, semakin melengkapi pembuktian Surabaya sebagai penguasa barang paling branded di Indonesia timur.

Melihat dahsyatnya Tunjungan Plaza dengan branded internasionalnya, disokong oleh Grand City pertanyaan yang sama untuk PGS : Apa benar TP menjadi pusat branded terbesar di Indonesia Timur?

-Hi Tech Mall-

Mall satu ini adalah sebuah mall baru di sisi selatan kota Surabaya. Bekas Surabaya Mall ini tidak serupa mall pada umumnya. Disini full barang-barang elektronik macam Laptop, notebook, Ipad, sampe aksesoris kecil untuk melengkapi pencarian manusia Hi Tech abad 21 ini.

Dengan 4 Lantai, dan lebih dari 100 toko di dalamnya, tempat ini sempat dinyatakan sebagai mall untuk barang-barang Hi Tech terbesar di Indonesia timur ketika pertama dikenalkan ke publik. Di sini tak hanya berisi toko yang berjualan segala macam barang-barang berteknologi tinggi saja, namun juga terdapat service center beberapa brand terkenal di Indonesia. Seperti Acer, Vaio, Axioo, dll yang semakin memanjakan para manusia melek teknologi di Surabaya.

Sama halnya dengan TP, Hi Tech mall pun tak berdiri sendiri untuk menerima berjuta pengguna gadget. Sekarang di Surabaya semakin lengkap karena beberapa mall kelas menengah pun tidak mau ketinggalan memberikan banyak space untuk para penggila gadget. Mulai dari Golden City Mall, BG Junction, ITC semuanya memberikan satu lantai penuh untuk dijejali para penggila gadget yang biasanya disandingkan dengan HP center.

Pertanyaan yang tak jauh beda, Apa benar Hi Tech Mall menjadi pusatnya gadget terbesar di Indonesia timur seperti yang sempat mereka ungkapkan di awal kemunculannya?

-WTC & Plaza Marina-

Duo penguasa Handphone center terbesar di Surabaya. WTC dan Plaza marina. Berada di tempat berbeda, namun sama-sama menyajikan hal yang sama yaitu alat komunikasi paling dicari abad 21 : Hand Phone.

WTC memang singkatan dari World Trade Center sama seperti nama gedung yang pernah kena bom di AS. Entah kenapa gedung ini diberi nama WTC, namun yang jelas tempat ini sudah menjadi HP center sejak handphone masih segede buah pisang. 😀

Dengan lebih dari 200 toko di dalamnya, dengan 4 lantai full berisi perabotan handphone mulai yang terkenal sampai yang abal-abal. Sedikit lebih berisik dari plaza marina, namun tempat ini tetap diminati dan selalu menjadi jujukan utama untuk yang mau membeli dan menjual hapenya.

Plaza Marina mempunyai nasib yang sama dengan Hi Tech Mall, berada di bekas mall yang pada akhirnya disulap menjadi pusat handphone namun tidak mengganti nama. Plaza marina sebenarnya jauh lebih berani dibanding mall kelas menengah yang menggabungkan gadget dan handphone dalam satu space. Plaza Marina ini benar-benar berjudi dalam bidang handphone. Seakan-akan mereka mencoba menggoyahkan kedigdayaan WTC sebagai satu-satunya pusat handphone berputar di Surabaya.

Dengan berani membuktikan diri sebagai handphone center terbesar di Surabaya, apa benar Plaza Marina dan WTC ini adalah dua Handphone Center penguasa wilayah timur Indonesia?

Itulah tadi beberapa tempat di Surabaya yang telah saya jabarkan panjang lebar beserta kegunaan mereka masing-masing. Jawaban dari pertanyaan tersebut, hanya anda sendiri yang bisa menjawabnya. Namun, jika anda bertanya mengapa saya begitu sombong menanyakan tempat diatas itu sebagai penguasa di wilayah timur Indonesia, jelas anda harus berpikir ulang.

Surabaya sudah sejak lama menjadi kota paling modern di wilayah Indonesia timur. Sebagai kota ekonomi terbesar di negeri ini sejak pertama negara ini didirikan, Surabaya memang berada di grid terdepan dalam masalah modernitas penduduknya. Tak ayal Surabaya yang secara geografis paling dekat dengan kota-kota besar di Timur nusantara seperti Makassar, Bali, Manado, Ambon, dan Jaya pura ini pada akhirnya menjadi tujuan utama yang bisa dicapai. Mengapa?

Jika anda tinggal di Makassar contohnya. Di Louis Vuitton jakarta ada tas yang anda suka. Sementara di Louis Vuitton TP barang tersebut juga ada. Anda pasti lebih memilih terbang ke Surabaya daripada ke Jakarta. Karena tiket Makassar-Surabaya jauh lebih murah daripada Makassar-Jakarta. Pertama, anda lebih hemat di kantong. Kedua, selisih uang Makassar-Jakarta bisa anda pakai untuk mencari barang lain.  Hal yang sama terjadi pada banyak tengkulak yang rela menyebrang ke Tanjung Perak demi barang dagangan yang bisa mereka jual lagi di tempat mereka.

Hingga pada akhirnya, apa benar yang saya tanyakan di atas? Tanyakan pada hati anda masing-masing. 🙂

Salam Dunia Bond Chan.

Review Festival Film Prancis 2011


Ini adalah tulisan lanjutan dari tulisan saya ini Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 1 -Penyambutan-.. Di sini saya bakal me review total empat film yang saya tonton di Festival Film Prancis 2011. So, nimati sajian euforia Dunia Bond Chan untuk menyambut hari jadi kota Surabaya..!!!

Ensemble C’Est Trop -Saat perselingkuhan mengorbankan banyak orang-

Inilah film pertama yang saya tonton di hari minggu kemaren.  Menceritakan sebuah keluarga yang super sibuk, sang ayah bekerja kantoran sang ibu bekerja sebagai editor artikel harus didatangi ibu mereka yang tidak kuat menerima perlakuan kurang baik suaminya dan menginap di tempat tersebut.

Masalah pun menjadi pelik ketika sang ibu mulai depresi. Frustasi berkepanjangan membuat dia bertingkah laku bak anak muda. Kesibukan pekerjaan, ditambah ibu yang depresi, serta harus mengorbankan kamar mereka demi ibu yang telah melahirkan mereka menjadi inti masalah dalam film berdurasi 96 menit ini.

Sebuah film komedi pembuka hari minggu saya. Cerita yang unik, sederhana, dan bersinkronasi dalam cara mengocok perut saya pun berhasil dibuat oleh sang sutradara. Sepanjang film obrolan-obrolan cerdas namun lucu membuat film ini tidak bosan untuk diikuti.

Akting para pemain di film ini membuat saya betah berlama-lama menikmati alur yang standard namun tidak tertebak endingnya akan seperti apa. Cerita keluarga Sebastian membuat mulut kita yang sudah tertawa lebar harus mengatup sebentar karena lelahnya mereka merawat ibu mereka yang depresi.

Pendalaman Karakter para pemain sepertinya tidak seberapa dipedulikan. Karena cerita hanya berkutat pada satu hal yang sempit, dan ini menjadi senjata ampuh para sineas prancis menghindari para pencari pendalaman karakter dalam sebuah film.

7,5/10

LA FILLE DU RER -Saat Pertarungan Karakter dibahas Mendalam-

Film kedua dan terakhir yang saya tonton sebagai penutup Festival Film Prancis 2011 ini adalah film yang menurut saya sangat sulit dicerna. Selain subtitle bahasa inggrisnya yang terlalu banyak yang tidak saya mengerti, ceritanya ternyata banyak yang bingung memahaminya.

jeanne hidup bersama ibunya, Louise. Louise mendapat penghasilan dengan mengasuh anak-anak. Jeanne mencari pekerjaan. Suatu hari, Louise memutuskan agar putrinya bekerja untuk Samuel Bleistein, seorang pengacara ternama. Dunia antara Jeanne dan Bleistein berjarak teramat jauh. Meski begitu, mereka akan saling bertemu karena sebuah kebohongan luar biasa  akan dibangun oleh Jeanne. Film ini berkisah tentang kebohongan yang paling mengundang perhatian media massa masa kini. Sumber

jujur, saya ga ngerti mau ngereview apa.. Karena keterbatasan pemahaman saya soal film ini. Bahkan karena ga begitu paham, sampe saya copas sinopsisnya dari website resmi CCCL Surabaya. Jadi maaf, saya hanya bisa memberi poin untuk film ini saja. Maafkan.. 😦

Point : 6/10

Welcome -The Power of LOVE-

Ini adalah film pertama yang dijadikan pembuka Festival Film Prancis 2011. Diputar di hari Sabtu jam 12, judulnya benar-benar dianggap sebagai film selamat datang untuk para pecinta film Prancis di Surabaya.

Bilal, seorang pemuda 17 tahun telah menjalin asmara dengan seorang wanita yang kini tinggal di inggris. Sulit bagi seorang imigran kurdi sepertinya untuk bisa lepas dari jeratan badan imigrasi prancis, sama sulitnya seperti usahanya untuk bisa berenang melewati laut manche untuk bisa sampai di inggris tempat sang pujaan hati tinggal.

Sebuah film selamat datang yang awesome.. Dari cerita, akting semua terlihat bersih..

Cerita film yang tentang percintaan dan kepercayaan akan kekuatan cinta, diramu dengan tidak menye-menye dan tidak lembek ditengah tubuh lembek sang pemeran utama laki-laki. Nafas pendek yang dipunya Bilal tidak sependek nyalinya untuk bisa membuktikan bahwa cinta yang akan membuatnya bisa lepas dari incaran badan imigrasi.

Ending yang mudah ditebak, nampaknya tidak seberapa terpedulikan oleh penonton kebanyakan karena akting para pemain di film ini juga terhitung bagus. Tak ayal, Bilal yang diperankan oleh Fırat Ayverdi pun diganjar Durban International Film Festival sebagai aktor terbaik mereka untuk tahun 2009.

Saya pribadi menilai, yang bisa memenangkan Firat adalah keberaniannya berenang di laut manche. Sejauh yang saya lihat, nampaknya scene berenang di laut manche itu adalah real.

overall : 8/10

LES ENFANTS DE TIMPELBACH -Pentingnya orang yang menurut kita tidak penting-

Ini adalah film terakhir (yang saya tonton) di hari pertama Festival Film Prancis.

Saat sebuah desa mempunyai banyak bocah yang terlalu parah nakalnya, sekelompok orang tua berpendapat bagaimana kalau mereka kabur sehari penuh, memberikan pelajaran kepada anak mereka bagaimana kalau orang tua mereka pergi.

Namun, rencana sehari harus dilebihkan dikarenakan dalam sebuah perjalanan pulang mereka ditangkap oleh viking sebuah hutan. Alhasil, anak-anak mereka harus hidup tanpa mereka dalam beberapa hari kedepan.

Sebuah film yang kocak.. Film keluarga yang melibatkan banyak anak-anak dengan berbagai karakter digabungkan dalam satu desa untuk hidup tanpa orang tua. Intrik dalam film ini dibuat benar-benar ringan dan khas untuk menunjukkan dunia anak-anak yang sesungguhnya.

Jiwa nakal, sering terprovokasi, dan sering menyesal pada pilihannya pun diperlihatkan dalam film ini. Pantaslah ketika saya membaca sinopsis film ini, saya langsung tertarik dan mencoba mencari tahu agar semakin penasaran dengan film ini.

Akting anak-anak memang tidak pernah berbohong. Di film ini wajah anak-anak banyak di close up guna membuktikan kualitas dari director yang telah berhasil merayu anak-anak di film ini untuk menjadi diri mereka sendiri di film ini, dan enjoy dengan pekerjaan mereka.

point : 8/10

Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 1 -Penyambutan-


Siang Bond-bond..

Selamat Hari Mei.. Selamat hari buruh.. Selamat hari pendidikan nasional..!!! Berduka cita pula untuk Osama Bin Laden (entah asli ato palsu) yang telah tewas tertembak pasukan CIA, dan satu lagi selamat ulang tahun buat kota lumpia Semarang..!!! Semoga kalinya ga banjir lagi ya.. 😀

Bulan ini, Dunia Bond Chan mempunyai sebuah kado spesial menyambut hari lahirnya kota Surabaya.. Apakah itu..?? Ada yang inget sama tulisan ini?? Kado Ulang Tahun Surabaya dari Dunia Bond Chan  yupp!!! Selama sebulan terhitung sampai tanggal 31 Mei 2011, Dunia Bond Chan akan full membahas tentang hal unik di Surabaya.. Full Surabaya dehh buat bulan Mei, bulannya Surabaya..!!!! Selamat menikmati sajian pertama menyambut kelahiran kota saya tercinta..!!! 😀

Kota Surabaya adalah kota dimana saya lahir.. Kota Surabaya adalah kota dimana saya dibesarkan.. Dan kota Surabaya adalah dimana Dunia Bond Chan lahir. Kota Surabaya pula satu-satunya kota yang digunakan untuk menulis di Dunia Bond Chan.

Menjelang ulang tahun kota Surabaya yang ke 718 tahun, berbagai kegiatan rutin tahunan dimulai.. Mulai dari SSF (Surabaya Shopping Festival) dimana banyak diskon digeber habis oleh hampir semua mall di kota pahlawan ini. Hingga persembahan rutin dari CCCL Surabaya dengan menampilkan Festival Film Prancis sebagai penyambutan untuk datangnya bulan Mei yang menjadi bulan dilahirkannya kota berlambang sura dan buaya ini. Dan tahun ini, pemerintah kota Surabaya yang bekerjasama dengan salah satu koran paling terkemuka di sini membuat sebuah event untuk membangkitkan gairah pasar tradisional.. Festival Pasar Tradisional.Yah, acara yang dilaunching bertepatan dengan hari lahir kota pahlawan ini memang menjadi satu penyambutan tambahan disamping dua festival di atas.

Festival Film Prancis yang sudah berlangsung lebih dari 3 tahun ini memang menjadi pembuka dari festival untuk penyambut ultah kota Surabaya.. Dengan menampilkan film-film berkelas festival dari prancis, seakan ulang tahun kota Surabaya tidaklah lengkap tanpa kehadiran festival ini.

Ditambah dengan berjibunnya animo masyarakat yang ingin menonton, membuat pihak CCCL pun menambah hari festival pembuka gerbang menuju hari baru kota ekonomi terbesar di Indonesia ini. Festival film yang dahulu diadakan hanya sehari yaitu tanggal 30 April, untuk tahun ini diputar mulai tanggal 30 April-1 Mei. Euforia bulan Mei pun lengkap dirasakan oleh banyak orang Surabaya dengan acara ini. Selain bebas biaya masuk, acara ini juga membuka mata kita tentang budaya di banyak tempat di eropa.

Khusus tahun ini, Dunia Bond Chan pun ga mau ketinggalan euforia dengan penyambutan usia 718 tahun kota tercinta para penulis Dunia Bond Chan. Untuk itu, kami telah menyiapkan review ke empat film yang ada di Festival Film Prancis demi penyambutan sempurna ulang tahun kota ini. DISINI..!!!

Kalo pembuka gerbang hampir di khususkan bagi para pecinta film dan budaya, setelahnya sang pemuja belanja atau shopaholic harus mengencangkan ikat pinggang dan siapkan tenaga lebih plus mata yang sehat buat mengincar barang-barang di Surabaya Shopping Festival….!!!!!

Kemunculan harga-harga super miring, dengan kualitas dan isi yang menanjak, membuat festival satu ini paling dan paling serta harus dinanti oleh semua orang yang berada di Surabaya (dan sekitarnya). Mulai gadget, baju, elektronik, sampai apapun yang dijual di mall semua dijual dengan harga miring..  Ga jarang, koran-koran atau website yang menerbitkan jadwal diskon peserta SSF selalu laris manis dipelototi oleh para penggila shopping. Dan ga ketinggalan, mall-mall pun selalu mempersiapkan pelayan sebanyak mungkin untuk event yang digelar selama sebulan penuh untuk menyambut ulang tahun ibu kota Jawa Timur ini.

Jadi, siapkan tenaga, siapkan mata, siapkan koran, siapkan inet yang bagus untuk memantau diskon dadakan di beberapa toko di mall. Kali-kali aja barang favorit anda muncul di jadwal.. Tapi jangan lupa, Dompet juga harus dilihat ya.. 😀

Untuk yang terakhir

Persembahan terbaru untuk seluruh pengisi pasar tradisional se Surabaya. Festival Pasar Tradisional 2011..!!!

Sebuah perlombaan untuk pasar tradisional se Surabaya baik yang dibawahi oleh PD atau pemuka masyarakat sekitar ini memang menjadi inovasi terupdate pemkot Surabaya untuk menaikkan pamor dan kualitas dari pasar tradisional di mata masyarakat Surabaya..Tujuannya tentu untuk menaikkan kembali kualitas pasar tradisional yang mulai tergerus oleh kehadiran pasar modern di Surabaya. (katanya) 😀

Lebih dari 81 pasar tradisional telah menyatakan diri bergabung untuk perlombaan yang akan diumumkan 3 juli 2011 atau h+3 HUT kota Surabaya..  Sejauh ini belum diberi gambaran tentang apa saja penilaian untuk bisa mememenangkan festival terbaru pendamping SSF ini. Tapi yang jelas penilaian tidak hanya berkutat masalah kebersihan pasar, tapi banyak hal tentunya.. Siap kembali ke pasar tradisional?

Itulah tadi, beberapa acara penyambut HUT kota Surabaya ke 718 tahun. Dan saya yakin, ketiga acara tersebut tentunya telah dinanti tiap tahun dan tentunya pula menjadi pelengkap euforia hari lahirnya kota yang telah memberi saya banyak hal selama lebih dari 20 tahun ini. 🙂

salam Dunia Bond Chan.