Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 3 -Jujur, Kami Tak Bisa Pelan-


Selamat hari minggu..!!! Selamat pagi dunia minggu..!!!😀

Masih ngobrolin soal kado spesial dari Dunia Bond Chan buat kota Surabaya, kali ini obrolannya sedikit berat. Apakah itu? Karakter orang Surabaya yang jujur pada hati nurani.🙂

Orang Surabaya dari dulu sudah biasa hidup dalam tekanan dunia kerja. Tak peduli anak kecil, sampai usia sudah tidak bisa berjuang lagi, kami selalu ‘dipaksa’ untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup tanpa bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, terkadang etos kerja orang yang sudah lama tinggal di kota ini menjadi lebih tinggi dan lebih simpel.

Pekerjaan yang cepat, mudah, selalu mengorbankan sesuatu. Yang dikorbankan adalah orang di sekitar kita. Semakin cepat sesuatu dikerjakan, semakin banyak uang yang didapat. Semakin tenggelam dalam urusan harta, orang hampir bisa dipastikan tak akan mengenal mana teman mana lawan. Yang terpenting hanya bagaimana anak istri bisa makan enak, tidur nyaman, dan tidak terbelit hutang.

Kerasnya dunia Surabaya yang sudah terkenal dari jaman belanda, memaksa karakter masyarakat kota ini dirasa keras bagi banyak orang di luar Surabaya dan sekitarnya.  Salah satunya, kejujuran. Cukup bisa disadari tentang kejujuran orang Surabaya dalam menilai orang lain. Karena itulah muncul istilah orang sini adalah tipe orang yang ceplas-ceplos.

Tipe yang lebih dikenal dengan mengucapkan sesuatu dengan spontan atau tidak yang terkadang membuat orang yang menjadi korbannya sulit menerima tersebut memang sudah cukup melekat menjadi karakter khas kota ini. Penyebab utama mereka comfort dengan karakter ceplas-ceplos mereka tersebut lebih dikarenakan ketidaksukaan dengan hidup yang terlalu rumit. Karena hidup mereka sudah terlalu rumit dengan terus berburu penghasilan sebanyak mungkin, jadi buat apa harus merumitkan diri dengan urusan kecil seperti dendam atau semacamnya kepada orang yang tidak sesuai dengan pikiran mereka.

Ceplas-ceplos menurut pandangan luas lebih bisa disamakan dengan berkata jujur. Namun tak banyak yang mampu menyadari itu. Karena orang bijak berkata : berkatalah jujur meskipun itu akan membunuhmu. Kurang pahamnya akan arti sebuah kejujuran murni yang berdasar pada ke engganan untuk menyimpan masalah yang sudah terlalu complicated dalam hidup mereka, membuat mereka seakan menjadi sosok yang tidak mampu memahami isi hati seseorang. Dan inilah tragisnya kami. Meskipun ga bisa dipungkiri juga bahwa salah satu hal lain adalah karena streotype yang terlalu luas yang didapat dari satu atau beberapa orang saja. Karena seperti halnya apa yang saya tulis di judul, bahwa mereka adalah orang yang jujur. Tapi kami tidak bisa pelan,tidak bisa mengerem apa yang akan kami ucapkan. Jadi, mereka akan menganggap sama untuk semua orang yang menginjak tanah kota Surabaya. Sama disini adalah sama mengerti bahwa sudah merupakan hal yang biasa mengucapkan sesuatu yang mengganjal di hati secara live tanpa iklan.😀

Berbicara tentang kejujuran dan ceplas-ceplos, orang disini tetap tak bisa melepas diri dari kebiasaan khas orang pada umumnya : bergunjing. Disini bergunjing tetap menjadi hobi yang menyenangkan. Meskipun mengungkapkan kekesalan secara langsung di muka orag yang kita benci masih bisa diterima meskipun akan menghancurkan tali silaturahmi beberapa hari, namun ternyata budaya bergunjing tetap ada.

Akhirnya, itulah mereka. Orang Surabaya. Masyarakat dengan sejuta kejujuran, namun kami tidak bisa pelan dalam mengungkapkan. Jadi jika anda menginjak tanah Surabaya, persiapkan mental dan tahan emosi. Karena beginilah adanya kami. Karena hal ini sudah ada dari jaman kami terlahir ke muka bumi.🙂

Salam Dunia Bond Chan.

7 thoughts on “Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 3 -Jujur, Kami Tak Bisa Pelan-

  1. Ping-balik: Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 5 -Tanggung Jawab Ibu Kota- « Dunia Bond Chan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s