Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 5 -Tanggung Jawab Ibu Kota-


Akhirnya sampai juga di tanggal 31 Mei 2011..!!!

Pas sudah hari ini adalah ulang tahun ke 718 kota Surabaya..!!!! tretetetetetttt.. Selamat ulang tahun kota Surabaya..!!!😀

Kali ini adalah puncak dari total 5 part kado ulang tahun khas dari Dunia Bond Chan. Mau bahas apa sebagai kado di hari ulang tahun hari ini??

Surabaya, kota yang dijadikan ibu kota jawa timur yang mungkin sejak negeri ini dilahirkan. Ibu kota selalu dikaitkan dengan pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat hiburan di sebuah provinsi. Tak ayal, sejak dulu Surabaya selalu disesaki oleh kaum urban yang dari tahun ke tahun bertambah. Karena di kota ini, gubernur mengatur provinsi Jawa Timur. Karena di kota ini, Gubernur mengatur jalannya roda ekonomi provinsi paling timur pulau jawa ini agar menjadi yang terbaik. Dan karena di kota ini, gubernur yang terkenal dengan kumisnya yang lebat ini mengatur pengangguran yang berserakan di wilayahnya.

Pengangguran adalah sebutan untuk orang yang dianggap tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Pengangguran selalu di identikkan dengan kemiskinan. Dan kemiskinan selalu dianggap meningkatkan angka kemiskinan di sebuah negara bahkan kota atau kabupaten. Sebuah ibu kota dianggap mempunyai peran penting untuk perputaran uang terbesar di sebuah provinsi. Dan ibu kota dianggap sebagai pusat pekerjaan untuk (calon) pengangguran yang berada di desa. Terlepas setelah sampai di sini mereka mendapat pekerjaan atau tidak, yang jelas ekspektasi itu sudah mereka lihat dan rasakan sejak mereka bisa mendengar. Paradoks itu juga membuat orang yang memiliki jiwa pedagang mencoba mengadu nasib di ibu kota. Berpegangan pada banyaknya uang yang hidup di kota, membuat mereka memenuhi tempat wisata untuk menjajakan barang dagangannya.

Ya, kalau mau menyurvei kita bisa mendapatkan 80% dari semua PKL di kota Surabaya adalah orang dari perantauan. Dan rata-rata dari mereka adalah orang dari wilayah sebelah ibu kota yang pada periode 2010-2015  dipimpin oleh walikota perempuan ini. Sebenarnya tidak seberapa penting prosentase PKL yang begitu besar dari luar kota Surabaya. Karena hal ini adalah wajar adanya. Karena anda harus ingat, Surabaya adalah ibu kota Jawa Timur.

Sebagai ibu kota, Surabaya sebenarnya sudah banyak membantu mengurangi pengangguran di wilayah sekitarnya. Dan Surabaya sudah cukup mumpuni untuk menjadi nenek bagi anak-anaknya yang harus menanggung beban karena cucu-cucunya tidak memiliki pekerjaan. Dia tampung cucu-cucunya mengais rezeki di tempatnya. Karena mungkin wilayah ibunya tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka. Namun, kurangnya fasilitas masih menjadi permasalahan.

Pasar di Surabaya kalau dihitung bisa mencapai 100 pasar. Di kota seperti Surabaya, untuk masalah pasar yang memenuhi pangan bagi orang-orang yang bermukim disini bisa mencapai 100 pasar!! Belum termasuk pasar dadakan macam pasar pagi Tugu Pahlawan, Pasar pagi Masjid Al Akbar, dan banyak lagi pasar dadakan lainnya. Jumlah sebanyak itu sepertinya masih kurang untuk mengurangi jumlah pengangguran di jawa timur khususnya. Apa permasalahannya?

Masalah obrakan masih menjadi masalah yang sulit terurai. Ditambah banyaknya (dan kuatnya) protes dari orang-orang kaya yang ga mau jalan mereka tiap minggu diganggu oleh pasar dadakan membuat para PKL pun mulai bingung dan harus memutar otak untuk bisa lepas dari masalah obrakan ini.

Pasar Tugu pahlawan adalah salah satu contoh konkrit pasar yang menjadi adu kuat antara kebutuhan makan anak istri dan egoisme semata dari para orang kaya di muka bumi kota ekonomi terbesar di Indonesia ini. Pasar yang telah ada sejak saya belum lahir (lebih dari 20 tahun) ini adalah salah satu pasar yang paling saya ketahui bagaimana rasanya berjualan di sana. Karena saya sendiri pernah menjadi PKL di sana barang 4 bulan. Obrakan di pasar tugu pahlawan ini memang tidak sesadis pasar dadakan lain, karena pasar tugu pahlawan adalah salah satu pasar yang menurut saya memiliki struktur preman yang terkoordinir.

Apa masalahnya? Pasar satu ini adalah pasar yang membuat macet jalanan depan tugu pahlawan hingga melingkar sampai Bank BI di belakangnya. Namun, kemacetan ini justru dianggap karena PKL yang terlalu maju. Padahal, PKL di sana tetap sebanyak itu. Nambah pun sulit. Karena ada stan tidak tertulis dan tidak bertanda di pasar dadakan yang selesai pukul 11 siang ini. Jadi, kalau ada yang mau mengambil stand, dia harus mendaftar dulu. Kalau mengambil stand orang, dia akan diusir paksa. Karena yang berjualan di sana rata-rata sudah lebih dari setahun. Jadi mereka sudah hapal stand masing-masing. Jadi, yang menyebabkan kemacetan siapa??? Ada dua. Pertama adalah pembeli drive thru yang suka memarkir sepeda motornya di pinggir jalan depan stand tujuan mereka. Kedua adalah orang yang memakai mobil.

Sempat ada wacana pemindahan pasar yang beromzet hingga setengah M di tanggal muda ini. Namun untungnya pemerintah tidak menggubris hal tersebut.

Itu baru satu contoh. Masih banyak lagi pasar dadakan yang secara gamblang mampu meningkatkan tingkat enterpreuner di provinsi Jawa Timur. Seharusnya pemerintah sadar, bahwa relokasi untuk pasar dadakan jelas sangat dibutuhkan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Jawa Timur. Dan seharusnya, pemerintah kota Surabaya pun semoga ikut mewujudkannya. Karena ini adalah salah satu bukti tanggung jawab dari walikota sebuah ibu kota di salah satu provinsi di Surabaya. Agar pasar dadakan semakin banyak. Sehingga pedagang dadakan dari seluruh Jawa Timur memenuhi kota ini, yang berujung pada semakin mengecilnya angka pengangguran di Jawa Timur dan Surabaya khususnya.

Sekali lagi, selamat ulang tahun kota Surabaya..!!! Semoga di umur yang ke 718 ini kamu sadar akan tanggung jawabmu untuk ikut mengurangi pengangguran di Jawa Timur.. Karena kamu adalah ibu kota bagi mereka.

Salam Dunia Bond Chan

Akhirnya selesai juga..😀

Buat yang belum baca part 1-4 silahkan baca di sini..

Selamat ulang tahun Surabaya part 1

Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 2

Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 3 

Selamat Ulang Tahun Surabaya Part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s