Antara Kerusuhan London dan Surabaya Barat


Kerusuhan di london yang terjadi pada awal bulan ramadhan ini memang menjadi pertanyaan yang membuat kita sulit berpikir apa yang dipikirkan dan lebih dalam lagi apa yang terjadi pada orang yang bermukim di salah satu kota maju di dunia tersebut. Tertembaknya seorang warga kulit hitam yang ‘diduga’ bos preman di salah satu wilayah termiskin di london itu memicu rasa solidaritas untuk beramai-ramai melakukan pengadilan massa terhadap polisi sekitar..

Rasa kecewa atas kepolisian setempat, rasa solidaritas atas tertembaknya orang yang tidak berdosa (menurut hukum saat peristiwa terjadi) serta mencari kesempatan untuk mencuri barang saat terjadi kerusuhan sampai untuk sekedar unjuk gigi remaja puber pun menjadi dasar ramainya kerusuhan ini. Ratusan polisi tewas dalam kerusuhan ini, lebih dari 20 M ditaksir habis untuk mengganti kerugian dari sebuah kejadian kecil yang menurut akal waras sedikit konyol. Hanya karena praduga yang tolol, mereka menembak mati seseorang. Pada akhirnya, PM David Cameroon pun sampai harus turun tangan menenangkan sebuah kerusuhan yang sampai2 merusak satu jadwal pembuka liga inggris musim 2011/2012 tersebut. Menurut pernyataan dari pelaku kerusuhan, mereka awalnya hanya melakukan demo secara damai di depan kantor kepolisian setempat. Mereka sekedar ingin bertanya kenapa Mark Duggan ditembak? Namun ternyata polisi tidak menggubris, dan akhirnya mereka pulang serta mempersiapkan aksi yang lebih besar. Di sisi lain, menurut kepolisian ada sekelompok orang yang bergabung dalam demo tersebut melempar bom molotov ke kantor polisi. Itulah yang menyulut kejadian ini. Siapa yang benar? Sampai tulisan ini terbit belum ada yang bisa menjawab.

Kenapa sebuah kota yang katanya memiliki kebudayaan yang maju, mempunyai tenggang rasa atas perbedaan yang tinggi mempunyai oknum polisi yang seperti itu? Ini bukanlah sebuah dendam pribadi kalau dilihat. Karena tidak sedikit juga orang yang berempati pada Mark Duggan. Bisa jadi, tewasnya seorang kulit hitam itu menjadi gong perang yang secara tidak sengaja dipukul oleh salah satu oknum polisi. Pada akhirnya, muncul lah kemuakkan warga london khususnya yang selama ini mengalami perbedaan status dalam sosial untuk memuntahkan isi hati mereka yang sudah hampir penuh, namun dengan dihidupkannya gong tersebut langsung penuh memuncak di kepala.

Penyebab kerusuhan London bisa terulang kalau kita membahas salah satu wilayah di Surabaya. Tepatnya Surabaya Barat. Sebuah wilayah yang jaman saya masih SMP masih banyak rawa-rawa di sana-sini. Dan kampus saya sekarang waktu itu masih banyak terdapat ilalang. Namun sekarang wilayah itu sudah berubah. Banyak perumahan mewah. Apartement disini yang dulu hanya dikuasai oleh 3 apartemen, kini kabarnya sudah mencapai belasan! Entah seberapa banyak yang sudah terisi lebih 50%.  Mall di wilayah ini? Ada 4 yang sudah jadi, dan ada dua yang siap bangun. Revolusi besar-besaran yang dibawa oleh para investor property membuat wilayah ini menjadi surga bagi orang-orang kaya yang cenderung dikuasai oleh mereka yang (maaf) pada jaman perbedaan belum diakui sebagai warga pribumi. Kita ganti mereka dengan sebutanCT.

CT inilah yang kini jadi penguasa (paten) wilayah Surabaya barat. Setiap jengkal kita berjalan, mereka petentang-petenteng (sombong) menunjukkan kekayaan bahkan kekuasaan mereka. Hal ini dapat dirasakan di jalanan sekitar wilayah barat ibu kota jawa timur ini. Coba anda berjalan menggunakan kendaraan roda dua. Bisa dirasakan mereka adalah penguasa jalanan. Tiga jalur yang disediakan pemkot untuk sepeda motor dan mobil semuanya dimakan oleh mobil-mobil CT. Belum selesai disitu, jika anda berjalan dari darmo permai ke arah lenmarc melalui HR muhamad square anda harus siap dicap sebagai orang yang berbeda dengan mereka (dari segi finance). Apa buktinya? Dapat anda lihat traffic light di jalan itu. TL dari arah lenmarc menuju hr muhamad itu seakan memiliki tambahan waktu minimal 5 detik satu periode. Sementara waktu 5 detik itu dicuri dari siapa? Dari anda. Kenapa bisa begitu? Tidak banyak yang tahu. Namun, menurut pengamatan obyektif (dengan emosi eror : 5%)😀 saya menyatakan bahwa mereka memiliki kepentingan yang jauh lebih tinggi dibanding anda. Ini diperkuat dengan polisi yang setiap pagi dan sore berada di depan HR muhamad square (yang seharusnya menilang mereka) hanya menjadi model peraga baju korp berbaju abu-abu itu. Sementara hal lain kalau anda berani menerobos deretan mobil mewah yang menerobos itu padahal lampu anda sudah hijau, kemungkinan tilang cukup tinggi. Ini menandakan apa? Silakan anda jawab sendiri.🙂

CT tidak hanya berkuasa di jalanan. Anda bisa merasakan kekuasaan CT di mall yang menjamur di wilayah yang menaungi rumah saya ini. Di mall kita seperti mendapat pelayanan berbeda. Bukan seperti lagi, tapi nyata! anda boleh merasakan sendiri. Jika menurut scan dari pelayan anda dinyatakan sebagai seorang pribumi (dengan uang cekak) anda akan dilayani dengan secukupnya saja. Namun jika wajah anda menurut scan pelayan adalah wajah CT walaupun dompet anda cekak dan hanya beli barang yang murah, anda akan dilayani dengan maksimal bak raja. Diskrimanasi tinggi inilah yang membuat saya sendiri muak. Sempat suatu ketika saya dengan teman saya ke salah satu mall memakai jass walaupun dalamnya kaos biasa dan celana jeans dan memakai motor, kami sudah mendapat aura yang berbeda. Pelayanan yang lebih bagus, dibanding kalau saya baru pulang kampus untuk sekedar cari DVD bajakan di salah satu mall.

Satu hal yang saya tak habis pikir, apa CT tidak takut jika suatu ketika warga surabaya barat ini melakukan hal yang sama dengan kerusuhan di london? Tidaklah berlebihan. Ketimpangan sosial, kesombongan berlebihan, perbedaan dalam banyak hal akan membuat Amok London of west Surabaya menjadi nyata. Karena pada dasarnya manusia juga mempunyai kesabaran. Jika diuji terus seperti ini, bukan tidak mungkin terjadi bukan? Dan pada akhirnya, hanya berharap adanya perbaikan sifat. Karena pada akhirnya, CT tetap dibutuhkan untuk kehidupan non CT yang berdomisili di sana. Kami warga non CT hanya berharap perbaikan sikap dari CT untuk keseimbangan Surabaya barat. Karena tanpa anda (CT) kami tidak bisa makan, tapi jika sikap anda begini kami tidak pedulikan dompet lagi. Karena ini urusan hati. wassalam.

4 thoughts on “Antara Kerusuhan London dan Surabaya Barat

  1. kapan kapan bisa dicoba buat nggembel aja….pake mobil tronton yang klaksonnya kaya petir….masuk mall gede… waktu satpamnya tanya mau kemana jawab aja mau nongkrong di XO sushi or nonton. trus satpamnya kasi tip 100rb. ahahahhahah..what their reaction..???????? what the hell……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s