Senyum :)


Tersenyum adalah sebuah kegiatan dimana kita melebarkan bibir kita hingga bibir kita berkurang minimal 1cm dari ukuran awalnya. Dan tak jarang hingga terlihat gigi kita. Terlepas senyum itu tulus atau hanya sekedar untuk menghargai orang lain, namun yang jelas menurut buku The Secret, tersenyum adalah bagian dari gaya menarik yang dibahas dalam buku tersebut.

Tersenyum sendiri sebenarnya terlihat mudah. Sangat mudah malahan. Namun, tersenyum mempunyai atribut yang harus dipenuhi yang mana atribut itu bahkan lebih sulit dipenuhi dibanding kita mengetik, dibanding kita ngupil, dibanding kita memencet benda. Apa saja atribut ketika tersenyum? Bibir adalah atribut terpenting ketika kita tersenyum. Bayangkan kita tak punya bibir, bagaimana bisa kita tersenyum? Gigi adalah salah satu yang mungkin terlewat, namun ini adalah atribut yang penting bagi seseorang untuk tersenyum. Pipi juga merupakan atribut dalam tersenyum itu sendiri. Tidak mungkin orang bisa tersenyum tanpa menarik pipinya. Trust me it works.😀

Maka dari itu, tersenyumlah sebelum anda mengalami beberapa hal berikut ini agar dunia semakin menganggap anda orang yang menarik, menganggap anda orang yang mempunyai gaya ketertarikan yang tinggi. Apa saja hal yang sebenarnya membuat anda tidak bisa tersenyum?

Pertama : ada luka di sekitar wajah bagian bawah

Tersenyumlah, sebelum anda mengalami kecelakaan kecil macam terpeleset di jalan hingga akhirnya ada luka di sekitar dagu, pipi, bibir. Sedikit sulit dipercaya, namun jika anda mau mencoba silahkan. Satu spot saja cukup untuk membuktikan. Buat yang tidak inging mencoba, bayangkan bagian mana saja yang anda tarik secara reflek ketika anda tersenyum? Dagu, pipi, bibir, kanan kiri dekat bibir. Bagian-bagian tersebut jika mengalami luka lecet, sakit tidak ketika anda ingin tersenyum?

Sebenarnya ada satu tips lagi yang sulit percaya tentang hal ini. Boleh ambil lakban atau semacamnya yang lengket, tempelkan pada atas bibir anda. Dan cobalah tersenyum. Sakit bukan??

Kedua : pipi kaku

Pipi kaku jelas menjadi sebuah hal yang tidak lumrah jika anda adalah anak muda. Namun akan lain jika yang baca adalah orang tua yang menurut hukum alam (biasanya) rentan mengalami penyakit Stroke. Ya, stroke adalah salah satu yang bisa membuat anda tidak bisa tersenyum.Sedikit sulit dipraktekan, karena saya sendiri juga sudah mencoba menekan pipi saya dan mencoba tersenyum, pipi saya tetap berontak untuk bergerak. Namun saya juga ga mau membayangkan kalau stroke.

Namun ada satu lagi cara membuktikan bahwa pipi kaku pun membuat anda tidak bisa tersenyum. Caranya: datang ke sasana tinju, suruh salah satu dari penghuni sasana tersebut memukul pipi anda. Sakit memang, namun lebih tidak berbahaya dibanding anda terkena stroke hanya untuk membuktikan hal kedua ini. Paling sakit 3 minggu setelahnya akan sembuh. Dibanding terkena stroke? Nyawa anda sudah dirayu rayu untuk diambil oleh stroke.😀

ketiga : Kehilangan satu diantara atribut tersenyum.

Kehilangan salah satu atribut tersenyum juga merupakan hal yang membuat anda tidak bisa tersenyum. Kehilangan salah satu atribut ini jauh lebih riskan dibanding anda kehilangan atribut upacara waktu sekolah. Karena kehilangan satu diantaranya, resiko paling bagus seperti : malu. Paling parah kematian.

Bayangkan jika salah satu atribut tersenyum seperti gigi hilang. Mungkin tidak akan terlalu berpengaruh jika yang hilang adalah gigi geraham. Bayangkan kalau yang hilang adalah gigi taring atau gigi seri? Bisa diperkirakan hanya sedikit orang (yang rata2 mempunyai tingkat pede yang tinggi) yang mau tersenyum.🙂

Keempat : Sebelum  manusia hilang dari muka bumi

Sedikit konyol dan ga penting, atau layaknya khayalan di film-film. Namun ada satu sambungan, bahwa bayangkan kalau tidak ada manusia di muka bumi kita tidak akan bisa tersenyum? Pada siapa kita akan tersenyum? Pada hewan? Pada tumbuhan? Saya lebih mempercayai, kita bukannya tersenyum tapi tertawa.

Kenapa bisa begitu? Karena tersenyum adalah sebuah bentuk dimana kita menghargai, menyapa, menerima, memanggil. Dan bukannya bagian dari efek sentuhan secara jasmani atau rohani yang menyebabkan kita melakukan sebuah kegiatan secara reflek. Atau intinya : tersenyum berbeda dengan tertawa.

Jadi, anda masih bisa tersenyum? Tersenyumlah.

Bond Chan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s