Saat Penceramah Hanya Bisa Berkutat, Saat Ateis Menari Riang


Selamat ulang tahun buat Dunia Bond Chan yang kedua!!!

Walaupun agak telat saya mengucapkannya, dan juga memposting tulisan yang harusnya diposting ketika hari ulang tahun Dunia Bond Chan, namun yang jelas 26 Desember 2011 tetap menjadi ulang tahun ke dua tahun Dunia Bond Chan.

Terima kasih buat semua yang sudah mampir di Dunia Bond Chan dari tahun 2009 hingga sekarang. Terima kasih buat yang sudah banyak memberi komentar di sini. Kunjungan anda adalah penghargaan tersendiri buat saya..!! Terima kasih semua!!!

Dan kali ini, untuk memperingati hari ulang tahun Dunia Bond Chan yang kedua saya persembahkan sebuah tulisan penutup tahun 2011. Sebuah tulisan yang sebenarnya ringan, namun akan terasa berat jika dikira saya menghina. Yang jelas, jangan tersulut emosi dulu. Selesaikan membaca hingga selesai, baru berkomentar dan boleh marah-marah..

Sekali lagi.. Selamat ulang tahun buat Dunia Bond Chan yang kedua!!!! 😀

Sering kita menemui seorang penceramah agama. Mulai dari Masjid, Mushola, Gereja, dan banyak media yang kita temui. Apa yang mereka ceramahkan?? Sebuah kebaikan. Sebuah ajaran. Sebuah paradoks. Dan lain sebagainya. Biasanya selalu berurusan dengan masalah ketuhanan.

Dalam islam, seorang anak katanya adalah titipan dari yang maha kuasa. Yaitu allah SWT. Dan itu selalu didengung-dengungkan oleh banyak penceramah dalam beribu bahasa yang ada di muka bumi. Mulai dari jaman dulu hingga sekarang. Apa yang diucapkan?? Anda harus ingat, anda terlahir bukan dari ibu dan bapak anda!! Anda terlahir atas kehendak allah. Dan seterusnya biasanya mendongeng sebelum anda diberi tubuh anda diapakan lah bla bla bla.. Tapi penceramah itu sering lupa, bagaimana cara tuhan menciptakan kita di dunia?? Kalau asumsi mereka anak adalah pemberian dari tuhan. Bagaimana penjelasan secara sistematis dengan singkat saja tentang bagaimana kita mendadak dari tempat antah berantah bisa masuk perlahan-lahan di dalam perut seorang wanita yang sudah dinikahi oleh seorang pria yang dicintai (walaupun ada juga yang tidak dicintai) tanpa permisi tanpa minta izin dulu sebelumnya??

Saya sebenarnya sering bertanya-tanya bahkan pertanyaan ini sudah sering saya tanyakan dalam hati.. Kenapa ceramah-ceramah di masjid, mushola, dan di buku agama saya selama sekolah isinya selalu itu-itu saja dan diulang dan diulang secara terus menerus??? Dan isinya pun berkutat di itu-itu saja. Tanpa ada penjelasan secara sistemis tentang banyak yang ateis sudah bisa membuka tabirnya.. Kenapa begitu?? Apakah memang penceramah itu ingin meniru gaya marketing Ayu ting-ting yang sukses karena ternyata promosi lagunnya di saat prime time diulang-ulang terus hingga akhirnya orang sampe bosan dan akhirnya menyukai, atau mungkin mereka sendiri sebenarnya tidak mengerti sistemik itu, namun karena ini adalah pekerjaan mereka, sehingga biarlah begini terus.. Toh ga ada yang tanya, toh ga ada yang peduli.. Sungguh sebuah ironi, namun nyata dan ada dan inilah yang terjadi..

Saya mendadak ingat dengan kisah di kartun-kartun jaman saya SD. Entah ini ada di kartun apa, namun waktu itu ada anak kecil bertanya pada ibunya.. Bagaimana dia bisa muncul di bumi?? Dan sebuah ilustrasi pun menggambarkan ada seekor burung gagak yang terbang sambil di depan moncongnya membawa sebuah karung berisi anak kecil. Nah burung tersebut sudah mempunyai alamat rumah yang dituju. Ketika sudah sampai di rumah yang dituju, dia menuju ke corong pembuangan asap penghangat ruangan. Setelah itu bayi tersebut dijatuhkan dari atas situ, dan voila!!! Kamu ada di sini sekarang. Jelas hal ini akan ditentang habis-habisan oleh penceramah, oleh kaum theist dimanapun di muka bumi. Namun, mengapa harus merusuhi hal tersebut jika anda sendiri masih percaya dengan dongeng penceramah bahwa ayah dan ibu anda sendiri hanyalah perantara lahirnya anda di dunia?? Toh anda sama saja dengan apa yang anda olok.. 😀

Kembali lagi kepada penceramah. Sebuah ironi jika kita sadari. Betapa sebuah pertanyaan muncul jika anda berani bertanya pada penceramah yang anda temui atau yang dekat dengan anda : Bisa ga anda jelaskan dasar anda mengatakan bahwa kita (manusia) asalnya dari tuhan, bukan dari setitik sperma ayah kita yang menembus ovum ibu kita?? Ini tidak wajib anda tanyakan jika anda sendiri  tidak pernah menghina ilustrasi burung gagak pembawa bayi ke cerobong asap pemanas. Namun ini menjadi wajib anda tanyakan jika anda menghina ilustrasi tersebut. Dan pendapat pribadi saya yang mengatakan kita terlahir dari ayah dan ibu kita.. 

Hingga pada akhirnya, para atheist akan menari riang setiap mendengar ceramah dimanapun media yang bisa dijangkau saat penceramah mengatakan : Kita semua ini adalah ciptaan tuhan!!! Dan ayah ibu kita itu hanya perantara kita!!

Terima Kasih sudah membaca

Salam Bond Chan

NB : sebelum anda berkomentar, tolong jangan keluar terlalu jauh dari topik di tulisan ini.

Iklan

Metropolis -Bukan Masalah 1 Nyawa yang Dihilangkan-


Sinopsis :

Frans Al. Penguasa no wahid para pengedar narkoba di Jakarta. Siapa yang tak kenal pria satu ini. Namun siapa yang menyangka, kekuatannya pribadi yang ditunjang kekuatan pasukannya yang tidak main-main tetap bisa ditembus. Bukan oleh satu orang. Bukan oleh dua orang. Melainkan oleh 12 orang sekaligus. Dengan satu eksekutor. Dan lainnya membakar rumah milik mafia dari Vancouver itu. Diperkirakan klan Al mati terbakar seluruhnya. Dari Frans, istri, anak yang kebetulan berada di tempat itu. Namun sayang.. Lolosnya Aretha yang telah menyelamatkan diri sebelum rumah itu dibakar membuatnya berhasil menyelamatkan dua anak Frans al itu. Kakak beradik dinasti Al terakhir tersebut dipisahkan oleh Aretha.. Sang kakak Johan Al dia lempar ke vancouver dan dia jenguk sesering dia sanggup. Sementara sang adik, Indira, dilempar ke panti yatim piatu dan kebutuhannya ditanggung sepenuhnya oleh Aretha.

Sepeninggal Frans Al, gerombolan pembunuh kepala mafia narkotika itu membentuk sebuah geng untuk mengisi status quo di bidang narkotika. Dibuatlah sindikat 12. Dan ketua mereka dikenal dengan nama alias : Blur.

Dua belas tahun berlalu.. Sindikat 12 yang berada di bawah kaki blur, berguncang.. Kematian leo Saada ketua kelompok salah satu anggota sindikat 12 benar-benar mengguncang. Tidak ada yang berpikir kematian Saada yang terkenal cerdas dan satu diantara tiga orang yang paling diperhitungkan dalam percaturan sindikat 12 adalah pertanda kehancuran Sindikat 12. Semua sibuk mencari tahu siapa pembunuhnya. Dan pembunuhan berikutnya terjadi secara beruntun. Hingga kematian seluruh anggota sindikat 12 menyisakan satu pertanyaan : Inikah kekuatan dendam??

Review

Sebuah novel yang keren..!! Baru ini saya dapet novel tentang mafia yang asli indonesia namun bisa mengalahkan novel keluaran jepang yang ehhemm maaf harus sebut nama : Yakuza Moon. 🙂

Novel yang bersetting di wilayah jakarta ini menurut salah seorang teman mempunyai setting yang asli keberadaan tempatnya. Entah benar entah salah, karena saya sendiri ke Jakarta cuma berwisata dan paling kenceng belanja di Senen pagi sampe sore dan saat kereta gumarang menyahut, saya sudah berada di dalamnya. Jadi ga pernah ngerti mana itu rawamangun, mana itu penjaringan, mana itu polda metro jaya, dll. Namun anggap sajalah keberadaan tempat itu ada, ini mengingatkan saya pada Dan Brown yang bisa mengobok-obok pentagon, mengobok-obok gedung putih, dan masih banyak lagi tempat yang sangat terkenal di dunia.

Awalnya saya menganggap remeh temeh novel satu ini. Mengingat saya mendapat novel ini di tumpukan buku diskonan natal di salah satu toko buku paling terkenal di Indonesia. Harganya pun cuma 15rb. Jadi ekspektasi awal sih ga tinggi. Namun ternyata hasilnya luar biasa. Ditengah minggu sibuk, saya bisa menyelesaikan novel setebal 330 halaman ini dalam waktu 6 hari saja.

Membahas buku ini sebenarnya satu yang ingin saya puji, bahwa buku ini membawa sebuah dunia mafia narkotika tanpa banyak kelebih-lebihan di sana sini. Secukupnya, namun mafia sekali. Membuat saya ingat sama novel Godfather -Mario Puzo- dimana ga banyak praktek kemafiaan yang membuat penulisnya terjebak di dalamnya sehingga membuat pembaca bosan.. #menyinggung Yakuza Moon lagi#

Ketegangan yang dibuat meletup sendiri dalam imajinasi pembaca, namun tidak sedikit teka-teki yang diberi membuat novel ini masuk koleksi bagus yang saya punya. Dengan satu sisi dari Agusta Bram di halaman awal, dan kemudian dicampur aduk oleh Johan al di halam 100 hingga selesai, membuat novel ini seperti memberi teka-teki yang jawabannya sudah ditemukan. Namun inilah konsekuen membagi dua fokus. Jika fokus lebih diletakkan di Johan Al atau Bram saja, membuat ketegangan akan berlipat ganda. Dan satu yang membuat saya memberi poin tambahan pada Windry Ramadhina adalah dia tahu kalau konsekuensi pembaca sudah menemukan jawaban dari teka-teki kecil yang dibuat olehnya melalui dua sisi. Tapi dia membuat pembaca harus mendelik bahwa teka-teki yang melibatkan bram dan Johan hanya sebuah teka-teki kecil setelah kematian Blur palsu menjelang akhir. Hingga akhirnya pembaca tersadar, siapakah blur adalah teka-teki no satu yang menjadi inti dari semua pertikaian ini.

Gaya bahasa yang bagus dan keras khas mafia membuat novel ini mafia banget..!! Dengan pembunuhan, dendam, dan kekejian seakan pembaca melompat-lompat bersama Agusta Bram, dan mendendam sambil merasakan dentingan lagu Nouvelle Vogue ala Johan Al. Semua terangkum dalam satu novel. Hingga akhirnya, kematian demi kematian membahana dan identitas Blur terungkap saat itulah anda akan menutup novel ini tanda tamat.

Recomended buat anda yang ingin mencari sesuatu yang tegang buat mengisi weekend. Tapi maaf  jika anda sulit menemukan di toko buku karena novel ini sudah lama dan saya pun menemukannya di buku diskonan. 🙂 Selamat mencari, dan selamat memasuki dunia kejam ala Mafia di metropolis.

Salam

Bond Chan

Hina ODHA Layaknya Menghina Orang Sakit Panu


Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat hari AIDS sedunia. Semoga di tahun-tahun mendatang ODHA di seluruh negara khususnya Indonesia semakin berkurang.

ODHA adalah singkatan dari Orang Dengah HIV Aids seakan-akan menjadi sebuah hal yang memalukan, dan menjadi pasien dengan penyakit yang cukup parah namun tidak pantas untuk dirawat selayaknya. Banyak alasan banyak cerita tentang mengapa ODHA tidak boleh mendapat perawatan moril secara layak di mata masyarakat. Alasan yang sering diucapkan adalah bahwa HIV adalah penyakit yang jorok, yang kotor, yang hina dina karena penyakit itu biasa ditularkan melalui hubungan fisik dengan PSK, atau melalui jarum suntik, atau untuk bayi melalui ibunya yang notabene pernah melakukan sesuatu yang menurut norma kemasyarakatan sangat buruk. Dan karena itu dia (sang ibu) terkena HIV.

Dasar untuk mengucilkan ODHA di masyarakat atau bahkan di keluarga besar mereka sebenarnya cukup jelas dan tepat. Bahwa HIV/AIDS adalah penyakit akibat kesalahann mereka (ODHA) sendiri. Karena penularannya sendiri tidak semudah penyakit flu burung, atau penyakit flu.

Kesalahan mereka sendiri yang mau menyewa PSK, kesalahan mereka sendiri yang mau pakai jarum suntik bergantian (yang padahal harga jarum suntik sebiji ga sampai 5.000 rupiah). Bahkan ga jarang ada yang bilang kesalahan mereka sendiri menikahi perempuan atau pria yang pernah ‘nakal’ hingga ga sadar kalo dia sudah terkena HIV sebelum menikah. Itu Semua menjadi dasar agar ODHA tidak perlu diberi bantuan secara mental untuk bisa sembuh dari penyakit mereka. Sungguh ironis, namun ini kenyataanya.

ODHA sebenarnya tidak memiliki perbedaan dengan orang dengan sakit-sakit lain. Mereka sama butuh bantuan untuk mengangkat mental mereka yang telah jatuh. Jatuh bukan karena history dari ODHA lain, namun jatuh karena serangan terhadap sistem imun yang mengakibatkan tubuh mereka rusak secara perlahan telah membuat mereka berpikir tentang kematian, kematian, kematian, dan kematian. Bukan tentang bagaimana jika tetangga mereka tahu atau semacamnya.

Menjadi sebuah kelucuan tersendiri jika kita harus menjatuhkan kata-kata : rasain tuh akibat hubungan sama PSK, rasain tuh akibat pake narkoba tapi pelit buat beli suntik yang murah. Coba jatuhkan kata-kata yang serupa kepada orang yang sakit Diabetes, stroke, atau bahkan panu?? Saya bantu buat kalimatnya : Rasakan itu suka makan ga teratur. Gula terlalu banyak, ga pernah olahraga. Kena diabetes kan sekarang??? Mati aja loe..!! Atau kalimat ini : Enak kan makan kambing terus setiap hari?? Enak kan habis makan tidur?? Rasain tuh..!!! Atau kalimat ini : Makanya bro, kalo mandi jangan sekali sehari. Kena panu kan sekarang??? Makan tuh panu..!! Bahkan jika anda adalah orang yang radikal terhadap ODHA boleh coba ngomong ini ke temen anda agar menjauhi ODPP (orang dengan penyakit panu) : heh, jangan deket-deket sama si X itu. Coba bayangin kalo kamu bersentuhan sama dia terus panunya ternayata udah nyebar di telapak tangannya?? Hiiihhh.. kalo aku sih ogah.

Semua orang sakit butuh obat secara fisik dan mental. Karena didalam tubuh yang sakit terhadap jiwa yang lemah. Dan jika jiwa yang lemah itu dikuatkan, maka jadilah peribahasa : Di dalam jiwa yang kuat (semoga) terdapat tubuh yang sehat. 🙂 Jangan jauhi ODHA, temani mereka layaknya mereka terkena penyakit panu. Karena dia butuh kita, dan kita butuh dia saat nanti kita sakit. Semoga menjadi renungan. 😀

Salam Bond Chan