Metropolis -Bukan Masalah 1 Nyawa yang Dihilangkan-


Sinopsis :

Frans Al. Penguasa no wahid para pengedar narkoba di Jakarta. Siapa yang tak kenal pria satu ini. Namun siapa yang menyangka, kekuatannya pribadi yang ditunjang kekuatan pasukannya yang tidak main-main tetap bisa ditembus. Bukan oleh satu orang. Bukan oleh dua orang. Melainkan oleh 12 orang sekaligus. Dengan satu eksekutor. Dan lainnya membakar rumah milik mafia dari Vancouver itu. Diperkirakan klan Al mati terbakar seluruhnya. Dari Frans, istri, anak yang kebetulan berada di tempat itu. Namun sayang.. Lolosnya Aretha yang telah menyelamatkan diri sebelum rumah itu dibakar membuatnya berhasil menyelamatkan dua anak Frans al itu. Kakak beradik dinasti Al terakhir tersebut dipisahkan oleh Aretha.. Sang kakak Johan Al dia lempar ke vancouver dan dia jenguk sesering dia sanggup. Sementara sang adik, Indira, dilempar ke panti yatim piatu dan kebutuhannya ditanggung sepenuhnya oleh Aretha.

Sepeninggal Frans Al, gerombolan pembunuh kepala mafia narkotika itu membentuk sebuah geng untuk mengisi status quo di bidang narkotika. Dibuatlah sindikat 12. Dan ketua mereka dikenal dengan nama alias : Blur.

Dua belas tahun berlalu.. Sindikat 12 yang berada di bawah kaki blur, berguncang.. Kematian leo Saada ketua kelompok salah satu anggota sindikat 12 benar-benar mengguncang. Tidak ada yang berpikir kematian Saada yang terkenal cerdas dan satu diantara tiga orang yang paling diperhitungkan dalam percaturan sindikat 12 adalah pertanda kehancuran Sindikat 12. Semua sibuk mencari tahu siapa pembunuhnya. Dan pembunuhan berikutnya terjadi secara beruntun. Hingga kematian seluruh anggota sindikat 12 menyisakan satu pertanyaan : Inikah kekuatan dendam??

Review

Sebuah novel yang keren..!! Baru ini saya dapet novel tentang mafia yang asli indonesia namun bisa mengalahkan novel keluaran jepang yang ehhemm maaf harus sebut nama : Yakuza Moon.🙂

Novel yang bersetting di wilayah jakarta ini menurut salah seorang teman mempunyai setting yang asli keberadaan tempatnya. Entah benar entah salah, karena saya sendiri ke Jakarta cuma berwisata dan paling kenceng belanja di Senen pagi sampe sore dan saat kereta gumarang menyahut, saya sudah berada di dalamnya. Jadi ga pernah ngerti mana itu rawamangun, mana itu penjaringan, mana itu polda metro jaya, dll. Namun anggap sajalah keberadaan tempat itu ada, ini mengingatkan saya pada Dan Brown yang bisa mengobok-obok pentagon, mengobok-obok gedung putih, dan masih banyak lagi tempat yang sangat terkenal di dunia.

Awalnya saya menganggap remeh temeh novel satu ini. Mengingat saya mendapat novel ini di tumpukan buku diskonan natal di salah satu toko buku paling terkenal di Indonesia. Harganya pun cuma 15rb. Jadi ekspektasi awal sih ga tinggi. Namun ternyata hasilnya luar biasa. Ditengah minggu sibuk, saya bisa menyelesaikan novel setebal 330 halaman ini dalam waktu 6 hari saja.

Membahas buku ini sebenarnya satu yang ingin saya puji, bahwa buku ini membawa sebuah dunia mafia narkotika tanpa banyak kelebih-lebihan di sana sini. Secukupnya, namun mafia sekali. Membuat saya ingat sama novel Godfather -Mario Puzo- dimana ga banyak praktek kemafiaan yang membuat penulisnya terjebak di dalamnya sehingga membuat pembaca bosan.. #menyinggung Yakuza Moon lagi#

Ketegangan yang dibuat meletup sendiri dalam imajinasi pembaca, namun tidak sedikit teka-teki yang diberi membuat novel ini masuk koleksi bagus yang saya punya. Dengan satu sisi dari Agusta Bram di halaman awal, dan kemudian dicampur aduk oleh Johan al di halam 100 hingga selesai, membuat novel ini seperti memberi teka-teki yang jawabannya sudah ditemukan. Namun inilah konsekuen membagi dua fokus. Jika fokus lebih diletakkan di Johan Al atau Bram saja, membuat ketegangan akan berlipat ganda. Dan satu yang membuat saya memberi poin tambahan pada Windry Ramadhina adalah dia tahu kalau konsekuensi pembaca sudah menemukan jawaban dari teka-teki kecil yang dibuat olehnya melalui dua sisi. Tapi dia membuat pembaca harus mendelik bahwa teka-teki yang melibatkan bram dan Johan hanya sebuah teka-teki kecil setelah kematian Blur palsu menjelang akhir. Hingga akhirnya pembaca tersadar, siapakah blur adalah teka-teki no satu yang menjadi inti dari semua pertikaian ini.

Gaya bahasa yang bagus dan keras khas mafia membuat novel ini mafia banget..!! Dengan pembunuhan, dendam, dan kekejian seakan pembaca melompat-lompat bersama Agusta Bram, dan mendendam sambil merasakan dentingan lagu Nouvelle Vogue ala Johan Al. Semua terangkum dalam satu novel. Hingga akhirnya, kematian demi kematian membahana dan identitas Blur terungkap saat itulah anda akan menutup novel ini tanda tamat.

Recomended buat anda yang ingin mencari sesuatu yang tegang buat mengisi weekend. Tapi maaf  jika anda sulit menemukan di toko buku karena novel ini sudah lama dan saya pun menemukannya di buku diskonan.🙂 Selamat mencari, dan selamat memasuki dunia kejam ala Mafia di metropolis.

Salam

Bond Chan

2 thoughts on “Metropolis -Bukan Masalah 1 Nyawa yang Dihilangkan-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s