Masih Coretane Arek Suroboyo

24 Mei 2012, yah inilah harinya, hari yang tanpa terasa, seperti sekejap mata datang dan perlahan berlalu begitu saja menyisakan kenangan, penyesalan dan kebanggaan. Mungkin Anda berpikir ,apa yang istimewa dari tanggal 24 Mei 2012? Yaaa memang sebenarnya tidak ada yang istimewa sih, tapi ini hari yang emosional bagiku secara pribadi. Halah ‘emosional’.. hahahaha.. emosional nya begini,aku certain ya..  Hari ini adalah saigo no jugyou (kuliah terakhir) mata kuliah Hyouki. Hiks..hiks..hiks.. hua.. hua.. hua.. entah ini tangis bahagia atau tangis kesedihan, bahagia karena tidak akan bertemu dengan salah satu mata kuliah yang paling ditakuti pembelajar bahasa Jepang karena materi yang banyak dan sulit tapi juga disisi lain,saya sendiri tidak bisa memungkiri ,  saya sedih. Kenyataan berkata, banyak mahasiswa yang saking bencinya sama mata kuliah ini lama-lama jadi jatuh cinta… eaaaa… dan itu akuuuu.. tanpa aku sadari aku sudah kepincut sama mata kuliah ini. huhuhuhahahaha… tuh kan ga bisa tertawa ataupun…

Lihat pos aslinya 921 kata lagi

Iklan

Tiga Acara Tiga Negara Tiga Hadiah yang Selalu Dianggap Salah


Akhirnya bisa kembali menulis… Setelah sekitar akhir januari tulisan terakhir saya post.. dan kali ini baru bisa membuat tulisan lagi.. Seharusnya sih tulisan bulan ini sama seperti tahun lalu.. Yaitu membahas tentang Surabaya.. Secara bulan ini adalah bulannya Surabaya.. Karena di tanggal 31 Mei 2012 Surabaya akan berulang tahun.. Jadi seperti tahun lalu harusnya saya ikut merayakan dengan membuat tulisan tentang Surabaya. But.. Mumpung ada keinginan dan waktu yang cukup banyak untuk menuangkan isi otak kembali, tulisan ulang tahun Surabaya part 1 di tahun ini saya tunda besok.. yang jelas minggu ini.. 😀

Minggu lalu Indonesia digemparkan dengan konser boyband favorit kawula muda saat ini. Ya.. Apalagi kalau bukan Super Junior. Boyband dari Korea Selatan ini ga bisa dibohongi kalau konsernya adalah konser tergila di Indonesia sejak negeri ini lahir.. Gimana sebuah boyband harus menyelenggarakan konser 3 hari. Dan parahnya lagi, tiketnya sold out.. Mau berbohong apalagi soal magisnya?

Tanggal 22 Mei 2012. Akhirnya ajang balap jet darat terbaik di dunia kembali digelar di tanah Bahrain. Setelah musim yang lalu tidak jadi dilaksanakan karena masalah keamanan yang waktu itu sangat parah diakibatkan oleh perang antara pemerintah dan rakyat sipil akhirnya musim ini tidak ada lagi penghapusan kalender di musim 2012-2013.

Race yang penuh dengan protes masyarakat sipil apalagi yang pro pemerintah di luar arena balap pun sepertinya tidak mengganggu berlangsungnya balapan yang dimenangkan vettel tersebut. Panas yang terjadi diluar lebih disebabkan tidak adanya cara berpikir yang normal. Dimana diluar arena balap masih banyak rakyat sipil anti pemerintah harus merelakan nyawa demi revolusi yang diinginkan, namun didalam arena balap orang menghibur diri dengan menonton balapan yang menurut saya sendiri seru dan menegangkan.

Ga berbeda dengan protes atas dilaksanakannya GP Bahrain, konser SuJu pun juga menuai protes dari kaum minoritas di Indonesia. Dimana harga tiket yang melambung, seakan melupakan bahwa ga jauh dari tempat itu masih banyak orang yang harus hidup dengan susah payah demi mendapatkan uang yang sejumlah satu tiket paling murah di konser tersebut.

Konser A7x juga ga lepas dari pembahasan tentang betapa banyaknya uang yang menurut sebagian orang uang itu terbuang sia-sia.. Bagaimana bisa mereka hura-hura menyanyi bareng idola mereka sementara buruh di hampir seluruh penjuru bumi menyuarakan aspirasi tentang upah yang tidak mencukupi, hak yang tak terpenuhi, dan semua keluh kesah yang dirasakan oleh para buruh.

Miris jika dilihat secara kasat mata.. Namun kalau boleh berkata : Persetan dengan itu.. Saya mencari uang sendiri demi hidup saya sendiri.. Saya mau menonton SuJu yang tiketnya mahal itu, mau menonton avenged sevenfold yang mana di tempat lain buruh menjerit demi kelayakan hidup, apa pedulinya?? No.. Saya bukan ga tahu penderitaan mereka.. Tapi saya juga ingin mencari hiburan untuk diri sendiri sebagai hadiah atas hasil perjuangan.

Itu adalah yang sebenarnya ingin saya bahas. Di salah satu media online saya menemukan bahwa mereka merasa miris dan menganggap para penonton acara itu tidak punya hati dan belas kasihan. Sampai-sampai membuat perhitungan kalau uang tiket itu digunakan untuk mereka yang membutuhkan jadinya akan seperti bla bla bla.. Seakan objek mereka (penulis) itu seperti harus memberi semua hasil jeripayahnya demi orang lain tanpa boleh merasakan kesenangan untuk diri sendiri. *tepuk tangan*

Saya sendiri bukan orang yang masuk jadi objek di acara itu. Masuk sih mungkin tapi hanya setengah.. Kenapa? Saya ga Nonton konser Suju, saya ga nonton konser A7X, tapi saya nonton GP Bahrain. Itu pun di tv kabel. 😀 Dan karena itu saya juga sedikit jengah dengan pendapat bahwa harusnya uang itu untuk diamalkan. Ayolah.. Kalau tiap konser mending diamalkan, terus kapan saya harus menikmati hasil kerja saya??

Hiburan adalah hak asasi dari setiap manusia. Hiburan memiliki banyak kategori. Dan hiburan bisa didapatkan dari banyak hal. Mulai dari sekedar rebahan di kasur hingga bersenggama. Hiburan yang harus diketahui adalah tidak boleh diulang secara terus menerus setiap saat butuh.. Karena jika terus menerus, rasa bosan akan membuat hiburan tersebut tidak menjadi hiburan lagi.. Itulah sebabnya.. Bahwa menonton konser dengan harga selangit, menonton balap formula 1, dan banyak hal lain yang berharga mahal ini adalah hiburan, bung.. Dan kami layak mendapatkan ini karena hasil kerja keras kami.. Bukan karena kami tidak peduli dengan mereka yang membutuhkan.. 

Akhir kata, kita memang mempunyai hidup masing-masing. Dan kita memang harus saling membantu jika ada lebih dalam finansial. Namun tidak semua uang saya untuk mereka yang membutuhkan. Karena saya juga butuh hiburan. Karena tubuh saya juga ingin ditenangkan setelah diperkosa oleh kehidupan.

Salam

Bond Chan