Tiga Acara Tiga Negara Tiga Hadiah yang Selalu Dianggap Salah


Akhirnya bisa kembali menulis… Setelah sekitar akhir januari tulisan terakhir saya post.. dan kali ini baru bisa membuat tulisan lagi.. Seharusnya sih tulisan bulan ini sama seperti tahun lalu.. Yaitu membahas tentang Surabaya.. Secara bulan ini adalah bulannya Surabaya.. Karena di tanggal 31 Mei 2012 Surabaya akan berulang tahun.. Jadi seperti tahun lalu harusnya saya ikut merayakan dengan membuat tulisan tentang Surabaya. But.. Mumpung ada keinginan dan waktu yang cukup banyak untuk menuangkan isi otak kembali, tulisan ulang tahun Surabaya part 1 di tahun ini saya tunda besok.. yang jelas minggu ini..ūüėÄ

Minggu lalu Indonesia digemparkan dengan konser boyband favorit kawula muda saat ini. Ya.. Apalagi kalau bukan Super Junior. Boyband dari Korea Selatan ini ga bisa dibohongi kalau konsernya adalah konser tergila di Indonesia sejak negeri ini lahir.. Gimana sebuah boyband harus menyelenggarakan konser 3 hari. Dan parahnya lagi, tiketnya sold out.. Mau berbohong apalagi soal magisnya?

Tanggal 22 Mei 2012. Akhirnya ajang balap jet darat terbaik di dunia kembali digelar di tanah Bahrain. Setelah musim yang lalu tidak jadi dilaksanakan karena masalah keamanan yang waktu itu sangat parah diakibatkan oleh perang antara pemerintah dan rakyat sipil akhirnya musim ini tidak ada lagi penghapusan kalender di musim 2012-2013.

Race yang penuh dengan protes masyarakat sipil apalagi yang pro pemerintah di luar arena balap pun sepertinya tidak mengganggu berlangsungnya balapan yang dimenangkan vettel tersebut. Panas yang terjadi diluar lebih disebabkan tidak adanya cara berpikir yang normal. Dimana diluar arena balap masih banyak rakyat sipil anti pemerintah harus merelakan nyawa demi revolusi yang diinginkan, namun didalam arena balap orang menghibur diri dengan menonton balapan yang menurut saya sendiri seru dan menegangkan.

Ga berbeda dengan protes atas dilaksanakannya GP Bahrain, konser SuJu pun juga menuai protes dari kaum minoritas di Indonesia. Dimana harga tiket yang melambung, seakan melupakan bahwa ga jauh dari tempat itu masih banyak orang yang harus hidup dengan susah payah demi mendapatkan uang yang sejumlah satu tiket paling murah di konser tersebut.

Konser A7x juga ga lepas dari pembahasan tentang betapa banyaknya uang yang menurut sebagian orang uang itu terbuang sia-sia.. Bagaimana bisa mereka hura-hura menyanyi bareng idola mereka sementara buruh di hampir seluruh penjuru bumi menyuarakan aspirasi tentang upah yang tidak mencukupi, hak yang tak terpenuhi, dan semua keluh kesah yang dirasakan oleh para buruh.

Miris jika dilihat secara kasat mata.. Namun kalau boleh berkata : Persetan dengan itu.. Saya mencari uang sendiri demi hidup saya sendiri.. Saya mau menonton SuJu yang tiketnya mahal itu, mau menonton avenged sevenfold yang mana di tempat lain buruh menjerit demi kelayakan hidup, apa pedulinya?? No.. Saya bukan ga tahu penderitaan mereka.. Tapi saya juga ingin mencari hiburan untuk diri sendiri sebagai hadiah atas hasil perjuangan.

Itu adalah yang sebenarnya ingin saya bahas. Di salah satu media online saya menemukan bahwa mereka merasa miris dan menganggap para penonton acara itu tidak punya hati dan belas kasihan. Sampai-sampai membuat perhitungan kalau uang tiket itu digunakan untuk mereka yang membutuhkan jadinya akan seperti bla bla bla.. Seakan objek mereka (penulis) itu seperti harus memberi semua hasil jeripayahnya demi orang lain tanpa boleh merasakan kesenangan untuk diri sendiri. *tepuk tangan*

Saya sendiri bukan orang yang masuk jadi objek di acara itu. Masuk sih mungkin tapi hanya setengah.. Kenapa? Saya ga Nonton konser Suju, saya ga nonton konser A7X, tapi saya nonton GP Bahrain. Itu pun di tv kabel.ūüėÄ Dan karena itu saya juga sedikit jengah dengan pendapat bahwa harusnya uang itu untuk diamalkan. Ayolah.. Kalau tiap konser mending diamalkan, terus kapan saya harus menikmati hasil kerja saya??

Hiburan adalah hak asasi dari setiap manusia. Hiburan memiliki banyak kategori. Dan hiburan bisa didapatkan dari banyak hal. Mulai dari sekedar rebahan di kasur hingga bersenggama. Hiburan yang harus diketahui adalah tidak boleh diulang secara terus menerus setiap saat butuh.. Karena jika terus menerus, rasa bosan akan membuat hiburan tersebut tidak menjadi hiburan lagi.. Itulah sebabnya.. Bahwa menonton konser dengan harga selangit, menonton balap formula 1, dan banyak hal lain yang berharga mahal ini adalah hiburan, bung.. Dan kami layak mendapatkan ini karena hasil kerja keras kami.. Bukan karena kami tidak peduli dengan mereka yang membutuhkan.. 

Akhir kata, kita memang mempunyai hidup masing-masing. Dan kita memang harus saling membantu jika ada lebih dalam finansial. Namun tidak semua uang saya untuk mereka yang membutuhkan. Karena saya juga butuh hiburan. Karena tubuh saya juga ingin ditenangkan setelah diperkosa oleh kehidupan.

Salam

Bond Chan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s