Bisnis Kuliner? Yuk Belajar Dari Penjual Gorengan


Saya kembali…!!! Senangnya bisa nulis tepat waktu. Setelah seminggu kemarin hingga minggu ini penuh banget jadwal saya, tapi malem ini bisa tepat waktu walaupun sebenarnya hari jumat juga Cuma tersisa 20 menit kurang, tapi yang penting masih masuk hari jumat. Tulisan kali ini jangan dianggap sebagai motivasi, karena saya bukan motivator, tapi sekedar memberi tips, memberi cara untuk membuka bisnis kuliner. So, nikmati aja yang mau buka bisnis di bidang kuliner. Dan ditunggu komentarnya

Menjadi pebisnis atau membuka usaha atau bahasa jaman sekarang menjadi entrepreuner sepertinya sedang menjangkiti negeri ini. Begitu banyak orang yang ingin menjadi entrepreuner. Mulai modal besar, hingga modal dengkul. Mulai dari membuka open counter di mall, hingga membuka stand di dunia maya. Semua seakan bersaing untuk menjadi entrepreneur.

Ngomongin soal banyaknya anak muda yang ingin menjadi pengusaha, tak terlepas dari banyaknya passion anak muda yang menuju ke bisnis kuliner. Mulai dari kafe, hinggga makanan ringan. Coba saja lihat di mall sekarang semakin banyak saja jenis penganan ringan dan kafe kecil yang siap bersaing dengan kafe impor. Tapi dari semua itu tidak sedikit juga anak muda yang galau untuk membuka bisnis di bidang kuliner. Salah satu yang sering saya tahu mereka yang galau adalah calon pengusaha di bidang makanan ringan. Jarang saya temui mereka yang mau jadi entrepreuner di bidang kuliner dengan membuka warung di pinggir jalan galau dengan hal satu ini. Apa itu? Perizinan dari BPOM (badang pengawas obat dan makanan).

Bisnis kuliner memang selalu terlihat menarik, menyenangkan, dan mudah untuk menentukan segmentasi dibanding berbisnis bidang lain. Masih harus membongkar segmentasi yang ingin dicapai, belum lagi membangun benefit dari barang yang akan dijual selalu menjadi alasan utama lebih baik membuka bisnis di bidang kuliner. Tapi kalau sudah kena masalah perizinan, sepertinya tinggal mimpi. Padahal penjual gorengan yang sudah berjualan bertahun-tahun lamanya tidak memiliki perizinan masih punya omset ratusan ribu hingga jutaan rupiah tiap harinya. (kalau tidak percaya, silakan tulis di papan komentar. Saya punya bukti untuk ini)

Padahal jangkauan dari bisnis kuliner itu luasssssssss banget. Beneran kalau mau tahu. Bisnis kuliner itu ada makanan berat, ada snack, ada minuman, ada minuman dan makanan, ada warung, ada resto, ada kafe, ada banyak lagi kalau mau tahu lebih silakan tulis di papan komentar. Dan kalau sudah berurusan dengan camilan atau snack, kenapa harus takut berurusan dengan BPOM? Coba lihat penjual gorengan diatas. Dia ga punya izin dari BPOM. Tapi usahanya udah jalan lebih kurang 10 tahun. Ini yang baru mulai udah takut dengan BPOM, rubahlah mindset kamu! Tapi satu yang harus diingat : tips di tulisan ini khusus buat yang mau berurusan dengan bisnis kuliner di bidang camilan dan snack.

Kalau tahu celah dari sebuah hal, silakan masuki untuk memulai sebuah bisnis. Kalau ada celah untuk memulai sebuah usaha di bidang bisnis kuliner tanpa perlu berurusan dengan BPOM sebagai modal awal, kenapa ga dimasuki dulu? Bisnis camilan asal diolah dengan bagus mulai dari bahan, resep rahasia, packaging, segmentasi dan positioning yang tepat bisa menghasilkan sama dengan warung makan dengan margin keuntungan lebih tinggi!

Sedikit cerita tentang obrolan saya dengan salah seorang teman. Dia mengajak saya berbisnis warung nasi bebek. Saya yang memang tidak betah dengan yang terlalu banyak pikiran mulai dari piring, dan peralatan untuk membuka warung nasi bebek pun langsung memberi dia solusi coba bebek di fillet, digoreng dengan tepung dan bumbu rahasia, dipacking dengan bagus, taruh di royal plaza. Jual seharga satu porsi nasi bebek plus minum untuk camilan itu. Kalau ga laku, ngomong sama saya. Mudah bukan kalau tahu celahnya? J Lain cerita dengan teman saya sesama peserta bimbingan kewirausahaan di kampus yang diakomodir oleh DIKTI. Dia punya ide membuat usaha kripik bonggol pisang. Modal ada, tapi setiap ketemu selalu ngomongnya BPOM lah, sertifikat halal dari MUI lah. Sudah saya kasih solusi untuk jual ke kantin sekolah atau kampus, masalah BPOM itu menyusul. Entah sekarang gimana dia, karena saya juga ga pernah ketemu lagi. Tapi yang jelas dari terakhir ketemu dia masih berkutat dengan itu tanpa action.

                Buat anda yang mau membuka bisnis di bidang kuliner tapi masih takut-takut dengan modal kegedean, resiko kegedean, dan BPOM : yuk buka bisnis camilan. Sedikit thesis dari saya tentang bisnis kuliner. Buat resep rahasia seenak mungkin. Senikmat yang anda bisa.

Mulai cari referensi dari sana sini. Dan jika sudah dapat : makanan anda secara kuantitas sedikit, tapi bisa dibeli dengan harga yang sama dengan yang kuantitasnya tinggi. Coba baca lagi tentang kasus bebek fillet goreng diatas. Tahu berapa saya menawarkan harga jual dari bebek fillet itu? Coba jual 11 ribu per bungkus. Mahal? Kalau anda mau coba –semoga teman saya itu jadi menjalankan ide saya- pantas harga segitu. Enaknya bukan main. Anda akan berasa menjadi seperti bebek.😀

Percuma anda baca tulisan ini tapi masih galau dengan BPOM dan segala macamnya. Coba action dulu, kalau masih ragu silakan tulis di papan komentar. Yang penting dari sebuah bisnis adalah action. Action dulu, jalani dulu. Dan anda akan menemukan jawaban untuk urusan dengan BPOM.

Salam

Bond Chan

12 thoughts on “Bisnis Kuliner? Yuk Belajar Dari Penjual Gorengan

  1. assalamualaikum kaka..
    Saya echa, saya mau tanya2 nih,, kaka saya kan buka warung di foodcourt salah satu mall di jkt. Usaha itu udh berjalan hampir 2blan, tp omset masih naik turun. Dan sekarg kayanya kaka saya sudah putus asa dlm menjalankan usaha ini. Dan rencananya mau tutup aja karena selama berjalan, pendapatannya blm cukup untuk membayar sewa dan 2org pegawai.. Langkah apa yg harus diambil? Diteruskan atau gmn? Karena ini usaha pertama dibidang kuliner, apa emang begini awalnya? Kalo memang iya, harus bertahan sampai kapan?

    • sedikit butuh tambahan info.. jualannya apa?? warung disini maksudnya gimana??

      banyak hal yang membuat bisnis makanan kurang bisa meledak. beberapa hal yang perlu di cek lagi antara lain : (ini baru awal dengan ngeliat info yang kamu berikan, masih bisa berkembang lagi)

      segmen pasar. segmen pasar bisa dilihat dari kebanyakan pengunjung mall itu termasuk yang menengah kebawah atau menengah keatas??

      harga harus berbanding lurus dengan segmen pasar. jangan bermain dengan harga tinggi kalau jualan di tempat untuk segmen menengah kebawah.

      kebersihan stand, packaging, pelayanan -mulai dari kecepatan sampai menghapal order pelanggan- dan marketing seperti spanduk merk, dan semacamnya yang menunjukkan keberadaan tempat jualan harus diperhatikan serius. bahkan harus dibikin wah tapi harga yang masih sangat bisa dijangkau oleh target pembeli. ga perlu yang ribet2. bikin aja banner dengan desain yang wah.. meja stand nya dibikin berwarna juga. bisa pake banner juga biar lebih murah. ini yang sering dilupakan sama penjual makanan. mentang-mentang segmen pasar menengah kebawah udah yang penting murah.

      satu lagi : resep rahasia. setiap penjual makanan yang laris manis pasti punya resep rahasia untuk membedakannya dengan tempat lain. bahkan resep rahasia bisa untuk menaikkan untung tanpa kehilangan pelanggan. ga percaya?? silakan mampir ke blog saya yang khusus membongkar masalah resep rahasia dari tempat makan terkenal yang ada di surabaya. alamatnya http://www.gakcumamakan.wordpress.com

      itu dulu yang bisa saya kasih buat sekarang. bisa saya tambah lagi kalau ada penjelasan info lebih soal tempat makannya.

      ________________________________

      • tambahan lg, untuk penyajian saya rasa sudah standart resto seperti solaria dan sebagainya jika dibanding stand lain yg menyajikan di kertas nasi yg ditatakin piring rotan..

  2. langsung aja saya paparin..
    kaka saya buka foodcourt di Blok M Square lt.5. Memang keliatannya kebanyakan yg dateng adalah org2 menengah kebawah. Disitu menu utama kami adalah nasi biryani dan ayam setan, dan msh ada beberapa menu tambahan yg gk jauh beda dengan menu2 stand lain.. Harganya pun tidak ada yg diatas 20rb selain menu kambing biryani dan nasi goreng kambing. Memang sebenernya kami mempunyai beberapa langganan dari pengelola, tenan2, dan yg lainnya. Tapi gk setiap hari mereka dateng ke mall. Dan omset perhari klo dipukul rata hanya 400rb.
    untuk buka usaha seperti ini yg baru 2bln dan dilokasi tersebut dengan pemasukan 400rb/hari apakah kami msh harus bertahan?

  3. hii salam kenal aq desy🙂 aq suka blog ini dan mau sdikit sharing.. rencana nya aq mau buka usaha kuliner sperti stiq-ku ( menjual nugget,frozen sea food yg sudah digoreng dan dbuat sate2 an) tapi aq blm terlalu tau harus dimulai dari mana?apa saja yg harus disiapkan?bagaimana sistem untuk usaha tsbt.😦 coz aq pnya niat ini karna itu adalah salah satu jajanan favorite aq. untuk tempat awal aq mau coba u/ jualan ddpn rumah dan menyiapkan 1 tenaga krja karena aq kerja jd ga bz jalankan sndiri.kira2 bz dbantu bimbingan nya ? aq tunggu blz an nya di email yah thanks bond .. (dezysusanti@yahoo.com)

    • hai salam kenal juga, sma-sama namaku desy dan skrng lg tertarik dengan bisnis frozen food yang digoreng dan dibuat sate2an. minta advice nya juga donk utk usaha ini. boleh email ke (desy.ikalestari@gmail.com)
      thanks yah

  4. haaaaiiii …. salam kenaaal yah.
    senengnya bisa ketemu blog ini🙂
    sy nadia guys.. dr banjarmasin.sy emang tertarik banged sm dunia kuliner krn sy pada dasarnya suka jajan🙂
    sy pernah jualan nasigoreng , sup jagung delivery ..harga 5ribuan.. tapi gak berjalan terlalu lama.. putus aja gitu ditengah jalan.. trs pernah jualan pisang goreng pasir delivery.. dan sama aja .. putus ditengah jalan juga😦
    teakhir baru2 ini saya jualan cirol .. sekilas kyk risoles tp cirol ini berbahan dasar roti .. sy jual sistem deliveri juga krn blm ada dana untuk buka outlet sendiri (cita-cita saya ingin buka outlet seperti kebab king) . tanpa di duga cirol ini ternyata mendapat respon positif oleh pelanggan saya🙂 omzetnya lumayan .. baru mulai jalan di tanggal 19 april 2013 kmrn lho padahal.. kendalanya sekarang masih di SDM terutama untuk pengantaran.. sementara ini kalo pagi yang bantuin nganter pesanan ya temen saya sendiri .. karena saya sendiri juga masi bekerja kantoran euy..
    minta saran dooonk om bos🙂 biar bisnis saya makin maju dan semua cita-cita tercapai..
    by email boleeeeeeeh om🙂

    • maaf banget ya baru bisa bales..😀 serius, sebulan ini saya susah banget buat akses ke blog. mungkin next kalo butuh konsultasi yang cepet bisa follow twitter saya @babonista.

      jadi begini, untuk jasa pengirim sebenarnya cari saja karyawan tambahan untuk delivery. buat yang gampang,hubungi sodara, tetangga, teman, atau buka lowongan. untuk kendaraan bisa pake kendaraan si karyawan baru. tinggal kamu kalkulasi atau memperkirakan berapa banyak bensin yang dibutuhkan. harus kamu hitung sendiri. sekedar info sih.. sepeda motor itu per liter bisa menempuh perjalanan 30-50 km untuk bebek dan selisih 10 liter lebih boros untuk matic.

      lalu sejauh ini karyawannya sudah berapa??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s