Ini Adalah Jalan Saya


Oke waktu itu sekitar bulan november awal. Entah saya sendiri ga tahu tanggal berapa tepatnya, tapi yang jelas seperti biasa pak pos sepertinya terlambat untuk mengantarkan surat pemberitahuan bahwa saya sudah tidak kuliah di jurusan bahasa jepang Unesa sejak semester empat. Di dalam surat itu seperti biasa berisi nilai selama saya kabur dari kampus dan surat pemberitahuan kalau saya dianggap cuti. Biasanya saya dapat surat ini dua kali, di sekitar bulan april dan ujung bulan oktober. Waktu oktober sih sudah menyiapkan mental kalau-kalau saya dapat surat keramat itu. Dan ternyata surat baru datang awal november.

Surat pun datang, bak masa gelap di penghujung tahun 2011 ketika saya ditanya kemana saja selama dua semester?? K Ujung-ujungnya saya mengaku kalau saya sudah ga betah berada di kampus. Saya ingin keluar, dengan berbagai alasan dari eksternal dunia perkuliahan yang tidak bisa saya tulis di sini. Perdebatan pun dimulai. Seperti ruhut vs obyek kasus di indonesia lawyers club pun berpindah ke rumah saya di hari sabtu siang tersebut. Setelahnya yang masih saya ingat, sore-sore saya cerita panjang lebar ke sahabat saya sampe menentukan mau kemana nantinya saya setelah ini. Semua dibahas panjang lebar dan hasilnya?? Ga terwujud. #facepalm

Saya sempat depresi seminggu (totally sebulan). Seperti pengangguran, hanya nonton TV di pagi-sore, lalu nge Gym sampe malem. Menentukan jalan mana yang harus saya tempuh, apakah ikut terserah orang tua atau dengan pilihan saya yang mana bisa membuat kekacauan berlipat-lipat kalau-kalau saya jelaskan. Sampai pada akhirnya saya menyerah… Saya memutuskan untuk ikut apa kata orang tua. Saya disuruh cari kampus yang sekiranya cocok dengan saya. Datang ke kampus expo pun saya jabanin padahal muka udah tua untuk cari kampus. Dan berujung di Wijaya Putra. Salah satu kampus yang membuka kelas malam.

Awalnya rada ngehek juga masak iya saya harus kuliah malam?? Salah seorang sahabat nyemprot saya : kenapa saya ga balik aja ke Unesa kalo ternyata faktor eksternal itu ga saya urusin??? Toh, saya cuma perlu tahan malu telat lulus 2 tahun tapi sarjana kampus negeri, bung.. Itu kata sahabat saya.. Akhirnya setelah itu saya terima untuk mutasi (tanpa surat apapun) ke kampus UWP. Pertama yang ada dalam bayangan saya tentang kampus yang sudah berdiri sejak 33 tahun yang lalu ini, isinya hanya mahasiswa begundal dan orang tua seumuran orang tua saya. Dan bayangan itu masih ada setelah pendaftaran saya disetujui dan saya akan masuk semester dua angkatan 2012.

Kampus ini kelasnya sebenarnya berbagi dengan sekolah. Ada yang berbagi dengan SMP Wijaya Putra, ada yang berbagi dengan SMA Wijaya Putra. Yang menandakan keberadaan kampus ini hanya ruang BAAK di dekat pintu masuk. Sontak saya kaget ketika pertama masuk. Diluar kelas masih ada pajangan daftar duduk try out UNAS SMA Wijaya Putra. Sebeginikah nasib saya sampai harus kuliah di kampus yang begini?? Begitu pikiran saya waktu itu. Karena ya jujur saja, dari jaman saya SD hingga SMA sekolah saya ga bisa dibilang mewah tapi masih berupa sekolah seperti selayaknya. Dan akhirnya saya coba untuk terima.

Ngomongin mahasiswa di UWP, saya salah besar ternyata. Mereka jauh dari kata begundal. Mereka masih layaknya mahasiswa di kampus lain. Mereka sama semangatnya menuntut ilmu dengan mahasiswa di kampus lain. walaupun jam perkuliahan di sini dimulai dari jam setengah tujuh malam sampai jam setengah sepuluh malam. Dan sebagian besar mahasiswa di UWP adalah para pekerja.

Masuk semester dua di Administrasi Negara, seperti sebuah adaptasi. Karena sebagai mahasiswa pindahan saya harus masuk ke sebuah organisasi sosial baru yang sudah membentuk aturan tidak tertulis dengan jabatan dalam organisasi sosial tersebut yang sama tidak tertulisnya. Tapi tidak butuh waktu lama untuk itu, toh buktinya saya bisa diterima dengan baik.

Perubahan hidup setelah berkuliah di UWP sebenarnya lumayan berat. Bukan berat secara mental, karena memang teman-teman di administrasi negara menerima saya dengan baik. Saya langsung akrab dengan mereka, saya sering berkumpul bareng, hangout bareng. Tapi berat secara fisik. Bagaimana tidak, pagi sampai sore harus bekerja, setelahnya ngegym satu jam, lanjut kuliah. Dan itu harus saya lakukan seminggu empat kali!! Capek berat rasanya di awal. Tapi suasana rumah lebih kondusif, saya lebih bisa berpikir jernih, dan bisa menata masa depan dengan lebih dahulu bekerja dibanding teman seangkatan saya di bahasa jepang dulu.

Selama berada di jurusan yang baru ini saya dapatkan ilmu tentang sosial dan pemerintahan yang sebenarnya menjadi salah satu hal yang selalu menarik perhatian saya. Jadilah saya begitu serius berkuliah. Saya juga aktif dalam salah satu kegiatan kampus tentang kewirausahaan, yang walaupun belum ada satu semester saya sudah berhasil lolos dan bergabung di PKM. Yah.. Sebuah penghargaan tersendiri bagi saya. Dan hal itu membuat nama saya begitu dikenal oleh teman-teman sesama PKM yang notabene mereka dari jurusan lain. Berhasil menyelesaikan kegiatan PKM di semester awal saya berada di kampus yang berada di jalan benowo ini, saya kembali disibukkan dengan kegiatan ospek. Kali ini saya dipercaya untuk menjadi ketua pelaksana ospek kampus di pacet..!!! Goshh.. Sulit dipercaya. Tapi memang itu kenyataanya. Saya yang awalnya hanya mahasiswa pindahan, ternyata dianggap sama dengan mereka yang sudah berada sejak semester satu. Sampai-sampai dipercaya menjadi ketua pelaksana acara yang saya sendiri belum mengikutinya di tahun lalu!!! Konyol bukan?? Jadilah saya belajar terus tentang apa saja yang ada di acara itu. Karena walaupun saya pernah ikut acara serupa dan pernah juga menjadi panitia di acara serupa waktu di bahasa jepang Unesa, tapi ini berbeda. Kalau dulu berkemah dan serius, tapi kali ini acaranya lebih seperti rekreasi dan diskusi ilmiah sambil mengenal lebih dekat antara keluarga besar Administrasi Negara Wijaya Putra.

Perasaan yang ada sekarang, sebenarnya saya merasa lebih mensyukuri. Walaupun sebentar lagi teman sejawat saya di kampus Unesa sudah mau skripsi, sementara saya masih menikmati enaknya menjadi mahasiswa tapi saya bersyukur saya sudah tidak bingung mau kemana setelah lulus. Karena memang saya sekarang sudah bekerja. Dan fokus saya tinggal membesarkan bisnis yang sedang saya geluti sekarang, dan menjalani masa perkuliahan yang menyenangkan ini empat semester lagi.. J

 

Salam

 

Bond Chan

Iklan

Nominasi Release Terbaik 2012 –Yang Mana Pilihan Anda??-


Track 1 :

Drive By – Train. Listen to the music –Doobie Brothers.

Membandingkan dua track ini adalah salah satu yang tersulit. Yang satu unggul di jeda yang lama sehingga mampu membuat instructur RPM membantu member untuk memperbaiki teknik dalam ber RPM sementara yang satunya lagi mempersiapkan jantung member untuk panas sebelum digasak dengan track yang berat selama 50 menit latihan. Listen to the music memiliki lagu yang nge groove sehingga mampu membuat kita bergoyang , dan Drive by memberi waktu racing yang panjang khas lagu pop anak muda.

Dua lagu pemanasan lain di release yang keluar selama 2012 memang tidak jelek secara kualitas. Tapi juga tidak ada yang menarik dan tidak ada yang istimewa dibanding kedua lagu yang menjadi nominasi ini. Don’t wake me up dan move like jagger memang bagus, tapi mereka jumlah racing atau jeda dua lagu ini tidak terlalu lama jika dibanding dua lagu nominasi ini.

So, mana yang akan menjadi lagu pemanasan terbaik di tahun 2012 ini?? Drive by –train atau listen to the music –doobie brothers?? Tunggu dua minggu lagi.. J

Track 2 :

We found love –Rihana vs Never close our eyes –Adam Lambert

Dua lagu yang sebenarnya kalau boleh saya bandingkan jelas jauh levelnya. We found love dengan racingnya yang panjang dan tambahan aero racing 50 detik di tiap blok membuat lagu ini menurut saya lebih pantas langsung dijadikan jawara sebagai track kedua terbaik di tahun 2012 ini. Namun kalau tidak ada lawan, kesannya saya tidak adil. Tapi kenapa saya pilih never close our eyes dibanding track dua release 56? Silakan baca lagi tulisan saya REVIEW RPM RELEASE 56 -RASAKAN JANTUNG BERLARI SAMPAI PUNCAK-

Tidak terlalu banyak yang bisa saya jadikan bahan untuk mengapa saya memilih dua lagu ini untuk diadu di Release Terbaik 2012. Karena kalau melihat San Fransisco –Fine Tune diulang koreonya oleh never close our eyes tapi ada sedikit pembaruan dengan racing ke dengan duduk lebih ke belakang dan normal racing. Dan track 2 di release 56 hanya mengulang we found love tapi dengan lagu yang menurut banyak maniac RPM yang saya kenal tidak menyukainya.

Merendahkan never close our eyes untuk menjadi track 2 terbaik di tahun 2012 jelas bukan hal yang tepat. Lagu ini memiliki kelebihan di teknik baru dalam racing. Dengan teknik racing posisi duduk lebih mundur, jelas membuat paha belakang kita menjadi lebih bekerja dibanding racing yang biasanya. Ini menjadi sesuatu yang baru. Dan ini adalah kelebihan tersendiri dari track yang penyanyinya barusan konser di bali ini.

Jadi jangan langsung beranggapan we found love akan menang mutlak dengan keunggulan di racing panjangnya. Karena never close our eyes juga punya kelebihan yang mungkin bisa menjadi kejutan. Tunggu jawabannya dua minggu lagi… J

Track 3 :

Run To You (Hands Up Club Mix) vs Laser Light –(Drm vs Dayz Remix Edit)

Di track ketiga persaingan cukup ketat untuk tiga lagu mulai release 54-56. Antara Run To You (Hands Up Club Mix) (Jan Wayne feat. Fab), manian – loco (empyre one remix), dan Electro Driverz – Laserlight (Drm Vs. Dayz Remix Edit). Tiga lagu ini semuanya saya suka, semuanya memiliki koreo yang hampir sama dan khas track ketiga. Tapi mari kita mulai cari keunggulan dan kekurangan dari ketiga lagu ini. Run to you memiliki power climb yang panjang tapi hanya ada dua standing attack. Loco standart track ketiga. Tapi memiliki lagu yang semangat banget. Kekurangannya high level di track ini tidak cukup tinggi dibanding laserlight. So, persaingan track ketiga saya serahkan pada dua lagu : Run To You (Hands Up Club Mix)  vs Laser Light –(Drm vs Dayz Remix Edit)

Run To You (Hands Up Club Mix) ini sebenarnya bisa dikatakan sebagai real track ketiga. Dengan tujuan awal sebagai pemanasan yang sesungguhnya menuju bukit tinggi di track kelima dan ketujuh, memang seharusnya high level resistance yang panjang lebih dibutuhkan. Bukan hanya lagu yang bikin semangat saja tapi putaran resistance belum sampe full sudah dilibas dengan standing attack. Seperti yang sudah saya katakan di awal, bahwa saya suka semua lagu ketiga di release 54-56. Kecuali release 57 yang menurut saya jauh dari kata bagus baik secara musik maupun koreo. J Dan saya memutuskan untuk membattle laser light dan run to you juga bukan keputusan yang mudah. Tapi run to you lebih berhak dibanding loco kalau dari segi tujuan dari RPM itu sendiri.

Laserlight –(Drm vs Dayz Remix Edit) sudah saya bahas panjang lebar di review RPM Release 56. Jadi saya tidak akan ulang lagi di sini. Tapi saya akan memberi sedikit perhitungan saya tentang apa senjata laserlight untuk bisa jadi juara tahun ini. Pertama. Lagu ini memiliki jeda untuk improvisasi yang terdapat di beberapa bagian kalau anda benar-benar RPM maniac. Jadi di beberapa bagian bisa menaikkan level dari yang seharusnya medium level climb menjadi high level climb. Dan menurut perhitungan saya ada di tiap blok. Serunya lagi, di awal track –saya lebih suka menyebut sebagai blok prolog karena tidak masuk dalam hitungan 3 blok di track ini- pun sudah bisa kalau memang paham dengan lagu ini. Cukup sulit menemukan itu di release lain.

Melihat persaingan track 3 ini seperti melihat persaingan climbing panjang di tiap blok dan musik dari kedua lagu yang enak. Cukup sulit menentukan yang mana. Tapi yang jelas, dua minggu lagi hanya ada satu lagu yang pantas untuk masuk dalam track 3 release terbaik 2012.

Track 4 :

Charlie Brown –Coldplay vs Anna Sun –Walk The Moon

Track ke empat ini sebenarnya yang masuk ada : every teardrop is waterfall –coldplay , good feeling –flo rida, charlie brown –coldplay, anna sun –walk the moon. Cukup susah menentukan mana yang pantas masuk untuk diduelkan. Karena FYI, tiga lagu dari empat yang masuk memiliki keunikan masing-masing. Ga percaya? Every teardrop is waterfall memiliki keunikan dari segi nyamannya lagu setelah menghadapi track ketiga dengan heart rate sudah hampir mencapai puncak. Pasti kerasa damai, enak, dan –kalau saya sendiri- otot kaki mendadak adem. Keunikan lain, buat instruktur baru lagu ini punya beberapa jebakan. Charlie brown –coldplay memiliki keunikan racing super pendek di tiap blok dan ride easy yang lebih panjang serta tidak ada easy climb layaknya track empat pada umumnya. Dan recovery di akhir yang panjang salah satu hal yang menyenangkan. Anna sun –walk the moon memiliki keunikan di waktu easy climb ada dua opsi. Racing climb atau easy climb seperti awal. Racing climb sejauh yang saya tahu tidak saya temukan di track empat yang lain. Bahkan di track ke empat tersulit sepanjang masa : kings and queen juga hanya easy climb, tapi hard option diberi di waktu racing dengan resistance climb.

Kenapa saya memilih charlie brown vs anna sun?? Lebih karena saya menilai dua lagu ini memiliki keunikan dan di dua lagu ini heart rate bisa dipermainkan. Sekali lagi harus saya katakan seperti di track lain, di track empat ini juga susah sekali untuk menilai mana yang lebih pantas menang. Karena levelnya yang berbeda jauh. Charlie brown dengan track menjaga heart rate dan stamina yang diunggulkan dan anna sun dengan menurunkan heart rate perlahannya jelas bukannya bisa untuk dibandingkan. Tapi mau bagaimana lagi? Daripada saya harus membandingkan charlie brown dengan every teardrop is a waterfall atau anna sun dengan good feeling jelas kesalahan besar.

Jadi beri saya waktu untuk menentukan mana yang paling pantas sebagai track empat terbaik di 2012 ini tentunya dengan kriteria yang jelas di dua minggu lagi. Karena untuk saat ini saya sulit menentukan kriteria apa yang akan saya pakai untuk lebih mengunggulkan satu diantara dua lagu ini. J

Track 5 :

Run With The Wolves –The Prodigy vs Scary Monsters And Nice Sprites (Dirtyphonics Remix) (Skrillex)

Persaingan di track kelima jelas hanya berkutat di dua release awal tahun 2012 saja. Yaitu release 54 dan release 55. Antara run with the wolves vs Scary monsters and nice sprites. Kalau anda RPM maniac pasti ga akan menolak jika saya memasukkan dua track interval training terberat dan terbaik di tahun 2012 ini.

Run with the wolves dengan enam bloknya yang berisi tiga interval training climbing medium level dan power climb masing-masing 5 detik diulang 4 kali dan tiga blok power climb 30 detik diulang kali ini menurut saya adalah jawara interval training. Lagunya yang enak dan koreo yang bervariasi membuat track ini selalu jadi favorit request saya dan ga pernah bosan untuk request lagu ini ke instruktur RPM. Kekurangan dari run with the wolves menurut saya hanya satu : kurang dua blok lagi. Harusnya dibuat 8 blok. Biar hancur sekalian lemak di badan.. Ada yang setuju?? *kabur

Scary monster and nice sprites adalah salah satu lagu yang paling ditakuti oleh semua maniac RPM. Mulai dari instruktur hingga member. Semua yang saya kenal langsung ciut nyali dan sudah teriak ketakutan ketika intronya terdengar. Ya, bayangkan saja koreonya saja climb medium level 3kali , power climb medium level : 4 kali, power climb high level : 1 kali (opsi lain bisa 2), climb high level : 3kali , standing attack : 2kali, ride easy : 2 kali. Ride easy 2 kali dan opsi lain bisa menjadi tiga kali jelas bikin keder. Bedanya dengan run with the wolves, di track ini high level bisa menyentuh batas paling atas dari high level resistance. Atau bahasa gampangnya sampe resistance terkunci dan kita harus melawannya dengan standing attack 2 kali. J

Membandingkan dua lagu ini adalah hal yang wajar. Karena kedua lagu ini memang pantas untuk disaingkan. Bahkan bisa membuat saya menutup mata dengan keberadaan crush on you release 56 yang kalau sebelum RPM badan sudah agak capek dengan kerjaan akan berasa seperti scary monster versi KW atau spitfire release 57 yang mungkin mirip dengan track lima yang lain dengan permainan resistance hanya mencapai pertengahan high level. So, kalau saya tidak menominasikan dua lagu ini untuk jadi track interval training terbaik tahun 2012 jelas akan banyak yang menganggap saya hanya maniac RPM amatir.

Satu yang saya takutkan dua minggu lagi ketika harus menentukan mana yang lebih baik antara run with the wolves dan scary monster and nice sprites dan ternyata kriteria saya memenangkan satu diantara dua lagu ini tidak begitu kuat, akan berakibat saya dianggap seorang maniac amatir. But saya akan mencoba dengerin dengan serius, belajar lagi tentang koreo, saya akan bener-bener merasakan dan menentukan mana yang akan menang dalam pertarungan monster melawan serigala ini. 😀

Track 6 :

Moguai – Ya Mama (Push The Tempo) (Moguai Remix) vs Just Be (Antillas Club Mix) (Tiesto feat. Kirsty Hawkshaw)

Pertarungan dua track ini sebenarnya mengakomodir dua kepentingan berbeda dari maniac RPM di manapun berada. Yang cenderung suka ketika track ke enam dibuat untuk ajang racing dengan lagu yang sedikit soft di telinga jadi bisa fokus power kaki dan jantung pasti jatuhnya ke just be. Tapi buat yang suka racing sambil lagu super rancak yang bisa sekalian menghibur jiwa pasti lebih suka dengan Ya mama (push the tempo). Benar aja apa bener banget???

Untuk yang ciri pertama memang saya agak bingung menentukan just be atau pressure (release 57). Karena dua lagu ini sama-sama soft, tapi racingnya juga panjang, walaupun aero racingnya lebih panjang just be. Tapi kelebihan dari lagu pertama lebih soft aja di telinga saya dan beberapa orang yang sempat saya tanyakan. Jadi, saya putuskan untuk menduelkan Ya mama (push the tempo) vs just be. Semoga bisa diterima ya.. J

Ya mama push the tempo sudah saya bahas panjang lebar mulai kore hingga dasar atau maksud dari pembuatan koreo di track ini yang buat mereka yang amatir bisa mendadak kapok dengan RPM di review RPM release 56. Silakan dibaca. J Saya hanya ingin sedikit membahas tentang daya magis yang saya sendiri rasakan ketika bermain-main dengan track yang lebih dikenal dengan push the tempo ini. Push the tempo dengan beat yang tinggi, dan suara penyanyi yang super semangat memberi daya magis tersendiri pada pikiran saya ketika racing. Ditambah sedikit motivasi dari instruktur jelas langsung membuat power keluar 100% untuk track ke enam yang keluar di release 56 ini. Dan daya magis yang mampu membuat pendengarnya begitu menikmati tiap ketukan beat nya ini yang susah ditemukan di track enam release lain. Belum lagi ada beberapa jeda perpindahan tangan dari racing ke aero racing yang diikuti oleh ketukan beat yang selalu dikenali oleh penikmat RPM membuat semangat ketika aero racing yang (biasanya) agak kendor mendadak lebih tinggi bahkan stabil seperti ketika sebelum perpindahan. Top markotop untuk push the tempo!!!!!!

Bagaimana dengan just be?? Ini adalah penjabarannya : ride easy 1 minute, racing 50 s, ride easy 1 minute,  racing 50 s, aero 15 s, ride easy,  racing 1 minute, aero 15 s. Sebenarnya terhitung enteng jika dibanding push the tempo. Tapi seperti yang sudah saya katakan di prolog untuk track enam ini, bahwa dua lagu yang jadikan nominasi ini mengakomodir dua selera maniac RPM. So, walaupun enteng tapi kalau yang sukanya dengan lagu yang tidak terlalu berisik bisa membuat power mereka keluar 100% di track ini itu adalah tujuan akhirnya.

Susah menentukan mana yang terbaik kalau begini. Karena ini masalah selera. Tapi sedikit bocoran untuk hasil dua minggu lagi, secara keseluruhan lagu di release terbaik 2012 ini ada satu garis lurusnya yang masih saya rahasiakan sampai waktunya saya launching. Jadi, masalah selera yang berbeda di track enam ini semoga tidak terlalu mengganggu saya menentukan lagu mana yang pantas untuk masuk dalam release terbaik 2012.

Track 7 :

Swedish House Mafia – Greyhound (Original Mix) vs Hold Me Tonight (Empyre One Remix) (Manian)

Yaaakkkkk.. Saatnya kita masuk ke track puncak dari satu sesi RPM. Track 7. Kali ini kalau boleh saya cerita, sebenarnya saya jatuh cinta dengan dua lagu di release 55 dan 56. Tapi setelah saya dengarkan ulang, saya kroscek koreonya, saya rasakan tingkat kesulitannya, saya harus legawa untuk tidak membuat pertarungan antara dua lagu yang membuat saya falling in love at first listen.. #tttssaaahhh Karena memang dua lagu favorit saya itu koreo nya masih kalah ganas dibanding dua lagu yang menjadi nominasi kali ini. Ya sudahlah.. Obyektif harus menjadi penilaian disini, betul??

Mari kita bahas satu-satu tentang dua nominasi track 7 terbaik di tahun 2012 ini. Hold me tonight (Empyre One Remix) (Manian) ini berisi 2 blok dan 1 kali standing recovery. 2 ride easy, 3 climb medium level,

2 climb high level,2 power climb, 2 standing attack. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan will i ever release 55 atau apollo road release 56, tapi yang membedakan di lagu ini adalah kita dipaksa untuk back power sebelum turun ke power climb. Dan sepengetahuan saya lamanya power back ini sekitar 15 detik. Salah satu koreo favorit ibu-ibu dan cewek yang mau nikah, karena bisa mengencangkan pantat dengan lebih dari power climb. Ini yang tidak ada di dua track yang gagal masuk nominasi. Walaupun ada kekurangannya di standing recovery toh itu layak mengingat hold me tonight durasinya lebih panjang dari will i ever atau apollo road.

Greyhound Swedish House Mafia. Salah satu track yang menurut saya lumayan menguras stamina dan salah satu yang terberat. Mau tahu koreo aslinya?? climb medium level : 2 ride easy : 2 climb high level : 3. power climb : 3. Dan yang unik, ada dua kali power climb di high level resistance. Yang pertama hanya opsi, yang kedua harus dijalani. Inilah koreo paling sakit di tahun 2012. Kenapa paling sakit?? Buat yang sudah punya release 57 lengkap, coba cek lagi semua koreonya. Seberapa berat sih koreonya?? Dan tahu-tahu kita disodori track 7 yang sedemikian ini. Jelas seperti tidak ada persiapan kaki kalau menurut saya. Tapi, kata salah satu instruktur yang saya kenal justru di track 7 inilah misi utama dari release 57 terlihat. Sudah benar atau belum posisi kita dari track 1-6. Sudahkah kita mengikuti arahan dari instruktur untuk release 57?? Karena memang release 57 ini adalah release dengan misi yang cukup baru. Saya lupa istilahnya apa, tapi yang jelas di release ini lebih mengutamakan posisi badan yang tepat berada di tengah. Dan harus fokus untuk itu. Kalau salah, ya hancurlah di track ke tujuh ini. Untuk lebih jelasnya, akan saya bahas di review release 57 nanti. J

Overall, saya suka sama nominasi track tujuh ini, walaupun harus dengan legawa hati seperti yang saya katakan di awal. Tapi saya suka karena ada keunikan tersendiri dan membutuhkan power yang lebih untuk menghadapi lagu di dua nominasi ini.

Yakkk.. Selesai sudah saya membuat daftar nominasi Release Terbaik 2012. Dan buat yang penasaran, lagu manakah yang akan menjadi release terbaik 2012 versi Dunia Bond Chan, tunggu postingan saya tanggal 18 Januari 2012. Buat yang mau memvoting nominasinya, silakan kirim via email di dpamber@yahoo.com atau langsung posting di komentar. Selamat menunggu dan tetap sehat with RPM!!!!

Salam

Bond Chan

Kebijakan Ngangkang. Pentingkah??


Happy Tuesday all!!!

Sedikit share salah satu hasil tugas kuliah saya. Yah, hitung-hitung buat nambah jumlah postingan. 😀 Tapi isinya tetep bagus kok. Walaupun kurang tajem dan pedas dibanding tulisan saya biasanya. Buat yang merasa ga setuju, silakan tulis komen. Saya buka jalur komentar seluas-luasnya walaupun ini cuma untuk tugas kuliah, bukan tulisan resmi untuk Dunia Bond Chan.

Pemkot Lhokseumawe akan Larang Perempuan Mengangkang di Sepeda Motor

Feri Fernandes – detikNews

Lhokseumawe – Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, Provinsi Aceh akan mengeluarkan peraturan yang melarang bagi perempuan duduk mengangkang saat diboncengi kaum laki-laki di sepeda motor. Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) atau DPRD siap mendukung.

“Kami mendukung dengan rencana tersebut. Karena selama ini, akhlak dan adat istiadat Aceh semakin luntur. Tapi hal itu belum mencerminkan pelaksanaan syariat Islam secara menyeluruh,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRK Lhokseumawe, M. Yusuf A. Samad, saat dihubungi detikcom, Rabu (02/01/2013).

Menurut Yusuf, perempuan yang duduk mengangkang saat di sepeda motor berefek ketat sehingga membentuk tubuh. “Pakaian yang membentuk tubuh belum memenuhi kriteria dari nilai nilai syariat Islam,” sebutnya.

Yusuf menyarankan kepada walikota, sebelum mengeluarkan peraturan, lebih dahulu menyosialisasikan ke kalangan eksekutif dan legislatif.

Sebelumnya, di depan jamaah zikir di Lapangan Hiraq, Senin (31/12/2013) malam, Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, menyatakan akan mengeluarkan peraturan tentang larangan perempuan mengangkang saat berada di sepeda motor. Perempuan disarankan duduk menyamping.

“Untuk tahap pertama, akan mengeluarkan ada surat edaran terlebih dahulu. Setelah itu, kita akan keluarkan peraturan, sehingga apabila ada yang melanggar akan kita tindak sesuai dengan aturan yang akan kita berlakukan,” kata Suaidi.

Menurut Suaidi, hal itu diberlakukan dengan tujuan agar mengenal yang mana orang perempuan dan laki laki saat mengendarai sepeda motor. Peraturan tersebut diterapkan secara perlahan dan berlaku tidak hanya bagi kaum pasangan muda-mudi non muhrim saja, tapi juga orang tua.

(try/try)

http://news.detik.com/read/2013/01/02/131513/2131159/10/pemko-lhokseumawe-akan-larang-perempuan-mengangkang-di-sepeda-motor?nd771108bcj

Menurut saya, kebijakan ini tidak terlalu penting untuk dijadikan perda. Karena selain melanggar hak kenyamanan, juga mempertaruhkan keamanan dari pengguna motor. Duduk terbuka itu pada dasarnya bukan keinginan dari pengguna motor, tapi lebih karena keterbatasan mereka sebagai pengguna motor. Bagaimana bisa pengguna motor tidak duduk terbuka kalau keadaan sepeda motor dari pertama kali dibuat memang mengharuskan penggunanya untuk duduk terbuka. Sama halnya dengan minum air dari botol itu mengharuskan peminumnya untuk sedikit memanyunkan bibirnya seperti orang mencium. Kalau disuruh untuk membuka mulut ketika minum dari botol karena (mungkin) dianggap menggoda syahwat lawan jenis yang berada di dekatnya jelas akan mengganggu kenyamanan peminumnya dan mengganggu keamanan dari peminumnya. Siapa yang akan bertanggung jawab ketika peminum dengan cara membuka mulut tersedak bahkan hingg a menyebabkan kematian karena air yang seharusnya masuk ke lambung justru salah masuk ke paru-paru??

Duduk terbuka dan keamanan jelas menjadi salah satu hal yang saling berkaitan. Dengan duduk menyamping,penumpang harus selalu menyeimbangkan duduknya. Belum lagi kalau jalan yang dilewati rusak atau ada polisi tidur. Jelas ini membuat penumpang harus terus sport jantung. Dan satu lagi, dengan duduk menyamping penumpang jadi sulit untuk berpegangan pada besi di belakang sepeda motor. Karena besi untuk alat pegangan di belakang itu dibuat karena ketika duduk di sepeda motor mereka harus duduk terbuka, bukannya menyamping. Apakah ini sudah dipikirkan oleh pembuat kebijakan tersebut?? Saya pikir tidak terlalu. Karena mereka terlalu fokus ke aturan syariah semata.  Karena penumpang yang duduk menyamping selain harus menyeimbangkan posisi duduknya juga harus siap tidak ada pegangan atau sulit mendapat pegangan.

Gambar diatas adalah bentuk dari salah satu sepeda motor yang ada dan banyak digunakan di Indonesia saat ini. Dan mereka yang berada di Lhokseumawe pun pasti banyak yang menggunakan sepeda motor dengan jenis yang sama. Sejauh yang saya cari tentang sejarah sepeda motor tidak banyak perubahan berarti dari segi chasis (bentuk) dari sepeda motor. Masih sama, hanya berbeda dari body dan mesinnya saja. Sebenarnya yang mau saya katakan di sini, bahwa dari peruntukkannya sendiri sepeda motor itu ketika duduk memang harus terbuka, bukan menyamping. Disinilah kesalahan besar dari pembuat kebijakan tersebut. Berbeda halnya dengan Bentor

Bentor atau singkatan dari becak dan motor ini memang ditujukan untuk penumpang tidak membuka kakinya layaknya duduk diatas sepeda motor. Walaupun ada juga yang membuka kakinya demi kenyamanan, tapi tidak bisa disalahkan kalau ada kebijakan untuk tidak boleh membuka kaki ketika naik bentor kecuali supir.

Daritadi saya sudah membahas tentang dari segi sepeda motornya, bagaimana dari segi alasan dibuatnya kebijakan tersebut? Sedikit saya ulang dari berita yang sudah saya bawa diatas : Menurut Yusuf, perempuan yang duduk mengangkang saat di sepeda motor berefek ketat sehingga membentuk tubuh. “Pakaian yang membentuk tubuh belum memenuhi kriteria dari nilai nilai syariat Islam,” sebutnya. Disini menurut saya ada kesalahan. Kenapa posisi ngangkangnya yang dilarang? Kenapa bukan baju penumpangnya yang harus diperlebar agar tidak menjadi ketat ketika berada di atas sepeda motor? Ibarat peribahasa, buruk muka kaca dibelah. Seharusnya kalau memang letak kesalahan terletak di baju yang menjadi ketat yang mengenakan lah yang harus diperingatkan. Bukan posisi yang bisa mengancam nyawa penggunanya.

            Menurut teori rasional komprehensif dalam pengambilan keputusan seorang pengambil keputusan memiliki cukup informasi mengenahi berbagai alternatif sehingga mampu meramalkan secara tepat akibat-akibat dari pilihan alternatif yang ada, serta memperhitungkan asas biaya manfaatnya.dan mempertimbangkan banyak masalah yang saling berkaitan. Tapi apa yang dilakukan oleh pengambil kebijakan ini tidak memberi alternatif dan banyak masalah yang berkaitan setelahnya serta asas biaya dan manfaat. Saya akan coba bahas satu-satu. Tidak memberi alternatif disini bisa dilihat dari penumpang sepeda motor hanya diberi satu cara duduk yaitu : duduk menyamping. Hanya itu. Sementara masalah yang berkaitan setelahnya juga sangat banyak. Seperti bisa jatuh sewaktu-waktu, sakit dibagian pantat, kaki keram dsb. Dari asas biaya dan manfaat juga hanya menghambur-hamburkan APBD yang seharusnya bisa dipakai untuk kesejahteraan masyarakatnya. Dibagian mana menghambur-hamburkan APBD? Dengan diberlakukannya kebijakan ini, berarti akan ada penambahan polisi syariah. Dengan penambahan itu berarti alokasi APBD untuk keamanan akan ditambah hanya karena kebijakan ini.

Jadi, menurut saya kebijakan ini sangat tidak perlu untuk diberlakukan. Bahkan hingga dijadikan perda. Walaupun kemendagri sudah menolak untuk draft perda ini, tapi saya khawatir dengan status daerah istimewa yang disandang aceh akan membuat perda ini akan tetap dijalankan dan akan memakan APBD mereka hanya untuk sesuatu kebijakan yang tidak urgent ini.

Salam

Bond Chan

Jalan Tunjungan di Persimpangan Nasib


Menyebut nama Surabaya selalu identik dengan jalan tunjungan. Jalan ini semenjak awal abad ke-20 telah menjadi salah satu pusat komersial Kota Surabaya. Untuk informasi tunjungan adalah jalan penghubung yang menghubungkan derah perumahan disebelah Selatan-Timur dan Barat Surabaya (Gubeng, Darmo, Ketabang dan Sawahan), dengan daerah perdagangan yang ada disekitar Jembatan Merah. Hingga pertengahan tahun 90 an tempat ini masih menjadi salah satu tempat jujukan belanja di surabaya. Dengan keberadaan siola sebagai pusat mall waktu itu, dan beberapa toko besar yang berjejer serta ada pasar genteng sebagai pusat oleh-oleh semakin mengukuhkan keberadaan jalan tunjungan sebagai pusat prestise kota pahlawan.

Strategisnya jalan tunjungan dengan pusat ekonomi pada waktu itu hingga tahun 90 an membuat jalan tunjungan bisa dibilang menjadi salah satu urat nadi perekonomian surabaya. Terbukti dengan banyaknya perbankan dan toko yang menjual barang dengan prestise tinggi bahkan masih ada sisanya hingga tahun 2013 ini. Bahkan sisa dari kejayaan yang masih sangat bisa dirasakan adalah keberadaan plaza tunjungan. Dimana plaza tunjungan adalah mall terbesar di asia tenggara untuk saat ini. Membuktikan bahwa jalan tunjungan masih memiliki taji untuk mereka yang mau memutar roda perdagangannya di jalan ini.

Bagi orang surabaya sendiri, sebenarnya jalan tunjungan tidak menjadi tempat yang memiliki prestise tertinggi dibanding masa penjajahan belanda maupun pada tahun 80-90 an. Kini jalan ini hanya dianggap jalan protokol dengan stationery, optik, dan beberapa bank tidak terkenal, serta hotel majapahit. Mereka lebih mengenal basuki rahmat sebagai pusat prestise dengan keberadaan TP, salah satu fast food depan TP, dan beberapa resto masakan dan gramedia expo sebagai tempat mencari buku. Bisa dikatakan jalan tunjungan kini tak ubahnya jalan sejarah saja. Tidak ada yang menganggap jalan ini penuh gengsi jika berjalan atau berdagang di sini. Mereka para pemilik bank lebih suka dengan jalan pemuda untuk menempatkan bank pusat Surabaya. Mereka developer yang ingin membangun tower bisnis lebih menyukai jalan panglima sudirman hingga darmo untuk lahan mereka dibanding jalan tunjungan. Dan pembangunan di jalan tunjungan berhenti total setelah kehadiran SOHO (small office & hotel)di seberang pintu masuk pasar genteng. Sementara di 3 tahun terakhir, di jalan basuki rahmat telah dibangun empat bangunan baru. Yang terdiri atas gramedia expo, hotel meritus, bekizar hotel, dan satu hotel sebelah dapur desa (maaf lupa namanya).

Saya sendiri masih belum tahu kenapa jalan tunjungan tidak didekati oleh para developer untuk membangun bussiness tower disana. Sementara mereka lebih memilih jalan mulai panglima sudirman hingga jalan darmo. Dan bahkan beberapa ada yang hingga arah sebaliknya panglima sudirman yaitu jalan basuki rahmat. Masalah luas lahan, menurut saya sama. Mau disambung di dua jalan pun bisa. Menghadap jalan tunjungan dan jalan embong malang. Dan secara luas jalan, masih lebih bagus hingga 2020 saat kendaraan di surabaya begitu membludak. Tapi kenapa jalan panglima sudirman yang saat ini mulai terasa macetnya karena banyaknya gedung perkantoran yang dipilih??

Menjadikan jalan tunjungan sebagai SCBD (Surabaya Central Bussiness District) atau minimal ikut masuk dalam dalam komplek SCBD yang sudah terbentuk jelas membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Karena menurut perhitungan gelap saja, untuk membangun bussiness tower dengan menghadap pada satu sisi (jalan tunjungan saja) membutuhkan uang yang tidak sedikit. Mengingat harga tanah di sana yang menurut perkiraan sudah mencapai angka 4 juta per meter persegi. Jelas akan berpengaruh pada harga sewa kantor nantinya. Dan akan berujung pada pertanyaan : siapa yang mau beli dengan harga semahal itu sementara kita bisa berjalan kaki kurang dari 1km sudah menemukan gedung perkantoran yang bisa jadi malah setengah harga dibanding gedung perkantoran di jalan tunjungan itu nantinya. Miris bukan??

Kemirisan jalan tunjungan ini memang seperti pepatah : hidup segan mati tak mau. Saya punya teman yang orang tuanya punya optik di jalan tunjungan. dia mengatakan bahwa memang jalan tunjungan ini rame setiap saat. Tapi hanya rame saja. Untuk pengunjung ke optiknya tidak serame yang melewati depan optik. Dan ini juga dirasakan oleh yang lain. Bahkan sekali waktu silakan datang ke mall baru pengganti siola. Rame layaknya mall lain?? Tidak. Bagaimana dengan food courtnya??

Sedikit angan-angan atau bayangan tentang jalan tunjungan beberapa dekade ke depan di pikiran saya hanya ada dua : menjadi jalan yang penuh hotel atau menjadi jalan bersejarah dengan hanya tersisa hotel majapahit dan beberapa toko yang hidup segan mati tak mau menjual seperti tetangga-tetangga mereka yang sudah gulung tikar sekarang. Sulit mengharap peran pemerintah untuk merevitalisasi atau merubah keadaan jalan tunjungan saat ini. Karena orang yang mau membangun hotel di Surabaya pun nyatanya masih memilih kawasan basuki rahmat dan daerah darmo yang masih ada beberapa lahan tidur.

Semoga saya masih memiliki kesempatan untuk menulis di blog ini satu dekade lagi, akan saya kabarkan angan-angan saya yang mana yang akan menjadi kenyataan. Yang pertama atau yang kedua.

 

Salam

 

Bond Chan