Kebijakan Ngangkang. Pentingkah??


Happy Tuesday all!!!

Sedikit share salah satu hasil tugas kuliah saya. Yah, hitung-hitung buat nambah jumlah postingan.😀 Tapi isinya tetep bagus kok. Walaupun kurang tajem dan pedas dibanding tulisan saya biasanya. Buat yang merasa ga setuju, silakan tulis komen. Saya buka jalur komentar seluas-luasnya walaupun ini cuma untuk tugas kuliah, bukan tulisan resmi untuk Dunia Bond Chan.

Pemkot Lhokseumawe akan Larang Perempuan Mengangkang di Sepeda Motor

Feri Fernandes – detikNews

Lhokseumawe – Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, Provinsi Aceh akan mengeluarkan peraturan yang melarang bagi perempuan duduk mengangkang saat diboncengi kaum laki-laki di sepeda motor. Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) atau DPRD siap mendukung.

“Kami mendukung dengan rencana tersebut. Karena selama ini, akhlak dan adat istiadat Aceh semakin luntur. Tapi hal itu belum mencerminkan pelaksanaan syariat Islam secara menyeluruh,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRK Lhokseumawe, M. Yusuf A. Samad, saat dihubungi detikcom, Rabu (02/01/2013).

Menurut Yusuf, perempuan yang duduk mengangkang saat di sepeda motor berefek ketat sehingga membentuk tubuh. “Pakaian yang membentuk tubuh belum memenuhi kriteria dari nilai nilai syariat Islam,” sebutnya.

Yusuf menyarankan kepada walikota, sebelum mengeluarkan peraturan, lebih dahulu menyosialisasikan ke kalangan eksekutif dan legislatif.

Sebelumnya, di depan jamaah zikir di Lapangan Hiraq, Senin (31/12/2013) malam, Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, menyatakan akan mengeluarkan peraturan tentang larangan perempuan mengangkang saat berada di sepeda motor. Perempuan disarankan duduk menyamping.

“Untuk tahap pertama, akan mengeluarkan ada surat edaran terlebih dahulu. Setelah itu, kita akan keluarkan peraturan, sehingga apabila ada yang melanggar akan kita tindak sesuai dengan aturan yang akan kita berlakukan,” kata Suaidi.

Menurut Suaidi, hal itu diberlakukan dengan tujuan agar mengenal yang mana orang perempuan dan laki laki saat mengendarai sepeda motor. Peraturan tersebut diterapkan secara perlahan dan berlaku tidak hanya bagi kaum pasangan muda-mudi non muhrim saja, tapi juga orang tua.

(try/try)

http://news.detik.com/read/2013/01/02/131513/2131159/10/pemko-lhokseumawe-akan-larang-perempuan-mengangkang-di-sepeda-motor?nd771108bcj

Menurut saya, kebijakan ini tidak terlalu penting untuk dijadikan perda. Karena selain melanggar hak kenyamanan, juga mempertaruhkan keamanan dari pengguna motor. Duduk terbuka itu pada dasarnya bukan keinginan dari pengguna motor, tapi lebih karena keterbatasan mereka sebagai pengguna motor. Bagaimana bisa pengguna motor tidak duduk terbuka kalau keadaan sepeda motor dari pertama kali dibuat memang mengharuskan penggunanya untuk duduk terbuka. Sama halnya dengan minum air dari botol itu mengharuskan peminumnya untuk sedikit memanyunkan bibirnya seperti orang mencium. Kalau disuruh untuk membuka mulut ketika minum dari botol karena (mungkin) dianggap menggoda syahwat lawan jenis yang berada di dekatnya jelas akan mengganggu kenyamanan peminumnya dan mengganggu keamanan dari peminumnya. Siapa yang akan bertanggung jawab ketika peminum dengan cara membuka mulut tersedak bahkan hingg a menyebabkan kematian karena air yang seharusnya masuk ke lambung justru salah masuk ke paru-paru??

Duduk terbuka dan keamanan jelas menjadi salah satu hal yang saling berkaitan. Dengan duduk menyamping,penumpang harus selalu menyeimbangkan duduknya. Belum lagi kalau jalan yang dilewati rusak atau ada polisi tidur. Jelas ini membuat penumpang harus terus sport jantung. Dan satu lagi, dengan duduk menyamping penumpang jadi sulit untuk berpegangan pada besi di belakang sepeda motor. Karena besi untuk alat pegangan di belakang itu dibuat karena ketika duduk di sepeda motor mereka harus duduk terbuka, bukannya menyamping. Apakah ini sudah dipikirkan oleh pembuat kebijakan tersebut?? Saya pikir tidak terlalu. Karena mereka terlalu fokus ke aturan syariah semata.  Karena penumpang yang duduk menyamping selain harus menyeimbangkan posisi duduknya juga harus siap tidak ada pegangan atau sulit mendapat pegangan.

Gambar diatas adalah bentuk dari salah satu sepeda motor yang ada dan banyak digunakan di Indonesia saat ini. Dan mereka yang berada di Lhokseumawe pun pasti banyak yang menggunakan sepeda motor dengan jenis yang sama. Sejauh yang saya cari tentang sejarah sepeda motor tidak banyak perubahan berarti dari segi chasis (bentuk) dari sepeda motor. Masih sama, hanya berbeda dari body dan mesinnya saja. Sebenarnya yang mau saya katakan di sini, bahwa dari peruntukkannya sendiri sepeda motor itu ketika duduk memang harus terbuka, bukan menyamping. Disinilah kesalahan besar dari pembuat kebijakan tersebut. Berbeda halnya dengan Bentor

Bentor atau singkatan dari becak dan motor ini memang ditujukan untuk penumpang tidak membuka kakinya layaknya duduk diatas sepeda motor. Walaupun ada juga yang membuka kakinya demi kenyamanan, tapi tidak bisa disalahkan kalau ada kebijakan untuk tidak boleh membuka kaki ketika naik bentor kecuali supir.

Daritadi saya sudah membahas tentang dari segi sepeda motornya, bagaimana dari segi alasan dibuatnya kebijakan tersebut? Sedikit saya ulang dari berita yang sudah saya bawa diatas : Menurut Yusuf, perempuan yang duduk mengangkang saat di sepeda motor berefek ketat sehingga membentuk tubuh. “Pakaian yang membentuk tubuh belum memenuhi kriteria dari nilai nilai syariat Islam,” sebutnya. Disini menurut saya ada kesalahan. Kenapa posisi ngangkangnya yang dilarang? Kenapa bukan baju penumpangnya yang harus diperlebar agar tidak menjadi ketat ketika berada di atas sepeda motor? Ibarat peribahasa, buruk muka kaca dibelah. Seharusnya kalau memang letak kesalahan terletak di baju yang menjadi ketat yang mengenakan lah yang harus diperingatkan. Bukan posisi yang bisa mengancam nyawa penggunanya.

            Menurut teori rasional komprehensif dalam pengambilan keputusan seorang pengambil keputusan memiliki cukup informasi mengenahi berbagai alternatif sehingga mampu meramalkan secara tepat akibat-akibat dari pilihan alternatif yang ada, serta memperhitungkan asas biaya manfaatnya.dan mempertimbangkan banyak masalah yang saling berkaitan. Tapi apa yang dilakukan oleh pengambil kebijakan ini tidak memberi alternatif dan banyak masalah yang berkaitan setelahnya serta asas biaya dan manfaat. Saya akan coba bahas satu-satu. Tidak memberi alternatif disini bisa dilihat dari penumpang sepeda motor hanya diberi satu cara duduk yaitu : duduk menyamping. Hanya itu. Sementara masalah yang berkaitan setelahnya juga sangat banyak. Seperti bisa jatuh sewaktu-waktu, sakit dibagian pantat, kaki keram dsb. Dari asas biaya dan manfaat juga hanya menghambur-hamburkan APBD yang seharusnya bisa dipakai untuk kesejahteraan masyarakatnya. Dibagian mana menghambur-hamburkan APBD? Dengan diberlakukannya kebijakan ini, berarti akan ada penambahan polisi syariah. Dengan penambahan itu berarti alokasi APBD untuk keamanan akan ditambah hanya karena kebijakan ini.

Jadi, menurut saya kebijakan ini sangat tidak perlu untuk diberlakukan. Bahkan hingga dijadikan perda. Walaupun kemendagri sudah menolak untuk draft perda ini, tapi saya khawatir dengan status daerah istimewa yang disandang aceh akan membuat perda ini akan tetap dijalankan dan akan memakan APBD mereka hanya untuk sesuatu kebijakan yang tidak urgent ini.

Salam

Bond Chan

One thought on “Kebijakan Ngangkang. Pentingkah??

  1. Suadi mengklaim surat edarannya ini didukung masyarakat Lhokseumawe, setidaknya kalangan ulama di wilayah itu. Menurutnya, alasan yang berkembang di kalangan ulama Lhokseumawe menyebutkan, jika kaum perempuan duduk tidak mengangkang saat dibonceng sepeda motor terlihat karakter perempuannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s