Ini Adalah Jalan Saya


Oke waktu itu sekitar bulan november awal. Entah saya sendiri ga tahu tanggal berapa tepatnya, tapi yang jelas seperti biasa pak pos sepertinya terlambat untuk mengantarkan surat pemberitahuan bahwa saya sudah tidak kuliah di jurusan bahasa jepang Unesa sejak semester empat. Di dalam surat itu seperti biasa berisi nilai selama saya kabur dari kampus dan surat pemberitahuan kalau saya dianggap cuti. Biasanya saya dapat surat ini dua kali, di sekitar bulan april dan ujung bulan oktober. Waktu oktober sih sudah menyiapkan mental kalau-kalau saya dapat surat keramat itu. Dan ternyata surat baru datang awal november.

Surat pun datang, bak masa gelap di penghujung tahun 2011 ketika saya ditanya kemana saja selama dua semester?? K Ujung-ujungnya saya mengaku kalau saya sudah ga betah berada di kampus. Saya ingin keluar, dengan berbagai alasan dari eksternal dunia perkuliahan yang tidak bisa saya tulis di sini. Perdebatan pun dimulai. Seperti ruhut vs obyek kasus di indonesia lawyers club pun berpindah ke rumah saya di hari sabtu siang tersebut. Setelahnya yang masih saya ingat, sore-sore saya cerita panjang lebar ke sahabat saya sampe menentukan mau kemana nantinya saya setelah ini. Semua dibahas panjang lebar dan hasilnya?? Ga terwujud. #facepalm

Saya sempat depresi seminggu (totally sebulan). Seperti pengangguran, hanya nonton TV di pagi-sore, lalu nge Gym sampe malem. Menentukan jalan mana yang harus saya tempuh, apakah ikut terserah orang tua atau dengan pilihan saya yang mana bisa membuat kekacauan berlipat-lipat kalau-kalau saya jelaskan. Sampai pada akhirnya saya menyerah… Saya memutuskan untuk ikut apa kata orang tua. Saya disuruh cari kampus yang sekiranya cocok dengan saya. Datang ke kampus expo pun saya jabanin padahal muka udah tua untuk cari kampus. Dan berujung di Wijaya Putra. Salah satu kampus yang membuka kelas malam.

Awalnya rada ngehek juga masak iya saya harus kuliah malam?? Salah seorang sahabat nyemprot saya : kenapa saya ga balik aja ke Unesa kalo ternyata faktor eksternal itu ga saya urusin??? Toh, saya cuma perlu tahan malu telat lulus 2 tahun tapi sarjana kampus negeri, bung.. Itu kata sahabat saya.. Akhirnya setelah itu saya terima untuk mutasi (tanpa surat apapun) ke kampus UWP. Pertama yang ada dalam bayangan saya tentang kampus yang sudah berdiri sejak 33 tahun yang lalu ini, isinya hanya mahasiswa begundal dan orang tua seumuran orang tua saya. Dan bayangan itu masih ada setelah pendaftaran saya disetujui dan saya akan masuk semester dua angkatan 2012.

Kampus ini kelasnya sebenarnya berbagi dengan sekolah. Ada yang berbagi dengan SMP Wijaya Putra, ada yang berbagi dengan SMA Wijaya Putra. Yang menandakan keberadaan kampus ini hanya ruang BAAK di dekat pintu masuk. Sontak saya kaget ketika pertama masuk. Diluar kelas masih ada pajangan daftar duduk try out UNAS SMA Wijaya Putra. Sebeginikah nasib saya sampai harus kuliah di kampus yang begini?? Begitu pikiran saya waktu itu. Karena ya jujur saja, dari jaman saya SD hingga SMA sekolah saya ga bisa dibilang mewah tapi masih berupa sekolah seperti selayaknya. Dan akhirnya saya coba untuk terima.

Ngomongin mahasiswa di UWP, saya salah besar ternyata. Mereka jauh dari kata begundal. Mereka masih layaknya mahasiswa di kampus lain. Mereka sama semangatnya menuntut ilmu dengan mahasiswa di kampus lain. walaupun jam perkuliahan di sini dimulai dari jam setengah tujuh malam sampai jam setengah sepuluh malam. Dan sebagian besar mahasiswa di UWP adalah para pekerja.

Masuk semester dua di Administrasi Negara, seperti sebuah adaptasi. Karena sebagai mahasiswa pindahan saya harus masuk ke sebuah organisasi sosial baru yang sudah membentuk aturan tidak tertulis dengan jabatan dalam organisasi sosial tersebut yang sama tidak tertulisnya. Tapi tidak butuh waktu lama untuk itu, toh buktinya saya bisa diterima dengan baik.

Perubahan hidup setelah berkuliah di UWP sebenarnya lumayan berat. Bukan berat secara mental, karena memang teman-teman di administrasi negara menerima saya dengan baik. Saya langsung akrab dengan mereka, saya sering berkumpul bareng, hangout bareng. Tapi berat secara fisik. Bagaimana tidak, pagi sampai sore harus bekerja, setelahnya ngegym satu jam, lanjut kuliah. Dan itu harus saya lakukan seminggu empat kali!! Capek berat rasanya di awal. Tapi suasana rumah lebih kondusif, saya lebih bisa berpikir jernih, dan bisa menata masa depan dengan lebih dahulu bekerja dibanding teman seangkatan saya di bahasa jepang dulu.

Selama berada di jurusan yang baru ini saya dapatkan ilmu tentang sosial dan pemerintahan yang sebenarnya menjadi salah satu hal yang selalu menarik perhatian saya. Jadilah saya begitu serius berkuliah. Saya juga aktif dalam salah satu kegiatan kampus tentang kewirausahaan, yang walaupun belum ada satu semester saya sudah berhasil lolos dan bergabung di PKM. Yah.. Sebuah penghargaan tersendiri bagi saya. Dan hal itu membuat nama saya begitu dikenal oleh teman-teman sesama PKM yang notabene mereka dari jurusan lain. Berhasil menyelesaikan kegiatan PKM di semester awal saya berada di kampus yang berada di jalan benowo ini, saya kembali disibukkan dengan kegiatan ospek. Kali ini saya dipercaya untuk menjadi ketua pelaksana ospek kampus di pacet..!!! Goshh.. Sulit dipercaya. Tapi memang itu kenyataanya. Saya yang awalnya hanya mahasiswa pindahan, ternyata dianggap sama dengan mereka yang sudah berada sejak semester satu. Sampai-sampai dipercaya menjadi ketua pelaksana acara yang saya sendiri belum mengikutinya di tahun lalu!!! Konyol bukan?? Jadilah saya belajar terus tentang apa saja yang ada di acara itu. Karena walaupun saya pernah ikut acara serupa dan pernah juga menjadi panitia di acara serupa waktu di bahasa jepang Unesa, tapi ini berbeda. Kalau dulu berkemah dan serius, tapi kali ini acaranya lebih seperti rekreasi dan diskusi ilmiah sambil mengenal lebih dekat antara keluarga besar Administrasi Negara Wijaya Putra.

Perasaan yang ada sekarang, sebenarnya saya merasa lebih mensyukuri. Walaupun sebentar lagi teman sejawat saya di kampus Unesa sudah mau skripsi, sementara saya masih menikmati enaknya menjadi mahasiswa tapi saya bersyukur saya sudah tidak bingung mau kemana setelah lulus. Karena memang saya sekarang sudah bekerja. Dan fokus saya tinggal membesarkan bisnis yang sedang saya geluti sekarang, dan menjalani masa perkuliahan yang menyenangkan ini empat semester lagi.. J

 

Salam

 

Bond Chan

4 thoughts on “Ini Adalah Jalan Saya

  1. sbnrx q msh bngung, soalx di lain pihak org tua ingin q mlnjutkan kuliah tp q sndiri ingin trjun k dunia kerja.
    tlg rarannya. terima kasih.

  2. kamu sekarang semester berapa?? rencana mutasi ke kampus yang kuliah sore atau pagi?? kalau memang pengen terjun ke dunia kerja dan tetep bisa kuliah, coba cari kampus yang buka kuliah sore. tapi tergantung juga ke jurusan kamu. biasanya untuk jurusan yang ga umum seperti filsafat, bahasa jepang, ilmu geologi dan semacanya sulit buat cari kampus kuliah sorenya. tapi kalau memang jurusan kamu umum, dan niat buat ke lapangan kerja benar2 tinggi silakan cari kampus sore. semoga membantu.

  3. aku mahasiswa salah satu universitas d surbaya. saya masih bingung mau ngelanjutin apa tidak soalnya disini saya sudah semester 10, dari awal saya sudah tidak kuat dalam lingkungan kamus yang bikin saya bowring, belum juga dengan teman temand saya yang sekelas,, mereka tidak pernah hargain orang. dari dulu saya ingin sekali keluar tapi saya memikirkan kedua orang tua saya. saya kira niat saya ada hasil gak taunya malah bikin saya bingung seperti ini. saya sudah tidak mulai ngmpus sejak awal bulan kemaren. sekarang saya bingung harus gimana. apalagi ortu tau kalau saya sdah skripsi padahal saya belum ambil skripsi. mohon sarannya ya kak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s