Dimana Hak Merokok?


Siapa yang tidak pernah naik kereta api? Semua orang di jawa pasti pernah walaupun sekali untuk naik kereta api. Transportasi massal anti macet ini memang menjadi favorit banyak orang di pulau jawa untuk menjadi alat transportasi mereka baik itu jarak jauh atau jarak dekat. Biaya yang lebih murah, jadwal kedatangan yang jarang telat membuat tiket untuk perjalanan kereta api jarak jauh harus dipesan jauh2 hari sebelum perjalanan. Umumya 3 minggu hingga 1 bulan sebelum tanggal perjaanan ke luar kota sudah harus mengantongi tiket pulang-pergi.

Kenyamanan selama perjalanan pun menjadi salah satu elemen kenapa kereta api menjadi begitu digemari oleh banyak orang indonesia. Sejak tahun 2012 tiket tanpa kursi untuk semua perjalanan yang telah dihapuskan membuat perjalanan menggunakan kereta api terasa semakin nyaman. Walaupun di sisi lain perebutan kursi untuk jadwal keberangkatan yang kita inginkan hampir sama susahnya dengan perebutan kursi di dewan perwakilan rakyat.

Untuk menambah kenyamanan penumpang kereta api, pada sekitar pertengahan tahun 2013 PT KAI melakukan perbaikan untuk semua kereta jenis ekonomi. Yaitu dengan memberikan AC (Air Conditioner) untuk semua kereta ekonomi jarak jauh dan jarak dekat. Ini untuk menyamaratakan semua jenis kereta ekonomi dari yang sebelumnya terdapat dua jenis : kereta ekonomi AC dan non AC, sekarang menjadi sama ekonomi AC. Dan harga yang dipatok memang lebih mahal dari kereta ekonomi non AC yang lama. Pada awalnya kebijakan ini disambut baik oleh penumpang setia kereta api. Namun semakin lama muncul masalah yang dikeluhkan oleh penumpang kereta api. Pertama, AC yang tidak dingin dan cenderung membuat pengap bagi penumpang jarak jauh. Kedua, perokok dilarang merokok di semua gerbong kereta. Sontak ini membuat penumpang merasa tidak nyaman dengan kebijakan ini karena di sisi lain tidak disediakan ruang merokok sama sekali! Mau sukses jualan di instagram? Klik disini http://yuk.bi/t1eccf .

Larangan merokok di tempat umum memang baru sebatas perda di beberapa daerah di indonesia saja. Dan PT KAI nampaknya juga ingin meniru untuk membuat peraturan itu digunakan di kereta api. Sialnya perda larangan merokok di beberapa daerah tersebut mengharuskan perokok menggunakan smoking area atau area merokok yang biasanya tersedia di pojok ruangan atau semacamnya. Namun di gerbong kereta api tidak ada smoking area sama sekali. Ini yang menjadi masalah bagi penumpang kereta yang jujga menjadi pecandu rokok.

Menurut saya peraturan larangan merokok di gerbong kereta api sangat tidak masuk akal. Pertama tentu saja karena tidak ada smoking area atau tempat untuk merokok bagi penumpang. Kedua ketika kita berada di bagian dekat pemisah antar gerbong angin yang masuk di sana cukup kencang untuk sekedar mengaburkan asap rokok. Apalagi terdapat pintu yang sering harus ditutup agar AC tetap dingin. Jadi kemungkinan asap rokok untuk masuk itu cukup kecil seharusnya. Tapi nampaknya hal yang berbeda ada di pikiran manajemen kereta api indonesia.

Saya menilai karena AC yang tidak dingin, sementara harga tiket untuk satu perjalanan yang terhitung mahal untuk merasakan udara pengap selama perjalanan sehingga manajemen KAI sampai menyiapkan satpam bermata tajam yang siap menghampiri anda yang merokok di tempat yang saya maksud. Ini suatu hal yang lucu. Karena mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan udara dingin untuk kenyamanan perjalanan, perokok lah yang harus dikorbankan tanpa mendapat alternatif ketika mereka ingin merokok untuk menghabiskan waktu di perjalanan. Dengan dalih dilarang merokok di seluruh gerbong kereta api karena dalam kereta ada AC menurut pandangan saya itu hanya agar mereka dapat menaikkan harga tiket ekonomi dari yang sebelumnya dibawah Rp 50.000 menjadi dua kali lipat dan mengorbankan kenyamanan perokok yang sebenarnya mereka juga membayar tiket dengan harga yang sama.

Sebenarnya untuk perjalan kereta api tidak sepenuhnya perokok tidak bisa merokok. Mereka tetap bisa merokok ketika kereta berhenti untuk bergantian menggunakan rel kereta. Dalam jeda waktu 10-15 menit tersebut mereka bisa turun dan merokok. Namun itu pun terjadi tidak lebih dari 5 kali dalam kurun waktu perjalanan 16 jam seperti yang saya alami ketika perjalanan ke bandung dua minggu yang lalu. Ketika itu penumpang yang satu perjalanan dengan saya hanya bisa menikmati rokok sebanyak 3 batang. Punya line? Pengen ga dapet tambahan uang dari line? Ini jawabannya http://yuk.bi/t1ecce

Menurut saya ini memang murni kebijakan untuk menaikkan tiket sampai 3 kali lipat dari harga lama tanpa membuat penumpang berpikir mengapa harga tiket harus naik 3 kali lipat?? Dan kami perokok yang menjadi korban dari kebijakan gila itu.

 

Salam

 

Bond Chan