Jalan Tunjungan di Persimpangan Nasib


Menyebut nama Surabaya selalu identik dengan jalan tunjungan. Jalan ini semenjak awal abad ke-20 telah menjadi salah satu pusat komersial Kota Surabaya. Untuk informasi tunjungan adalah jalan penghubung yang menghubungkan derah perumahan disebelah Selatan-Timur dan Barat Surabaya (Gubeng, Darmo, Ketabang dan Sawahan), dengan daerah perdagangan yang ada disekitar Jembatan Merah. Hingga pertengahan tahun 90 an tempat ini masih menjadi salah satu tempat jujukan belanja di surabaya. Dengan keberadaan siola sebagai pusat mall waktu itu, dan beberapa toko besar yang berjejer serta ada pasar genteng sebagai pusat oleh-oleh semakin mengukuhkan keberadaan jalan tunjungan sebagai pusat prestise kota pahlawan.

Strategisnya jalan tunjungan dengan pusat ekonomi pada waktu itu hingga tahun 90 an membuat jalan tunjungan bisa dibilang menjadi salah satu urat nadi perekonomian surabaya. Terbukti dengan banyaknya perbankan dan toko yang menjual barang dengan prestise tinggi bahkan masih ada sisanya hingga tahun 2013 ini. Bahkan sisa dari kejayaan yang masih sangat bisa dirasakan adalah keberadaan plaza tunjungan. Dimana plaza tunjungan adalah mall terbesar di asia tenggara untuk saat ini. Membuktikan bahwa jalan tunjungan masih memiliki taji untuk mereka yang mau memutar roda perdagangannya di jalan ini.

Bagi orang surabaya sendiri, sebenarnya jalan tunjungan tidak menjadi tempat yang memiliki prestise tertinggi dibanding masa penjajahan belanda maupun pada tahun 80-90 an. Kini jalan ini hanya dianggap jalan protokol dengan stationery, optik, dan beberapa bank tidak terkenal, serta hotel majapahit. Mereka lebih mengenal basuki rahmat sebagai pusat prestise dengan keberadaan TP, salah satu fast food depan TP, dan beberapa resto masakan dan gramedia expo sebagai tempat mencari buku. Bisa dikatakan jalan tunjungan kini tak ubahnya jalan sejarah saja. Tidak ada yang menganggap jalan ini penuh gengsi jika berjalan atau berdagang di sini. Mereka para pemilik bank lebih suka dengan jalan pemuda untuk menempatkan bank pusat Surabaya. Mereka developer yang ingin membangun tower bisnis lebih menyukai jalan panglima sudirman hingga darmo untuk lahan mereka dibanding jalan tunjungan. Dan pembangunan di jalan tunjungan berhenti total setelah kehadiran SOHO (small office & hotel)di seberang pintu masuk pasar genteng. Sementara di 3 tahun terakhir, di jalan basuki rahmat telah dibangun empat bangunan baru. Yang terdiri atas gramedia expo, hotel meritus, bekizar hotel, dan satu hotel sebelah dapur desa (maaf lupa namanya).

Saya sendiri masih belum tahu kenapa jalan tunjungan tidak didekati oleh para developer untuk membangun bussiness tower disana. Sementara mereka lebih memilih jalan mulai panglima sudirman hingga jalan darmo. Dan bahkan beberapa ada yang hingga arah sebaliknya panglima sudirman yaitu jalan basuki rahmat. Masalah luas lahan, menurut saya sama. Mau disambung di dua jalan pun bisa. Menghadap jalan tunjungan dan jalan embong malang. Dan secara luas jalan, masih lebih bagus hingga 2020 saat kendaraan di surabaya begitu membludak. Tapi kenapa jalan panglima sudirman yang saat ini mulai terasa macetnya karena banyaknya gedung perkantoran yang dipilih??

Menjadikan jalan tunjungan sebagai SCBD (Surabaya Central Bussiness District) atau minimal ikut masuk dalam dalam komplek SCBD yang sudah terbentuk jelas membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Karena menurut perhitungan gelap saja, untuk membangun bussiness tower dengan menghadap pada satu sisi (jalan tunjungan saja) membutuhkan uang yang tidak sedikit. Mengingat harga tanah di sana yang menurut perkiraan sudah mencapai angka 4 juta per meter persegi. Jelas akan berpengaruh pada harga sewa kantor nantinya. Dan akan berujung pada pertanyaan : siapa yang mau beli dengan harga semahal itu sementara kita bisa berjalan kaki kurang dari 1km sudah menemukan gedung perkantoran yang bisa jadi malah setengah harga dibanding gedung perkantoran di jalan tunjungan itu nantinya. Miris bukan??

Kemirisan jalan tunjungan ini memang seperti pepatah : hidup segan mati tak mau. Saya punya teman yang orang tuanya punya optik di jalan tunjungan. dia mengatakan bahwa memang jalan tunjungan ini rame setiap saat. Tapi hanya rame saja. Untuk pengunjung ke optiknya tidak serame yang melewati depan optik. Dan ini juga dirasakan oleh yang lain. Bahkan sekali waktu silakan datang ke mall baru pengganti siola. Rame layaknya mall lain?? Tidak. Bagaimana dengan food courtnya??

Sedikit angan-angan atau bayangan tentang jalan tunjungan beberapa dekade ke depan di pikiran saya hanya ada dua : menjadi jalan yang penuh hotel atau menjadi jalan bersejarah dengan hanya tersisa hotel majapahit dan beberapa toko yang hidup segan mati tak mau menjual seperti tetangga-tetangga mereka yang sudah gulung tikar sekarang. Sulit mengharap peran pemerintah untuk merevitalisasi atau merubah keadaan jalan tunjungan saat ini. Karena orang yang mau membangun hotel di Surabaya pun nyatanya masih memilih kawasan basuki rahmat dan daerah darmo yang masih ada beberapa lahan tidur.

Semoga saya masih memiliki kesempatan untuk menulis di blog ini satu dekade lagi, akan saya kabarkan angan-angan saya yang mana yang akan menjadi kenyataan. Yang pertama atau yang kedua.

 

Salam

 

Bond Chan

Review RPM Release 56 -Rasakan Jantung Berlari Sampai Puncak-


RPM release 56 ini sebenarnya adalah salah satu release terberat yang pernah saya temui. Minim istirahat, resistance diputar sampai maksimal di track ke 3, dan ada interval training dengan resistance tinggi di track 5 jelas membuat detak jantung, keringat ga bisa diatur oleh otak. Menurut salah satu instruktur di celebrity fitness surabaya, release ini ditujukan untuk memberi exercise di jantung. Dimana heart rate dinaikkan sampe batas tertinggi yang bisa dicapai demi mendapatkan jumlah kalori yang banyak.

Ada cerita lucu di beberapa hari sebelum launching RPM release ini di Celebrity fitness tunjungan plaza. Beberapa instruktur kompakan untuk memberi penjelasan (atau lebih seperti mewanti-wanti) bahwa lagu-lagu di release ini mungkin agak ga enak dan ga sesuai dengan koreo. Dan hasilnya beberapa member advance yang hadir pun ketika ditanya tentang gimana lagu di release baru ini?? Mereka Cuma diem dan seperti sudah tersugesti. Saya juga salah satu yang tersugesti. Tapi setelah menjalani beberapa kali menggunakan release 56 ini, enak kok. Siapa bilang ga cocok?? Bahkan ketika beberapa minggu terakhir sebelum ganti release 57, saya merasa exercise di release 56 ini cetar membahana.. ūüėÄ

Mari kita bahas satu-satu isi dari release 56 ini…

RPM release 56 ini dibuka dengan lagu dari train yang berjudul drive by. Buat yang nyadar, lagu ini cukup panjang untuk ukuran pemanasan. Ada 5 racing, 3 ride easy. Yang saya rasakan sih, dari pemanasan sudah terlihat akan dibawa kemana jantung kita. Sadarkah anda dengan 5 racing nya?? Walaupun ada beberapa instruktur menjadikan 5 ride easy dan 3 racing, tapi saya lebih suka melakukan 5 racing dan 3 ride easy untuk membuat jantung saya panas sejak track 1.

Track kedua standart menurut saya. Ga berbeda dengan we found love di release 55. Ada tiga racing, dua aero,dan dua standing climb. Di track kedua ini, banyak yang setuju kalau lagunya kurang ngena di telinga. Dan saya juga setuju akan hal itu. Itulah sebabnya beberapa instruktur di tempat saya ngegym sering mengganti dengan till the world end release 53.

Track ketiga.. Salah satu track favorit saya. Koreo sih standart dan bisa dibilang sama dengan track tiga pada umumnya. Masih belum ada yang bisa mengalahkan ecuador  release 47 soal semangatnya. Tapi saya suka dengan lagu dan musiknya. Dan ada satu ketukan khusus untuk menaikkan resistance yang mana jadi sesuatu yang menyenangkan saat menaikkan resistance. Dibuka dengan standing climb medium level, lalu ride easy,standing climb medium level, lalu power climb di medium level, dan standing climb lagi di hard level sampai standing attack cukup seru. Repetisi 3x koreo yang sama menurut saya seperti repetisi untuk exercise otot dan membuat heart rate ditendang terus sampai puncak. Apalagi recovery yang terhitung sebentar. Itulah mengapa saya begitu suka dengan track ini sejak pertama diperkenalkan.

Track ke empat. Salah satu yang terpendek tapi di akhirnya menyenangkan. Tiga kali racing pendek. Hanya 10 detik. Recovery 30 detik. dan tanpa climbing. Mungkin buat yang belum pernah ngerasain release ini pasti seneng ga ada standing climb. Tapi buat yang sering merasakan, pasti akan berkata : hanya di track empat ini kita bisa bernafas dengan tenang. Karena memang setelah track empat, negara api menyerang. #halah ūüėÄ Maksudnya, setelah track empat, RPM bukan lagi RPM. Tapi sudah seperti peloton. Bernafas sebentar dan tarik lagi.

Track ke lima. Ga terlalu suka dengan track ini. Awalnya saya pikir track ini mirip dengan piranha release 45. Tapi sedikit ada perbedaan. Track ini punya standing climb panjang dan power climb yang panjang juga. Dibungkus dalam 3 blok. Perbedaanya dengan piranha lebih terasa interval trainingnya. Karena ada 4 kali naik turun standing climb-power climb. Tapi di track ini, masing-masing blok hanya ada dua standing climb dan power climb. Lagunya juga kurang enak di kuping menurut saya dan beberapa teman yang sempat saya tanyakan. Termasuk beberapa instruktur yang lebih suka mengganti lagu ini dengan scary monster release 54.

Track ke enam. Track ini juga salah satu favorit saya. Dan track ini sudah masuk dalam release 2012 versi saya yang berisi track terbaik di tahun 2012. Salah satu track ke enam terbaik yang paling saya suka selain popiholla release 50, dan never cry again release 47. Track ini adalah yang pertama saya suka waktu launching release 56 ini. Kalau sebagian orang berpedapat track 6 adalah aktif recovery sama dengan track empat, namun di track enam release ini, tidak ada aktif recovery. Karena yang ada heart rate dipacu untuk naik hingga ke puncak yang sesungguhnya. Guna mencapai kalori tertinggi, dan heart rate terbaik, sebelum di track ke tujuh power kaki akan dikuras habis-habisan. Terdiri dari 4 racing super panjang, dan tiga aero racing membuat track ini bisa dikatakan sebagai pernyataan sesungguhnya bahwa release 56 ini adalah exercise untuk heart rate. Beat lagu push the tempo yang memang rancak memang mampu membuat RPM maniac akan bergerak kesetanan hingga lupa segalanya.

Track ke tujuh. Track ini seperti pada umumnya adalah track untuk membuat kaki lebih kuat. Lebih banyak tanjakan. Dan selalu digambarkan kita sudah berada dekat dengan puncak gunung. Tinggal selangkah lagi menuju finish di puncak gunung. Track ke tujuh release ini bisa dibilang sama dengan release will i ever release sebelumnya. Hanya ada dua recovery dengan ride easy dan dua standing recovery. Lagunya pun hampir mirip, tapi saya lebih suka dengan yang ini karena kalau dirasakan, memang terasa sekali kita seperti mengikuti perjalanan apollo. Dan ada suara pecahan dia akhir membuat sensasi lelah dan teriakan terasa sangat khusyuk. Bagian akhir ini yang paling saya suka dari track ini. Di track ini ada dua opsi untuk RPM maniac. Opsi pertama  4 standing climb high level. 2 standing climb medium level. 2 standing attack. 2 power climb. Dan opsi kedua 2 standing climb high level, 2 standing climb medium level, 2 standing attack, dan 4 power climb. Tapi buat saya opsi pertama lebih baik. Karena lebih berat dibanding opsi kedua. Bagaimana dengan anda??

Overall release ini bagus. Saya suka sama exercisenya. Ditambah dengan lagu-lagu yang sesuai dengan koreo. Salah besar kalau ga sesuai. Dan satu lagi, release ini menurut saya membantu saya menjauh dari penyakit stroke dan jantung. Karena memang release ini bener-bener bikin jantung lompat sampai puncak kemampuan jantung kita.

 

 

Salam

 

Bond Chan

Happy 3rd Anniversary Dunia Bond Chan ‚ÄďMembayar Lunas Hutang 70 Tulisan-


Dunia bond chan awalnya hanya sebuah blog iseng yang tak berbeda jauh dengan blog lama yang pernah saya buat. Saya dulu pernah membuat blog di blogspot beberapa kali karena tertarik dengan buku panduan membuat blog yang saya beli dulu. Lambat laun tidak ada yang menarik yang bisa saya tuliskan di situ. Bahkan saya sudah lupa dengan blog saya yang dulu. Hingga pada akhirnya saya tinggalkan blog saya yang lama itu. Dan waktu masuk kuliah, entah darimana dapat wangsit untuk membuat blog yang isinya sudah ga perlu saya pedulikan maksud dan tema dari blog itu. Jadilah dunia bond chan. Sebuah blog yang tidak ada tema khusus yang mau dibawa, hanya apa yang ada di pikiran saya, itu yang akan saya bahas.

Semakin tua usia dunia bond chan, menurut saya sendiri tidak banyak yang berubah dari segi apa yang menjadi tujuan awal saya menulis di blog ini. Masih tetap sama. Hanya yang berbeda cara penyampaian saja yang lebih rapi. Sejujurnya, sangat jujur. Saya sendiri sering tertawa kalau membaca tulisan-tulisan di dunia bond chan yang lama. Tapi persetan dengan semua itu. Menurut saya dunia bond chan adalah dunia saya menuliskan semua hal yang ada di pikiran saya. Dan apa yang saya pikir waktu dulu bisa menjadi pembelajaran dan saya sering katakan di komentar2 kalau memang tulisan saya ada satu saja yang tidak menggunakan sumber akan saya hapus langsung sebagai bentuk pertanggung jawaban.  Pada kenyataanya, tulisan di dunia bond chan dari jaman review film sang pemimpi hingga PKL Bukan Masalah Ekonomi Indonesia semua ada sumber dan tidak ada satupun yang saya hapus karena tidak ada yang bisa membantah.

Tujuan saya membuat dunia bond chan sebenarnya simpel sekali. Saya mempunyai pendapat yang panjang dan lebar, dan saya ingin orang membaca apa yang ingin saya sampaikan tanpa terpotong. Klise ya seperti blogger lain ketika ditanya hal yang sama. Ya memang beginilah kenyataanya. Saya membuat blog memang untuk itu. Dan saya ingin pembaca saya menikmati apa yang saya pikirkan. J

Dunia bond chan ini buat saya lebih dari sekedar blog. Di tempat ini saya belajar untuk menyampaikan pendapat dengan penuh rasa tanggung jawab. Di tempat ini saya berpikir dan lebih simpatik tentang segala hal yang tidak atau belum dipikirkan oleh orang lain. Dan menurut saya setiap orang yang datang ke blog ini harus tahu tentang itu.

Walaupun kesibukan beberapa tahun ini yang meningkat membuat saya menomor dua kan blog ini, tapi saya tetap tidak lupa untuk memposting tulisan disini walaupun yah waktunya sebulan sekali atau kalau lagi ada waktu bisa seminggu sekali.

Perjalanan dunia bond chan di usia kedua tahun ini harus saya akui sangat-sangat tidak produktif. Anda bisa lihat di arsip, hanya ada bulan januari,mei,september,oktober dan desember. Sangat-sangat tidak produktif tulisan saya di usia dunia bond chan yang ke dua tahun ini. Bandingkan dengan 2011 yang hanya bulan juli saya tidak ada satu tulisan sama sekali. Apalagi dengan tahun pertama dunia bond chan di tahun 2010 yang tidak absen satu tulisan pun dalam sebulan. Saya sendiri sebenarnya merasa tidak bisa membagi waktu antara menulis dunia bond chan dengan kerjaan serta kuliah. Sempat saya buat gebrakan bahwa tulisan di dunia bond chan akan terbit setiap hari jumat, ternyata hanya berjalan dua bulan saja. Setelahnya saya tertabrak kesibukan akhir tahun ‚Äďyang udah kerja pasti tahu maksudnya- yang memang baru selesai dan sedikit tenang di hari ini. Tapi sekarang sudah libur natal, dan setelahnya kuliah masuk beberapa minggu saja lalu UAS dan libur semester saya sendiri berharap bisa menyelesaikan hutang beberapa tulisan saya yang sudah bejibun baik di dunia bond chan dan di Gak Cuma Makan. Termasuk menulis tentang arthur‚Äôs day yang maaf beribu maaf buat yang udah nunggu janji saya belum bisa ditepati hingga hari ini. Tapi kerangka nya sudah siap, tinggal tulis saja.

            Membicarakan ulang tahun ga bisa dilepaskan dari resolusi. Apa yang ingin dicapai dalam menjalani usia ketiga dari dunia bond chan?? Sebenarnya simpel saja apa yang ingin saya capai di tahun ketiga ini. Saya punya hutang tulisan sebanyak : 70 tulisan yang harus saya lunasi dan itu belum termasuk tulisan mingguan!! Dan saya harus bisa menyelesaikan itu sebelum dunia bond chan masuk ke usia ke empat tahun. Hanya itu satu-satunya resolusi yang ingin saya capai.

Buat yang mau tahu apa maksudnya punya hutang 70 tulisan, begini penjelasannya. Saya sendiri sebelum gebrakan 7 september 2012 yang mengumumkan akan memposting tulisan di dunia bond chan setiap hari jumat, saya sudah berjanji ke diri sendiri akan setiap minggu posting tulisan baru dengan hari yang terserah. Asal satu minggu satu tulisan. Nah dari awal terbentuknya dunia bond chan hingga sekarang, tulisan di dunia bond chan ini seharusnya sudah ada 153 tulisan. Tapi ternyata baru 83 yang baru tercapai. So, saya masih berhutang tulisan 70 tulisan.

Bagaimana saya melunasi semua itu?? Saya berjanji akan mulai menulis 3 tulisan dalam seminggu. Semoga saya bisa!!!

PKL Bukan Masalah Ekonomi Indonesia


Selamat hari Jumat!!!!

Mungkin banyak yang kaget dengan tampilan baru Dunia Bond Chan?? Ya, sekali waktu tempat ini memang harus diganti bajunya. Bosan kan tema nya itu terus dari jaman pertama dibuat sampe sekarang udah hampir 3 tahun?? Saya aja yang punya sampe bosen sendiri sebenernya. Sampai-sampai rencana ganti baju ini yang awalnya mau saya lakukan besok ketika tepat 3rd anniversary Dunia Bond Chan saya majukan jadi kemarin karena memang sudah terlalu bosan dengan baju yang lama.

Kali ini saya membawa tulisan yang bisa jadi menyinggung perasaan blog tetangga. Karena memang sebelumnya saya yang merasa tersinggung dengan tulisan mereka. Jadi saya tegaskan yang salah dalam tulisan mereka. So, buat anda yuk nikmati tulisan terbaru di Dunia Bond Chan.

Sumber bahasan : http://hmibecak.wordpress.com/2007/08/01/melihat-fenomena-pedagang-kaki-lima-melalui-aspek-hukum/

Pedagang kaki lima atau lebih dikenal dengan PKL adalah aktivitas jual beli yang dilakukan di tempat umum dengan alat apapun. Pada sejarahnya, PKL adalah aktivitas yang dilakukan di trotoar. Yang pada masa penjajahan pemerintah belanda mengharuskan membangun trotoar untuk pejalan kaki di jalan protokol dengan lebar 5 kaki atau satu setengah meter. Pada masa kemerdekaan, entah dari mana istilah ini dirubah menjadi kaki lima.

Pedagang kaki lima, lebih dikenal dengan orang yang berjualan di pinggir jalan. Sementara jenis PKL sendiri bermacam macam. Mulai dari yang berjualan di trotoar, berjualan di traffic light, yang keliling di rumah-rumah menjajakan makanan atau minuman hingga yang berjualan di sekitaran pasar juga bisa dikatakan pedagang kaki lima.

Saya merasa sedikit tersinggung dengan tulisan dari blog HMI UNS Surakarta yang memberikan pandangan yang salah tentang PKL. Ini adalah kutipan tulisan mereka tentang PKL:

Jadi sangat wajar sekali fenomena Pedagang Kaki Lima ini merupakan imbas dari semakin banyaknya jumlah rakyat miskin di Indonesia . Mereka berdagang hanya karena tidak ada pilihan lain, mereka tidak memiliki kemampuan pendidikan yang memadai, dan tidak memiliki tingkat pendapatan ekonomi yang baik dan tidak adanyanya lapangan pekerjaan yang tersedia buat mereka. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan untuk membiayai keluarganya ia harus berdagang di kaki lima . Mengapa pilihannya adalah pedagang kaki lima ???? Karena pekerjaan ini sesuai dengan kemampuan mereka, yaitu modalnya tidak besar, tidak membutuhkan pendidikan yang tinggi, dan mudah untuk di kerjakan.

Menurut saya ini adalah satu hal yang menghina. Menyebut orang yang menjadi PKL adalah orang yang tidak mendapat lapangan pekerjaan dan tingkat pendapatan ekonomi yang baik. Sehingga menjadi PKL adalah pilihan. Belum lagi sebut-sebut masalah pendidikan yang tidak tinggi guna menjadi PKL, dan mudah untuk dikerjakan. Semoga tuhan mereka memaafkan yang menulis ini. Karena sesungguhnya mereka tidak sadar menjadi PKL adalah pilihan hidup. Bukan karena mereka tidak mendapat lapangan pekerjaan.karena pada dasarnya menjadi PKL berarti mereka berwirausaha, bukan menjadi babu bagi pemilik modal.

Kesalah pahaman tentang PKL menurut saya tidak seharusnya diumbar di media sosial apalagi membawa nama salah satu komunitas yang walaupun saya sendiri cukup tahu seberapa pengaruhnya komunitas itu bagi mahasiswa. PKL adalah satu diantara berjuta cara menjadi wirausaha. Dan menjadi PKL itu sama dengan menjadi wirausaha. Tahu kah mereka tentang itu? Menurut saya tidak. Karena begitu mudahnya mereka menyamakan kurangnya lapangan pekerjaan dengan orang menjadi PKL. Justru kalau saya jabarkan, PKL bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain. PKL bisa mempunyai pendapatan lebih tinggi dibanding mahasiswa yang baru lulus padahal pendidikan mereka punya gelar lebih rendah dibanding sarjana itu. Saya akan jabarkan di tulisan yang lain jika ada dua orang atau lebih yang meminta di papan komentar.

PKL seperti yang sudah saya jelaskan diatas memiliki banyak macam dan jenis. Dan dari jenis itu tidak bisa disama ratakan. Itu hal lain yang harus dikoreksi oleh penulis dan juga oleh yang menyetujui tulisan itu tentang salah kaprahnya tulisan PKL = masalah kemakmuran. Saya memang tidak menutup mata kalau ada PKL yang hasil per hari nya tidak banyak. Tapi itu satu atau beberapa jenis PKL dari sekian jenis PKL. Tapi setidaknya, mereka yang mendapat hasil tidak banyak itu tiap bulan mendapat uang 500rb per bulan juga bukan hal yang susah. Silakan kalau mau bukti, hubungi saya lewat papan komentar.

Saya pribadi masih penasaran dengan pernyataan PKL tidak punya pendidikan yang memadai. Seberapa banyak sih PKL yang penulis dan penanggung jawab blog itu tahu? Kok kesannya dengan mudah mereka mengatakan pendidikan pedagang rendah sehingga mereka menjadi PKL. Padahal mereka sudah memahami ilmu marketing dasar, yaitu ilmu segmentasi. Lihat pedagang koran. Jika tempat mereka berjualan banyak mobil keluarga atau isinya anak muda, mereka akan berjualan koran dengan segmen umum dan politik macam Jawa pos, Sindo, MI, Kompas dan akan menjual tabloid untuk anak muda dan wanita. Sering melihat bukan?? Tapi jarang menyadari.

Saya dan keluarga saya adalah satu diantara banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari PKL. Pada kisaran tahun 2009 bapak saya menciptakan pengaman LPG. Dan beliau berencana memasarkan pengaman LPG ini melalui jalur PKL. Hingga yang paling radikal saya dan bapak saya pernah menjadi PKL. Dan memang sukses hingga hari ini. Itulah kenapa saya berani menulis panjang lebar soal PKL ini dan berani mencemooh mereka yang mencemooh PKL dengan satu dan dua penglihatan mata tanpa melihat lebih jauh lagi. Sedikit informasi tentang PKL. Rata-rata PKL yang menjadi pelanggan pengaman LPG punya kami tersebar di banyak penjuru Indonesia. Tidak hanya di Jawa, tapi juga kalimantan, sulawesi, bali, NTB, NTT. Saya sempat tanya beberapa hari yang lalu karena memang ini menjadi topik untuk mata kuliah MPS (metode penelitian sosial) saya di kampus begini : ‚Äúmas, kenapa mau jadi PKL?‚ÄĚ Jawabannya : ‚Äúenak jadi PKL, kerja pagi sampe menjelang siang. Siang tidur, sore sampe malem jualan lagi (di tempat lain). Enaknya lagi kalau capek ya ga kerja, bos. Makanya kalo besok lulus, lanjutno usahanya bapak aja, ketimbang kerja ikut orang.‚ÄĚ Ini adalah jawaban mereka dan mungkin jawaban dari banyak PKL. Ada yang sadar kalau itu adalah jalan hidup mereka. Jalan hidup yang ingin merdeka. Jalan hidup yang tidak ingin menjadi babu bagi orang kaya. Jadi salah besar : PKL KARENA KURANGNYA LAPANGAN KERJA.

Sebenarnya inti dari permasalahan tidak berpusat pada satu paragraf yang saya ambil saja. Tapi lebih kepada menunjukkan pada penulis dan penanggung jawab blog HMI UNS Surakarta itu bahwa PKL bukan tidak berpendidikan. PKL bukan tidak punya pekerjaan. Mereka punya pekerjaan. Dan mereka bisa membuka lapangan pekerjaan. Harus diakui satu hal bahwa PKL di Indonesia adalah penggerak ekonomi negara ini. Jadi berbanggalah dengan mereka. Bukan malah menganggap mereka sebagai masalah ekonomi negara kita tercinta ini. Itu salah besar!!! Belum lagi mengajukan saran yang menurut tafsiran saya menyuruh mereka untuk tidak lagi menjadi penggerak roda perekonomian negara yang tahun 2012 ini bisa menyentuh angka pertumbuhan diatas 6,7% dan menjadikan mereka babu dari pemilik modal.

Semoga menjadi bahan kajian ulang sebelum beropini bahwa PKL adalah sama dengan apa yang dipikirkan oleh teman-teman HMI UNS Surakarta ini.

Salam

Bond Chan

Bisnis Kuliner? Yuk Belajar Dari Penjual Gorengan


Saya kembali…!!! Senangnya bisa nulis tepat waktu. Setelah seminggu kemarin hingga minggu ini penuh banget jadwal saya, tapi malem ini bisa tepat waktu walaupun sebenarnya hari jumat juga Cuma tersisa 20 menit kurang, tapi yang penting masih masuk hari jumat. Tulisan kali ini jangan dianggap sebagai motivasi, karena saya bukan motivator, tapi sekedar memberi tips, memberi cara untuk membuka bisnis kuliner. So, nikmati aja yang mau buka bisnis di bidang kuliner. Dan ditunggu komentarnya

Menjadi pebisnis atau membuka usaha atau bahasa jaman sekarang menjadi entrepreuner sepertinya sedang menjangkiti negeri ini. Begitu banyak orang yang ingin menjadi entrepreuner. Mulai modal besar, hingga modal dengkul. Mulai dari membuka open counter di mall, hingga membuka stand di dunia maya. Semua seakan bersaing untuk menjadi entrepreneur.

Ngomongin soal banyaknya anak muda yang ingin menjadi pengusaha, tak terlepas dari banyaknya passion anak muda yang menuju ke bisnis kuliner. Mulai dari kafe, hinggga makanan ringan. Coba saja lihat di mall sekarang semakin banyak saja jenis penganan ringan dan kafe kecil yang siap bersaing dengan kafe impor. Tapi dari semua itu tidak sedikit juga anak muda yang galau untuk membuka bisnis di bidang kuliner. Salah satu yang sering saya tahu mereka yang galau adalah calon pengusaha di bidang makanan ringan. Jarang saya temui mereka yang mau jadi entrepreuner di bidang kuliner dengan membuka warung di pinggir jalan galau dengan hal satu ini. Apa itu? Perizinan dari BPOM (badang pengawas obat dan makanan).

Bisnis kuliner memang selalu terlihat menarik, menyenangkan, dan mudah untuk menentukan segmentasi dibanding berbisnis bidang lain. Masih harus membongkar segmentasi yang ingin dicapai, belum lagi membangun benefit dari barang yang akan dijual selalu menjadi alasan utama lebih baik membuka bisnis di bidang kuliner. Tapi kalau sudah kena masalah perizinan, sepertinya tinggal mimpi. Padahal penjual gorengan yang sudah berjualan bertahun-tahun lamanya tidak memiliki perizinan masih punya omset ratusan ribu hingga jutaan rupiah tiap harinya. (kalau tidak percaya, silakan tulis di papan komentar. Saya punya bukti untuk ini)

Padahal jangkauan dari bisnis kuliner itu luasssssssss banget. Beneran kalau mau tahu. Bisnis kuliner itu ada makanan berat, ada snack, ada minuman, ada minuman dan makanan, ada warung, ada resto, ada kafe, ada banyak lagi kalau mau tahu lebih silakan tulis di papan komentar. Dan kalau sudah berurusan dengan camilan atau snack, kenapa harus takut berurusan dengan BPOM? Coba lihat penjual gorengan diatas. Dia ga punya izin dari BPOM. Tapi usahanya udah jalan lebih kurang 10 tahun. Ini yang baru mulai udah takut dengan BPOM, rubahlah mindset kamu! Tapi satu yang harus diingat : tips di tulisan ini khusus buat yang mau berurusan dengan bisnis kuliner di bidang camilan dan snack.

Kalau tahu celah dari sebuah hal, silakan masuki untuk memulai sebuah bisnis. Kalau ada celah untuk memulai sebuah usaha di bidang bisnis kuliner tanpa perlu berurusan dengan BPOM sebagai modal awal, kenapa ga dimasuki dulu? Bisnis camilan asal diolah dengan bagus mulai dari bahan, resep rahasia, packaging, segmentasi dan positioning yang tepat bisa menghasilkan sama dengan warung makan dengan margin keuntungan lebih tinggi!

Sedikit cerita tentang obrolan saya dengan salah seorang teman. Dia mengajak saya berbisnis warung nasi bebek. Saya yang memang tidak betah dengan yang terlalu banyak pikiran mulai dari piring, dan peralatan untuk membuka warung nasi bebek pun langsung memberi dia solusi coba bebek di fillet, digoreng dengan tepung dan bumbu rahasia, dipacking dengan bagus, taruh di royal plaza. Jual seharga satu porsi nasi bebek plus minum untuk camilan itu. Kalau ga laku, ngomong sama saya. Mudah bukan kalau tahu celahnya? J Lain cerita dengan teman saya sesama peserta bimbingan kewirausahaan di kampus yang diakomodir oleh DIKTI. Dia punya ide membuat usaha kripik bonggol pisang. Modal ada, tapi setiap ketemu selalu ngomongnya BPOM lah, sertifikat halal dari MUI lah. Sudah saya kasih solusi untuk jual ke kantin sekolah atau kampus, masalah BPOM itu menyusul. Entah sekarang gimana dia, karena saya juga ga pernah ketemu lagi. Tapi yang jelas dari terakhir ketemu dia masih berkutat dengan itu tanpa action.

                Buat anda yang mau membuka bisnis di bidang kuliner tapi masih takut-takut dengan modal kegedean, resiko kegedean, dan BPOM : yuk buka bisnis camilan. Sedikit thesis dari saya tentang bisnis kuliner. Buat resep rahasia seenak mungkin. Senikmat yang anda bisa.

Mulai cari referensi dari sana sini. Dan jika sudah dapat : makanan anda secara kuantitas sedikit, tapi bisa dibeli dengan harga yang sama dengan yang kuantitasnya tinggi. Coba baca lagi tentang kasus bebek fillet goreng diatas. Tahu berapa saya menawarkan harga jual dari bebek fillet itu? Coba jual 11 ribu per bungkus. Mahal? Kalau anda mau coba ‚Äďsemoga teman saya itu jadi menjalankan ide saya- pantas harga segitu. Enaknya bukan main. Anda akan berasa menjadi seperti bebek. ūüėÄ

Percuma anda baca tulisan ini tapi masih galau dengan BPOM dan segala macamnya. Coba action dulu, kalau masih ragu silakan tulis di papan komentar. Yang penting dari sebuah bisnis adalah action. Action dulu, jalani dulu. Dan anda akan menemukan jawaban untuk urusan dengan BPOM.

Salam

Bond Chan

Penonton Proyek Jalan -Bukan Hendak Membuat Kemacetan, Ini Hanya Tentang Kekaguman-


Happy wednesday semua!!! Saya kembali.. maaf banget buat yang udah nunggu tulisan Dunia Bond Chan edisi minggu kemarin harus nunggu sampe hari rabu ini. Karena emang internet saya lagi eror parah, ga ada waktu buat ke warnet pula. So, baru sempat posting tulisan hari ini. Sekali lagi maaf buat yang udah nunggu, dan selamat menikmati tulisan Dunia Bond Chan yang baru.. Untuk edisi minggu ini akan tetep ada di hari Jumat besok. Selamat menikmati..

Sebuah negara pasti terdiri atas dua hal secara geografis : memiliki daratan dan lautan. Setiap daratan pasti disisakan untuk jalan yang jelas menjadi salah satu penopang ekonomi sebuah negara. Karena jika di negara itu jalanannya 70% rusak hingga rusak parah, bisa diartikan sendiri bagaimana keadaan ekonomi negara tersebut. Setiap pembangunan jalan baik itu jalan milik negara, milik kota, hingga milik perumahan pasti menggunakan alat dan kendaraan super berat dan besar untuk memperlancar proyek pembangunan jalan tersebut. Dan hampir semua dari kita jarang melihat alat-alat yang digunakan tersebut. Pernah melihat pun mungkin hanya di TV, di buku, dan sesekali ketika lewat proyek. Tapi tahukah anda bahwa melihat alat-alat tersebut bagi sebagian orang adalah sebuah hiburan????

Setiap kita melewati proyek perbaikan ataupun pembangunan jalan pasti kita melihat ada orang yang menghentikan sepeda motornya guna melihat alat besar untuk yang mengeruk tanah beratus ton setiap harinya tersebut. Dan itu tidak satu dua orang saja, tapi hingga puluhan orang setiap kita lewat. Mengapa mereka melakukan itu? Mereka takjub dengan alat segede itu, mereka takjub dengan kehebatan teknologi, dan mereka anggap menonton itu adalah sebuah hiburan bagi mereka.

Tidak sedikit dari kita yang merasa terganggu dengan kegiatan orang-orang tersebut. karena cukup banyak alasan didalamnya. Mulai mengganggu lalu lintas, hingga masalah anggapan apa yang bisa dilihat dari mesin2 gede itu? Merasa terganggu adalah hak sebenarnya, tapi orang mencari hiburan pun juga hak mereka. Hanya kurang rapi dan sedikit berbahaya, itu adalah kata kunci untuk kasus ini. Karena saya juga setiap hari merasa terganggu dengan keberadaan orang-orang ini. Sekedar informasi, saya setiap hari kuliah lewat jalan yang kabarnya akan menjadi MWRR (Middlle west ring road) Surabaya. Dan jadilah melihat truk besar, dan segala macam yang besar dan berdebu serta orang yang menikmati sambil takjub adalah sarapan saya sebelum sampai kampus. J

Di era serba internet seperti sekarang, tidak semua orang bisa menikmati akses internet semudah menjetikkan jari, semudah mengayunkan telapak jari diatas komputer tablet. Ada banyak orang ‚Äďtermasuk di Surabaya- masih tidak bisa mengakses internet. Dan sudah terlalu lelah untuk belajar dari buku. Disinilah letak yang harus kita lihat lagi sebelum mencela pencari hiburan dadakan yang dinamakan proyek jalan tersebut. Ada orang yang bisa takjub setiap kali melihat excavator mengeruk tanah padahal pada hari itu dia melihat dua kali setiap hari bahkan lebih. Dan masih banyak lagi jenis orang-orang lain. Semua orang itu menganggap sebuah hal yang baru adalah hiburan. Sama halnya dengan anda ga pernah naik pesawat, dan sekali waktu diajak naik pesawat walaupun cuma ke bandung atau jakarta, itu sudah jadi hiburan. So, biarlah mereka menikmati hiburan mereka. Toh kalau yang berderet-deret itu sampai 100m polisi pasti mengusir. Trust me!

Kembali tentang hal yang baru dilihat adalah sebuah hiburan bisa dikaitkan dengan tingkat pengetahuan. Seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang semakin dia tidak mudah menganggap sesuatu sebagai sebuah hiburan. Dan semakin sedikit pengetahuan seseorang, semakin mudah juga seseorang untuk menemukan sesuatu sebagai hiburan. Inti dari tulisan ini hanya satu : jika anda mengeluh hingga mencela orang yang berhenti melihat proyek jalan, beranikan diri anda untuk bertanya ‚Äúapakah anda tidak pernah melihat alat-alat itu sebelumnya?‚ÄĚ dan anda akan sadar ini adalah hiburan mereka. Bukan sebuah kesalahan serius dengan kegiatan mereka tersebut.

Salam

Bond Chan

Last Child -Ketinggalan Musim atau Idealisme Pecundang-


Last child. Siapa sih yang tidak kenal band satu ini? Band yang sudah dibentuk sejak tahun 2006 ini, memang langsung meledak sejak meluncurkan (ulang) lagu mereka yang berjudul diary depresiku. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau lagu diary depresiku yang membuat nama mereka dikenal sebagai salah satu band aliran pop rock ini bukan dari album terbaru mereka, melainkan dari album pertama mereka yang sudah dirilis secara indie di tahun 2007. Dan total album yang mereka buat ada 3 buah, saya sendiri baru tahu yang satu ini.

Selain lewat lagu diary depresiku, Last Child dikenal dengan lagu-lagu mereka yang antara lain : pedih, sekuat hatimu, seluruh nafas ini, dan yang terakhir adalah indahkan perbedaan. Dengan hits-hits itu, mereka kini mampu menjadi salah satu band yang bisa diperhitungkan di kancah musik tanah air. Meskipun… Dari semua hits mereka tidak ada satupun yang memiliki variasi kecuali : sedih dan sok kayak anak jalanan. *hell*

Lagu galau, lagu sedih. Adalah ciri khas dari Last Child menurut saya. Tidak ada nuansa bahagia, senang. Yang ada hanya sedih, tangisan putus, rengekan ingin balikan sama mantan, dan sok seperti anak jalanan yang mau minta maaf sama ibunya. Sebenarnya tidak ada masalah dengan lagu sedih, lagu galau. Tapi kok baru keluar sekarang? Kemana saja waktu musim lagu galau sekitaran tahun 2009-2011? Sekarang bukan jamannya galau, sedih, dkk bung.  2011-sekarang ini masih musimnya boyband/girlband dengan tema lagu ceria, jatuh cinta, dan semua yang enak didengar dan dirasakan. Sementara yang saya tahu, last child ini masuk di penghujung musim lagu galau di awal 2011 lewat lagu diary depresiku. Dan maaf harus saya katakan : kalian masuk di saat yang telat.

Sedikit flashback. Musim lagu indonesia sempat didera musim melayu lemas dengan diawali kedatangan Kangen band, ST 12 di kisaran tahun 2006. Semakin bosan orang dengan lagu melayu, pasar berubah menjadi lagu galau. Namun yang membedakan musim lagu melayu dengan musim galau, waktu musim lagu melayu masih ada lagu yang memuat suasana postif. Suasana positif di sini maksudnya seperti tema jatuh cinta, mencintai pacar, dsb. Tidak melulu masalah patah hati, putus, cinta ditolak saja seperti masa suram lagu galau.

Sementara sekarang (masih) musimnya yang ceria, baik dengan minus one, maupun alat band umum. Pasar sudah sangat jenuh dengan suasana sedih setiap hari. Hingga akhirnya waktu pertama SM*SH&7icons menggebrak musik tanah air  jadilah hal itu seperti guyuran air di tengah gersangnya inovasi tema lagu di kancah musik Indonesia tercinta ini. Sementara last child? Salah masuk besar!! Apalagi mereka membawa lagu cengeng untuk semua hits nya.

Bisa menjadi pertanyaan, kenapa mereka memajang lagu-lagu cengeng tanpa ada satupun lagu ceria untuk hits yang mereka lempar di radio maupun televisi? Apakah tim marketing mereka yang bodoh, atau memang ini idealisme mereka? Idealisme pecundang? Saya sudah mencari di sana sini, tidak ada satupun yang bisa menjawab pertanyaan saya ini. Bukan masalah lagu cengengnya yang saya permasalahkan di sini. Tapi ga ada variasi tema adalah pertanyaan tersendiri. Apa iya Last Child ini mau meniru Glenn Fredly yang punya sihir tersendiri kalau lagi galau? Goshhh.. Glenn Fredly pun ga semua lagunya sedih.. Tahu lagu kisah romantis, cukup, kau,happy Sunday kan? Itu semua temanya ceria. Dan itu disebar bergantian dengan lagu galaunya.  Jadi ga ada cerita Glenn Fredly bisa dinyatakan sama dengan Last Child. Terus Last Child ini mau melawan arus marketing atau memang idealisme mereka ya sebatas itu?

Tahukah kalau setiap kita mendengar lagu sedih akan membuat suasana hati ikut berubah? Dan jika suasana hati jongkok terus, otak pun tidak bisa bekerja dengan maksimal. Ini yang tidak disadari namun ini nyata. Coba sekali waktu anda perhatikan radio dengan segmen adault. Mereka memainkan tempo lagu-lagu di playlist mereka sesuai dengan keadaan tubuh pendengarnya. Pagi hari mereka akan memutarkan lagu-lagu yang upbeat karena tubuh pendengarnya pasti masih mengantuk, dan butuh semangat. Menjelang siang, beat mulai diturunkan hingga middle. Ketika sore, badan mulai capek mereka memainkan lagu dengan beat middle dan sedikit tinggi.

Bagaimana dengan Last Child? Coba bayangkan anda pagi hari ‚Äďbaik sengaja atau tidak- mendengar satu lagu last child apa yang akan anda rasakan? Malas, lemas, tidak bersemangat? Tentu saja. Itulah kenapa saya sendiri benci dengan band satu ini. Karena selain lagunya yang cengeng dan sok seperti anak jalanan ‚Äďpadahal vokalisnya (maaf) seperti banci- juga ga ada satu pun hits mereka yang bernuansa positif. Semua negatif. Lalu apa yang mau didengar dari band ini selain kepecundangan?

Saya suka hampir semua di Indonesia saat ini. Karena band melayu sudah hampir punah. Tapi kalau lagunya negatif semua kayak Last Child ini? Mending saya panggil lagi tuh Kangen Band, ST 12 buat nyanyi lagi. Sedikit saran untuk Last Child, hentikan idealisme atau marketing pecundang anda ini!!! Demi masa depan musik indonesia yang lebih baik.

Salam

Bond Chan